PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
LIMA PULUH LIMA


__ADS_3

Xiao Xi mengepalkan tangannya,


"Sial, tunggu pembalasanku kalian berdua"


•••


Jam makan malam pun tiba. Semua orang berkumpul di ruang makan kecuali pangeran Zhan dan Xiao Lan.


"Dimana Xiao Lan? Kenapa dia belum ada disini?" tanya putri Yu Yan,


"Benar, apakah Xiao Lan datang terlambat?" timpal kaisar Wang,


Kaisar Xiao hampir tersedak saat diberi pertanyaan itu kemudian ia menelan makanannya terlebih dahulu.


"Putri Xiao Lan tidak makan disini karena jarak dari kediamannya menuju ruang makan ini begitu jauh" alibi kaisar Xiao,


"Oh begitu, kenapa kau tidak memberikan kediaman yang berada di sekitar sini saja agar Xiao Lan tidak perlu berjalan jauh" ucap putri Yu Yan,


"Wang Yu Yan tidak baik banyak bicara saat makan" ucap permaisuri Fen, permaisuri dari kekaisaran Wang,


"Ya" ucap putri Yu Yan sambil memakan makanannya dengan lahap,


"Cihh, apa dia tidak pernah diajarkan cara makan yang anggun oleh ibunya sampai-sampai ia makan seperti orang yang kelaparan" batin putri Xiao Xi sambil memandang putri Yu Yan lekat,


Putri Yu Yan yang merasa dipandang aneh oleh semua orang tidak peduli. Ia hanya terus melanjutkan acara makannya.


Di tempat lain,


"Makanlah yang banyak Lan'er, besok kita akan pergi" ucap pangeran Zhan sambil menambahkan lauk di piring milik Xiao Lan,


"Itu sudah cukup gege" ucapnya menghentikan tangan pangeran Zhan yang terus memberikan lauk ke piringnya,


"Tapi kenapa kita harus pergi? Bukankah besok hari perayaan pertambahan usia si tua itu?" tanya Xiao Lan sambil memasukkan sayuran ke mulutnya,


"Aku tidak ingin kau dipermainkan oleh dua b*****h itu" ucap pangeran Zhan,


"Gege apakah kau tidak percaya padaku? Aku juga memilikimu yang akan selalu melindungiku jadi tidak perlu khawatir" ucapnya sambil menepuk pundak pangeran Zhan lembut,


"Xiao Lan tapi aku"


"Sst, lebih baik kita makan terlebih dahulu" ucap Xiao Lan memotong perkataan pangeran Zhan,


Mereka kemudian makan dengan khidmat dan tanpa suara tidak seperti biasanya yang dipenuhi oleh canda tawa.


___


Pesta perayaan ulang tahun kaisar Xiao telah tiba. Semua rakyat merasa senang atas adanya pesta ini mereka bersuka cita menyambut hari lahirnya sang kaisar keadilan.


Seluruh kekaisaran juga telah datang ke kekaisaran Xiao kecuali kekaisaran Li. Kekaisaran Li memang dikenal cuek dalam pesta perayaan yang berada di kekaisaran lain seperti ini jadi wajar saja jika mereka datang paling akhir.


Di ruang kerja kekaisaran Xiao,


"Mereka tidak mau datang kemari kasim An?" tanya kaisar Xiao,

__ADS_1


"Mohon maaf, mereka tidak mengirim balasan atau apapun mungkin mereka tidak berkehendak datang yang mulia" ucap kasim An,


"Baiklah mari kita ke aula utama" ucap kaisar Xiao kemudian meninggalkan kasim An yang masih berada di ruang kerjanya,


Sesampainya disana seluruh orang menunduk hormat kemudian seorang kasim berteriak,


"Kaisar Xiao dan keluarga telah tiba" ucapnya lantang,


Kaisar Xiao beserta anak dan istrinya juga ibu suri kemudian memasuki aula utama bersama-sama. Lalu mereka berpencar saat kaisar Xiao menduduki singgasananya.


Setelah kaisar Xiao duduk, datanglah orang-orang dari kekaisaran Tang,


"Kaisar Tang dan keluarga telah tiba"


"Kaisar Zhong dan keluarga telah tiba"


"Kaisar Wang dan keluarga telah tiba"


Teriakan dari kasim terus menggema di ruangan itu. Setelah sekian lama datangnya bangsawan dari kekaisaran Wang sudah tidak ada lagi bangsawan yang datang. Kasim segera menutup pintu pertanda acara akan segera dimulai.


Saat kaisar Xiao hendak membuka mulutnya kasim yang berada di depan aula kembali membuka pintu dan berteriak,


"Kaisar Li dan keluarga telah tiba"


Kaisar Xiao kembali menutup mulutnya saat para bangsawan dari kekaisaran Li berjalan menuju tempat duduk mereka.


Kaisar Xiao segera memulai penyambutan untuk pesta hari jadinya.


"Acara disini akan diadakan selama tujuh hari tujuh malam dan puncak perayaannya terjadi pada malam ke tujuh tersebut" ucapnya,


Tepuk tangan meriah terdengar di aula utama itu. Kaisar Xiao kemudian tersenyum,


"Nanti seorang kasim akan menjelaskan secara rinci apa yang akan kita lakukan untuk acara tujuh hari ke depan"


"Mulai sekarang, Zhen menyebutkan bahwa pesta perayaan ulang tahun Zhen sudah dimulai" ucapnya lagi,


Tepuk tangan meriah kembali terdengar di aula. Semua orang bersorak-sorak karena kekaisaran akan mengadakan pesta besar untuk tujuh hari ke depan. Masyarakat yang berada di luar istana juga bertepuk tangan saat mendengar ucapan seseorang yang menyebutkan jika kaisar Xiao telah memulai perayaannya itu berarti mereka bisa makan enak untuk tujuh hari ke depan.


Lagi-lagi kasim membuka pintu aula pertanda ada seorang bangsawan yang akan masuk ke dalam sana.


"Tuan putri Xiao Lan memasuki ruangan" ucapnya lantang,


Semua mata lalu tertuju ke arah pintu yang terbuka lebar itu tak terkecuali para bangsawan dari kekaisaran Li karena mereka belum pernah melihat langsung orang yang bernanama putri Xiao lan. Di ujung pintu nampak seorang gadis dengan hanfu yang terlihat indah tak lupa dengan cadarnya.


Tatapan kekaguman tak henti-hentinya tergambar di wajah setiap orang yang melihat Xiao Lan.


Putri Xiao Xi sebenarnya kesal dengan seluruh tatapan memuja itu tapi ia sudah tersenyum sinis,


"Sebentar lagi kalian juga akan mengalihkan tatapan memuja kalian itu menjadi tatapan menjijikkan untuknya" ucapnya dalam hati,


Xiao Lan berjalan memasuki aula dengan langkah yang tegas namun terlihat anggun. Kaisar Li, permaisuri Kaili, selir Dyn dan para pangeran dari kekaisaran Li tak henti-hentinya memandang gadis yang sedang berjalan itu.


"Lan'er"

__ADS_1


"Lanlan"


Ucap mereka serampak tanpa direncanakan. Seluruh aula bergantian menatap keluarga kaisar Li itu dengan penuh tanda tanya.


Xiao Lan kemudian berhenti, ia menatap keluarga kaisar Li sejenak. Ia lalu berjalan menuju tempat duduk yang telah diisi oleh anggota keluarga itu.


"Lan'er" ucap permaisuri Kaili dan selir Dyn lalu memeluk Xiao Lan,


Begitupun dengan kaisar Li serta para pangeran. Mereka bergantian memeluk Xiao Lan seperti menumpahkan kerinduan yang sudah mereka tampung sejak lama.


"Jadi benar namamu Xiao Lan?" tanya pangeran Xian,


"I-iya untuk sementara ini" ucapnya,


"Maksudmu?" tanya pangeran Xian seakan belum paham dengan pernyataan Xiao Lan,


"Nanti kau akan tau sendiri" ucap Xiao Lan acuh lalu duduk di antara permaisuri Kaili dan selir Dyn,


"Putri Xiao Lan tempatmu bukan disana, tempatmu berada di samping putri Xiao Xi" ucap kaisar Xiao,


Xiao Lan yang sudah terlanjur mengambil makanan permaisuri Kaili dan selir Dyn terpaksa menghentikan aktivitasnya.


"Oh ya? Bahkan aku tidak merasa memiliki tempat duduk disana" ucapnya malas,


"Putri Xiao Lan, mohon jaga perilakumu" ucap permaisuri Juan lembut,


Xiao Lan memutar bola matanya malas. Pintar sekali orang ini memanipulasi suasana di sekitarnya, ia memilih diam dan tidak menjawabnya.


"Putri Xiao Lan, duduklah di samping putri Xiao Xi" ucap permaisuri Juan kembali,


"Memangnya kenapa jika aku duduk disini? Yang terpenting adalah aku sudah duduk" balas Xiao Lan,


"Karena tempat itu dikhususkan untuk para bangsawan dari kekaisaran Li" ucap permaisuri Juan memberi pengertian,


"Yasudah berarti disini adalah tempatku" ucapnya acuh sambil memakan makanan di hadapannya,


"Putri Xiao Lan, tempatmu berada di samping putri Xiao Xi" ucap permaisuri Juan mulai geram,


"Tidak, aku tidak mau di tempatkan di tempat pojok dan gelap seperti itu permaisuri Juan" ucap Xiao Lan,


"Putri Xiao Lan" kali ini nada permaisuri Juan agak sedikit meninggi tapi ia masih menjaganya agar tidak terdengar membentak,


"Mohon maaf untuk semua orang yang berada disini tapi gadis yang sedang duduk di antara permaisuri Kaili dan selir Dyn itu adalah putri pertama kekaisaran Li, putri Li Xuan" ucap kaisar Li menengahi,


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE


thanks buat kalian semua yang udah menyemangati author di eps sebelumnya, maaf ya kalau author buat kalian nunggu lama.


TERIMAKASIH


chiccacaaa

__ADS_1


__ADS_2