PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
SEMBILAN PULUH SEMBILAN


__ADS_3

Xuan Lan tetap menjaga matanya agar tidak terpejam. Ia merasa semuanya aman dan tidak ada yang perlu dihiraukan. Xuan Lan bisa berjaga sampai pagi meskipun ia berjaga dengan posisi yang tertidur. Saat ia merasa pangeran Zhan mulai terbangun, Xuan Lan buru-buru memejamkan matanya agar ia terlihat seperti masih tertidur.


"Anak ini seperti bayi" ucap pangeran Zhan sambil mengelus pipi Xuan Lan saat ia melihat Xuan Lan yang tertidur di pelukannya.


•••


Pangeran Zhan lalu bangun dari posisi tidurnya dan membangunkan Xuan Lan serta kakek. Ia lalu berkeliling untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan. Tak lama kemudian ia kembali dengan beberapa buah yang ada di tangannya.


"Ini buah untukmu" ucap pangeran Zhan sambil memberikan buah untuk Xuan Lan dan si kakek.


"Oh, ya kita sudah hampir tiga hari bersama tetapi kami belum mengetahui nama kakek" ucap pangeran Zhan sambil memakan buahnya.


Kakek tadi mendongak ke arah pangeran Zhan. Ia lalu menjawab.


"Panggil saja aku kakek Shi" ucapnya.


"Baik kakek Shi. Perkenalkan namaku Zhan dan ini adikku, Xuan Lan" ucap pangeran Zhan.


"Ya, aku sudah mengetahuinya kemarin saat kalian saling memanggil" ucap kakek Shi sambil tertawa.


Setelah sarapan buah yang rasanya sedikit sepat dan masam itu mereka kemudian melanjutkan perjalanannya lagi. Pangeran Zhan dan Xuan Lan masih setia dengan menuntun kuda mereka dengan kakek Shi yang berada di atas kuda milik pangeran Zhan.


Saat mereka sedang berjalan, pangeran Zhan seperti mendengar suara langkah kaki hewan yang sedang mendekat. Ia menajamkan pendengarannya kemudian berbalik badan. Ternyata sudah ada beberapa serigala yang mengikuti mereka walaupun jaraknya lumayan jauh tetapi pangeran Zhan masih bisa melihat mereka dengan jelas.


"Lan'er naiklah ke kudamu" ucap pangeran Zhan.


"Hah? Untuk apa gege?" tanya Xuan Lan bingung.


"Menurutlah" ucap pangeran Zhan sambil agak menekan. Xuan Lan kemudian menuruti pangeran Zhan untuk naik ke kudanya meskipun ia masih bingung.


Setelah memastikan Xuan Lan sudah nyaman saat berada di atas kudanya, pangeran Zhan kemudian ikut menaiki kuda yang sudah dinaiki oleh kakek tadi. Ia sudah tidak peduli dengan pemandangan apapun yang akan dilihat Xuan Lan dan kakek Shi yang terpenting sekarang adalah keselamatan mereka.


Pangeran Zhan lalu memegang tali kekang kuda dengan erat. Ia kemudian menatap Xuan Lan yang juga sudah memegang tali kekang kudanya.

__ADS_1


"Xuan Lan, apakah kau percaya jika aku melihat beberapa serigala mengikuti kita?" tanya pangeran Zhan.


Xuan Lan mengalihkan pandangannya menuju pangeran Zhan. Ia hampir saja melihat ke belakang tapi gelengan pangeran Zhan mengurungkan niatnya. Ia kemudian mengangguk tanda ia percaya dengan ucapan pangeran Zhan.


"Lari!" ucap pangeran Zhan yang membuat Xuan Lan buru-buru memacu kudanya begitu pula dengan pangeran Zhan.


Serigala yang tadinya bersembunyi sekarang mulai menampakkan taringnya. Mereka mengejar para penunggang kuda itu. Pangeran Zhan lebih memilih lari karena ia tidak mau mengambil resiko jika melawan para serigala ini.


Mereka terus berlari dari kejaran serigala sampai mereka tiba di sebuah jurang yang lumayan terjal. Kuda mereka berhenti secara mendadak membuat orang yang menungganginya merasa terkejut.


Mereka lalu turun setelah mengamati keadaan sekitar dimana gerombolan serigala tadi tidak mengikuti mereka lagi. Mereka lalu turun dari kudanya untuk menetralkan detak jantung yang masih belum beraturan.


"Aooo" ternyata serigala tadi masih mengejar. Jika mereka ingin kembali menaiki kuda maka tidak akan bisa sehingga mereka memilih menaiki pohon yang tinggi. Kuda-kuda mereka sebenarnya juga sudah pergi saat mendengar auman serigala tadi.


Setelah sekian lama akhirnya serigala-serigala tadi menyerah dan pergi entah kemana. Xuan Lan mengamati keadaan sekitar berharap serigala itu sudah benar-benar pergi. Karena sudah lelah berada di atas pohon mereka akhirnya turun ke bawah.


"Haiss, kudanya pergi" ucap pangeran Zhan.


"Tidak apa-apa gege, bukankah kita masih bisa berjalan?" ucap Xuan Lan mencoba menghibur pangeran Zhan.


Kakek Shi hanya tersenyum. Ia kemudian menepuk bahu pangeran Zhan.


"Aku sudah sehat kembali berkat herbal yang diberikan adikmu padaku" ucap kakek itu sambil tertawa.


"Aku masih kuat jika harus berjalan menuju gunung harapan" ucapnya lagi.


Pangeran Zhan agak mendelik. Ia masih kurang percaya jika kakek di hadapannya ini sudah sembuh dalam waktu tiga hari. Tetapi memang pengobatan Xuan Lan memang tidak perlu diragukan lagi.


"Baiklah, lalu kemana kita harus pergi?" tanya pangeran Zhan.


"Kita akan melewati jurang ini terlebih dulu" ucap kakek Shi.


Pangeran Zhan dan Xuan Lan saling pandang. Mereka masih mengkhawatirkan kondisi kakek Shi tetapi tanpa diduga kakek Shi sudah melompati jurang di hadapannya dan ia sudah sampai di seberang sana.

__ADS_1


Pangeran Zhan dan Xuan Lan akhirnya percaya jika kakek Shi memang benar telah pulih. Mereka lalu mengikuti langkah kakek Shi untuk melompati jurang terjal tadi.


"Aku sudah mengatakan jika aku sudah pulih" ucap kakek Shi sambil tersenyum. Mereka lalu berjalan bersama untuk menuju gunung harapan.


Di panas yang terik mereka tidak sengaja menemukan aliran sungai. Xuan Lan, pangeran Zhan dan kakek Shi kemudian menuju ke sungai itu membasuh wajah, tangan dan kakinya untuk menyegarkan pikiran mereka.


Xuan Lan mengatakan kepada kakek Shi dan pangeran Zhan bahwa ia ingin membersihkan tubuhnya sehingga ia akan menuju ke arah hulu. Di sisi lain, pangeran Zhan dan kakek Shi memilih menangkap ikan untuk dijadikan santapan makan siang mereka.


Aroma ikan panggang membuat Xuan Lan yang sedang berendam segera menyelesaikan urusannya. Ia lalu memakai pakaiannya kemudian berjalan menuju arah kepulan asap yang terlihat dari tempatnya berdiri saat ini.


"Sudah segar?" tanya pangeran Zhan saat Xuan Lan sudah dihadapannya. Xuan Lan hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Pangeran Zhan lalu memberikan Xuan Lan ikan yang sudah ia bakar. Mereka kemudian makan bersama-sama. Setelah mereka makan, kakek Shi meminta mereka untuk menunggunya sejenak ternyata kakek Shi ingin membuat wadah minum untuk mereka bertiga.


Ia lalu mengisi wadah bambu yang telah dibuatnya dengan air yang mengalir dari sungai tadi. Ia kemudian memberikan dua wadah bambu pada masing-masing orang. Sekarang mereka mulai berjalan lagi agar lebih cepat sampai ke gunung harapan juga agar mereka bisa menemukan tempat istirahat untuk malam ini.


"Sepertinya kita perlu beristirahat disini" ucap kakek Shi kepada dua kakak beradik di hadapannya.


"Benar" ucap pangeran Zhan menyetujui.


"Apakah gunung harapan itu letaknya masih jauh kek?" tanya Xuan Lan penasaran.


"Mungkin besok sore atau lusa kita sudah akan sampai kesana" ucap kakek Shi.


"Kalian tidurlah, sekarang aku yang akan menjaga kalian berdua" ucap kakek Shi lagi.


"Tapi kek-" ucap pangeran Zhan terpotong saat kakek Shi menggelengkan kepalanya.


"Kau sudah berjaga selama dua hari sekarang giliranku untuk berjaga" ucap kakek Shi tidak mau dibantah.


"Baiklah" ucap pangeran Zhan yang memang merasa sangat lelah dari beberapa hari kemarin.


•••

__ADS_1


**jangan lupa vote komen like dan rate


diupdate pukul 10.13**


__ADS_2