PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
EMPAT PULUH


__ADS_3

"Aku akan membalasmu bertubi-tubi bocah sialan" batin permaisuri Juan saat melayangkan tatapan ketidaksukaannya kepada Xiao Lan,


•••


Suasana menjadi canggung semenjak permaisuri Juan dan putri Xiao Xi dihukum di aula istana saat berlangsungnya pertemuan antar kaisar.


"Apa yang sedang kalian semua bahas sampai wajah kalian menjadi frustasi seperti itu?" celetuk Xiao Lan memecah kecanggungan yang terjadi,


"Putri Xiao Lan, sebaiknya anda keluar dari aula pertemuan karena urusan anda sudah selesai" ucap seorang jenderal dari kekaisaran Xiao,


Xiao Lan tidak mendengarkan ucapan jenderal tadi, ia malah memilih tempat duduk yang masih kosong yang berada di dekat tempat duduk kaisar Wang. Dengan santainya ia juga memakan makanan yang berada di atas meja tadi.


"Tidak, aku sudah terlanjur duduk sepertinya aku terlalu lelah karena membersihkan aula tadi" ucapnya dengan mengunyah makanan di mulutnya,


"Xiao Lan, menjauh dari tempat itu kau tidak sopan" ucap kaisar Xiao,


"Memang aku tidak sopan dari mananya? Aku duduk seperti kalian tidak duduk di meja coba jelaskan ketidak sopananku" tanyanya dengan dahi yang mengerut,


"Xiao Lan apa kau tidak tau siapa yang berada di sampingmu?" tanya kaisar Xiao sekali lagi,


"Tidak kan aku baru pertama kali bertemu dengan semua orang yang berada disini" ucapnya santai dan tangannya masih mencomot berbagai makanan yang berada di depannya,


"Dia adalah kaisar Wang, Xiao Lan" ucap kaisar Xiao,


"Oh, kaisar Wang" Xiao Lan sebenarnya sedang mengingat-ingat siapa nama itu karena ia seperti pernah mendengar nama kaisar Wang,


Plukk *suara makanan terjatuh,


Xiao Lan menganga sambil menatap kaisar Wang yang berada di sampingnya. Semua orang yang ada disana was was dan juga senang karena akhirnya Xiao Lan bisa sadar akan kesalahannya.


"Kau adalah kaisar Wang?" tanyanya memastikan yang dibalas oleh anggukkan kepala dari orang yang ditanyainya,


"Sial aku pikir dia pangeran karena wajahnya masih sangat tampan dan muda" batin Xiao Lan,


"Paman apakah kau tau aku sangat mengidolakanmu, kau orang yang memiliki energi paling tinggi diantara semua orang yang ada di daratan ini kan? Kenapa kau bisa hebat sekali paman?" ucap Xiao Lan dengan mata berbinar,


"Karena aku sering latihan makannya aku bisa kuat seperti ini" ucap kaisar Wang kemudian ia menepuk-nepuk kepala Xiao Lan,


"Paman kaisar memang apa yang sedang kalian bicarakan sampai wajah kalian tidak memiliki semangat hidup seperti itu?" tanya Xiao Lan untuk kedua kalinya,

__ADS_1


Kaisar Xiao agak tidak suka melihat interaksi Xiao Lan dengan kaisar Wang yang terlalu cepat akrab bahkan saat bersamanya ia tak pernah mengucapkan banyak kata seperti saat ini.


"Seluruh kekaisaran sedang dilanda wabah ulat bulu sudah setiap tahun kami sudah mengadakan pertemuan tapi sampai sekarang kami masih belum bisa menemukan solusi untuk menghilangkan wabah itu"


"Oh, cara menghilangkan ulat bulu itu mudah. Kalian semua tinggal meletakkan tanaman yang berbau menyengat seperti lavender dan kemangi di sekitar tanaman panen. Kalian juga bisa menyemprotnya menggunakan air rendaman bawang dan cabai mungkin perlu waktu sekitar seminggu agar ulatnya bisa hilang" ucap Xiao Lan dengan mulut yang penuh dengan makanan,


"Jangan bercanda Xiao Lan" ucap putra mahkota kekaisaran Xiao,


"Untuk apa aku bercanda, bukankah kau tau aku hidup dimana putra mahkota?" ucapnya tersenyum sinis,


"Aku tidak peduli kalian percaya atau tidak yang penting aku sudah memberi solusi tidak sepertimu yang hanya diam membisu dan tidak memiliki ide apapun putra mahkota Xiao Gui" ia mengubah senyum sinisnya menjadi senyum mengejek,


"Harusnya kau itu menghargai apa yang pendapat yang diucapkan oleh orang lain mau itu pria atau wanita bahkan rakyat jelata sekalipun bukan malah meremehkannya seperti itu" ia masih tersenyum mengejek pada putra mahkota,


Semua orang disana lagi-lagi dibuat bungkam oleh perkataan Xiao Lan.


"Tidak ada salahnya kita mencoba usul putri Xiao Lan daripada kita sama sekali tidak bergerak untuk menyelesaikan masalah wabah ini" ucap pangeran Wang Tian, dia memang orang yang terbuka pada saran apapun meskipun hal itu tidak masuk akal sama sekali,


"Benar, tidak ada salahnya kita mencoba. Putri Xiao Lan maukah kau menunjukkan bagaimana cara mengatasi ulat bulu itu pada kami?" tanya kaisar Tang,


"Baik" ucapnya lalu berdiri meninggalkan aula tanpa sepatah kata ataupun tanpa hormat sekalipun,


____


Setelah selesai mereka semua melewati pohon yang memiliki banyak ulat bulu. Sebelumnya Xiao Lan sudah menyiapkan air rendaman cabai dan bawang. Ia lalu menyiramkan air tadi ke pohon yang ditempati banyak ulat bulu tadi.


"Kalian harus menyiramnya setiap hari sampai ulat bulunya benar-benar hilang. Kalian ingat kan banyaknya ulat bulu yang berada disini tadi? Dua hari lagi kita akan kembali lagi kesini dan kita lihat hasilnya" ucap Xiao Lan datar


Ia kemudian menyerahkan sisanya kepada penduduk setempat agar mereka bisa mengetahui cara mengatasi wabah ulat bulu ini.


___


Dua hari kemudian


"Salam kepada para kaisar dan putri" ucap para penduduk saat para bangsawan memasuki daerah mereka,


"Bagaimana apa ulat bulu disini sudah mulai berkurang?" tanya Xiao Lan langsung tanpa basa-basi kepada para penduduk disana,


"Menjawab putri, ulat bulu disini sudah berkurang kurang lebih seperempat dari semuanya" ucap salah seorang penduduk yang sepertinya adalah tetua disana,

__ADS_1


"Bagus, lakukan terus apa yang aku katakan mungkin dalam seminggu seluruh ulat bulu disini sudah hilang" ucap Xiao Lan ia lalu menuju ke arah pohon yang ia siram dua hari yang lalu,


"Lihat, ulat bulu di pohon ini sudah berkurang setengah dari yang kemarin" ucap Xiao Lan menunjuk pohon yang berada di sampingnya,


Sontak semua pangeran dan kaisar yang berada disana melihat ke arah pohon tadi dan benar saja ulat bulu yang ada di pohon itu tidak sebanyak seperti dua hari yang lalu.


"Benar, putri Xiao Lan kau sangat berbakat sampai bisa memecahkan masalah yang sudah melanda daratan ini bertahun-tahun lamanya" puji kaisar Wang,


"Ah paman bisa saja" ia lalu menepuk lengan kaisar Wang malu-malu,


Aiih semua orang disana menahan nafas bagaimana Xiao Lan bisa seberani itu kepada kaisar Wang.


"Hahaha, kau ini sangat menggemaskan Xiao Lan pasti jika putriku bertemu denganmu kalian bisa langsung akrab" ucap kaisar Wang,


"Benarkah paman? Kalau begitu ajaklah dia kemari sekali-kali" ucap Xiao Lan,


"Atau kau saja yang bermain ke kekaisaran Wang, kau akan kuterima disana dengan tangan terbuka"


"Baik paman"


____


"Terimakasih pada semua kaisar karena telah menyempatkan menghadiri pertemuan tahun ini disini. Zhen sekalian ingin mengundang kalian secara langsung untuk menghadiri perayaan ulang tahun Zhen dua minggu lagi" ucap kaisar Xiao mengakhiri pertemuan para petinggi itu,


"Tentu saja kami akan usahakan menghadiri acara tersebut dan akan datang kemari lagi" ucap salah seorang dari mereka,


Kaisar Xiao serta para pangeran dan Xiao Lan kemudian mengantarkan mereka semua ke depan gerbang dan mengiringi kepergian mereka semua.


Xiao Lan mengantar kepergian mereka dengan ceria. Ia berdadah-dadah kepada semua orang yang berada di dalam kereta.


Sedikit informasi kekaisaran Li tentunya sudah mengatasi wabah itu terlebih dulu karena Xiao Lan masih berada disana saat wabah menyerang sehingga hanya putra mahkota kekaisaran Li yang diutus ke pertemuan para kaisar di kekaisaran Xiao.


Xiao Lan juga meminta kekaisaran Li untuk tidak memberikan informasi apapun mengenai perkembangan wabah di daerah mereka.


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE


yang minta up banyak sebenernya aku udah up lebih banyak dari biasanya, klo biasanya 500-700 kata skrg udah jadi 1000 kata lebih.

__ADS_1


TERIMAKASIH


chiccacaaa


__ADS_2