
"Aku akan pergi bersama Zhan gege besok" ucap Xuan Lan.
"Kemana dan berapa lama?" tanya Wang Yuan.
"Ke suatu tempat dan mungkin selama tiga sampai lima tahun" jawab Xuan Lan.
"Apaaa?" teriak Wang Yu Yan dan Wang Yuan sambil terbangun dari posisi tidurnya.
•••
"Apakah kalian tidak bisa bersikap biasa saja?" tanya Xuan Lan.
"Kenapa kalian harus pergi?" tanya Wang Yuan.
"Karena aku memiliki urusan dan Zhan gege ingin ikut, tenang saja Yuyu aku akan menjamin hati Zhan gege hanya untukmu" ucap Xuan Lan yang membuat pipi Wang Yuan memerah seketika.
"Kau ini bicara apa!" sentak Wang Yuan yang merasa sangat malu.
"Yaampun adikku sudah jatuh cinta rupanya" ucap Wang Yu Yan sambil tertawa.
"Yaya, apa kau ini tidak bisa diam" ucap Wang Yuan kesal.
Wang Yu Yan dan Wang Yuan memang tidak memanggil satu sama lain dengan panggilan meimei atau jiejie. Mereka lebih suka dengan panggilan yang sudah mereka buat apalagi jika mereka memanggil dengan sebutan meimei dan jiejie hal itu malah akan membuat mereka menjadi canggung. Mereka lebih suka menganggap satu sama lain sebagai sahabat meskipun hal itu membuat mereka dimarahi habis-habisan oleh ibu mereka tetapi tetap saja yang namanya Wang Yu Yan dan Wang Yuan tidak akan menurut pada siapapun sampai orang yang menasehati mereka akan lelah sendiri dan berhenti menasehati mereka.
"Aku hanya ingin mengucapkan itu kepada kalian, jika kalian ingin main ke markas ini maka berkunjunglah. Masih ada Bao gege, paman Tao, paman Tae dan bibi Fu serta para Gold Tiger yang akan menerima kalian" ucap Xuan Lan.
"Lala" ucap Yu Yan dan Yuan serempak sambil merentangkan tangannya untuk memeluk Xuan Lan dan mereka menangis bersamaan saat memeluk Xuan Lan.
Setelah Wang Yu Yan dan Wang Yuan kembali dari Gold Tiger akhirnya Xuan Lan bisa mengemasi beberapa barang yang akan dibawanya untuk perjalanan menuju gunung harapan. Ia akan memasukkan barang-barangnya ke dalam kalung dimensinya sehingga ia tidak perlu kerepotan untuk membawa barang-barangnya.
Setelah selesai, Xuan Lan kemudian menghampiri pangeran Zhan untuk membantunya berkemas.
"Masukkan saja kesini gege" ucap Xuan Lan sambil memasukkan barang-barang yang akan dibawanya ke dalam kalung dimensinya.
"Kau memiliki kalung dimensi?" tanya pangeran Zhan yang dibalas anggukan oleh Xuan Lan.
"Aku kira ini hanya kalung biasa pemberian dari ibu ternyata ini adalah kalung dimensi" ucap pangeran Zhan lagi.
"Sudahlah sekarang waktunya kita untuk beristirahat, besok kita akan berangkat" ucap Xuan Lan yang kemudian meninggalkan pangeran Zhan di kamarnya.
__ADS_1
Keesokan harinya Xuan Lan telah bangun seperti biasanya. Ia lalu mencari pangeran Zhan di kamarnya namun tidak ada orang disana.
"Apakah kalian tau dimana Zhan gege?" tanyanya pada para Tigers.
"Tidak, reine" ucap mereka.
Xuan Lan kemudian menanyakannya pada bibi Fu dan bibi Fu menjawab mungkin pangeran Zhan ada di kamar tabib Bao. Xuan Lan awalnya ragu tapi ia tetap melangkahkan kakinya menuju kamar tabib Bao.
ceklek
"Astaga kalian!" pekik Xuan Lan saat mengetahui posisi tabib Bao dan pangeran Zhan yang sedang tidur sambil berpelukan dengan mesra.
Tabib Bao dan pangeran Zhan yang terusik dengan suara Xuan Lan kemudian membuka matanya. Mereka juga berteriak sama seperti Xuan Lan saat menyadari posisi mereka. Pangeran Zhan langsung mendorong tabib Bao sampai ia jatuh dari kasurnya sendiri. Ia lalu menutupi dadanya dengan selimut.
"Kenapa kau ini seperti perawan yang habis melakukan hal yang tidak-tidak dengan Bao gege?" tanya Xuan Lan sambil tertawa geli.
"Kau" ucap tabib Bao sambil bangun dari posisi terjengkangnya dan menunjuk wajah pangeran Zhan.
Pangeran Zhan lalu lari keluar dari kamar tabib Bao dan menuju kamarnya sendiri sambil berteriak-teriak.
"Tunggu kau sialan" pekik tabib Bao yang kesal terhadap pangeran Zhan.
Setelah keributan tadi, semuanya telah kembali berkumpul di meja makan. Pangeran Zhan dan tabib Bao masih menunjukkan muka masamnya saat ini.
"Mereka tadi sudah habis bertengkar, mungkin tenaganya sudah habis bibi" ucap Xuan Lan sambil tertawa.
"Oh, ya karena masalah apa?" tanya bibi Fu penasaran.
Xuan Lan menahan tawanya, ia melirik sejenak kepada dua gegenya yang sedang menatapnya dengan tajam.
"Mereka semalam tidur bersama sambil berpelukan" ucap Xuan Lan dengan wajah yang memerah karena menahan tawanya.
"Xuan Lan!" teriak mereka berdua bersamaan yang disusul oleh tawa keras yang dikeluarkan oleh Xuan Lan.
"Tumben kalian berdua tidur bersama, ada apa?" tanya paman Tao.
"Zhan ingin tidur denganku"
"Bao ingin tidur denganku"
__ADS_1
Ucap mereka serempak yang membuat semua orang kembali tertawa.
"Kau" ucap tabib Bao.
"Kau" ucap pangeran Zhan.
"Kaulah" ucap tabib Bao lagi.
"Pokoknya kau" ucap pangeran Zhan.
"Jika aku yang menginginkannya kenapa kau yang tidur di kamarku?" tanya tabib Bao sambil menaik turunkan alisnya.
"A-aku" pangeran Zhan gelagapan menjawab pertanyaan dari tabib Bao.
"Sudahlah yang penting kalian tidur berdua sambil berpelukan" ucap Xuan Lan sambil tertawa.
"Tapi kalian normal kan?" tanya Xuan Lan.
Pangeran Zhan dan tabib Bao tersedak makanannya, mereka lalu minum air yang ada di gelasnya.
"Tentu saja!" ucap mereka serempak.
"Bahkan jika aku berada di dekat Wan-wanita jiwa lelakiku terkadang bangun" ucap pangeran Zhan bangga.
Xuan Lan hanya berdecih kesal mendengar ucapan pangeran Zhan. Ia memilih melanjutkan acara makannya.
Setelah selesai, Xuan Lan dan pangeran Zhan akan berpamitan pada seluruh anggota Gold Tiger terlebih dulu sebelum mereka berangkat ke kekaisaran Li.
"Aku dan Zhan gege akan pergi untuk sementara. Aku harap kalian bisa menjalankan tugas kalian seperti sebelumnya jika aku tidak ada disini. Ada vice-reine yang akan menggantikanku saat aku pergi. Ingat jangan sampai kecolongan seperti waktu itu aku masih bisa mengawasi kalian meskipun aku berada jauh dari kalian, ingat itu" ucap Xuan Lan sambil tersenyum.
"Aku ingin mengucapkan terimakasih karena kedatanganku disini kalian sambut dengan baik. Walaupun hanya tiga bulan aku disini tetapi aku sudah bisa merasakan rasa tulus kalian kepadaku dan kepada sesama manusia disini, kalian pertahankanlah itu. Aku juga ingin mengucapkan selamat tinggal, kita pasti akan bertemu lagi jadi jangan lupakan aku ya" ucap pangeran Zhan sambil tersenyum.
Mereka lalu memeluk paman, bibi serta tabib Bao sebagai bentuk perpisahan. Mereka juga menyalami beberapa ketua kelompok dan wakilnya karena mereka tidak bisa menyambut uluran tangan para Tigers satu per satu. Mereka pergi keluar disertai tangisan dari bibi Fu dan beberapa Tigers.
"Sampai jumpa, kita pasti akan bertemu lagi" ucap Xuan Lan sebelum ia benar-benar pergi bersama pangeran Zhan.
"Pasti, reine" ucap para Tigers serempak.
•••
__ADS_1
**diupdate pukul 11:11
jangan lupa vote komen rate dan like. terimakasih**