
Kaisar Xiao mendesah pasrah. Ia lalu membiarkan dua gadis di hadapannya ini untuk masuk ke area lapangan.
"Tunggu" teriak seseorang.
•••
"Ada apa Xi'er?" tanya kaisar Xiao lembut.
Xiao Lan sangat muak mendengar percakapan ayah dan anak itu.
"Aku ingin ikut dalam pertandingan ini. Aku ingin menantang Xiao Lan" ucapnya lantang.
"Tapi ka-" ucapan kaisar Xiao terpotong.
"Tapi kau tidak mengikuti kompetisi memanah begitu kan maksudmu kaisar Xiao? Tidak masalah, kau yang meminta dan aku akan memberikannya" ucap Xiao Lan dengan senyum yang sangat tipis sehingga orang lain tidak menyadari jika ia sedang tersenyum.
"Yu Yan sepertinya kita tidak bisa bertarung untuk kali ini" ucap Xiao Lan yang dibuat menyedihkan.
Wang Yu Yan menepuk bahu Xiao Lan dengan keras.
"Tidak perlu berpura-pura sedih bodoh" ucapnya.
"Apakah ada yang ingin menantangku?" tanya Wang Yu Yan kepada semua orang disana tetapi tidak ada jawaban hanya ada keheningan disana.
Wang Yu Yan menghembuskan nafasnya. Ia lalu membalikkan tubuhnya kembali ke kursinya.
"Yu Yan, jika salah satu di antara kami menang atau ada yang mengaku kalah maka ia akan melawanmu" ucap Xiao Lan.
"Ya, karena aku terlalu kuat untuk dikalahkan disini jadi aku langsung masuk babak final" ucapnya cengengesan.
Kini gantian Xiao Lan yang menepuk bahu Wang Yu Yan dengan keras, Yu Yan mengaduh kesakitan sambil mengelus bahunya.
"Tidak usah berpura-pura jika pukulanku menyakitkan" ucap Xiao Lan datar.
"Baik-baik. Kalian lanjutkan saja pertandingannya" ucap Yu Yan sebelum benar-benar kembali ke kursinya.
Xiao Xi menatap Xiao Lan remeh. Ia lalu mengambil pedang yang sudah disiapkan di sekitar arena pertandingan.
Astaga, apakah Xiao Xi lupa jika Xiao Lan sudah pernah mengalahkan seorang orang jendral dan wakilnya?
"Menggunakan pedang? Baiklah" ucap Xiao Lan yang kemudian juga mengambil pedangnya.
"Apakah kalian siap?" tanya seseorang yang menjadi wasit dalam pertandingan ini.
Kedua saudara berbeda ibu itu menganggukkan kepalanya pertanda mereka sudah siap.
"Mulai" ucap orang yang ternyata jenderal muda dari kekaisaran Tang.
Xiao Xi membabi buta menyerang Xiao Lan. Ia tersenyum sinis saat Xiao Lan mulai mundur karena serangan darinya. Ternyata ia sudah mengalirkan energinya menuju pedangnya agar ia bisa mengalahkan Xiao Lan.
Xiao Lan masih santai saat menghadapi Xiao Xi walaupun ia sempat terpukul mundur karena ia masih belum benar-benar siap.
Putri Xiao Xi mulai geram karena Xiao Lan bisa mengimbangi permainannya padahal Xiao Lan tidak memakai energi sama sekali.
"Sial" umpatnya.
Xiao Lan yang mendengar umpatan itu hanya tersenyum.
"Seharusnya kau tau dengan siapa kau sedang berhadapan" ucapnya datar.
Ia kemudian menambah serangannya sehingga putri Xiao Xi memundurkan langkahnya.
*Trang
Trang
Trang*
__ADS_1
Suara pedang saling beradu dan Xiao Xi semakin mundur hampir menyentuh batas arena.
Xiao Lan kemudian menarik pedangnya dan melemparkannya ke sembarang arah.
"Aku mengaku kalah" ucapnya sambil berbalik badan.
Semua orang terkejut karena tinggal sedikit lagi Xiao Lan akan mengalahkan putri Xiao Xi yang sangat arogan itu.
Jenderal dari kekaisaran Tang masih agak terkejut tapi kemudian ia berteriak.
"Pertandingan kali ini dimenangkan oleh putri Xiao Xi"
Tidak ada tepuk tangan atau sorak-sorak meriah seperti sebelumnya. Mereka semua hanya diam dan tidak berkata apapun. Sangat berbeda dengan permaisuri Juan yang terlihat sangat bangga terhadap anaknya.
Xiao Lan kemudian berjalan menuju kursinya yang berada tepat di samping Wang Yu Yan.
Saat ia mendudukkan tubuhnya.
Sreek
Hanfu terluar Xiao Xi terbelah menjadi dua. Ia susah payah menutupi bagian tubuhnya yang samar-samar sudah terlihat mata itu.
Jenderal muda juga diam. Ia memalingkan wajahnya saat menatap Xiao Xi sedangkan para pria menatap Xiao Xi penuh nafsu. Walaupun masih ada kain setelah hanfu itu yang menutupi tubuhnya tetap saja lekukan dari tubuh Xiao Xi terlihat sangat jelas.
Wang Yu Yan dan permaisuri Juan kemudian berlari menuju Xiao Xi. Wang Yu Yan kemudian menghalangi pandangan para pria terhadap tubuh Xiao Xi dengan menggunakan tubuhnya sendiri ia juga membantu memegangi hanfu Xiao Xi yang mulai melorot.
"Bibi cepat!" ucapnya saat permaisuri Juan masih berlari menuju arah Xiao Xi.
Permaisuri Juan juga ikut menutupi tubuh Xiao Xi agar tidak terlihat dengan tubuhnya.
"Cepat ambilkan jubah untuk putri pertama!" teriaknya tidak sabar.
Para pelayan tergopoh-gopoh saat membawakan jubah untuk Xiao Xi. Permaisuri Juan lalu merebutnya dengan kasar dan memakaikan pakaian itu kepada Xiao Xi.
Sebelum pergi, Wang Yu Yan menepuk punggung permaisuri Juan.
Permaisuri Juan hanya mendengus kesal kemudian berlalu begitu saja. Yu Yan tersenyum lalu kembali ke tempat duduknya.
Sekarang semua mata tertuju pada Xiao Lan seperti meminta penjelasan. Xiao Lan hanya tersenyum samar kemudian ia melepas hanfunya semua orang ingin berteriak tapi mereka urungkan karena Xiao Lan memang memakai dua hanfu.
"Lihatlah" ucap Xiao Lan sambil menenteng hanfunya.
Bisa dilihat jika hanfu yang Xiao Lan lepas tadi memang sudah robek di beberapa sisi.
"Jika ingin menghukumku silakan, tapi semua orang sudah tau kebenarannya" ucap Xiao Lan sambil memandang kaisar Xiao.
Kaisar Xiao mempertemukan pandangannya dengan Xiao Lan. Ia merasa sakit saat tatapan itu telihat seperti tatapan yang sangat membencinya.
"Zhen tidak akan menghukum siapapun lagipula putri Xiao Xi yang memintanya dan pakaianmu juga terlihat koyak" ucap kaisar Xiao.
"Hanfu ini memang koyak, kaisar keadilan. Akhirnya aku bisa melihat keadilanmu" ucap Xiao Lan sambil tersenyum remeh.
"Jangan lupa jika Xiao Xi masih harus melawan Wang Yu Yan karena ucapannya sendiri kaisar keadilan" ucap Xiao Lan lalu kembali ke tempat duduknya.
"Xiao Lan aku ingin mengecek sesuatu sebentar apa kau mau ikut?" tanya Wang Yu Yan.
"Apakah ada yang menarik?" tanya Xiao Lan.
Sedangkan Wang Yu Yan hanya tersenyum penuh arti. Mereka akhirnya meninggalkan tempat duduknya dan menuju tempat yang ingin dikunjungi Yu Yan.
"Kedua anak itu" batin kaisar Li, kaisar Xiao, dan kaisar Wang saat melihat Xiao Lan dan Wang Yu Yan langsung meninggalkan arena tanpa pamit terlebih dahulu.
"Kita mau kemana?" tanya Xiao Lan saat mengikuti Wang Yu Yan yang terlalu banyak tingkah itu.
"Kau bisa naik ke atas pohon kan?" tanya Yu Yan.
"Kau meragukanku?" tanya Xiao Lan balik.
__ADS_1
"Ayo cepat" ucap Yu Yan lalu menarik Xiao Lan naik ke atas pohon.
Wang Yu Yan kemudian menghitung mundur.
5
4
3
2
1
"Aaaaa" terdengar teriakan dari arah bawah mereka.
Xiao Lan dan Wang Yu Yan kemudian mengamati putri Xiao Xi dan permaisuri Juan yang lari terbirit-birit sambil mengibas-ibaskan pakaiannya.
"Apa yang kau perbuat pada mereka?" tanya Xiao Lan.
"Hanya menaruh kaki seribu dan ulat" ucap Yu Yan sambil menahan tawanya.
Tanpa sadar putri Xiao Xi dan permaisuri Juan kembali ke arena pertandingan sambil berteriak-teriak. Semua orang memandang aneh pada mereka berdua tapi kemudian terlihat bahwa ada tubuh kecil yang menggeliat di pakaian mereka.
Xiao Lan dan Wang Yu Yan datang dengan wajah yang sudah memerah. Mereka membantu dua orang wanita beda usia itu untuk mengusir ulat dan kaki seribu yang menempel di pakaian mereka.
Tanpa aba-aba semua orang tertawa bersamaan sampai mengeluarkan air matanya saat melihat hal itu. Wang Yu Yan merasa bangga karena dirinya sudah membuat orang lain bahagia.
"Sudah selesai bibi" ucap Yu Yan memecah teriakan mereka berdua.
Ibu dan anak itu kemudian saling berpandangan. Mereka merasa sangat malu karena sudah berteriak tidak jelas saat berada di hadapan orang banyak.
Tapi kalian tau siapa yang lebih malu daripada mereka berdua? Tentu saja keluarga kaisar Xiao kecuali pangeran Zhan dan Xiao Lan.
Mereka kembali meninggalkan arena dengan berlari. Xiao Lan dan Wang Yu Yan masih mengatupkan bibirnya. Mereka kemudian ikut berlari menyusul permaisuri Juan dan Xiao Xi.
"Hahahaha, kau melihat wajahnya tadi Xuan Lan?" ucap Wang Yu Yan.
"Tentu saja hahaha perutku sangat sakit ketika melihat mata mereka yang membulat serta wajahnya yang mulai memerah" balas Xiao Lan sambil tertawa kencang.
Sekarang ini mereka sedang bersembunyi di kediaman yang digunakan oleh kekaisaran Wang. Mereka berada disana agar tidak dicurigai orang-orang juga agar mereka bisa tertawa dengan puas.
____
Keadaan sudah kembali normal tapi Xiao Xi masih sangat malu atas kejadian tadi. Apalagi dengan para pria yang menatapnya dengan tatapan mesum.
Jenderal dari kekaisaran Tang kemudian memanggil Yu Yan dan Xiao Xi. Mereka kemudian masuk ke arena pertandingan.
Wang Yu Yan mulai tersenyum misterius saat ia mengetahui Xiao Xi menatapnya. Xiao Xi merasa seluruh tubuhnya merinding. Ia kemudian mengambil pedang.
Wang Yu Yan masih tetap diam. Ia tidak berniat mengambil senjata apapun.
"Putri Yu Yan apakah anda tidak mengambil senjata?" tanya sang jenderal sedangkan Yu Yan hanya menggeleng.
"Mulai" ucap jenderal itu. Xiao Xi kemudian mulai menyerang Yu Yan.
Yu Yan hanya terus menghindar sampai ke batas arena. Saat Xiao Xi akan menusuknya ia menyingkir hasilnya Xiao Xi hanya menusuk angin dan tubuhnya langsung jatuh terjerembab keluar dari arena.
"Payah sekali" ucap Yu Yan berdecak kesal.
"Pertandingan dimenangkan oleh putri Yu Yan" ucap jenderal.
Sorak-sorak terdengar karena putri Yu Yan bahkan tidak menyentuh seujung rambut putri Xiao Xi tapi ia bisa mengalahkannya.
•••
kamis sama jumat belum bisa up kayanya soalnya ptsnya mat pm sama fisika. jadi liat ke depannya aja ya
__ADS_1