PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
TUJUH PULUH EMPAT


__ADS_3

"Sial, jika begini aku bisa kalah" geramnya pada dirinya sendiri.


•••


Keesokan harinya setelah sarapan bersama seluruh orang lalu memasuki aula utama. Xiao Xi merasa sudah kalah karena ia hanya memiliki sekitar dua puluh lima orang yang mendukungnya kemarin namun Xuan Lan masih belum membahas tentang taruhan kemarin.


Pangeran Xian yang sangat muak dengan Xiao Xi karena ia selalu membuat masalah dengan adik kesayangannya langsung menanyakan taruhan kemarin kepada Xuan Lan di hadapan seluruh orang.


"Lan'er, bagaimana tentang yang kemarin?" tanya pangeran Xian to the point.


Xuan Lan menatap pangeran Xian, ia tersenyum kepadanya sebelum menjawab pertanyaan yang diberikan untuknya.


"Bagaimana jika nanti saja setelah pesta puncak ulang tahun kaisar? Aku tidak ingin merusak hari bahagia kaisar Xiao karena putri kesayangannya bertengkar denganku" ucapnya.


Bisik-bisik dari pendukung Xiao Xi mulai terlontar.


"Paling dia mengulur waktu agar bisa mengumpulkan lebih banyak orang"


"Benar, selalu saja mengada-ada"


"Putri Xuan Lan sepertinya ingin bermain curang"


Begitulah bisik-bisik dari pendukung Xiao Xi. Mereka bahkan sudah sangat yakin jika Xiao Xi akan memenangkan taruhan ini karena Xiao Xi adalah putri kesayangan kaisar dan putri Xuan Lan adalah putri yang tidak diinginkan kaisar, jadi kaisar pasti akan melakukan apa saja untuk memenangkan Xiao Xi bukan?


Sedangkan Xiao Xi merasa mendapat angin segar. Ia masih memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang yang dicarinya kemarin dan ia yakin ibunya pasti bisa membantunya mencarikan orang agar ia bisa menang dari Xuan Lan.


Acara hari ini adalah pertunjukan bakat oleh para putri. Para putri sangat bersemangat karena dengan cara ini mereka bisa menarik perhatian para pangeran serta menteri dan para jenderal muda. Kesempatan emas seperti ini harus dilakukan dengan sebaik mungkin.


Para putri yang menunjukkan bakat mereka akan mendapatkan hadiah dari kaisar Xiao, minimal mereka akan mendapatkan sepuluh koin emas dan maksimal adalah seratus koin emas tergantung pada kaisar Xiao yang menyukai pertunjukkan mereka atau tidak.


Pertunjukkan bakat pertama dilakukan oleh putri mahkota dari kekaisaran Zhong. Ia menari dengan lemah gemulai yang membuat tarian itu semakin indah. Kaisar Xiao menyukainya, ia memberikan lima puluh koin emas kepada putri mahkota kekaisaran Zhong.


"Terimakasih Kaisar, semoga panjang umur" ucap putri Zhong Mei.

__ADS_1


"Ya, Zhen mengucapkan terimakasih atas doamu" ucap kaisar Xiao sambil tersenyum.


Penampilan bakat selanjutnya adalah dari seorang putri di kekaisaran Tang. Ia memilih bernyanyi dengan cengkoknya yang khas yang membuat siapa saja akan terpukau dengan suaranya. Kaisar Xiao memberikan tujuh puluh koin emas kepada putri Tang Wei. Putri Tang Wei kemudian mengucapkan terimakasih dan tak lupa memberikan ucapan-ucapan kebahagiaan untuk kaisar.


Penampilan para putri terus berlanjut sampai akhirnya tibalah saat Xiao Xi menunjukkan bakatnya. Ia memilih menunjukkan bakat menarinya. Sudah diakui semua orang jika tarian Xiao Xi memang sangat indah, itu semua karena keturunan ibunya, permaisuri Juan yang dulunya adalah penari terhebat pada masanya.


Permaisuri Juan memandang putrinya dengan senyum mengembang, ia sangat bangga dengan putrinya itu karena ia mewarisi bakatnya sebagai penari. Kaisar Xiao sudah tidak bisa menahan senyumnya lagi, ia sangat bangga dengan Xiao Xi apalagi tatapan kagum yang diberikan untuk Xiao Xi semakin membuatnya senang.


Kaisar Xiao lalu memberikan sembilan puluh koin emas kepada Xiao Xi.


"Terimakasih, semoga kaisar panjang umur" ucap Xiao Xi dibuat semanis mungkin.


"Ya, terimakasih putriku" ucap kaisar Xiao sambil tersenyum.


"Kaisar, tapi ada tiga putri yang belum menunjukkan bakatnya. Aku dengar mereka bertiga sangat hebat dalam berkolaborasi" ucap Xiao Xi sambil melirik ke arah tiga orang yang sedang makan tanpa memperhatikan lingkungan sekitar mereka itu.


"Benarkah?" tanya kaisar Xiao mengikuti tatapan Xiao Xi. Ternyata yang dimaksud Xiao Xi adalah Xuan Lan, Wang Yu Yan dan Jiang Yuan. Kaisar Xiao tau jika mereka bertiga tidak bisa melakukan tarian atau bernyanyi seperti para gadis pada umunya. Mereka lebih menyukai bertarung dan beladiri, kaisar tidak ingin mempermalukan mereka.


"Tidak per-" ucapan kaisar terpotong saat Xiao Xi sudah memanggil tiga orang itu.


Orang yang dipanggil hanya mendongakkan kepalanya sambil memakan makanannya.


"Apa?" tanya Wang Yu Yan.


"Kalian!" geram Xiao Xi yang merasa tidak dihormati itu.


"Hari ini adalah pertunjukkan bakat oleh para putri dan kalian harus menunjukkan bakat kalian" ucap Xiao Xi sambil tersenyum angkuh.


"Kau tadi mengatakan kalau kami akan terlihat sangat hebat jika berkolaborasi kan?" tanya Xuan Lan sambil menunjuk Xiao Xi dengan sumpitnya.


"Ya" ucap Xiao Xi singkat.


"Darimana kau tau jika kami akan terlihat hebat jika berkolaborasi padahal kami sendiri belum pernah melakukan kolaborasi?" tanya Xuan Lan sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Xiao Xi menjadi tergagap. Dari gelagat tubuhnya menunjukkan jika ia sedang berpikir sesuatu yang sangat keras agar tidak malu.


"Karena k-kalian terlihat sangat kompak saat bersama apalagi jika hanya menunjukkan bakat seperti ini" ucap Xiao Xi.


Xuan Lan, Jiang Yuan dan Wang Yu Yan hanya tersenyum samar saat mendengar ucapan Xiao Xi.


"Sebenarnya kau tau jika kami tidak bisa menari atau menyanyikan?" tanya Jiang Yuan sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Jangan mengada-ada. Aku bahkan tidak tau apapun tentang kalian" bantah Xiao Xi.


"Kau sendiri mengakui jika kau tidak mengetahui apapun tentang kami lalu kenapa kau bisa menyatakan jika kami akan terlihat hebat ketika berkolaborasi hm?" tanya Wang Yu Yan sambil tersenyum sinis.


"A-aku t-tidak" ucap Xiao Xi tebata, ia tidak bisa mengelak lagi dari fakta yang sudah dibeberkan oleh Wang Yu Yan.


"Sudahlah Xiao Xi. Kalau kau ingin mempermalukan orang lihat dulu siapa orang itu. Jika ia lebih cerdas darimu seharusnya kau lebih baik diam dan tidak mencari masalah dengannya" ucap Xuan Lan sambil tersenyum mengejek.


"Kau mengataiku bodoh?" tanya Xiao Xi emosi.


"Aku hanya mengatakan jika ada orang yang lebih cerdas darimu, kau sendiri yang mengatakan dirimu bodoh bukan aku" ucap Xuan Lan.


"Kau juga tidak bisa memaksa kami agar kami mau menunjukkan bakat kami" imbuhnya.


"Kenapa? Ini acara ulang tahun kaisar Xiao, kalian harus menghormatinya" ucap Xiao Xi.


"Ya, memang ini ulang tahun kaisar Xiao tetapi kalian tetap saja tidak bisa memaksa kami untuk menunjukkan bakat kami" ucap Xuan Lan lagi.


"Kenapa?" bentak Xiao Xi.


"Karena kau tau jika aku adalah putri pertama kekaisaran Li, Yu Yan adalah putri pertama kekaisaran Wang dan Jiang Yuan adalah putri satu-satunya dari jenderal Jiang Cheng. Jangan sampai hanya karena masalah kecil seperti ini menjadi peperangan besar, Xiao Xi" ucap Xuan Lan sambil menyeringai.


Xiao Xi mengepalkan tangannya menahan amarah yang membuncah di dalam tubuhnya. Ia lalu berbalik meninggalkan mereka bertiga dengan rasa malu yang menjalar di seluruh tubuhnya.


Xuan Lan, Wang Yu Yan dan Jiang Yuan hanya tersenyum remeh. Tidak mungkin ayah mereka akan melakukan hal segila itu hanya karena masalah sepele. Mereka akan memilih menyelesaikan hal ini secara baik-baik dengan kaisar Xiao agar ia tidak memaksa para putrinya untuk menunjukkan bakat mereka.

__ADS_1


•••


happy weekend!


__ADS_2