
"Aku ingin bertanya banyak hal kepadamu" ucap Wang Yu Yan sambil tersenyum misterius.
••••
Xiao Lan langsung merebahkan dirinya di kasur dan Wang Yu Yan hanya memandang orang itu.
"Xuan Lan" panggilnya.
Xiao Lan menolehkan kepalanya menatap Wang Yu Yan.
"Tumben kau memanggilku dengan nama itu" ucap Xiao Lan.
"Karena memang kau adalah Xuan Lan" ucap Wang Yu Yan lagi.
"Ya, aku adalah Xuan Lan sejak aku berada di hutan iblis" ucapnya.
"Xuan Lan dari masa depan" ucap Wang Yu Yan menatap Xiao Lan.
____
Keesokan harinya semua orang berkumpul di aula kekaisaran. Disana sudah ada seorang kasim yang berbicara mengenai kegiatan yang akan dilakukan hari ini. Kegiatan hari ini adalah kompetisi memanah dan bertarung untuk para pria dan yang memenangkan kompetisi akan mendapat hadiah dari kaisar Xiao.
Para gadis langsung berteriak histeris karena mereka sudah tidak sabar ingin melihat tubuh gagah dan atletis para pangeran yang akan bertarung. Semua orang lalu menuju ke lapangan utama yang berada di sebelah barat aula kekaisaran.
Wang Yu Yan dan Xiao Lan juga ikut kesana. Mereka hanya ingin melihat tetapi jika acara yang ini menarik maka mereka akan mengikutinya.
Para pangeran serta prajurit dan warga biasa kemudian diarahkan untuk menembakkan anak panahnya ke papan panahan.
*plas
plas
plas*
Suara anak panah yang dilepaskan ke udara.
Sayangnya hanya tersisa dua puluh lima orang dari semua yang telah mengikuti kompetisi ini.
Para putra mahkota dari masing-masing kekaisaran maju paling terakhir. Mereka sudah bersiap akan memanah papan yang berada di depan mereka.
"Apa kalian siap?" tanya seorang yang memandu kegiatan memanah.
Para putra mahkota yang sudah siap dengan busur dan panahnya menganggukkan kepalanya.
"Mulai" ucap orang tadi.
*plas
plas
plas*
Semua panah melesat tepat di tengah-tengah papan panahan. Itu sudah membuktikan bahwa mereka memang pantas menjadi putra mahkota.
__ADS_1
Sekarang jumlah orang yang mengikuti babak selanjutnya ada tiga puluh orang karena para kelima putra mahkota sudah masuk ke dalamnya.
Para gadis masih berteriak histeris mengingat gagahnya para putra mahkota yang melepaskan panah secara bersamaan dan tepat pada titik tengah papan.
*plas
plas
plas*
Terdengar kembali suara anak panah diluncurkan.
krakk
Panah yang telah berada tepat di tengah papan tadi sudah terbelah menjadi dua karena ada panah lain yang menancap di panah itu.
Tersisa satu lagi papan yang belum mereka patahkan.
"Kau duluan" ucap Xiao Lan.
Wang Yu Yan kemudian melesatkan anak panahnya menuju papan yang berada di tengah-tengah papan yang lainnya. Setelah panah tadi membelah panah sebelumnya, Xiao Lan kemudian melesatkan panahnya yang juga membelah panah milik Wang Yu Yu Yan
"Hebat sekali kau" puji Yu Yan.
Xiao Lan membusungkan dadanya kemudian sedikit menepuknya bangga,
"Xuan Lan" ucapnya.
"Putri apa yang kalian lakukan?" tanya permaisuri Juan.
"Memanah" ucap Xiao Lan datar.
"Kompetisi ini ditujukan untuk kaum pria. Memang kau itu pria?" tanya permaisuri Juan dengan terselip nada mengejek di dalamnya.
"Ya. Lebih baik menjadi pria daripada menjadi wanita yang naik ke ranjang suami sepupunya sendiri" ucap Xiao Lan tersenyum sinis.
Permaisuri Juan yang tadinya tersenyum mulai memudarkan senyumnya. Ia sekarang menatap kesal pada Xiao Lan. Entah kenapa ia sangat tidak suka jika Xiao Lan dan Wang Yu Yan menjadi pusat perhatian disini sehingga ia berusaha untuk mempermalukan mereka tapi malah ia sendiri yang merasakan malu.
Xiao Lan mengucapkan itu agak keras sehingga semua orang dapat mendengarnya.
"Tapi aku juga tidak mau menjadi pria brengsek yang menerima wanita murahan yang belum sah menjadi istrinya bahkan masih sepupu istrinya itu naik ke ranjangnya"
ujarnya masih menampilkan senyum sinisnya dan sedikit melirik ke arah kaisar Xiao yang raut wajahnya sudah berubah.
Orang-orang mulai mencerna ucapan Xiao Lan. Mereka ingat jika permaisuri Juan masih masuk ke dalam sepupu permaisuri sebelumnya. Pertanyaan di kepala mereka mulai berputar apakah benar jika permaisuri Juan yang menggoda kaisar Xiao?
"Apa maksudmu?" geram permaisuri Juan memelankan suaranya.
"Bangkai yang disimpan bertahun-tahun pasti akan tercium juga baunya" balasnya dengan menekan setiap kata di dalamnya.
Xiao Lan kemudian pergi menuju bangku yang sudah dipersiapkan untuknya.
"Maafkan temanku ya bibi permaisuri" ucap Wang Yu Yan kepada permaisuri Juan.
__ADS_1
"Jika kau tidak merasa melakukan apa yang dikatakan putri Xuan Lan seharusnya kau bersikap biasa saja dan tidak perlu menanyakan apa maksud putri Xuan Lan" ucap Wang Yu Yan sambil terkekeh, ia kemudian menyusul Xiao Lan yang sudah terlebih dulu meninggalkannya.
Kini permaisuri Juan menjadi tontonan setiap orang karena ia berada di tengah-tengah lapangan utama seorang diri. Ia kemudian menengok orang-orang yang masih memperhatikannya.
"Apa yang kalian lihat?" pekiknya, ia sudah tidak menjaga citranya lagi sebagai permaisuri karena saking kalutnya dengan ucapan Xiao Lan.
Kasim yang sadar dengan suasana canggung itu kemudian berbicara.
"Mari kita istirahat sejenak kemudian kita lanjutkan acara ini" ucapnya yang disetujui semua orang.
Setelah beristirahat sejenak, semua orang lalu kembali ke lapangan utama untuk melanjutkan acara hari ini.
Pertarungan pertama dilakukan oleh pangeran Zhan dan salah satu pangeran dari kekaisaran Tang, pangeran Tang Xin.
Saat pertandingan dimulai pangeran Zhan hanya diam saja dan memperhatikan lawannya. Ia tak berniat untuk menyerang pangeran Tang Xin.
Sebaliknya pangeran Tang Xin sudah mengikis jarak antara dirinya dan pangeran Zhan. Satu pukulan dilayangkan olehnya tetapi ia hanya memukul angin karena pangeran Zhan sudah menghindar.
Ia kembali melayangkan tangannya tetapi pangeran Zhan terus menghindari bogem itu. Karena mulai bosan, pangeran Zhan memukul rahang pangeran Tang Xin secara tiba-tiba karena terkejut pangeran Tang Xin langsung jatuh ke tanah.
Sorak-sorak para pria dan teriakan histeris para gadis terdengar menyatu di lapangan utama. Pangeran Zhan dinyatakan menang atas pertandingan ini.
Pangeran Zhan lalu mengulurkan tangannya untuk menggapai pria di bawahnya. Pangeran Tang Xin menerima uluran tangan itu, ia berdiri dibantu oleh pangeran Zhan.
"Gerakanmu sangat mengejutkan" ucap pangeran Xin.
"Kau saja yang berpura-pura terkejut" ucap pangeran Zhan.
Pangeran Tang Xin hanya tertawa, ia menepuk pundak pangeran Zhan lalu mereka berjalan beriringan menuju bangku masing-masing.
Pertandingan terus dilanjutkan hingga tiba saatnya Xiao Lan dan Wang Yu Yan merasa agak bosan. Mereka berdua saling berpandangan dan tersenyum.
Setelah pertandingan terakhir selesai, Yu Yan dan Xiao Lan berjalan menuju lapangan utama.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya kaisar Xiao.
"Kami akan bertarung" ucap Xiao Lan datar.
"Tidak" tegas kaisar Xiao.
"Ayolah paman, kami sudah memenuhi syarat pertama yaitu memanah. Biarkan kami melanjutkan kegiatan kami" ucap Yu Yan kepada kaisar Xiao.
Kaisar Wang yang melihat anaknya ingin melakukan pertandingan lalu angkat suara.
"Benar kaisar Xiao. Izinkanlah mereka melakukan pertandingan ini" ucapnya.
Kaisar Xiao mendesah pasrah. Ia lalu membiarkan dua gadis di hadapannya ini untuk masuk ke area lapangan.
"Tunggu" teriak seseorang.
•••
pusing bgt habis pts mat
__ADS_1