PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
TIGA PULUH TUJUH


__ADS_3

"Ayo kita pulang" ucap kaisar Xiao,


•••


"Pulang kemana? Bahkan kediamanku tidak kau rawat" sarkas Xiao Lan,


"Kau akan pindah dari sana" ucap kaisar Xiao agar Xiao Lan mau menurut,


"Kediaman phoenix" ucapnya,


"Maksudmu?" tanya kaisar Xiao lagi,


"Aku hanya akan pindah jika kau memberikanku kediaman phoenix" ucap Xiao Lan lagi,


"Tapi itu milik permaisuri" tutur kaisar Xiao memberi penjelasan,


"Kalau begitu aku tidak perlu pindah kediaman, kediamanku akan tetap dibelakang sana jauh dari jangkauan orang-orang"


"Tapi kediaman itu" ucapan kaisar Xiao kembali terpotong,


"Sangat kotor, banyak debu, banyak tikus, bahkan tidak layak huni" Xiao Lan menaikkan salah satu alisnya,


"Aku sudah terbiasa hidup di tempat seperti itu apa kau baru menyadarinya, kaisar keadilan?" ia mulai tersenyum sinis,


Kaisar Xiao kembali terdiam ia menatap Xiao Lan dalam.


"Ayo kita pergi, naiklah ke kereta" ucap kaisar Xiao kepada Xiao Lan,


"Lebih baik aku berjalan kaki" ucapnya,


"Xiao Lan menurutlah kali ini saja" ucap kaisar Xiao,


"Aku sudah menurut padamu selama 12 tahun apakah itu masih kurang, kaisar Xiao?" tanyanya tersenyum miring ia lalu berjalan diikuti bibi Fu dan paman Tae di belakangnya,


"Xiao Lan" gumam kaisar Xiao,

__ADS_1


____


Beberapa jam setelah itu mereka telah sampai di perbatasan hutan iblis. Para prajurit sekuat tenaga menahan gejolak di perut mereka.


Xiao Lan sudah sampai terlebih dulu daripada mereka semua,


"Lambat" ucapnya,


"Cepatlah makan kakiku sudah pegal menunggu kalian dari tadi" Xiao Lan tau ia sudah sangat kurangajar tadi pagi karena hanya memberi mereka semua harum asap daging tanpa memberikan sepotong daging pun kepada mereka.


Setelah setengah jam mereka sudah selesai memakan makanannya. Mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan kembali ke kekaisaran Xiao.


"Xiao Lan apa kau tidak lelah? Jika kau lelah kau bisa naik kereta" ucap kaisar Xiao,


"Aku sudah mengatakan berapa kali bahwa aku sudah biasa menjalani kehidupan yang keras kaisar Xiao, jika aku lelah aku bisa meminta gendong pada paman Tae ataupun paman Tao"


Kaisar Xiao kembali terdiam, saat perjalanan kembali ke kekaisaran Xiao hanya terdengar suara Xiao Lan serta paman dan bibinya yang sedang bercanda,


"Apa ini? Kita lewat pintu belakang? Pfft" Xiao Lan menahan tawanya,


"Apakah tidak ada penyambutan seperti orang pada umumnya kaisar Xiao? Seingatku jika ada orang yang pulang setelah pengasingan ia akan disambut dengan meriah mungkin saat aku pergi peraturannya sudah berubah jadi tidak ada lagi penyambutan seperti itu lagi ya"


"Xiao Lan" ucap kaisar Xiao dengan lirih,


"Kau pasti malu kepada kekaisaran yang lain atas kebohongan yang kau ucapkan kan? Ingat ini kaisar Xiao bahkan bangkai yang ditutupi dengan baik pasti akan tercium baunya cepat atau lambat" ucapnya tanpa menoleh ke arah kaisar Xiao,


"Paman Tae gendong, aku tidak bisa memanjat tembok yang tinggi seperti itu" Xiao Lan sudah merentangkan tangannya kedepan,


"Biar aku saja yang menggendongmu Xiao Lan" ucap kaisar Xiao,


"Aku tidak biasa digendong oleh orang asing jadi aku tidak menerima tawaranmu" ia lalu bergegas menaiki punggung paman Tae,


Kaisar Xiao kembali dibuat mematung karena ucapan Xiao Lan, bagaimana rasanya seorang ayah dianggap orang asing oleh anaknya sendiri?


Paman Tae segera melompati pagar belakang istana diikuti oleh paman Tao yang menggendong bibi Fu di punggungnya.

__ADS_1


___


"Kenapa ini sangat kotor Lan'er?" tanya bibi Fu terkejut,


"Dari dulu memang hanya kita yang membersihkannya kan? Jika ada yang membersihkan tempat ini akan diberi hukuman apa kau tida ingat bibi?" tanya Xiao Lan menatap mereka semua,


"Yasudah ayo kita bersihkan" ucap bibi Fu,


"Tidak perlu kita duduk saja disana, jika si tua itu memang berniat membawaku kesini maka dia akan menyuruh beberapa pelayan mengurus kediaman ini" ucap Xiao Lan,


"Kalau tidak ada yang datang?" tanya paman Tao,


"Maka aku harus memberi gertakan kepadanya" ucap Xiao Lan datar,


Sudah dua jam mereka menunggu tapi tidak ada seorang pun yang datang kesana, bibi Fu serta paman Tae dan paman Tao mulai gelisah mereka takut Xiao Lan akan melakukan sesuatu diluar dugaan mereka.


Sedangkan Xiao Lan masih memejamkan matanya menikmati hembusan angin panas yang menerpa wajahnya tanpa aba-aba ia lalu berdiri. Kurang dari sepuluh langkah ia melangkahkan kakinya menuju istana utama sudah ada sekitar 10 pelayan yang berjalan ke arahnya.


"Tuan putri kami diminta kaisar untuk membersihkan kediaman putri" ucap seseorang mewakili mereka semua,


"Lakukanlah, jangan memindahkan apapun dari sana" ucap Xiao Lan dingin,


Sudah satu jam para pelayan itu membersihkan kediaman Xiao Lan. Mereka harus menutup hidung mereka masing-masing saat membersihkan kediaman itu karena debu menumpuk yang sudah dua tahun tidak dibersihkan.


Mereka lalu keluar dari kediaman itu dan pamit kepada Xiao Lan dan yang lainnya.


"Kalian istirahatlah di dalam. Aku ingin berkeliling sebentar" ucap Xiao Lan yang diangguki oleh ketiga orang dihadapannya.


Xiao Lan mulai berkeliling istana itu. Ia berhenti di depan lapangan yang khusus digunakan untuk latihan. Ia menatap orang-orang yang sedang berlatih itu sampai sebuah suara mengejutkannya.


"Siapa kau?"


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE

__ADS_1


TERIMAKASIH


chiccacaaa


__ADS_2