
"Kurasa aku tidak perlu menjelaskannya" ucap Xiao Lan sambil memandang keluar jendela.
"Jadi kau adalah sang reine yang dibicarakan seluruh orang itu?"
•••
Hari sudah mulai gelap. Kaisar Xiao mulai gelisah karena Xiao Lan dan kedua temannya belum juga kembali. Kaisar Li yang belum melihat Xiao Lan dari pagi lalu menghampiri kaisar Xiao.
"Dimana putri Xuan Lan?" tanya kaisar Li.
Kaisar Xiao semakin gelisah karena diberi pertanyaan yang tidak mungkin bisa ia jawab.
"Zhen tidak tau" ucapnya sambil memandang ke arah lain.
"Hmm, Sebenarnya Zhen sangat rindu kepada Lan'er tapi ia belum ada disini" gumam kaisar Li pasrah. Ia lalu meninggalkan kaisar Xiao sendirian.
Di lain tempat Xiao Lan beserta Wang Yu Yan dan Jiang Yuan sedang asyik bertukar cerita tentang semua hal yang sudah pernah mereka alami. Ternyata Jiang Yuan dan Xiao Lan memiliki nasib yang hampir sama. Mereka sama-sama tidak memiliki ibu tetapi Jiang Yuan mendapat kasih sayang penuh dari ayahnya yaitu jenderal Jiang Cheng.
"Kasurmu sangat empuk. Harusnya kau memberikanku satu yang seperti ini" ucap Wang Yu Yan.
"Bukankah kau bisa membuatnya sendiri?" balas Xiao Lan.
"Ayolah Lala, kirimkan aku satu yang seperti ini" ucap Wang Yu Yan dengan puppy eyes nya.
"Ya, setelah semua ini selesai aku akan mengirimkannya Yaya" ucap Xiao Lan.
Sekarang mereka bertiga memiliki panggilan masing-masing. Xiao Lan akan dipanggil Lala, Wang Yu Yan akan dipanggil Yaya sedangkan Jiang Yuan akan dipanggil Yuyu. Mereka sepakat akan memanggil satu sama lain dengan panggilan itu agar mereka merasa lebih dekat satu sama lain.
Jiang Yuan sangat senang. Ia tak menyangka akan ada putri kekaisaran yang mau menjadi temannya ralat menjadi sahabatnya walau mereka baru beberapa jam bertemu. Terkadang ia berpikir apakah dua orang ini tidak takut kalau semisal ia adalah orang jahat?
Sedangkan Xiao Lan dan Wang Yu Yan, mereka mau menjadikan Jiang Yuan sebagai sahabat karena mereka merasa Jiang Yuan memiliki kecocokan dengan mereka atau sering disebut satu frekuensi. Mereka juga yakin jika Jiang Yuan adalah orang baik. Jika ia akan melakukan kejahatan mereka berdua bisa langsung membunuhnya kan?
Karena lelah bercerita sambil tertawa mereka akhirnya tertidur di kasur yang empuk milik Xiao Lan.
Sedangkan di lain tempat kaisar Xiao masih belum bisa memejamkan matanya. Ia masih merasa bersalah karena tidak segera menolong Xiao Lan.
"Apakah lukanya sangat parah sehingga ia belum juga kembali" gumam kaisar Xiao di dalam tendanya.
Ia memilih untuk keluar secara diam-diam mencari Xiao Lan dan Wang Yu Yan serta satu temannya yang ia belum ketahui namanya tadi.
Kaisar Xiao melihat suasana diluar melalui pintu keluar yang ada di tendanya. Ternyata masih banyak prajurit yang berjaga. Ia akhirnya memakai cadar dan keluar dari tendanya dengan cepat menggunakan qingqongnya.
__ADS_1
Ia berjalan tak tau arah. Yang jelas ia sangat merasa bersalah dan khawatir terhadap Xiao Lan. Ia kemudian sampai di ujung hutan Irish. Saat ingin melangkahkan kakinya lagi ke tempat yang ia yakini sebagai hutan iblis itu, pundaknya sudah tertancap semacam panah kecil dengan jarum diujungnya.
Kaisar Xiao merasa ada yang tertancap di bahunya kemudian lama kelamaan kesadarannya mulai hilang. Sebelum terjatuh ke tanah sudah ada orang yang menangkapnya.
"Kau pikir orang lain tidak tau kalau kau adalah kaisar Xiao" ucap orang tadi kemudian membawa tubuh kaisar Xiao entah kemana.
Bulan sudah menyelesaikan tugasnya. Sekarang giliran mentari yang menampakkan sinarnya. Wang Yu Yan sudah bangun dan sudah mandi dari sebelum matahari terbit. Ia lalu membangunkan Jiang Yuan. Ia sengaja tidak membangunkan Xiao Lan karena itu akan menjadi urusan Jiang Yuan.
Setelah Wang Yu Yan dan Jiang Yuan menunggu Xiao Lan yang masih berada di kamar mandi itu, akhirnya Xiao Lan keluar.
Tak lama kemudian vice-reine alias Ho datang membawa sarapan untuk mereka. Setelah memastikan mereka semua sudah makan Ho kemudian kembali keluar.
"Apa rencanamu?" tanya Yu Yan kepada Xiao Lan.
"Kita awasi saja di sekitar sana, mungkin ada sedikit keributan kecil karena dua putri kekaisaran dan seorang putri jenderal hilang saat berburu kemarin" ucap Xiao Lan.
Setelah selesai makan mereka memilih kembali ke tempat perkemahan kemarin. Mereka memantau dari jauh dan menutupi energinya menggunakan herbal yang sudah diberikan tim medica.
"Kaisar, kaisar" ucap seseorang membangunkan kaisar Xiao.
Kaisar Xiao yang merasa ada seseorang yang memanggil namanya lalu membuka matanya. Sudah banyak prajurit dan tabib yang mengelilinginya.
"Dimana ini?" tanyanya. Seingatnya ia kemarin pergi mencari Xiao Lan tetapi kenapa ia malah bertemu dengan para tabib dan prajurit ini.
"Tidak, Zhen berjalan kesini sendiri. Tapi tiba-tiba Zhen pusing dan jatuh pingsan. Jangan beritaukan masalah ini kepada siapapun" ucap kaisar Xiao kepada kasim An.
"Baik, yang mulia" ucap kasim An.
Kaisar Xiao kemudian kembali ke dalam tendanya. Telinganya bisa menangkap ada keributan yang sedang terjadi di luar.
"Keluar kau kaisar Xiao!" teriak pangeran Zhan.
"Ada apa pangeran Zhan?" tanya kaisar Xiao.
"Dimana Xiao Lan hah? Apa kau membuangnya lagi?" tanyanya emosi.
Hati kaisar Xiao kembali menciut. Anaknya sendiri saja menuduhnya membuang Xiao Lan, lantas apa kata orang lain.
Pangeran Zhan sudah maju dan menarik pakaian kaisar Xiao.
"Dimana Xiao Lan?" tanyanya sekali lagi dengan muka yang sudah memerah menahan emosi.
__ADS_1
"Zhen tidak tau. Kemarin ia dibawa oleh kedua temannya karena bahunya terluka" ucap kaisar Xiao, ia sama sekali tidak mencoba melepaskan diri dari pangeran Zhan.
"Kau tau jika ia terluka?" tanya pangeran Zhan lagi sedangkan kaisar Xiao hanya mengangguk.
"Kenapa ia terluka dan kenapa kau tidak menolongnya?" tanyanya lagi.
"I-ia menolong Xiao Xi dari serangan harimau. Zhen sudah ingin menolongnya namun ia telah dibawa oleh kedua temannya" jawab kaisar Xiao.
"Apakah kau menolong Xiao Xi yang tidak terluka terlebih dulu?" tanya pangeran Zhan dingin dicampur dengan emosinya, lagi-lagi kaisar Xiao menganggukkan kepalanya.
BRUKK
"Brengsek"
Kaisar Xiao terjatuh ke tanah karena pukulan pangeran Zhan.
BRUKK
"Bagaimana kau bisa menolong Xiao Xi terlebih dulu sialan?!" teriak pangeran Zhan dan memukul kaisar Xiao lagi, ia bahkan tidak sadar jika ia sudah menjadi tontonan semua orang disana.
Sudut bibir kaisar Xiao sudah mengeluarkan darah. Pangeran Zhan benar-benar melampiaskan emosinya saat ini.
Saat ia akan kembali menghajar kaisar Xiao. Tangan dan tubuhnya sudah ditarik oleh kaisar Wang dan kaisar Li.
"Kau kenapa? Bisakah kau tenang terlebih dahulu" ucap kaisar Li.
"Apa kalian tau, dia membiarkan adikku terluka dan tidak menolongnya. Bahkan sekarang Wang Yu Yan dan temannya yang satunya itu sudah tidak ada disini" teriaknya.
"Lepaskan aku" pangeran Zhan masih mencoba memberontak namun pergerakannya tiba-tiba berhenti saat kaisar Wang menotok tubuh bagian atasnya.
"Dimana Yu Yan, Xiao Lan dan Jiang Yuan?" tanya kaisar Wang dingin kepada kaisar Xiao.
Kaisar Wang memang sudah mengetahui Jiang Yuan. Ia adalah putri dari mantan jenderal kekaisaran Wang dulu kala. Jenderal Jiang terpaksa pindah tugas ke kekaisaran lain dengan alasan ia menghamili seorang wanita dan ia harus tinggal disana. Apalagi keluarga Jiang tidak akan menerima mereka berdua beserta anaknya di rumah mereka dan dengan terpaksa kaisar Wang harus mengizinkannya pergi.
"Zhen tidak tau" ucap kaisar Xiao menunduk. Ia merasa sangat menyesal karena tidak hanya putrinya yang menghilang tetapi juga dengan dua putri dari orang penting di daratan ini.
"Hentikan perburuan bodoh ini dan kita harus mencari mereka bertiga" ucap kaisar Wang dingin.
Sementara ada enam mata yang mengamati kejadian itu dari kejauhan.
"Aku memiliki ide" ucap Jiang Yuan sambil tersenyum.
__ADS_1
•••
besok hari terakhir pts. semoga nilai-nilaiku memuaskan ya aamiin😆😆