
"Emmh" eluhan gadis itu menyadarkan si pria akan tangisannya. Ia kemudian memencet tombol merah yang menempel di dinding sebelah ranjang pasien.
•••
"Kondisi pasien sudah membaik, ia sudah siuman biarkan ia beristirahat terlebih dahulu" ucap dokter yang baru saja keluar dari ruang rawat Xuan Lan.
"Terimakasih dokter" ucap ayah Xuan Lan dengan senyumnya yang merekah.
"Apakah kami sudah boleh mengunjunginya?" tanya seorang pria di samping ayah Xuan Lan.
"Hanya satu orang dari kalian yang boleh masuk. Kalian akan menjaganya bukan mengunjunginya karena takutnya pasien nanti akan terbangun dan membutuhkan sesuatu. Saya permisi" ucap dokter itu kemudian pergi begitu saja.
"Kau masuklah terlebih dulu" ucap ayah Xuan Lan.
"Tapi paman"
"Masuklah dulu" ucap ayah Xuan Lan.
Ayah Xuan Lan memang sengaja meminta pria yang mengaku sebagai sahabat Xuan Lan ini masuk terlebih dulu. Ia akan masuk nanti agar ia bisa menemani putrinya lebih lama dari waktu yang sahabat Xuan Lan gunakan. Dan benar saja setelah lima belas menit orang itu keluar dari kamar Xuan Lan dan mempersilahkan ayah Xuan Lan untuk masuk ke dalam.
Setelah semalaman menunggu putrinya untuk kembali bangun akhirnya ayah Xuan Lan tertidur juga. Xuan Lan perlahan membuka matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retinanya.
"Air" lirih Xuan Lan karena ia merasa kerongkongannya sangat kering.
Karena tidak mendapat respon ia akhirnya menggerakkan tangannya yang berada di genggaman tangan ayahnya. Benar saja ayahnya kemudian bangun lalu melihat Xuan Lan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Air" ucap Xuan Lan lagi.
Ayahnya kemudian mengambil air dan membantu Xuan Lan untuk meminum air itu perlahan.
"Apa kau merasa sudah lebih baik?" tanya ayah Xuan Lan yang mendapat anggukan dari Xuan Lan.
Semakin hari kondisi Xuan Lan sudah mulai membaik bahkan hari ini ia sudah diperbolehkan untuk pulang. Yang Xuan Lan herankan adalah selama ia siuman ia tidak pernah melihat Zhao menunggunya lagi. Ia ingin bertanya kepada ayahnya tetapi ia masih memiliki gengsi yang tinggi karena renggangnya hubungan kedua ayah dan anak ini beberapa tahun terakhir.
__ADS_1
"Ah, temanmu yang biasanya menjengukmu sudah beberapa hari tidak kemari. Ia bilang bahwa ia ada perkerjaan jadi tidak bisa menemanimu" ucap ayah Xuan Lan.
"Hmm" hanya deheman Xuan Lan yang menjawab ucapan ayah Xuan Lan tetapi sebenarnya ia sangat berterimakasih kepada ayahnya sehingga ia tidak perlu menyimpan pertanyaan itu lebih lanjut di dalam otaknya.
Ayah Xuan Lan tersenyum kecut saat mendengar deheman Xuan Lan. Anak gadisnya itu hanya akan berbicara saat ia memerlukan sesuatu selebihnya ia tidak akan bicara lagi atau hanya berdehem saja. Ia tau sifat Xuan Lan yang seperti ini memang karena ulahnya sendiri.
"Ayo kita pulang. Sopir sudah ada di depan" ucap ayah Xuan Lan.
Xuan Lan lalu menurunkan dirinya dari ranjang dengan hati-hati. Ia lalu berjalan mendahului ayahnya dan keluar dari ruang rawat yang sudah ditempatinya selama enam bulan terakhir ini.
Xuan Lan hanya melihat sisi kanan dan kiri jalan. Tidak ada percakapan di dalam mobil yang sedang dikendarai oleh sopir. Ucapan ayah Xuan Lan yang mengatakan bahwa mereka sudah sampai rumah memecah keheningan. Xuan Lan kemudian turun tanpa berkata sepatah kata pun.
Saat melewati ruang keluarga, ia melihat Xuan Xi dan ibunya sedang minum teh sambil sesekali bercanda tetapi ia lebih memilih memasuki kamarnya karena kondisinya sekarang membuatnya cepat lelah.
"Suamiku kau sudah pulang" ucap ibu Xuan Xi saat melihat suaminya pulang dengan menenteng koper.
"Kalian bilang bahwa kalian sibuk sehingga tidak bisa menjemput Xuan Lan tetapi kalian malah bersantai seperti ini bahkan menjenguknya kalian hanya dua kali selama enam bulan ini kalian bukan seperti keluarganya Xuan Lan" ucap ayah Xuan Lan kemudian berlalu dari hadapan kedua orang itu.
"Selalu saja berdrama" ucap Xuan Xi sambil memutar bola matanya malas.
Di kamar milik Xuan Lan.
Xuan Lan mengingat kejadian demi kejadian yang ia alami saat berada di zaman kuno. Ia ingat jika Xiao Xi bukanlah anak kaisar Xiao lantas apakah Xuan Xi juga bukan anak ayahnya? Pikirannya berkecamuk. Ia bingung harus melakukan apa selanjutnya namun yang pasti adalah ia akan melakukan tes dna antara Xuan Xi dengan ayahnya.
"Lebih baik aku beristirahat, aku sangat merindukan kamar ini" ucap Xuan Lan sambil tersenyum.
Saat malam, ayah Xuan Lan sudah membawa nampan berisi makanan dan air untuk Xuan Lan. Ia mengetuk kamar Xuan Lan lalu membukanya karena tidak mendapat jawaban dari dalam sana. Ia membawa nampan berisi makanan dan air itu ke dalam kamar Xuan Lan.
Hatinya sangat tenang saat melihat Xuan Lan yang tertidur pulas, anaknya itu sangat manis dan persis seperti ibunya. Ia lalu mengelus pipi Xuan Lan untuk membangunkannya.
"Ayo bangun, makan terlebih dahulu setelah itu minum obat" ucap ayah Xuan Lan.
"Emmh" Xuan Lan menggeliat dalam tidurnya. Ia kemudian membuka matanya lalu melihat ayahnya yang sedang tersenyum kepadanya. Setelah merasa kepalanya sudah ringan, ia kemudian bangun dari posisi tidurnya.
__ADS_1
"Makanlah" ucap ayahnya kemudian menyerahkan nampan berisi berbagai lauk pauk itu kepada Xuan Lan.
Xuan Lan menerimanya kemudian memakannya tanpa memepedulikan ayahnya yang sedang menatapnya itu. Setelah makanannya tandas, ia kemudian meminum air dan menelan beberapa obat dan vitamin untuk memulihkan kesehatannya.
Setelah beberapa menit, ia kembali pada posisi tidurnya. Ia masih menghiraukan ayahnya yang duduk di sisi kasur miliknya. Xuan Lan lalu memejamkan matanya.
Ayah Xuan Lan kembali menghela nafasnya. Ia menatap putri yang sangat dicintainya itu. Ia mengelus rambut Xuan Lan dengan lembut.
"Maafkan ayah" lirihnya yang masih bisa di dengar Xuan Lan.
Ia kemudian keluar dari kamar Xuan Lan sambil membawa nampan yanh berisi piring serta gelas kosong ke dapur.
"Suamiku seharusnya kau makan terlebih dulu baru mengantarkan makanan untuk Xuan Lan" ucap istrinya saat melihat ayah Xuan Lan yang sedang menaruh piring kotor di wastafel.
"Aku bisa makan kapan saja" ucap ayah Xuan Lan acuh kemudian duduk di kursi meja makan untuk memakan makanannya.
"Kemana Xuan Xi?" tanya ayah Xuan Lan yang dari tadi belum melihat Xuan Xi di hadapannya.
"Ia sedang keluar biasa urusan anak muda" ucap istrinya sambil tersenyum.
"Kau itu selalu saja membebaskan anakmu melakukan apapun yang ia suka. Dia itu anak perempuan dan sudah malam begini ia masih belum kembali sedangkan kau sangat santai seperti ini. Kau itu waras tidak hah?" tanya ayah Xuan Lan emosi.
"Kenapa kau mengatakan itu padaku hah? Aku sudah bilang dia itu masih muda, sudah saatnya ia mencari pasangan bukan seperti anakmu yang tidak akan pernah memiliki pasangan dan lebih suka menyendiri itu. Aku juga tidak yakin jika ia adalah wanita normal" ucap ibu Xuan Xi tak kalah emosinya.
plakk
Sebuah tamparan dilayangkan ayah Xuan Lan ke pipi milik Xiu Juan.
"Jaga ucapanmu!" bentaknya kemudian ia keluar dari meja makan dan menuju ke kamar miliknya, ia sudah tidak nafsu makan.
•••
jangan lupa vote komen rate dan like
__ADS_1