PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
SERATUS TIGA BELAS


__ADS_3

Pangeran Zhan hanya menampakkan wajah datarnya. Ia diam seolah dia tidak melakukan apapun pada orang itu. Ia pernah diajarkan oleh kakek Shi untuk menggunakan jurus rahasia di saat genting seperti ini agar tidak terlihat oleh musuh dan cara itu berhasil.


"Memangnya apa yang aku lakukan?" ucap pangeran Zhan dengan wajah datarnya.


•••


Di sisi lain,


Pangeran Xian beserta para pangeran yang lainnya masih berusaha menumpas para goblin yang tersisa. Mereka melakukan sama seperti yang di perintahkan tadi yaitu dengan memenggal kepalanya kemudian menghancurkan kepala yang telah jatuh di tanah itu.


Darah sudah merata di seluruh tubuh mereka akibat pertempuran ini. Luka-luka sayatan tak menjadi masalah bagi mereka yang penting mereka masih bisa melawan para goblin yang jumlahnya tidak terhitung ini. Kekuatan mereka sebenarnya tidak sebanding karena pertempuran awal sudah memakan banyak korban dari lima kekaisaran.


Sedangkan Ran, ia juga sedang berusaha untuk mengalahkan naga api milik Zhao.


"Meskipun kau adalah naga emas api es tetapi kau baru saja ada disini beberapa tahun jadi kekuatan yang kau miliki tidak sebanding dengan kekuatan yang aku miliki" ucap naga api milik Zhao dengan sombongnya.


Ran hanya menatap naga api di hadapannya. Ia tidak berniat membalas satu pun perkataan naga ini. Menurutnya perbuatan lebih berkesan daripada hanya sekedar berucap omong kosong.


Mereka kemudian saling menyerang, menggigit dan mengeluarkan api dari mulut mereka. Ran terkadang menghalau api dari naga api dengan menggunakan hembusan angin yang memiliki kristal es dari mulutnya. Sejauh ini naga api masih belum bisa melukainya dengan parah. Ran kemudian membekukan ekor naga api karena naga itu menggunakan ekornya untuk menyabit kesana kemari. Saat ekor itu beku, Ran kemudian meyabit ekor naga api sehingga ekornya terputus akibat efek dari pembekuan oleh Ran.


Naga api menjadi murka. Darah sudah merembes keluar dari bagian belakangnya, ia menatap Ran dengan tatapan marahnya. Ia kemudian menyerang dengan membabi buta. Mereka kemudian bertarung dengan lebih ganas dari sebelumnya.


Zhao dan Xuan Lan masih diam di tempatnya. Mereka masih belum menyerang satu sama lain. Mereka hanya menatap mata masing-masing dalam diam.


"Turunlah dari kudamu" ucap Xuan Lan dengan kedatarannya.


Zhao kembali menatap Xuan Lan. Ia kemudian menurut dan turun dari kudanya.


"Sekarang kita sudah bisa bertarung. Ayo lawan aku" ucap Xuan Lan tetapi Zhao diam saja dan tidak bergeming.


"Baiklah" ucap Xuan Lan kemudian ia menyerang Zhao dengan pedangnya. Zhao kemudian menangkis serangan Xuan Lan. Mereka akhirnya bertarung dengan Xuan Lan yang menyerangnya terlebih dulu.


*prang

__ADS_1


prang


prang*


"Aku tidak menyangka kita akan dipertemukan dengan cara seperti ini" ucap Xuan Lan.


*prang


prang


prang*


"Aku juga tidak menyangka bahwa aku harus bertarung denganmu. Jika kau ingin mengalahkan aku maka kau harus membunuhku apa kau mampu?" ucap Zhao.


*prang


prang


prang*


*prang


prang*


Saat mereka sedang bertarung dengan raga dan dengan batin mereka tiba-tiba semua orang kembali berteriak.


"Bagaimana mereka bisa kembali hidup?" teriak salah satu prajurit.


"Kita tetap harus melawan mereka" teriak yang lainnya. Pasukan lima kekaisaran kemudian kembali menyerang para goblin yang tiba-tiba bisa hidup kembali.


Xuan Lan sedikit melirik ke arah semua pasukan dan benar saja tiba-tiba para goblin yang telah hancur tadi perlahan hidup kembali.


Zhao menyunggingkan senyumnya. Ia menatap Xuan Lan dengan dalam.

__ADS_1


"Sudahlah Xuan Lan. Kau pasti akan kalah jadi menyerahlah sekarang setelah ini semua berakhir kita bisa menikah dan hidup bahagia" ucap Zhao di sela-sela pertarungannya.


*prang


prang*


"Bodoh! Kau melamarku di tengah pertarungan kita seperti ini dan aku tidak ingin mengorbankan seluruh rakyat hanya untuk kebahagiaanku semata, Zhao" ucap Xuan Lan.


Pangeran Zhan yang mendengar keramaian langsung melirik arah belakangnya. Ia terkejut saat para goblin mulai kembali hidup. Ia kemudian menatap tangan kanan Zhao yang sedang tersenyum di balik topengnya meskipun kondisinya sudah sangat lemah setelah dihajar habis-habisan oleh pangeran Zhan.


Pangeran Zhan menatap orang itu dengan tatapan tajamnya. Ia kemudian menancapkan pedang surgawinya ke bagian dada kiri orang itu. Setelah pangeran Zhan melepas pedangnya, orang itu kemudian jatuh dari kudanya. Pangeran Zhan membawa kudanya maju ke depan, ia membawa kudanya untuk menginjak-injak orang ini karena ia khawatir jika orang ini akan hidup kembali seperti para goblin. Ia kemudian mengarahkan tangannya ke arah orang tadi, entah apa yang dilakukannya hanya ia yang mengetahuinya.


Setelah selesai berurusan dengan tangan kanan Zhao, pangeran Zhan kemudian membantu semua orang yang sedang menyerang para goblin. Ia kemudian menyerang semua goblin tetapi masih belum bisa berhasil.


"Sial, apa kelemahan semua mahluk ini" gumamnya.


Ia kemudian hanya menyerang goblin-goblin itu sembari mencari kelemahan mereka. Ia bisa melihat para pangeran yang ikut bertarung dengan semangat mereka yang masih membara walaupun wajah mereka sudah terlihat sangat lelah apalagi matahari sudah naik ke atas mereka pasti menjadi semakin lelah karena hal ini.


Pangeran Zhan kemudian tidak sengaja menggores lengan kiri milik salah satu goblin tetapi goblin itu kemudian berteriak untuk pertama kalinya. Padahal sebelum itu, saat mereka dipenggal kepalanya mereka tidak berteriak sedikitpun.


Pangeran Zhan terkesiap. Ia kemudian melihat goblin itu jatuh kemudian perlahan tubuh goblin itu menghilang terbawa angin. Pangeran Zhan tersenyum ia kemudian menatap para pasukan yang masih tersisa.


"Kelemahan mereka ada di lengan kirinya! Kalian lukai saja lengan kirinya!" teriak pangeran Zhan kepada mereka semua.


Semua pasukan mengangguk. Mereka kemudian berusaha menyerang lengan bagian kiri para goblin namun mereka selalu menghindar saat semua pasukan akan menyerang lengan kiri mereka.


"Ayo kita berusaha menyerang lengan mereka. Mereka selalu menghindar saat kita akan menyerangnya, benar letak kelemahannya berada disana" ucap seseorang berteriak.


Dengan susah payah para pasukan berusaha menyerang lengan kiri para goblin akhirnya mereka berhasil dengan perlahan mereka semua berhasil melukai lengan kiri para mahluk itu dan benar saja mahluk itu kemudian menghilang terbawa angin. Mereka semua tersenyum puas saat melihat itu semua. Mereka kembali melukai lengan kiri para goblin dengan sisa kekuatan yang mereka miliki.


Ramalan sang peramal benar terjadi, 'Pohon bakau, lautan merah'. Pangeran Zhan menjadi panglima perang yang berada di medan perang yang sudah penuh dengan darah semua mahluk yang sudah bercampur menjadi satu dan ia tetap berdiri dengan tegaknya tanpa tergoyah apapun yang akan menghalanginya. Ia berdiri di atas kudanya sembari membantu orang-orang melawan para goblin yang masih tersisa.


•••

__ADS_1


**jangan lupa vote komen rate dan like


maaf ya baru up jam pelajaran kemarin tiba-tiba diganti, jadi sekolah selesainya jam 4 sore ditambah tugas-tugas yg super jadi gabisa up lagi**.


__ADS_2