PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
ENAM PULUH SATU


__ADS_3

Sorak-sorak terdengar karena putri Yu Yan bahkan tidak menyentuh seujung rambut putri Xiao Xi tapi ia bisa mengalahkannya.


•••


"Aku tidak mau bertarung lagi" ucap Wang Yu Yan datar.


"Aku juga tidak ingin bertarung lagi" sambung putra mahkota Li Xian.


"Aku juga tidak mau bertarung" tambah pangeran Zhan.


"Kami mengundurkan diri" ucap mereka serempak.


Para penonton nampak kecewa karena tiga orang inilah yang akan bertanding dengan sangat seru. Semua orang akan terkejut dan tidak percaya dengan tindakan dan strategi yang akan mereka lakukan dan hal itulah yang orang-orang sukai.


Kaisar Xiao menatap tiga orang itu aneh.


"Mengapa?" tanyanya.


"Tiga orang ini adalah orang paling berbahaya jika mereka bertarung. Apakah kau ingin bertanggung jawab jika ada salah satu dari mereka semua yang mati karena bertarung dengan ketiga orang ini? Bahkan para putra mahkota sekalipun bisa mati di tangan mereka" ucap Xiao Lan dari tempat duduknya.


"Mereka tadi masih bisa mengendalikan emosinya tapi tidak ada yang menjamin saat mereka berada di pertarungan selanjutnya" sambungnya.


"Kau juga aneh kenapa kau malah menyuruh orang lain untuk bertarung seperti ini di hari ulang tahunmu. Kenapa tidak kau dan para kaisar saja yang bertarung?" tanyanya.


"Jika para kaisar yang bertarung mereka bisa terluka" jawab kaisar Xiao lugas.


"Lalu jika para pangeran dan rakyat biasa, apakah mereka juga tidak bisa terluka? Kau begitu egois kaisar keadilan" ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ini semua sudah direncanakan Xiao Lan. Ia ingin membuat semua orang sadar jika pertarungan seperti ini bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Jika ingin bertarung seharusnya mengadakan lomba pertarungan yang sebenarnya dan memperhatikan keselamatan setiap peserta bukan pertarungan yang berkedok ulang tahun kaisar seperti ini. Para petinggi meminta agar orang yang berada di bawahnya terluka namun mereka tidak mau terluka, pengecut sekali bukan?


"Tetapi jika kau mau melanjutkan acara ini silakan karena semua terserah padamu. Kau yang berulang tahun dan kau yang berkuasa disini. Kami akan tetap menonton" ucap Xiao Lan kemudian.


Kaisar Xiao sedikit tersadar tapi ia tetap melanjutkan pertandingan ini.


"Lanjutkan saja" ucapnya pelan.


Pertarungan kemudian dilanjutkan. Banyak orang yang tumbang karena melawan para pangeran tetapi ada juga pangeran yang kalah saat melawan rakyat biasa.


Perlahan petarung yang awalnya berjumlah tiga puluh orang menjadi dua puluh orang, sepuluh orang dan empat orang. Di babak semi final Pangeran Wang Tian melawan pangeran Xiao Gui sedangkan pangeran dari kekaisaran Zhong melawan seorang pemuda biasa.

__ADS_1


Pertarungan terjadi dengan sangat sengit. Mereka sama-sama kuat dan tidak ada yang mau mengalah.


Mereka semua menggunakan energi dan kekuatan fisiknya untuk menghadapi lawannya.


Pangeran Tian meninju perut pangeran Gui menggunakan energinya.


Brakk


Pangeran Gui mundur sejauh lima langkah sebelum kemudian terjatuh.


Uhukk


Keluarlah darah segar dari mulut pangeran Gui kemudian ia mengelapnya begitu saja. Ia mencoba berdiri dengan tertatih-tatih serta tangan yang melingkar di perutnya karena pukulan pangeran Tian sangatlah kuat sampai terasa menembus punggungnya.


"Kau sangatlah kuat" ucapnya lemah.


Pangeran Tian hanya tersenyum bangga. Ia kemudian membopong tubuh pangeran Gui untuk keluar dari arena.


Di sisi lain pangeran Zhong Wu Hao sedang melawan seorang pria dari kalangan biasa. Ia sangat kewalahan karena tenaga pria di hadapannya ini seperti tidak ada habisnya.


Pangeran Hao terus menyerang sedangkan pria di hadapannya masih saja menghindar.


"Kenapa kau tidak balas menyerang" sentak pangeran Hao.


"Apa kau sudah menyerah?" tanya pria tadi.


Pangeran Hao menggelengkan kepalanya. Ia merasa ia masih memiliki tenaga untuk melawan pria ini. Pria tadi semakin menekan tangan pangeran Hao dan juga punggungnya menggunakan sedikit tenaganya sampai pangeran Hao hampir berteriak tapi ia menahannya.


Kemudian tangan pangeran Hao yang terbebas dari pria tadi ia angkat. Ia mengaku kalah dari pria ini. Pria misterius tadi tersenyum, ia kemudian melepaskan cengkramannya dari pangeran Hao.


Pangeran Hao bernapas lega. Ia kemudian berdiri dengan tangan yang sangat lemas seperti jelly sedangkan punggungnya terasa sedikit encok.


Pertandingan langsung dilanjutkan tanpa ada jeda untuk istirahat bahkan untuk minum sekalipun tapi pria misterius ini tidak mempermasalahkannya.


"Mulai!" ucap sang wasit.


Pangeran Tian dan pria tadi masih sama-sama diam. Tidak ada yang berniat melawan terlebih dulu. Keheningan terjadi selama beberapa saat. Mereka masih saling menatap akhirnya sang pria misteriuslah yang menyerang pangeran Tian terlebih dulu.


Pangeran Tian tidak bisa menghindar tetapi ia masih bisa menangkis serangan-serangan yang diberikan pria ini. Pangeran Tian mulai merasa telah ada memar di tangannya sedangkan pria tadi masih terus menyerangnya.

__ADS_1


Akhirnya pangeran Tian balik menyerang pria tadi tetapi ia hanya menghindar dan menghindar terkadang ia melompat ke arah belakang pangeran Tian dan menyerangnya.


Pangeran Tian mulai kewalahan. Ia tak tau jika pria ini sangat kuat baik dari energi maupun fisiknya. Nafasnya terlihat masih sangat teratur berbeda dengannya yang sudah terlihat ngos-ngosan.


"Gila pria ini kuat sekali" batin pangeran Tian.


Pangeran Tian kembali menyerang kali ini ia mengalirkan energinya lebih banyak dari sebelumnya. Pria tadi hanya tersenyum saat ia mengetahui energi yang dikeluarkan pangeran Tian. Gerakan pangeran Tian ternyata sangat cepat, pria tadi sempat tertinju di bagian dadanya membuat pangeran Tian sedikit puas.


Pria tadi menatap dadanya yang terkena pukulan pangeran Tian. Ia kemudian mengibaskan tangannya ke dada kirinya. Pangeran Tian kembali menyerang ke arahnya namun ia menangkap tangan pangeran Tian kemudian meninju ulu hatinya.


Pangeran Tian hanya mundur beberapa langkah, ia tidak terjatuh padahal pukulan pria ini sangat kuat. Rasa sakit yang pria tadi berikan seperti menyebar ke semua anggota tubuhnya, tulang rusuknya terasa remuk karena hantaman tadi. Suasana mendadak hening saat pangeran Tian terlihat sedang menahan sakitnya dan pria tadi masih berdiri santai di hadapannya.


Pangeran Tian kembali melangkahkan kakinya menuju pria tadi. Tapi sebelum ia sampai, rahangnya sudah kembali terkena hantaman benda yang terasa sangat keras. Ia terpental kemudian terjatuh.


Semua orang lalu bertepuk tangan dan berteriak dengan semangat. Mereka tidak menyangka ada orang yang bisa mengalahkan pangeran Tian, mereka sudah memiliki gambaran jika pangeran Tian lah yang akan menenangkan pertandingan kali ini tapi ternyata mereka semua salah.


"Pertandingan kali ini dimenangkan oleh" ucapan jendral terhenti.


"Siapa namamu" bisiknya.


"Z" ucapnya.


"Pertandingan kali ini dimenangkan oleh Z" teriak jenderal tadi yang disambut tepuk tangan meriah dari semua orang.


Kaisar Xiao mengangkat tangannya isyarat agar orang berhenti bertepuk tangan. Ia kemudian berkata.


"Zhen tidak menyangka jika pria biasa sepertimu mampu memenangkan pertandingan ini. Zhen akan menghadiahimu seribu koin emas"


Pria tadi menggeleng.


"Tidak, aku tidak ingin koinmu. Aku hanya ingin bisa mengikuti acara ulang tahunmu untuk hari selanjutnya dan aku akan pergi sewaktu-waktu tanpa pamit" ia kemudian memberikan sebuah kalung kepada kasim di samping kaisar.


"Itu jaminan dariku, aku tidak akan berniat jahat kepada kalian semua" ucapnya.


Kaisar Xiao melihat kalung itu. Itu adalah kalung dimensi anggrek. Rumor yang beredar hanya ada satu kalung dimensi anggrek di dunia ini.


"Baiklah, Zhen percaya. Kau boleh mengikuti acara ulang tahun Zhen bersama dengan para bangsawan" ucap kaisar Xiao.


Pria itu mengangguk puas. Acara hari ini sudah selesai dan akan dilanjutkan esok hari.

__ADS_1


•••


bonus nih buat kalian semua hehe biar kalo mau lanjut udah ganti acara.


__ADS_2