PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
EMPAT PULUH DUA


__ADS_3

Putra mahkota dan kaisar saling pandang ada ganjalan di hati mereka berdua karena tidak pernah memperlakukan Xiao Lan dengan baik.


•••


tok tok tok


"Putri makan malam sudah siap" ujar seorang pelayan yang ditugaskan mengantar makanan untuk Xiao Lan,


Xiao Lan membuka pintu ia hanya memandang nampan yang dibawa oleh pelayan tadi,


"Kenapa itu sangat bau? Apakah itu makanan basi?" tanyanya datar,


"Ampun beribu ampun putri hamba hanya diminta mengantarkan ini oleh permaisuri" ucap pelayan tadi ketakutan,


"Tidak apa-apa tenanglah. Bukankah kalian selalu membawa makanan yang layak jika dia memberi makanan seperti itu kepadaku?" tanya Xiao Lan dengan datar,


"Benar putri" ucap pelayan tadi,


"Bawa masuk ke dalam saja semuanya termasuk yang ada di nampan itu"


Setelah meletakkan makanan di kediaman Xiao Lan pelayan yang berjumlah empat orang itu undur diri.


"Lan'er makanan apa ini?" tanya paman Tao,


"Jangan sentuh yang itu, itu makanan basi paman kita makan yang berada di nampan satunya" ucap Xiao Lan lalu memindahkan nampan berisi makanan basi tadi,


"Paman, bibi kalian makan dulu aku masih ada urusan" ucapnya kemudian pergi membawa nampan tadi,


___


"Putri apakah anda ingin makan di dalam?" tanya seorang kasim yang berada di depan ruang makan,


"Tidak" jawabnya datar,


"Lalu untuk apa anda kesini, sebentar akan saya umumkan" ucap kasim lagi,


"Diam, jangan beritahukan kalau aku akan kesana. Aku akan membuka pintu sendiri kalian minggirlah" ucapnya masih datar,


Prajurit yang menjaga pintu kemudian mundur dua langkah,


BRAKK


Xiao Lan membuka pintu menggunakan kakinya. Kasim menepuk kepalanya pelan bagaimana jika orang yang ada di dalam sana tersedak karena terkejut begitu pula penjaga pintu dan para pelayan yang berada di luar.


"Tidak usah khawatir aku menendangnya karena tanganku membawa nampan, aku yang akan bertanggung jawab" ucapnya menyadari kegugupan di sekitarnya ia lalu masuk menuju meja besar yang berada di tengah-tengah ruangan,


"Wah, wah, keluarga bahagia sedang makan bersama" ucapnya,


"Xiao Lan bisakah kau tidak menendang pintu saat memasuki ruangan?" tanya kaisar Xiao lembut,


"Tidak" jawabnya datar,


"Apa kau tidak melihat kalau aku sedang membawa nampan makanan ini hm?"


"Oh ya aku memberi kalian pintu maaf yang sebesar-besarnya jika kalian semua mau meminta maaf kepadaku" ucap Xiao Lan,


"Kenapa kami harus meminta maaf kepadamu?" tanya pangeran kedua heran,


"Yahh, mungkin saja kalian ingat akan kesalahan yang pernah kalian buat kepadaku"

__ADS_1


"Maafkan aku Xiao Lan" ucap pangeran ketiga, Xiao Zhan


"Kenapa kau meminta maaf kepadaku?"


"Maaf karena aku tidak bisa melindungimu" ucapnya menyesal,


"Tidak apa-apa, aku sudah memaafkanmu" ucap Xiao Lan tersenyum, ia baru melihat ada ingatan tentang pangeran ini ia juga kakak kandung Xiao Lan ia selalu menolong Xiao Lan ketika Xiao Lan kesulitan tapi dengan sembunyi-sembunyi,


"Yang lain apakah tidak ada?" ucapnya masih tersenyum manis,


Hening,


5


4


3


2


1


"Baiklah kesempatan kalian sudah habis, jika ada yang meminta maaf lagi padaku maka aku tidak akan memberikannya" ia lalu meletakkan nampan itu tepat di tengah-tengah meja makan,


Semua orang menutup hidungnya,


"Apa yang kau letakkan disitu?" tanya seseorang yang ternyata adalah ibu suri,


Ada sedikit ingatan tentang wanita tua ini. Yang Xiao Lan ingat orang ini pernah baik kepadanya dan selalu menolongnya tapi entah karena apa ia tiba-tiba menjadi dingin dan perhatian lagi kepada Xiao Lan.


"Makanan" ucapnya,


"Wah aku baru menyadari jika ada putri Xiao Xi dan juga permaisuri Juan disini" ucapnya tersenyum sinis,


"Harusnya aku yang menanyakan itu pada ibumu putri Xiao Xi"


"Permaisuri Juan apakah kau ingin meracuniku karena mengirim makanan seperti ini ke tempatku?" tanyanya dingin,


Permaisuri Juan menggigil mendengar nada bicara Xiao Lan,


"T-tentu saja aku tidak pernah mengirim makanan seperti itu kepadamu" ucapnya terbata,


"Wah benarkah? Kenapa kau gugup sekali jika tidak melakukannya tapi pelayan yang mengantarkan makanan ini kepadaku mereka bilang ini makanan yang kau berikan untukku sudah empat hari ini mereka selalu mengatakan itu"


"Istrimu ini sangat perhatian kepadaku kaisar keadilan" ucapnya tersenyum mengejek,


"Apakah benar seperti itu permaisuri Juan?" tanya kaisar Xiao,


"T-tentu saja tidak yang mulia, hamba tidak mungkin melakukan hal seperti itu" ucapnya masih gugup,


"Dasar pembohong" ucap ibu suri tajam,


Xiao Lan menatap orang itu sengit,


"Aku sudah pernah berkata walaupun aku mengatakan kebenaran 1000 tahun kalian tidak akan percaya. Aku hanya membandingkan bagaimana nasibku selama disini"


"Aku memakan makanan basi sedangkan keluargaku memakan makanan mewah seperti ini wah sangat adil" ia tersenyum misterius,


"Oh ya putri Xiao Xi dan permaisuri Juan bukankah kalian sedang dihukum tidak boleh keluar kediaman selama seminggu. Apa aku salah menghitung hari menurutku ini baru empat hari" ia mengatakan itu sambil berpura-pura menghitung menggunakan tangannya,

__ADS_1


"Ayah tidak mungkin benar-benar menghukum kami" ucap Xiao Xi dengan bangga,


Xiao Lan menatap kaisar Xiao dengan tatapan yang tidak bisa diartikan ada rasa kecewa, marah dan benci disana,


"Haha, sungguh julukan kaisar keadilan sangat pantas untukmu kaisar Xiao Nan" sarkas Xiao Lan,


"Bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu kaisar keadilan?" ucapnya datar, kaisar hanya mengangguk ia tak berani menatap mata yang penuh akan kebencian itu,


"Apa kesalahan yang aku perbuat hingga kau menambah hukumanku selama satu bulan?" ucapnya,


"K-karena" kaisar Xiao tidak bisa menjawab pertanyaan Xiao Lan karena memang ia tidak memiliki alasan yang jelas,


"Karena kau akan mengadakan pesta ulang tahun dan kau tidak ingin aku berada disana bukan?"


prok prok prok, Xiao Lan bertepuk tangan dengan sangat keras,


"Kenapa tidak sekalian saja kau hukum aku selamanya berada disana? Bukankah kau akan merasa lebih senang?" bentaknya kepada kaisar Xiao,


"Jaga ucapanmu!" pekik ibu suri,


Xiao Lan melangkah mendekati ibu suri dengan aura membunuh yang pekat,


"Bukankah benar perkataanku ibu suri yang terhormat, bukankah semua orang disini membenciku karena kesalahan yang tidak pernah aku lakukan?" tanyanya menekan,


"Apa maksudmu, jelas sekali kau membunuh ibumu" ucap ibu suri tajam,


Xiao Lan hanya tertawa sumbang,


"Aku ragu apakah kau ini benar-benar seorang ibu?" ia menanyakan itu di tengah-tengah tawa sumbangnya,


"Apa maksudmu?" pekiknya tajam,


"Apakah kau benar-benar seorang ibu?" tanya Xiao Lan dengan nada yang lebih datar,


"Tentu saja aku seorang ibu, kau bisa melihat anak-anakku di sekitarmu" ucap ibu suri,


"Jika disuruh memilih kau mati atau anakmu yang mati pilihan mana yang akan kau pilih?" tanya Xiao Lan lagi,


Ibu suri terdiam sejenak,


"Tentu saja aku akan memilih aku saja yang mati asalkan anakku bisa hidup bahagia dan lebih lama lagi" ucapnya tanpa ada keraguan disana,


"Itu, itulah yang dilakukan ibuku kepadaku ia memilih kehilangan nyawanya untukku karena ia berharap aku bisa hidup bahagia tapi bagaimana jika ia melihat kehidupanku yang seperti ini? Apakah kalian semua mampu menjawab pertanyaan yang ia ajukan jika kalian bertemu lagi dengannya di alam yang berbeda?" tanyanya dengan terselip sedikit tawa misterius disana,


"Apakah aku juga meminta dilahirkan di dunia ini sedangkan ibuku meninggal dunia? Apakah aku meminta hah?" Ia menatap sekelilingnya tanpa sadar air matanya telah menetes dengan deras,


"Kaisar Xiao Nan" ucapnya dingin,


"Apa kau tau siapa yang paling besar berperan dalam kematian ibuku?" tanyanya sedangkan kaisar Xiao hanya menggeleng lemah,


"Orang itu adalah kau!"


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE


TERIMAKASIH


chiccacaaa

__ADS_1


__ADS_2