PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
ENAM PULUH TIGA


__ADS_3

"Tentu saja aku sudah mengetahui kalian. Namaku Jiang Yuan putri dari jenderal Jiang Cheng" ucapnya sambil mendongakkan kepalanya.


"Wajahmu mirip seperti Yu Yan" ucap Xiao Lan spontan.


•••


"Mungkin saja dia salah satu dari ke tujuh kembaranku yang berada di dunia ini" ucap Yu Yan enteng.


"Benar juga" balas Xiao Lan.


Jiang Yuan hanya bisa menatap mereka berdua aneh. Ia tidak tau apa yang dibicarakan oleh dua orang di depannya dan ia juga tidak berniat untuk mengetahui hal itu.


"Aku lelah sekali. Biarkan aku tidur sebentar" ucap Xiao Lan kepada dua orang yang berada di ruangan itu lalu diangguki oleh keduanya.


Xiao Lan merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur yang sudah dipersiapkan bersama dengan tenda ini. Tidak terlalu empuk seperti miliknya tapi cukup nyaman.


Setengah jam sudah mereka beristirahat di tenda masing-masing. Kasim lalu memanggil mereka semua untuk melanjutkan kegiatan berburu mereka.


Wang Yu Yan membangunkan Xiao Lan dengan susah payah bahkan ia sampai meminta tolong kepada Jiang Yuan. Biasanya akan ada paman Tae yang membangunkan Xiao Lan dengan mudah karena Xiao Lan takut kepada suara bariton paman Tae dan ketegasannya.


pyurrr


Jiang Yuan menuangkan air tepat di wajah Xiao Lan. Xiao Lan langsung bangun karena ia bermimpi sedang tenggelam nafasnya pun terlihat tidak beraturan serta matanya yang melotot keluar dan tangannya yang berada di atas dadanya pertanda ia masih terkejut.


Ia lalu mengusap wajahnya kasar.


"Kenapa menuangkan air di wajahku bodoh, kau kan bisa membangunkanku dengan lembut" dengusnya kesal.


"Jika membangunkanmu dengan lembut mungkin perlu waktu satu minggu agar kau benar-benar bangun" ucap Jiang Yuan tak kalah ketusnya.


Mereka lalu saling bertatapan dan memunculkan aura permusuhan di dalam tatapan mereka. Wang Yu Yan merasa geli, mereka berdua seperti anak kecil pikirnya.


"Sudah, ayo kita keluar" ucapnya sambil menarik tangan Jiang Yuan dan Xiao Lan menuju keluar tenda.


"Kalian sudah mendapatkan tenda masing-masing. Pasti di dalam tenda ada orang yang baru saja kalian temui. Tugas kalian sekarang adalah berburu bersama teman satu tenda kalian" ucap kasim memberi arahan.


Suasana mendadak menjadi ramai. Mereka bahkan belum mengetahui satu sama lain, bagaimana jika ada orang yang lemah di antara mereka?


"Harap tenang" ucap kasim meninggikan nadanya.


"Kalian boleh berburu apapun karena di hutan ini tidak ada hewan yang terlalu berbahaya. Untuk semua diharap tidak melewati batas berwarna merah karena jika kalian melewatinya maka kalian akan berada di hutan Irish"

__ADS_1


"Hutan Irish adalah hutan yang tidak terlalu luas. Jika kalian terus berjalan lurus melewati garis merah itu dan melewati hutan Irish kemungkinan kalian akan menuju ke hutan iblis" ucap sang kasim memperingati.


"Tidak ada batas yang jelas tentang hutan iblis dan juga hutan irish. Jadi kalian harus berhati-hati jika sudah melihat tanda merah"


Para peserta mengangguk, mereka juga tidak ingin berada di hutan iblis yang katanya sangat menyeramkan itu.


Mereka semua mulai berpencar. Xiao Lan dan Wang Yu Yan sangat beruntung karena teman satu tenda mereka adalah putri dari jenderal yang tidak manja. Ia bisa mengandalkan dirinya sendiri.


"Apa kalian ingin memenangkan perburuan ini?" tanya Jiang Yuan kepada Xiao Lan dan Wang Yu Yan.


"Tidak" ucap mereka bersamaan.


"Kenapa?" tanya Jiang Yuan.


"Untuk apa kita berburu jika ada kegiatan yang lebih menarik?" ucap Xiao Lan sambil menaik turunkan alisnya.


"Maksudmu kalian ingin mencari kalung dimensi?" tanya Jiang Yuan.


Xiao Lan menganggukkan kepalanya.


"Tapi kau ingin berburu atau mencari kalung itu? Jika kau ingin berburu maka kita akan berburu karena ini adalah kerjasama tim" ucapnya lagi.


Jiang Yuan menatap Xiao Lan polos. Ia tidak menyangka Xiao Lan akan menanyakan pendapatnya tapi ia cukup tahu diri, ia akan mengikuti dua putri bar bar ini untuk mencari kalung dimensi.


Xiao Lan dan Wang Yu Yan tersenyum. Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan mereka mencari kalung dimensi yang disembunyikan oleh kaisar Xiao.


Sebenarnya secara diam-diam Xiao Lan sudah meminta bantuan kepada Kuma dan Ran agar mereka mau melacak keberadaan kalung dimensi itu. Ran dan Kuma mengatakan bahwa Xiao Lan harus berjalan ke arah selatan terlebih dahulu.


Xiao Lan berpura-pura tidak tau kemana mereka akan pergi tetapi ia sudah melangkahkan kakinya menuju ke arah yang sudah diperintahkan oleh Kuma dan Ran kepadanya melalui telepati.


"Di sekitar pohon besar yang berada di arah kirimu" ucap Ran melalui telepatinya.


Xiao Lan menganggukkan kepalanya. Ia lalu menatap kedua temannya yang masih mencari-cari keberadaan kalung dimensi itu.


"Cobalah cari di sekitar pohon besar itu. Aku akan mencari disini" ucap Xiao Lan kepada mereka berdua.


Bagai kerbau yang dicucuk hidungnya, Wang Yu Yan dan Jiang Yuan mengikuti apa yang diperintahkan Xiao Lan.


"Disini juga tidak ada" ucap Yu Yan sedikit berteriak.


Xiao Lan agak terkejut sebenarnya. Ia lalu berbicara kepada Ran dan Kuma melalui telepatinya.

__ADS_1


"Mereka bilang tidak ada" ucapnya.


"Kalung itu ada di sekitar tempat itu. Cobalah cari dengan teliti" ucap Kuma


"Baiklah" ucapnya mengakhiri telepatinya itu.


Ia menatap kedua orang yang masih menggali tanah di sekitar pohon besar itu.


"Bagaimana ini Lala?" tanya Yu Yan.


"Kita cari dulu di sekitar sini" ucap Xiao Lan kepadanya.


"Aku" baru saja Jiang Yuan ingin berbicara tapi Wang Yu Yan sudah merengek ingin buang air. Akhirnya Xiao Lan meminta Jiang Yuan agar menemani Wang Yu Yan buang air.


"Kau tunggu agak jauh darinya saja. Jika ia sedang buang air akan banyak bahaya yang mengintainya jika kau tidak menemaninya" ucap Xiao Lan kepada Jiang Yuan dan Wang Yu Yan.


Wang Yu Yan sebenarnya ingin pergi buang air sendiri saja tapi perkataan Xiao Lan juga ada benarnya karena ini menyangkut keselamatannya. Bukan hanya satu dua kali Wang Yu Yan berusaha dibunuh tapi sudah berkali-kali dan untungnya Yu Yan masih bisa selamat.


Mereka kemudian pergi meninggalkan Xiao Lan yang menunggu mereka di tempat tadi. Xiao Lan memilih mendudukkan tubuhnya. Jika boleh jujur ia sebenarnya masih sangat mengantuk. Ia lalu memejamkan matanya sejenak.


Baru lima menit ia memejamkan matanya. Ia sudah mendengar teriakan dari arah depan. Ia sedikit memincingkan matanya untuk melihat siapa yang sedang berteriak sambil berlari itu.


"Oh, Xiao Xi. Ia dikejar macan rupanya" ucapnya kemudian memejamkan matanya lagi.


Tapi ia merasa teriakan dan langkah kaki itu semakin mendekat ke arahnya dan


Brukk


Xiao Xi jatuh menimpanya.


"Apa yang kau lakukan sialan!" umpat Xiao Lan kesal.


Xiao Xi masih menggigil, Xiao Lan lalu melemparkan tubuh Xiao Xi dari atas tubuhnya dengan kasar. Perhatian harimau tadi teralihkan, ia mulai mendekati Xiao Xi.


Xiao Xi semakin memundurkan tubuhnya dengan takut. Ia menatap Xiao Lan yang dengan santainya sudah naik ke atas pohon yang tida terlalu tinggi. Xiao Xi memberanikan diri berteriak.


"Xiao Lan tolong aku" ucapnya sambil meneteskan air matanya.


Xiao Lan yang mendengar itu masih setia di atas pohon. Ia tidak berniat menolong Xiao Xi, ini adalah hiburan baginya. Tapi dengan kurangajarnya Xiao Xi malah melempar buah kering ke arah Xiao Lan. Harimau tadi tidak jadi mendekati Xiao Xi. Ia berbalik arah menuju ke atas pohon yang dinaiki Xiao Lan.


"Grrr"

__ADS_1


•••


besok jadwalnya kimia monangis yaampon:((


__ADS_2