PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
SERATUS TIGA


__ADS_3

"Kau akan mati" ucap mahluk itu kembali yang sekarang sudah berada di belakang Xuan Lan di sisi yang berbeda.


•••


Xuan Lan memejamkan matanya. Ia mempertajam pendengarannya. Suara deruan nafas mahluk ini serasa di samping kirinya semakin lama semakin mendekat namun Xuan Lan hanya merasa bahwa mahluk ini hanya seukuran anak-anak. Ia lalu mengepalkan tangannya kemudian tanpa aba-aba meninju sesuatu yang ada di samping kirinya.


BRUKK


Benar saja, mahluk yang hanya seukuran paha Xuan Lan sudah terlempar entah kemana. Mahluk tadi kemudian bangun dengan amarahnya yang memuncak. Xuan Lan kembali mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya. Xuan Lan lalu berbalik dan mengangkat salah satu kakinya untuk menendang mahluk tadi.


BRUKK


Mahluk itu kembali terjatuh. Ia semakin marah, ia lalu menggenggam pedangnya dengan sangat kuat.


*slash


slash*


Ia mengayunkan pedangnya ke arah Xuan Lan namun untungnya Xuan Lan bisa terus menghindar jadi mahluk tadi hanya menebas angin di hadapannya.


"Sial!" umpat mahluk tadi.


Xuan Lan mencoba mengeluarkan energinya namun ia sama sekali tidak bisa mengeluarkannya disini.


"Apakah energiku terkunci disini" batin Xuan Lan di dalam hatinya.


"Hahaha, tanpa energi kau tidak akan bisa melawanku" ucap mahluk tadi kembali.


Ia mengayunkan pedangnya lagi ke arah Xuan Lan. Xuan Lan mencoba menghindar, ia lalu memegang pedang yang hampir menebasnya dan menariknya hingga pedang tadi beralih ke tangannya.


"Apa yang kau lakukan!" pekik mahluk tadi tidak terima.


Ia lalu berjalan untuk mengambil pedangnya kembali. Xuan Lan masih berdiri dengan tenang. Setelah ia rasa mahluk tadi berada di dekatnya, Xuan Lan langsung mengayunkan pedangnya dan suara dentingan pedang yang bertumbukan dengan tulang terdengar disana. Xuan Lan tidak tau bagian mana yang sudah ia tebas yang penting mahluk itu sudah tidak mengganggunya lagi.


"Cihh, ternyata dia sangat lemah. Kekuatan seperti itu saja mau menantang Xuan Lan" ucap Xuan Lan bangga akan dirinya sendiri.

__ADS_1


Tetapi tiba-tiba ruangan yang gelap tadi berangsur-angsur terkena kilauan cahaya. Semakin lama cahaya itu malah seperti memenuhi ruang gelap yang ditempat Xuan Lan disana. Xuan Lan bahkan harus memejamkan matanya karena silaunya cahaya tadi.


Saat membuka mata, Xuan Lan merasa aneh karena ia sudah berada di tempat yang asri tadi.


"Jadi itu tadi hanya mimpi?" gumam Xuan Lan sambil memegang dagunya.


Di sisi lain.


Kakek Shi bingung harus berbuat apa kepada pangeran Zhan. Pangeran Zhan terus saja mondar-mandir tidak jelas setelah Xuan Lan masuk ke dalam entah ruangan apa tadi.


"Bisakah kau duduk dan diam?" tanya kakek Shi untuk kesekian kalinya.


"Kapan Xuan Lan akan kembali kek?" tanya pangeran Zhan lagi.


"Aku sudah mengatakan, ia akan kembali jika ia sudah bisa membuka pintu itu dengan sendirinya" ucap kakek Shi lelah karena terus menjelaskan hal itu kepada pangeran Zhan.


"Tapi berapa lama? Aku perlu kau memberitahukanku waktunya" ucap pangeran Zhan sambil menghadap kakek Shi dengan wajah yang terlihat memohon.


Kakek Shi menghela nafasnya. Ia merasa sangat aneh dengan manusia di hadapannya ini.


"Berapa tahun? Satu tahun atau dua tahun?" tanya pangeran Zhan lagi.


"Aku tidak tau tetapi perkiraanku mungkin sekitar lima atau sepuluh bahkan seratus tahun juga bisa" ucap kakek Shi.


"Se-seratus tahun?" tanya pangeran Zhan sambil mengerutkan alisnya.


"Mungkin, Zhan. Mungkin" ucap kakek Shi.


"Kenapa lama sekali" ucap pangeran Zhan lagi.


"Itu karena kau juga memerlukan waktu untuk berlatih agar bisa menjadi lebih kuat. Aku bahkan melihat tingkatan adikmu lebih tinggi daripada tingkatanmu" ucap kakek Shi.


"Memang Xuan Lan memiliki energi?" tanya pangeran Zhan. Ia kira selama ini Xuan Lan hanya menggunakan energi fisiknya saja.


"Kau ini bodoh atau bagaimana. Xuan Lan berada di energi 5 tingkat 10. Ia datang kemari karena ia ingin menembus energi Swazi" ucap kakek Shi kesal.

__ADS_1


"Li-lima tingkat sepuluh?" ulang pangeran Zhan.


"Sial bahkan aku saja hanya di energi 3 tingkat 8. Kakek kau mau kan mengajariku berkultivasi, aku ingin melindungi Xuan Lan" ucap pangeran Zhan.


Kakek Shi tersenyum. Ia menganggukkan kepalanya pertanda ia menyetujui ucapan pangeran Zhan.


"Apa kau mau memulai latihan sekarang?" tanya kakek Shi. Pangeran Zhan menganggukkan kepalanya antusias, ia tidak ingin kalah dari Xuan Lan dan ia akan melindungi Xuan Lan dengan sepenuh hatinya.


"Baik, pelajaran pertamamu adalah lari mengelilingi tempat ini sebanyak seratus kali" ucap kakek Shi.


Pangeran Zhan langsung melakukannya tanpa membantah. Ia sudah sering disuruh Xuan Lan berlari seperti ini saat mereka sedang berlatih bersama. Katanya agar sendi dan otot pangeran Zhan tidak membengkak jika sudah menerima latihan yang sesungguhnya.


Setelah seratus kali putaran, pangeran Zhan kembali ke tempat kakek Shi. Ia terlihat hanya menggunakan pakaian bawahnya saja, tubuh bagian atasnya sudah tidak tertempel satu pun pakaian hanya ada keringat yang mengalir di tubuh kekar milik pangeran Zhan.


"Kau kuat juga rupanya" ucap kakek Shi. Ia kemudian meminta pangeran Zhan untuk menimba beberapa ember air dari sungai yang berada di luar gua.


Pangeran Zhan tetap melakukannya tanpa membantah. Saat ember-ember itu sudah terkumpul, kakek Shi meminta pangeran Zhan mengembalikan lagi air yang berada dalam ember itu ke sungai yang tadi.


Pangeran Zhan mulai mencebikkan bibirnya kesal. Ia merasa dipermainkan oleh kakek Shi tetapi ia teringat perkataan Xuan Lan jika ia tidak boleh membantah apapun perkataan orang yang ingin mengajarinya walaupun itu terkesan tidak masuk akal. Kata Xuan Lan, semakin kau menggerutu tidak jelas maka orang itu akan semakin senang dan semakin mempersulitmu.


Kakek Shi kagum dengan sikap pangeran Zhan yang tidak membantah dirinya sama sekali. Ia kira pangeran Zhan akan berteriak dan marah-marah jika ia menyuruhnya untuk mengembalikan air tadi ke sumbernya.


"Memang kakak adik yang serasi" gumam kakek Shi sambil menatap punggung pangeran Zhan yang sedang membawa ember di kedua tangannya itu.


Setelah semua air yang ada di ember sudah dikembalikan oleh pangeran Zhan ke asalnya, kakek Shi kemudian meminta pangeran Zhan untuk berendam di air sungai yang berada di dalam gua ini. Air sungai yang airnya berasal dari air terjun yang berisi ruangan aneh yang sudah mengurung Xuan Lan.


Pangeran Zhan kembali menurut. Ia kemudian berendam sambil membersihkan dirinya dari keringat yang ia rasa sangat mengganggu dirinya itu. Setelah berendam, pangeran Zhan masuk ke rumah kakek Shi dan berganti pakaian. Ia kembali menghampiri kakek Shi yang berada di depan rumah.


"Kita lanjutkan latihannya besok lagi" ucap kakek Shi tanpa memandang pangeran Zhan sedikitpun.


"Baiklah kek" ucap pangeran Zhan pasrah.


•••


**jangan lupa vote komen rate dan like

__ADS_1


thankyouu**


__ADS_2