PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
SEMBILAN PULUH DUA


__ADS_3

"Kemana kita akan pergi Lan'er?" tanya pangeran Zhan.


"Ke arah selatan" ucap Xuan Lan sambil tersenyum tipis.


•••


"Baiklah" ucap pangeran Zhan sambil mengikuti kemanapun Xuan Lan akan melangkahkan kakinya.


Arah selatan adalah arah dimana mereka akan menuju ke kekaisaran Tang. Xuan Lan sudah memang belum mengetahui letak sesungguhnya gunung harapan itu. Jika ia bertanya pada keluarganya maka mereka akan dengan mudah menganggu Xuan Lan dengan mereka akan menghampirinya di gunung harapan. Maka dari itu, ia tidak memberitahukan apapun kepada mereka termasuk pangeran Zhan sendiri dan untungnya pangeran Zhan juga tidak banyak bertanya kemana mereka akan pergi.


Mereka sudah melalui kurang lebih setengah perjalanan tetapi sudah ada beberapa rampok yang menghadang mereka.


"Rampok lagi" ucap pangeran Zhan jengah.


"Minggirlah kalian semua, kami hanya ingin lewat" ucap pangeran Zhan datar.


"Tidak bisa sebelum kalian menyerahkan semua harta kalian hahaha" ucap salah satu perampok sambil tertawa dengan keras.


"Kami bahkan tidak membawa barang apapun" ucap pangeran Zhan sambil menaikkan tangannya ke atas.


"Ah, sial. Kalian pasti sudah menyembunyikannya" teriak perampok tadi.


"Ayo kita geledah saja" ucap perampok yang lainnya.


Tangan mereka sudah maju ingin menggeledah isi pakaian Xuan Lan dan pangeran Zhan tetapi mereka berdua langsung menghindar.


"Apa yang akan kalian lakukan hah?" teriak pangeran Zhan karena mereka semua hampir saja menyentuh Xuan Lan.


"Berisik, serang!" ucap salah seorang dari mereka.


Perampok yang menggunakan pakaian serba hitam itu kemudian menyerang Xuan Lan dan pangeran Zhan. Kekuatan mereka tidak ada apa-apanya dibanding dengan kekuatan Xuan Lan dan pangeran Zhan. Dalam sekejap mereka semua tumbang di tangan Xuan Lan dan pangeran Zhan.


"Apa mata kalian perlu aku tusuk agar kalian bisa melihat jelas jika kami tidak membawa barang apapun hah?" tanya pangeran Zhan yang masih kesal karena perlakuan tidak sopan mereka tadi.


"Bukankah jika kau menusuk mata mereka maka mereka akan menjadi buta dan tidak bisa melihat?" bisik Xuan Lan kepada pangeran Zhan.


"Diamlah, aku sedang emosi" ucap pangeran Zhan kepada Xuan Lan.


"Ti-tidak tuan" ucap para perampok ketakutan.


"Kenapa kalian merampok?" tanya Xuan lan dingin.


"K-kami tidak memiliki pekerjaan sehingga kami terpaksa merampok" ucap salah seorang dari mereka dengan gemetar.


"Apakah kalian tidak bisa mencari pekerjaan? Bukankah sudah banyak kedai yang bisa menerima kalian? Kenapa kalian tidak mencoba ingin bekerja disana hah?" tanya Xuan Lan lagi.


"Kami malu" ucap seorang dari mereka.


"Bodoh!" ucap pangeran Zhan.


"Apa kurangnya kalian jika bekerja di kedai seperti itu? Kalian hanya menyajikan makanan dan sudah bisa mendapat uang sedangkan jika merampok seperti ini tubuh bahkan nyawa kalian semua yang menjadi taruhannya" lanjutnya.


"Badan kami kekar seperti ini tidak pantas jika kami menjadi pelayan kedai tuan" ucap seseorang lagi dari mereka.


"Hanya tiga orang dari kalian yang bertubuh kekar yang lainnya masih memiliki tubuh yang biasa saja" ucap Xuan Lan menahan tawanya.


"Apa kalian mau jika menjadi penjaga di kedai-kedai itu?" tanya Xuan Lan.


"Tentu saja mau nona, tapi bukannya seluruh pelayan di kedai yang nona maksudkan bukankah mereka sudah memiliki kemampuan beladiri yang baik?" tanya seorang lagi dari mereka.


"Ya, tapi tugas mereka yang sebenarnya adalah melayani pelanggan bukan untuk meredam kekacauan yang terjadi di dalam kedai" ucap Xuan Lan.


"Tapi tetap saja karena kedai mereka hanya membutuhkan pelayan dan koki tidak dengan penjaga kedai" ucap seorang dari mereka.


"Lagipula memangnya kau ini siapa nona hingga kau sangat yakin jika pemilik kedai itu membutuhkan penjaga untuk kedainya" tanya mereka.

__ADS_1


"Karena aku adalah pemilik kedai itu" ucap Xuan Lan singkat.


"Hahaha, kalau mau menipu jangan menipu kami nona" ucap mereka disertai tawa renyahnya.


"Jika kau memang pemilik kedai itu kenapa tidak ada pengawalan seperti orang kaya pada umumnya hahaha" ucap seorang dari mereka lagi.


"Terserah kalian mau percaya atau tidak. Jika kalian tidak ingin mencari pekerjaan maka aku akan melaporkan kalian pada Gold Tiger agar orang-orang yang membahayakan nyawa orang lain seperti kalian bisa segera dimusnahkan" ucap Xuan Lan lalu pergi begitu saja.


"Kau membiarkan mereka begitu saja?" bisik pangeran Zhan kepada Xuan Lan.


"Tentu" ucap Xuan Lan sambil tersenyum.


"Tapi bukankah mereka nanti-a" ucapan pangeran Zhan terpotong tatkala jari telunjuk milik Xuan Lan sudah ia taruh di mulut pangeran Zhan.


"Diam dan lihatlah" ucap Xuan Lan.


3


2


1


"Tuan, nona tunggu" ucap mereka.


"Lihatkan hasilnya" ucap Xuan Lan sambil tersenyum tipis.


"Apa?" ucap pangeran Zhan sambil membalikkan tubuhnya.


"Kami ingin ikut tuan dan nona" ucap salah seorang dari mereka.


"Ikut kemana?" tanya Xuan Lan.


"Ikut ke kedai" jawab mereka.


"Kedai? Memangnya kalian mau apa ke kedai?" tanya Xuan Lan lagi.


"Pekerjaan apa?" tanya Xuan Lan.


"Menjadi penjaga kedai" ucap mereka.


"Tinggal ikuti saja kami" ucap Xuan Lan acuh kemudian berjalan kembali.


Akhirnya mereka telah sampai di kekaisaran Tang.


"Apa kau haus Lan'er?" tanya pangeran Zhan lembut yang dibalas gelengan oleh Xuan Lan.


"Kalian mau kemana?" tanya pangeran Zhan.


"Kami ingin mengikuti tuan dan nona ke kedai untuk mencari pekerjaan" ucap salah seorang dari mereka.


"Kedainya ada disitu kalian tinggal bilang jika kalian ingin bekerja disana menjadi penjaga kedai" ucap pangeran Zhan.


"Tapi bukankah tuan dan nona yang akan mengatakan itu kepada mereka?" tanya mereka takut-takut.


"Untuk apa kami repot-repot meminta pekerjaan untuk orang lain? Kalian masih memiliki mulut kan? Kalian bisa bicara sendiri kesana" ucap Xuan Lan.


"Ingat perkataanku, jangan menyerah dalam satu kali percobaan" ucap Xuan Lan kemudian meninggalkan para perampok itu.


"Cepatlah kalian mengatakan kalau kalian ingin bekerja disana daripada kalian ditangkap Gold Tiger" ucap pangeran Zhan yang membuat para perampok tadi langsung merinding.


Pangeran Zhan kemudian meninggalkan mereka untuk menyusul Xuan Lan. Para perampok yang kebingungan kemudian saling pandang.


"Bagaimana apakah kita harus berbicara kepada para pelayan itu?" tanya seseorang dari mereka.


"Mau tidak mau kita harus melakukannya. Ayolah kita mencoba" jawab yang lainnya sambil berjalan menuju kedai yang dimaksud Xuan Lan tadi.

__ADS_1


Mereka kemudian masuk ke kedai yang ditunjuk oleh Xuan Lan. Awalnya para pelayan terkejut akan kedatangan mereka karena para pelayan mengira jika orang-orang berpakaian serba hitam itu akan meyerang kedai mereka tetapi para perampok kemudian menjelaskan tujuan mereka kesana.


"Kalian bisa langsung ke ruangan yang ada disana" ucap seorang pelayan sambil menunjukkan salah satu ruangan.


Mereka kemudian berjalan menuju ruangan tadi. Diketuklah pintu berwarna coklat yang ada di hadapan mereka.


"Masuk"


Setelah mendengar ucapan dari dalam, mereka lalu memasuki ruangan bersama-sama. Rasanya sangat sesak dan sempit, sungguh.


"Ada apa tujuan kalian kemari?" tanya orang yang duduk di balik meja itu.


"Kami ingin bekerja disini" ucap mereka serempak.


Orang tadi agak terkejut tapi ia kemudian duduk dengan tegap.


"Maaf, tapi pelayan yang ada disini sebenarnya sudah cukup. Jika ingin ditambah maka hanya bisa tiga orang yang bekerja disini" ucapnya sopan.


"Kami bukan ingin menjadi pelayan, tetapi kami ingin menjadi penjaga kedai disini" ucap salah satu dari mereka.


"Tapi setiap pelayan kami sudah memiliki bakat beladiri tersendiri" jawab orang yang duduk di balik meja tadi.


"Ya, tetapi tugas mereka tetap saja hanya melayani pelanggan bukan untuk mengatasi kekacauan yang terjadi di kedai ini" ucap seseorang dari mereka dengan lugas seperti apa yang Xuan Lan ucapkan tadi.


Wanita yang berada dibalik meja tadi tampak berpikir. Yang diucapkan para pria dihadapannya memang ada benarnya. Jika ada kekacauan dan pelayan yang mengatasinya maka hal itu akan mengacaukan pelanggan yang lainnya. Tetapi ia masih ingin berdebat dengan para pria di hadapannya ini. Ia ingin melihat seberapa gigihnya mereka walaupun permintaannya sudah ia tolak.


"Maaf, pelayan disini masih bisa mengatasinya" ucap wanita tadi.


"Kau ini! Kami sudah mengatakannya dengan sopan kenapa kau masih tidak menerima kami hah?" teriak salah satu dari mereka.


"Tenanglah dulu, ingat nona tadi sudah mengatakan apa pada kita" ucap yang lainnya.


"Maafkan teman kami nyonya. Ia memang mudah marah" ucap seorang dari mereka sambil tersenyum kikuk.


"Ya, tidak masalah. Tetapi pelayan kami bisa menghadapi masalahnya sendiri" ucap wanita tadi tetap kukuh.


"Nyonya, perhatikan juga kenyamanan pelanggan anda. Jika pelanggan anda nyaman maka kedai ini akan semakin ramai" balas pria yang masih berbicara tadi.


"Kami bisa mengatur agar para pelayan bisa membagi kegiatannya menjadi pelayan yang sesungguhnya dan pelayan yang khusus mengahadapi kekacauan" ucap wanita tadi lagi.


"Nyonya, pikirkanlah lagi. Jika seperti itu kasihan para pelayan anda. Apakah anda tidak memiliki hati sampai anda tega membiarkan pelayan bekerja berbeda dengan pekerjaan yang aslinya?" ucap orang yang berbicara tadi.


"Tapi-a" belum selesai wanita itu berucap, Xuan Lan dan pangeran Zhan telah masuk ke dalam sana.


"Sudahlah, tidak perlu mendebat lagi. Biarkan mereka menjadi penjaga kedai dan kau bagi mereka ke seluruh kedai kita yang berada di kekaisaran Tang" ucap Xuan Lan.


"re- baik nona" ucap wanita tadi gugup karena mendapat pelototan dari Xuan Lan.


"Nona!" ucap para perampok itu bersamaan.


"Apa?" tanya Xuan Lan datar.


"Terimakasih" ucap mereka bersamaan lagi.


"Maaf, kami tadi sempat meragukan nona" ucap mereka sambil menunduk.


"Ya" jawab Xuan Lan singkat.


"Setelah ini, kalian tidak akan berada dalam satu kelompok lagi. Kalian akan disebar ke seluruh kedai yang berada di wilayah kekaisaran Tang" ucap Xuan Lan.


"Baik nona" ucap mereka sambil menunduk hormat.


•••


**jangan lupa vote komen like dan rate.

__ADS_1


bt bgt udah nulis banyak trs keluar dari app sebentar malah tulisannya ilang, terpaksa nulis ulang deh.


diupdate pukul 17.58**


__ADS_2