PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
TUJUH PULUH ENAM


__ADS_3

Tangan Xuan Lan kemudian bersatu dan timbulah suara.


**prok prok


"Tigers!" ucap Xuan Lan.


•••


Munculah segerombolan orang dengan topeng harimau dan tak lupa dengan warnanya yang separuh emas yang mengelilingi seluruh aula utama.


Kaisar Xiao dan yang lain sangat terkejut pasalnya Gold Tiger biasanya tidak akan datang ke acara ulang tahun seperti ini. Mereka akan mengirimkan surat yang ditulis langsung oleh sang reine bahwa acara ulang tahun seperti ini hanyalah membuang-buang waktu berharga yang dimiliki Gold Tiger. Tetapi Xuan Lan bisa memanggil Gold Tiger agar datang ke acara ulang tahun kaisar Xiao.


"Kau suka?" tanya Xuan Lan memecah keheningan saat para Tigers itu datang.


"Ya, Zhen mengucapkan terimakasih kepada putri Xiao Lan karena sudah mau menghadirkan Gold Tiger di acara ulang tahun Zhen" ucap kaisar Xiao sambil tersenyum.


Xuan Lan tidak setuju dengan ucapan kaisar Xiao. Ia meletakkan tangan kirinya di pinggangnya dan tangan kanannya yang mengeluarkan telunjuknya lalu berputar-putar seakan mengatakan tidak boleh tak lupa dengan kepalanya yang bergeleng-geleng.


"Berterimakasihlah kepada aku, Xuan Lan" ucap Xuan Lan sambil menepuk-nepuk dada bagian kirinya.


Kaisar Xiao menghentikan senyumannya. Ia menatap Xuan Lan dengan tatapan tidak bisa terbaca.


"Maaf, putri Xuan Lan" ucap kaisar Xiao lesu.


"Ya, kali ini kumaafkan tapi lain kali aku tidak menjamin" ucap Xuan Lan ketus sambil mengalihkan pandangannya dari kaisar Xiao.


Kaisar Xiao sangat sakit mendengar ucapan Xuan Lan. Ia selalu memandang Xuan Lan dengan tatapan sendunya.


Xuan Lan kemudian menatap para Tigers lalu mendecakkan lidahnya kesal. Bagaimana kaisar Xiao ini, padahal tamu yang di tunggu-tunggunya sudah tiba tapi ia tidak mempersilakan mereka duduk.


"Kau ini bagaimana kaisar Xiao? Tamu yang kau tunggu-tunggu sudah tiba tetapi kenapa tidak kau persilahkan mereka untuk duduk?" tanya Xuan Lan kesal.


Kaisar yang tersadar segera mengatakan kepada kasim agar mempersiapkan tempat untuk para Tigers.


"Silakan duduk di tempat yang sudah dipersiapkan" ucap kaisar Xiao ramah.


Para Tigers mengangguk kemudian mereka duduk di tempat yang telah dipersiapkan untuk mereka. Setelah mereka duduk kaisar Xiao kembali berkata.

__ADS_1


"Dimana sang reine?" tanyanya penasaran.


Ho sebagai vice-reine kemudian menjawab.


"Reine sudah berada disini sejak lama, tapi ia belum ingin memperlihatkan dirinya" ucap Ho datar dan dingin yang membuat bulu kuduk semua orang berdiri.


Pikiran orang-orang sudah berkeliaran kesana kemari. Apa maksud dari vice-reine yang mengatakan jika sang reine sudah berada disini sejak lama? Apakah ia bersembunyi di atas genteng atau ia sudah berada di sekitar mereka? Atau jangan-jangan sang reine adalah lelaki yang tempo hari itu datang kesana dan mengatakan jika dirinya adalah Z.


Kepala mereka lalu berputar-putar untuk mencari Z di tempatnya tetapi ia sudah tidak ada disana. Entah sejak kapan ia pergi tidak ada yang tau. Orang-orang masih berpikir dimana sang reine berada sedangkan reine yang sedang dicari hanya senyum-senyum sendiri.


"Ini baru satu hadiah dariku. Masih ada beberapa hadiah yang akan kuberikan padamu" ucap Xuan Lan lagi.


Kaisar Xiao sedikit terkejut pasalnya Xuan Lan tadi mengatakan jika ia tidak memiliki uang sama sekali tetapi mengapa ia masih ingin memberi beberapa hadiah padanya?


"Vice-reine bisakah kau kemari?" tanya Xuan Lan sambil menghadap Ho.


Ho kemudian berjalan menuju Xuan Lan yang membuat semua orang lagi-lagi terkejut. Mereka tidak mengira jika vice-reine akan mengikuti perintah Xuan Lan.


"Kau memiliki hadiah yang kuminta untuk kaisar Xiao kan?" tanya Xuan Lan.


"Tentu saja re- putri Xuan Lan" ucap Ho sedikit gugup karena ia mendapat pelototan tajam dari Xuan Lan.


"Ini baru peringatan" bisik Xuan Lan kepada Ho.


Xuan Lan membuka gulungan itu. Ia tersenyum puas kemudian ia berjalan menuju kaisar Xiao dan memberikan gulungan itu kepadanya.


"Ini hadiahku yang lainnya" ucap Xuan Lan sambil tersenyum sangat manis yang akan membuat orang lain diabetes.


Kaisar Xiao lalu menerima gulungan itu dan membukanya. Ia mulai membaca gulungan itu dengan seksama dari bait pertama sampai bait terakhir. Tiba-tiba matanya membulat sempurna dengan dahi yang mengerut lalu ia menjatuhkan gulungan itu ke lantai.


"Tidak mungkin" ucapnya.


Semua orang dibuat bertanya-tanya dengan gulungan yang sudah terjatuh dari tangan kaisar Xiao itu. Tadi saat putri Xuan Lan membuka gulungan itu ia tersenyum puas sedangkan saat kaisar Xiao yang membacanya ekspresinya menjadi berubah terkejut dan kekecewaan sangat nampak di wajahnya.


"Aku sudah yakin jika kau tidak percaya, kaisar Xiao" ucap Xuan Lan sambil tersenyum sinis.


Kaisar Xiao memandang Xuan Lan dengan tatapan bingung. Ia tidak tau harus berkata apa sekarang ini. Lidahnya terasa kelu dan tubuhnya terasa lemas.

__ADS_1


"Vice-reine berikan lagi yang lainnya" ucap Xuan Lan lagi.


Vice-reine kemudian mengangkat tangannya ke udara dan lima orang Tigers langsung melompat ke arah mereka. Orang-orang sedikit terlonjak dari tempatnya karena keterkejutan mereka terhadap gerakan para Tigers yang sangat cepat itu, pantas saja musuh mereka tidak bisa menyentuh mereka sedikitpun jika gerakan mereka sangat cepat seperti itu.


Lima orang itu lalu mengeluarkan masing-masing sebuah gulungan dari balik pakaian mereka. Vice-reine kemudian mengambil masing-masing gulungan itu dan memberikannya kepada Xuan Lan. Xuan Lan menerima gulungan itu dengan dagunya yang diangkat setinggi mungkin disertai pandangan matanya yang lebih tajam dari biasanya dan seulas senyum yang sangat sinis.


Xuan Lan terlebih dulu membuka satu per satu gulungan itu. Saat membuka gulungan terakhir, ia sengaja menghadap ke arah permaisuri Juan dan menjatuhkan gulungan itu lalu mengambilnya lagi. Permaisuri Juan yang melihat sekilas tanda pada gulungan itu menutup mulutnya dan membulatkan matanya secara sempurna.


Permaisuri Juan lalu membisikkan sesuatu kepada pelayan yang ada di belakangnya kemudian dayang itu pergi dari aula utama.


Xuan Lan yang melihat reaksi itu masih tersenyum sinis dan melirik dengan tatapan yang sangat mematikan. Ia lalu menggulung kembali gulungan tadi dan melemparkannya di pangkuan kaisar Xiao.


"Bacalah itu semua, jika kurang aku masih memiliki yang lainnya" ucap Xuan Lan dingin.


Kaisar Xiao kembali membuka setiap gulungan yang ada di pangkuannya dengan tangan yang gemetar. Keringat mulai bercucuran dari tubuhnya. Sesekali ia menarik nafas dengan tidak teratur karena setiap huruf yang berada di gulungan itu membuatnya sulit bernafas.


Pelayan dari permaisuri Juan lalu kembali. Ia lalu membisikkan sesuatu pada permaisuri Juan. Setelah pelayan itu membisikkan sesuatu terlihatlah wajah permaisuri Juan yang sudah mulai pucat dan tubuhnya yang mengerluarkan keringat dingin.


Kaisar Xiao telah selesai membaca lima gulungan yang diberikan olehnya. Tiba-tiba air matanya jatuh lalu ia mengusapnya lagi.


"Kaisar Xiao" panggil Wang Yu Yan.


"Bolehkah aku meminta hadiahku saat kemarin aku, Xuan Lan dan Jiang Yuan menemukan kalung dimensi anggrek?" tanya Wang Yu Yan sopan.


Sebenarnya orang-orang disana memandang aneh pada Wang Yu Yan karena ia meminta hadiahnya saat putri Xuan Lan sedang memberikan hadiah kepada kaisar Xiao.


Kaisar Xiao menatap Xuan Lan terlebih dulu dan Xuan Lan menganggukkan kepalanya.


"Silakan putri Yu Yan" ucap kaisar Xiao.


"Bolehkah aku meminta hadiah keadilanku sekarang?" tanya Wang Yu Yan lagi.


"Keadilan apa yang putri Yu Yan inginkan?" tanya kaisar Xiao lagi.


"Keadilan untukku dan adikku yang sudah tiada" ucap Wang Yu Yan tegas.


•••

__ADS_1


selamat hari senin!🌞


__ADS_2