
"Sampai jumpa, kita pasti akan bertemu lagi" ucap Xuan Lan sebelum ia benar-benar pergi bersama pangeran Zhan.
"Pasti, reine" ucap para Tigers serempak.
•••
"Berat juga ya meninggalkan mereka semua" ucap pangeran Zhan saat berada di perjalanan menuju kekaisaran Li.
"Apa kau menyesal menemaniku? Kau masih bisa kembali sekarang" ucap Xuan Lan.
"Bukan begitu maksudku. Maksudku adalah saat aku pergi meninggalkan istana rasanya mudah sekali tidak seperti saat meninggalkan Gold Tiger" ucap pangeran Zhan.
"Ya, kau benar" ucap Xuan Lan. Mereka lalu melanjutkan perjalanannya dengan pikiran masing-masing.
Sesampainya di gerbang kekaisaran Li mereka langsung masuk kesana dan sudah disambut oleh beberapa warga. Mereka kemudian memasuki istana kekaisaran Li. Disana kedatangan mereka memang sudah ditunggu oleh seluruh anggota keluarga kaisar Li karena Xuan Lan sudah mengirimkan surat bahwa ia akan datang hari ini sehingga semua orang mengosongkan jadwalnya.
"Akhirnya putri kami datang juga" ucap permaisuri Kaili dengan senyumnya.
"Ibu" ucap Xuan Lan sambil memeluk permaisuri Kaili dan yang lainnya.
"Ayo kita masuk" ucap kaisar Li kemudian melangkah dan disusul yang lainnya.
"Wah, banyak sekali makanan disini" ucap Xuan Lan senang.
"Tentu saja, ini semua kami siapkan untuk menyambut kalian berdua" ucap pangeran Xian.
"Ya, terimakasih. Ayo kita makan" ucap Xuan Lan yang langsung mengambil makanan tanpa menunggu yang lainnya.
"Kau ini selalu saja" ucap pangeran ketiga pura-pura kesal.
"Aaaa" ucap Xuan Lan sambil mengarahkan makanan yang sudah digigitnya ke mulut pangeran ketiga dan pangeran ketiga langsung menerima suapan itu.
"Bilang saja kalau mau disuapi" ucap Xuan Lan yang membuat semua orang tertawa.
"Mari pangeran Zhan kita makan" ucap selir Dyn kepada pangeran Zhan yang hanya dibalas anggukan oleh pangeran Zhan karena ia masih merasa canggung saat berada di antara anggota keluarga kekaisaran Li.
Setelah makan mereka memilih duduk di gazebo untuk bertukar cerita seperti biasanya.
"Harusnya jika mau datang kau mengabari kami dulu seperti ini jadi kami bisa meninggalkan pekerjaan kami sejenak" ucap pangeran Xian yang disetujui oleh yang lainnya.
"Tentu saja kalian tidak boleh memiliki kegiatan saat aku disini karena ini adalah pertemuan yang istimewa" ucap Xuan Lan.
"Cihh, apanya yang istimewa. Ini semua terlihat seperti biasanya" ucap pangeran kedua.
"Karena aku ingin berpamitan kepada kalian, aku ingin pergi ke suatu tempat bersama Zhan gege selama beberapa tahun" ucap Xuan Lan yang membuat semua orang tersedak saat meminum tehnya.
__ADS_1
"Apaa?" teriak mereka serempak yang membuat Xuan Lan dan pangeran Zhan menutup telinga mereka.
"Apakah kalian tidak bisa jika tidak berteriak?" ucap Xuan Lan kesal.
"Jangan mengada-ada, Lan'er" ucap kaisar Li sambil tertawa.
"Apakah aku terlihat sedang bercanda ayah?" tanya Xuan Lan dengan datar dan dengan raut wajahnya yang serius.
"Kenapa kau harus pergi Lan'er?" tanya selir Dyn sedih.
"Aku memiliki urusan yang perlu aku selesaikan" jawab Xuan Lan.
"Urusan apa itu Lanlan?" tanya pangeran Xian.
"Kalian tidak perlu tau" ucap Xuan Lan.
"Aku ikut" ucap kelima pangeran secara bersamaan.
"Tidak" ucap pangeran Zhan dan Xuan Lan bersamaan.
"Kenapa?" tanya kelima pangeran secara bersamaan lagi.
"Aku sudah memiliki Zhan gege dan cukup dia yang mengikutiku aku tidak mau kalian nanti hanya merepotkanku" ucap Xuan Lan ketus.
"Xuan Lan" teriak mereka kesal kemudian berlari untuk mengejar Xuan Lan.
"Ya?" ucap pangeran Zhan.
"Apakah benar kalian akan pergi? Lalu kalian akan pergi kemana?" tanya kaisar Li lirih.
"Benar, kami memang akan pergi dan untuk tujuannya aku tidak tau karena Xuan Lan tidak pernah memberitahukan kepadaku" ucap pangeran Zhan.
"Kenapa kalian tidak membawa perlengkapan jika ingin pergi?" tanya kaisar Li lagi.
"I-itu karena akan merepotkan jika kami membawa terlalu banyak barang jadi kami putuskan untuk tidak membawa barang apapun" ucap pangeran Zhan berbohong.
"Aku bukan berbohong aku hanya tidak ingin salah ucap saja karena kalung dimensi hanya beberapa orang yang memilikinya" batin pangeran Zhan di dalam hatinya.
"Baiklah, aku akan memberikan koin untuk kalian berdua bertahan hidup" ucap kaisar Li sambil memberikan satu kantong koin emas kepada pangeran Zhan.
"Kami sangat berterimakasih atas pemberian paman tetapi saya kira kami tidak bisa menerima uang itu paman" ucap pangeran Zhan sopan.
"Kenapa?" tanya kaisar Li heran.
"Karena koin dari Gold Tiger sudah lebih dari cukup untuk perjalanan kami" ucap pangeran Zhan yang membuat kaisar Li menundukkan pandangannya.
__ADS_1
"Lebih baik paman berikan saja koin itu kepada Xuan Lan. Dia kan mata duitan paman" ucap pangeran Zhan mencoba menghibur kaisar Li.
Kaisar Li mendongak menatap pangeran Zhan. Xuan Lan tidak pernah mau ia beri apapun, Xuan Lan hanya akan menerima pakaian dari kaisar Li dan pakaian itu hanya ia pakai saat ia sedang berada di kekaisaran Li saja. Kaisar Li lebih memilih memasukkan kembali kantung berisi koin emas itu ke balik pakaiannya lagi.
"Kau saja tidak mau menerimanya apalagi Xuan Lan" ucap kaisar Li murung.
"Lan'er, kemari kau" teriak pangeran Zhan pada Xuan Lan yang masih berlarian dengan para pangeran itu.
"Ya, tunggu sebentar" ucap Xuan Lan sambil berlari menuju ke arah pangeran Zhan dan yang lainnya.
"Ada apa gege?" tanya Xuan Lan sambil menyeka keringatnya. Ia hanya melihat mata pangera Zhan yang terus melirik ke arah kaisar Li, Xuan Lan yang paham langsung menghampiri kaisar Li.
"Ayah" ucap Xuan Lan sambil memeluk kaisar Li.
"Ayah tenang saja dan tidak perlu khawatir karena aku akan selalu bersama Zhan gege" ucap Xuan Lan.
"Tetap saja kau ini putriku satu-satunya" ucap kaisar Li sambil menitikkan air matanya.
Xuan Lan menghapus air mata kaisar Li dengan lembut.
"Ya, memang aku adalah putrimu dan hanya aku yang boleh menjadi putrimu" ucap Xuan Lan sambil tersenyum.
Kaisar Li kembali tersenyum setelah mendengar ucapan Xuan Lan. Ia kemudian membalas pelukan Xuan Lan dengan sangat erat.
"Ayah aku tidak bisa bernafas uhukk" ucap Xuan Lan sambil terbatuk.
Kaisar Li segera melepas pelukkannya dengan Xuan Lan. Ia lalu mencium kening Xuan Lan dengan rasa sayang yang tidak pernah ada habisnya. Xuan Lan lalu bergantian memeluk kedua ibu angkatnya serta kelima kakak angkatnya.
"Lanlan, jangan pergi terlalu lama" ucap pangeran Xian.
"Aku tidak bisa menjajikan apapun padamu. Yang jelas aku hanya bisa berjanji jika aku akan kembali pada suatu saat nanti" ucap Xuan Lan saat berada di pelukan pangeran Xian.
"Belajarlah yang rajin agar kau bisa menjadi kaisar yang lebih baik dari kaisar yang sebelumnya, Xian gege" ucap Xuan Lan sambil melepaskan pelukannya.
"Kami pergi dulu" ucap Xuan Lan.
Xuan Lan dan pangeran Zhan kemudian pergi melalui gerbang depan. Mereka diantar oleh seluruh anggota istana kekaisaran Li dengan penuh haru. Ada beberapa pelayan yang ikut menangis karena Xuan Lan akan pergi lama, mereka sangat menyukai Xuan Lan karena sikap rendah hatinya.
"Kemana kita akan pergi Lan'er?" tanya pangeran Zhan.
"Ke arah selatan" ucap Xuan Lan sambil tersenyum tipis.
•••
**jangan lupa vote komen rate dan like. thanks
__ADS_1
di update pukul 09.31**