PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
DELAPAN PULUH


__ADS_3

"Pembunuh, kau dasar pembunuh!" teriak kaisar Wang, ia semakin mengeratkan cengekeramannya ke leher permaisuri Juan.


"S-saya t-tidak b-bers-a-lah" ucap permaisuri Juan terbata.


"Kaisar Wang tunggu, jangan mengotori tangan anda seperti itu" teriak jenderal Jiang.


•••


Kaisar Wang tidak melepaskan cengkeramannya tetapi ia menanggapi ucapan jenderal Jiang.


"Kenapa?" tanyanya datar.


"Putri anda masih hidup!" ucap kaisar Wang.


Kaisar Wang lalu melepaskan cengkeramannya dari leher permaisuri Juan dan menatap jenderal Jiang penuh tanya.


"Putri anda adalah Jiang Yuan" ucap jenderal Jiang.


Semua orang yang berada disana terkejut karena fakta ini bahkan Jiang Yuan sendiri. Ia yang sedang memakan makanannya menjadi tersedak.


"A-apa?" tanya kaisar Wang tidak percaya.


"Hamba mendengar rintihan tangisan yang sangat lemah saat proses kremasi putri Wang Yuan akan berlangsung jadi hamba mengambil putri Yuan dan menggantinya dengan ranting kayu yang hamba beri pakaian putri Yuan"


"Hamba terpaksa membohongi yang mulia karena hamba takut nyawa putri Yuan akan terancam lagipun ia masih sangat kecil, ia akan menjadi sasaran empuk orang yang akan membunuhnya lagi. Hamba pantas dihukum, kaisar" ucap jenderal Jiang sambil mendudukkan salah satu kakinya.


Kaisar Wang langsung menghampiri Jiang Yuan dan memeluknya dengan erat seakan hari esok tidak akan ada lagi.


"Kau putriku, Wang Yuan" ucap kaisar Wang sambil mengamati wajah Jiang Yuan.


Permaisuri Feng dan anak-anaknya juga ikut memeluk Jiang Yuan dengan erat sampai Jiang Yuan sesak nafas.


"Biarkan aku kesana terlebih dulu" pinta Jiang Yuan kepada keluarganya, ia lalu melangkahkan kakinya di tengah-tengah Xuan Lan dan Wang Yu Yan.


"Yuyu, kau adikku" ucap Wang Yu Yan sambil menangis ia lalu memeluk sejenak Jiang Yuan.


"Kaisar Xiao, aku meminta hadiahku sekarang"


"Silakan putri" ucap kaisar Xiao lemah.


"Aku, putri Xuan Lan dan putri Wang Yu Yan akan mengeksekusi secara langsung permaisuri Juan seperti dia mengeksekusi kami dulu" ucap Jiang Yuan.


"Jangan lupa dengan Xiao Xi" bisik Xuan Lan.


"Ya, dan Xiao Xi. Mereka berdua harus diadili dengan tangan kami sendiri" ucap Jiang Yuan tegas.


"Tapi apa kesalahan putri Xiao Xi?" tanya kaisar Xiao.


"Bukankah aku sudah mengatakannya tadi? Oh iya kau kan tidak akan percaya pada perkataanku" ucap Xuan Lan disertai tatapan kecewanya.


"Yang pertama, dia kalah taruhan dariku dan aku bebas menghukumnya dan aku memilih hukuman mati untuknya" ucap Xuan Lan sambil tersenyum miring.


"Jangan berlebihan putri Xuan Lan, hanya bertaruh tidak perlu sampai seperti itu" ucap kaisar Xiao masih membela Xiao Xi.


"Sampai kapan kau akan terus membelanya hah? Dia itu anak dari kasim An bukan anakmu" ucap Xuan Lan jengah.


"Yang kedua, dia telah berulang kali mencoba membunuhku dan yang ketiga ia sudah tidak suci lagi" ucap Xuan Lan sambil tersenyum sinis.


"Apa maksud ucapanmu sebelumnya?" tanya kaisar Xiao bingung.


"Xiao Xi adalah anak dari kasim An, apakah aku kurang jelas saat mengatakannya?"


"Bawa kasim An kemari!" ucap Xuan Lan kepada para Tigers.


"Tidak yang mulia, dia berbohong" ucap kasim An yang ditarik paksa oleh para Tigers itu.


Xuan Lan lalu mengeluarkan sesuatu dari balik hanfunya, sebuah pil.


"Ini adalah pil kejujuran, barang siapa yang meminum ini maka ia akan berkata dengan sangat jujur" ucap Xuan Lan. Ia lalu memasukkan pil tadi secara paksa ke mulut kasim An.


Glekk


Kasim An sudah menelan pil itu, sekarang Xuan Lan akan memulai aksinya.


"Apa hubunganmu dengan Xiu Juan?" tanya Xuan Lan.


"Kami adalah sepasang kekasih" jawab kasim An.


"Apakah kalian memiliki anak dalam hubungan kalian?" tanya Xuan Lan lagi.

__ADS_1


"Ya, putriku diberi nama oleh si brengsek itu Xiao Xi" jawab kasim An.


"Siapa si brengsek itu?" tanya Xuan Lan sambil sedikit melirik ke arah kaisar Xiao.


"Tentu saja Xiao Nan. Aku ingin sekali membunuhnya dan menjadikan tahtanya milikku hahaha" ucap kasim An tertawa.


"Jadi kau dan Xiu Juan berencana ingin merebut tahta kaisar Xiao?" tanya Xuan Lan sambil tersenyum miring.


"Ya, tentu saja" ucap kasim An angkuh.


Permaisuri Juan dan Xiao Xi tubuhnya terus saja terasa lemah. Wajah mereka sudah putih seperti mayat.


"Bagaimana kaisar Xiao?" tanya Xuan Lan sambil tersenyum angkuh.


"Panggil Xiao Xi ke hadapanku!" ucap Xuan Lan tegas.


"Xiao Xi berdirilah di hadapan putri Xuan Lan" ucap kaisar Xiao sedikit menggeram.


Dengan langkah yang takut Xiao Xi berjalan ke depan Xuan Lan. Xuan Lan langsung menyingkap lengan hanfu Xiao Xi.


"Tanganmu bersih sekali bahkan tidak ada tanda merah disini" ucapnya lantang.


Ia lalu melipat lengan hanfunya dan terlihatlah tanda bulatan merah yang berada di tangannya.


Tanda bulatan merah yang berada di lengan Xuan Lan adalah tanda jika ia masih suci. Tanda itu seharusnya hilang ketika ia sudah menikah. Jika ia sudah kehilangan tanda merahnya sebelum menikah berarti sudah bisa dipastikan jika ia sudah tidak suci lagi.


"Siapa yang menang Xiao Xi?" tanya Xuan Lan sambil tersenyum mengerikan.


Xuan Lan memang harus melakukan semua ini karena permaisuri Juan sangat melindungi anaknya sehingga tidak ada bukti atas kejahatan Xiao Xi. Jika Xiao Xi sebagai seorang putri kekaisaran kehilangan kesuciannya sebelum menikah maka ia baru bisa dihukum.


"Jadi putri Xiao Xi sudah tidak suci?"


"Padahal ia selalu terlihat ingin berdekatan dengan para pangeran"


"Dia juga anak hasil hubungan gelap ternyata"


Begitulah bisik-bisik seluruh orang disana.


"Sebelum aku memulai kenangan indah untuk kalian berdua maksudku berempat sebelum kalian masuk ke neraka, aku ingin menanyakan apa alasan permaisuri Xiu Juan melakukan ini semua kepada keluarga Xiao dan keluarga Wang?" tanya Xuan Lan.


Permaisuri Juan yang sudah terbongkar seluruh kejahatannya itu tidak bisa lagi mengelak. Ia akan mengatakan semuanya dengan jujur toh bagaimanapun ia akan mati kan?


"Kenapa? Bukankah permaisuri Fang Yin adalah sepupumu sendiri?" tanya Xuan Lan.


"Ya, tapi apakah kau tau aku selalu dikucilkan oleh mereka berdua. Mereka selalu bermain dan bercanda tawa bersama sedangkan aku selalu dikucilkan. Mereka selalu mendapatkan apa yang aku inginkan" ucapnya emosi.


Permaisuri Feng kemudian angkat bicara.


"Bagaimana kami tau jika kau ingin ikut dengan kami sedangkan kau hanya diam saja hah?"


Permaisuri Juan tersenyum sinis.


"Bagaimana aku bisa mengatakan kepada kalian jika kalian berdua saja jarang berada di lingkungan istana. Kalian berdua selalu saja pergi ke pasar hanya berdua untuk bersenang-senang" ucap permaisuri Juan lagi.


Dahi permaisuri Feng mengerut. Ia tidak setuju dengan ucapan permaisuri Juan.


"Kau salah, kami tidak pernah berada di lingkungan istana ataupun di rumah kami itu karena kami mengikuti ayah kami menuju perbatasan-perbatasan desa" ucap permaisuri Feng.


Ayah dari permaisuri Feng adalah seorang menteri pertahanan dan Ayah dari permaisuri Fang Yin adalah jenderal maka tidak heran jika mereka sering menuju daerah perbatasan bersama-sama dan kedua putri mereka selalu merengek ingin ikut.


Sedangkan ayah dari permaisuri Juan adalah tangan kanan seorang menteri keuangan. Ayahnya juga tidak sepandai ayah permaisuri Feng dan permaisuri Fang Yin.


"Lalu kenapa jika aku ada bersama kalian, kalian lebih memilih diam?" tanya permaisuri Juan.


"Karena kami tidak tau apa yang harus kami katakan kepadamu. Kami tidak mengetahui apapun tentangmu dan kau juga tidak pernah menceritakan tentang dirimu. Kau yang masuk ke lingkup pertemanan kami seharusnya kau bisa menyesuaikan diri diantara kami. Kenapa jika kau tidak nyaman kau tidak pernah mengucapkannya pada kami hah?" tanya permaisuri Feng kesal.


"Kau itu wanita yang jahat, Xiu Juan. Aku tidak menyangka hanya karena masalah seperti ini kau membunuh Fang Yin" ucap permaisuri Feng sedih.


"Lalu kenapa anak-anak kami juga ikut kau korbankan?" tanya permaisuri Feng.


"Karena aku tidak ingin anak-anak kalian menjadi seperti kalian berdua dan anakku akan diacuhkan sepertiku aku tidak mau" ucap permaisuri Juan.


"Kau bahkan belum tau masa depan tetapi kau sudah bisa memprediksi itu. Jika kau mendidik anakmu dengan baik maka anak-anak kami akan menerima anakmu dengan suka cita. Tetapi kau mendidiknya dengan keangkuhan, Xiu Juan. Ia merasa ia bisa memiliki segalanya seperti kau dulu"


"Kau terlalu angkuh dan terlalu serakah maka dari itu tidak ada seorang pun yang mau berteman denganmu sekalipun kau sudah menjadi permaisuri kekaisaran Xiao" ucap permaisuri Feng sambil menyeka air matanya.


"Cukup!" ucap Xuan Lan tegas.


"Ikat mereka berempat"

__ADS_1


"Balas dendammu tidak memiliki arti apapun Xiu Juan" ucap Xuan Lan sinis.


"Kaisar Xiao apa kau ingin membunuh kasim An dengan tanganmu sendiri?" tanya Xuan Lan sedangkan kaisar Xiao menggelengkan kepalanya.


"Tigers, kalian urusi dua lelaki itu" ucap Xuan Lan.


"Aku ikut" ucap pangeran Zhan dan pangeran Xian.


"Terserah" ucap Xuan Lan malas.


"Let's start the game baby" ucap Xuan Lan sambil menyeringai kemudian menatap Jiang Yuan dan Wang Yu Yan bergantian.


Xuan Lan memulainya terlebih dulu. Ia memberikan satu goresan lurus di pipi permaisuri Juan, lalu ia memberikan permaisuri Juan kepada Wang Yu Yan dan Jiang Yuan.


Ia kemudian beralih ke Xiao Xi.


"Rasakan nikmat ini Xiao Xi, ini akan lebih nikmat daripada kau ber****a dengan Fei Hong" ucap Xuan Lan sambil tersenyum iblis.


Ia lalu mengukir wajah Xiao Xi dengan pisau kecilnya yang sangat tajam kemudian ia mengukir lagi bagian yang lainnya dengan pisau yang tumpul yang membuat Xiao Xi menjerit kesakitan.


Tigers dan para pangeran menghajar kasim An dan Fei Hong sampai babak belur terlebih dulu. Mereka lalu menyiksa kasim An dan Fei Hong sama seperti yang dilakukan Xuan Lan serta Wang Yu Yan dan Jiang Yuan.


Orang-orang disana menjadi histeris. Ada yang muntah ada juga yang pingsan karena tidak kuat melihat darah dan wajah empat orang itu yang sudah tidak berbentuk. Mereka ingin keluar tapi akses keluar dari aula utama sudah ditutup oleh Xuan Lan. Bau anyir darah menyebar ke seluruh ruangan.


Xuan Lan lalu mengeluarkan sesuatu. Rupanya itu adalah garam dan air jeruk nipis. Ia menaburkan garam itu pada luka Xiao Xi dan permaisuri Juan yang membuat keduanya berteriak kesakitan. Tak sampai disitu ia juga menuangkan air perasan jeruk nipis itu ke seluruh tubuh Xiao Xi dan tubuh permaisuri Juan. Ia lalu melemparkan dua benda itu ke arah pangeran Zhan dan pangeran Xian.


Kedua pangeran itu segera membukanya terapi pangeran Gui kemudian mengikuti mereka. Pangeran Gui mengambil garam dan menaburkannya di setiap luka kasim An dan Fei Hong. Mereka bertiga kemudian bersama-sama menuangkan air perasan jeruk nipis yang membuat dua orang tadi menjerit kesakitan. Karena sudah malas, Tigers akhirnya membunuh dua orang lelaki beda usia itu.


Namun Xuan Lan, Jiang Yuan dan Wang Yu Yan masih belum selesai. Mereka masih mengukir di tempat yang mereka sukai. Xuan Lan lalu mengambil pedang dan memotong jari milik Xiao Xi dan permaisuri Juan.


"Aahh!"


"Bu-bunuh s-s-saja k-kami" ucap permaisuri Juan terbata.


"Kematian terlalu mudah untuk kalian" ucap Xuan Lan sambil mengembangkan senyum evilnya.


Xuan Lan beserta Wang Yu Yan dan Jiang Yuan kemudian menguliti permaisuri Juan dan Xiao Xi. Mereka melakukannya dengan sangat perlahan dan sesekali menaburkan garam pada lapisan bawah kulit yang sudah berhasil mereka lepaskan dan itu membuat jeritan kesakitan semakin terdengar. Bau darah kembali membumbung tinggi di udara, sudah tidak tercium lagi bau lavender yang mengelilingi seluruh aula ini.


"Apakah sakit Xiao Xi dan permaisuri Juan?" tanya Xuan Lan.


"Ini tidak ada apa-apanya daripada luka batin yang kalian berikan kepada Xiao Lan" ucapnya lagi.


Xuan Lan lalu menancapkan dan mengeluarkan pisaunya dari daging yang sudah tidak terbungkus apapun itu.


"Katakan padaku, kalian ingin dimakamkan bagaimana hm?" tanya Xuan Lan tetapi tidak ada jawaban dari sana yang ada hanyalah jeritan kesakitan Xiao Xi dan permaisuri Juan.


"Baiklah kalau kalian tidak menjawab maka akan kuberikan tubuh kalian kepada harimau" ucapnya sambil tersenyum sinis.


"B-bun-uh s-s-a-ja a-ku, a-ku s-su-d-ah t-ti-dak k-u-a-t" ucap Xiao Xi terbata.


"Kau masih kuat buktinya kau masih berbicara" ucap Xuan Lan lalu menusuk mata kanan Xiao Xi.


"Ahh"


Xuan Lan melihat ke arah permaisuri Juan ternyata Wang Yu Yan dan Jiang Yuan sudah mengeluarkan kedua bola mata permaisuri Juan dari tempatnya. Mereka juga memotong-motong lidah permaisuri Juan menjadi kecil-kecil.


Xuan Lan lalu mengakhiri permainannya. Ia menusuk jantung Xiao Xi menggunakan pedang dan Xiao Xi akhirnya mati.


"Dendam Xiao Lan sudah terselesaikan. Sekarang waktunya aku untuk pergi" ucap Xuan Lan.


"Kau tidak bisa pergi, maafkan ayah" ucap kaisar Xiao sambil menangis.


"Tapi tugasku sudah selesai. Tigers!"


Para Tigers segera membentuk barisan di belakang Xuan Lan. Xuan Lan kemudian mengeluarkan tangannya ke samping dan vice-reine kemudian memberikan topeng emas milik Xuan Lan.


"Aku tidak bisa berada disini karena aku sudah memiliki tanggung jawabku sendiri, akulah sang reine yang kalian cari" ucapnya sambil memakai topeng emasnya kemudian mereka keluar dari ruangan itu secara bersamaan menuju markas Gold Tiger.


Semua orang lagi-lagi dibuat terkejut karena reine Gold Tiger selama ini adalah putri Xuan Lan. Mereka tidak pernah berpikir sampai sejauh itu. Yang tidak terkejut disana hanyalah Wang Yu Yan dan Jiang Yuan. Mereka kemudian juga keluar dari ruangan itu.


Kaisar Xiao menangis histeris. Ia tidak menyangka putrinya adalah reine dari organisasi yang ia kagumi. Putrinya adalah orang yang paling ditakuti di seluruh daratan ini. Ia menyesal selalu membela orang lain dan bukan putrinya sendiri. Tapi nasi sudah menjadi bubur, Xuan Lan sudah menutup pintu maafnya.


Ibu suri sudah jatuh pingsan. Ia tidak menyangka Xuan Lan akan membunuh orang di hadapannya. Ia juga tidak menyangka jika Xiao Xi bukanlah cucunya.


•••


daripada diteror, part ini khusus karena n****ggak ada gantung menggantung disini. up yang ini sama kaya dua kali up ya, oke.


jangan lupa vote komen rate dan like

__ADS_1


__ADS_2