
Ia kemudian melempar sebuah amplop kepada ayahnya. Ayahnya menerima amplop berwarna coklat itu lalu membukanya. Tangannya bergetar dan matanya memerah.
"I-ini?" tanyanya.
•••
"Hasil tes DNA antara kau dan orang yang kau panggil Xuan Xi" ucap Xuan Lan sambil tersenyum sinis.
flashback on.
Setelah menjambak rambut Xuan Xi, Xuan Lan segera menyimpannya di sebuah kantung. Keesokan harinya saat tidak ada orang di rumahnya Xuan Lan kemudian memasuki kamar ayahnya dan mencari sisir yang biasa digunakan olehnya dan untung saja di sisir itu terdapat beberapa helai rambut ayahnya yang rontok disana. Setelah itu ia lalu pergi ke rumah sakit untuk memberikan rambut itu dengan keperluan tes DNA.
flashback off.
Ayah Xuan Lan memandang tidak percaya pada kertas yang ia pegang sedangkan Xiu Juan langsung pucat sesaat setelah Xuan Lan mengatakan semuanya kepada suaminya.
"Kau menipuku?" tanya ayah Xuan Lan dingin.
"Ti-tidak mungkin tentu saja anakmu itu yang berbohong ia bisa memanipulasi apapun dengan bantuan kekasihnya" ucap Xiu Juan.
"Aku bahkan tidak tau jika ia melakukan tes DNA antara anakmu dengan orang yang ia sebut ayahnya" ucap Zhao datar.
"Selamat ya Xiu Juan setelah ini masih ada kejutan untukmu" ucap Xuan Lan sambil tersenyum remeh.
Sedangkan Xiu Juan kembali ingin menampar Xuan Lan tapi tangannya kemudian dicekal oleh beberapa polisi dan kemudian tangan itu diborgol di belakang tubuh Xiu Juan.
"Anda ditahan atas dakwaan perampokan dan pembunuhan dalam sepuluh tahun terakhir ini" ucap salah seorang polisi yang memborgol tangan Xiu Juan.
Mereka kemudian mengucapkan terimakasih kepada Zhao karena lagi-lagi ia membantu tugas kepolisian untuk menemukan dalang dari perampokan dan penculikan yang terjadi beberapa tahun terakhir.
Setelah itu Xuan Lan tersenyum remeh menatap ayahnya yang masih mematung. Ia kemudian pergi dan disusul oleh Zhao yang mengekor di belakangnya. Sedangkan ayahnya masih mematung di tempatnya untuk mencerna semua yang terjadi kepadanya.
"Jadi Xuan Xi itu bukan anakku?" tanyanya lirih pada dirinya sendiri. Ia dulu menerima Xuan Xi ke dalam hidupnya karena memang ia mengira jika Xuan Xi merupakan anak kandungnya yang disebabkan karena usia Xuan Xi yang berada di atas Xuan Lan sama saat dia terakhir kali berhubungan dengan Xiu Juan.
Sementara Xuan Lan sedang berada di apartemen mewah yang Zhao miliki. Ia sudah muak dengan segala kelakuan ayahnya jadi ia memutuskan untuk pindah ke apartemen milik Zhao sambil menenangkan dirinya.
__ADS_1
____
Sudah hampir satu bulan Xuan Lan tinggal di apartemen milik Zhao dan sudah satu bulan pula ayahnya mencarinya kemana-mana. Ayahnya sangat menyesal telah bertindak tidak adil kepada Xuan Lan. Ia juga sudah tertipu oleh Xiu Juan yang ternyata adalah ketua perampok yang selama ini dicari polisi.
Di balkon apartemen milik Zhao, Xuan Lan melihat ke atas langit sambil memejamkan matanya.
"Ren Zu aku sudah mencari keadilan untukmu aku harap kau bahagia bersama Xian gege" ucap Xuan Lan sambil merasakan semilir angin yang menerpa wajahnya.
Tiba-tiba ada lengan kekar yang memeluknya dari belakang dan orang itu menyandarkan kepalanya di bahu milik Xuan Lan.
"Sedang memikirkan apa?" tanya Zhao lembut.
"Ren Zu" ucap Xuan Lan singkat.
"Bukankah seharusnya dia sudah tenang karena Xiu Juan sudah dijatuhi hukuman mati" ucap Zhao.
"Benarkah?" tanya Xuan Lan, ia memang tidak mengikuti perkembangan kasus Xiu Juan karena menurutnya itu hanya membuang waktunya.
Kasus yang dihadapi Xiu Juan memanglah berat jadi perlu waktu yang lama untuk mengadili setiap kasusnya dan hari ini dia sudah didakwa hukuman mati oleh hakim yang menangani kasusnya.
"He'em" ucap Zhao menganggukkan kepalanya.
Setelah beberapa saat Zhao akhirnya melepaskan pelukannya ia berdiri menopangkan salah satu lututnya di lantai sambil menghadap Xuan Lan.
"Xuan Lan" panggil Zhao kemudian Xuan Lan menoleh.
Zhao lalu menggenggam tangan Xuan Lan dengan erat tetapi lembut dan mengucapkan kata-kata yang ingin diungkapkannya dari dulu.
"Xuan Lan aku mencintaimu dari dulu hingga sekarang dan selamanya. Cintaku takkan berubah walaupun itu di zaman kuno ataupun di zaman modern seperti sekarang. Xuan Lan maukah kau menjadi istriku, ibu dari anak-anakku, dan pendamping hidupku dari sekarang hingga akhir hayatku?" tanya Zhao dengan sungguh-sungguh ia bahkan menitikkan air matanya saat mengucapkan kata-kata itu.
Xuan Lan yang melihat keseriusan Zhao matanya berkaca-kaca. Ia menghapus lembut air mata yang mengalir di pipi Zhao. Ia lalu menganggukkan kepalanya pertanda ia mau menjadi pendamping hidup Zhao untuk selamanya.
Zhao segera memasangkan cincin yang sudah ia siapkan ke jemari milik Xuan Lan. Ia mencium tangan itu lama sebelum akhirnya ia berdiri. Ia kemudian memeluk Xuan Lan dengan kelembutannya dan mengucapkan banyak terimakasih untuk Xuan Lan.
Setelah momen itu Zhao kemudian memfoto tangan Xuan Lan dan tangannya. Ia lalu mengirimkan foto itu di sosial media pribadi miliknya dengan caption singkat dan mengetag akun Xuan Lan disana.
__ADS_1
she said yes.
Sedangkan Xuan Lan, ia juga memposting foto yang sama namun dengan caption yang berbeda tak lupa ia juga mengetag akun milik Zhao dalam postingannya itu.
the lucky girl in the world.
Tulis Xuan Lan dalam media sosial miliknya.
Mereka memang sengaja memposting hal itu ke media sosial miliknya agar semua orang paham jika orang yang bernama Zi Zhao dan Xuan Lan sudah memiliki pawang masing-masing jadi tidak ada alasan untuk orang lain menggoda mereka berdua.
Sontak saja beranda mereka langsung ramai dengan ucapan selamat yang ditujukan kepada mereka bahkan ada beberapa orang yang menyebutkan hashtag #patahhatinasional karena Zhao adalah pebisnis yang sangat dikagumi seluruh kaum hawa dan Xuan Lan adalah seorang selebgram yang dikenal akan kecantikannya.
Hari yang ditunggu-tunggu kedua sejoli itu pun tiba. Mereka telah selesai mengucapkan janji suci yang membuat mereka resmi menjadi pasangan suami istri. Zhao dan Xuan Lan melaksanakan akad nikah yang hanya dihadiri oleh sanak saudara dan bodyguard mereka saja. Mereka pikir akad nikah adalah acara yang sakral jadi tidak sembarang orang yang bisa masuk ke acara mereka. Sedangkan untuk pesta pernikahan akan mereka laksanakan esok hari.
Senyum tak luntur dari wajah Xuan Lan maupun Zhao tetapi senyum Xuan Lan tiba-tiba hilang saat mengetahui seseorang yang datang ke pernikahannya ini.
"Xuan Lan" ucap pria paruh baya tersebut dengan sendu.
"Kau yang mengundangnya?" tanya Xuan Lan datar dan dibalas anggukan oleh Zhao.
Zhao memang seorang pria sejati. Setelah melamar Xuan Lan ia lalu pergi ke rumah milik ayah Xuan Lan untuk melamar putrinya langsung kepada ayahnya. Zhao juga mengatakan apa saja kegiatan Xuan Lan dan dimana Xuan Lan tinggal sekarang. Bagaimanapun ayah Xuan Lan yang telah menghadirkan Xuan Lan ke dunia ini jadi Zhao tidak bisa seenaknya mengajak Xuan Lan menikah tanpa restu dari orang tua gadisnya.
"Bagaimanapun dia adalah ayahmu. Kau tidak bisa terus menerus mendendam bukankah semua orang pernah melakukan kesalahan? Dan tugas kita adalah memberi kesempatan kepada mereka lagi" ucap Zhao lembut tetapi mengena di hati Xuan Lan.
"Maafkan ayah" ucap ayah Xuan Lan sambil menangis.
Xuan Lan yang awalnya biasa saja menjadi tidak tega saat melihat ayahnya menangis. Ia juga melihat jika ayahnya lebih kurus dari yang terakhir kali ia lihat. Ia kemudian memeluk ayahnya dan menumpahkan air matanya disana.
"Aku sudah memaafkan ayah" ucap Xuan Lan sambil menitikkan air matanya.
"Terimakasih" ucap ayahnya lirih.
Xuan Lan lalu tersenyum. Ia menghapus air matanya dan air mata milik ayahnya.
"Mengapa kita menangis? Seharusnya kita bahagia di hari pernikahanku" ucap Xuan Lan sambil terkekeh.
__ADS_1
Mereka kemudian melanjutkan acaranya sampai selesai. Semua doa dan ucapan untuk kebahagiaan Xuan Lan dan Zhao tidak pernah lepas untuk dua sejoli itu. Mereka sangat menikmati akad mereka tanpa gangguan dan tanpa rasa lelah sedikitpun. Mereka sangat bersyukur atas kehidupan yang diberikan untuk mereka meskipun mereka harus merasakan pahitnya memperjuangkan cinta mereka di zaman kuno.
S2 END