
"Tidak perlu, biarkan dia menyelesaikan urusannya dulu kita tunggu disini" ucap kaisar Xiao kepada kasim An dan yang lain menurutinya,
•••
Bau daging bakar seakan menyeruak dari dapur di gubuk kecil milik Xiao Lan. Orang-orang kekaisaran yang memang belum sarapan. Mereka mendadak merasa lapar padahal mereka tadi tidak merasakannya begitu pula dengan Kaisar Xiao ia daritadi menengguk salivanya saat mencium bau daging yang dibakar di dalam gubuk Xiao Lan.
Kasim yang mengamati wajah kaisar yang terlihat lapar itu menjadi bingung karena persediaan makanan mereka tinggalkan di perbatasan hutan iblis yang tentu saja dijaga oleh beberapa prajurit.
Kasim lalu mengedarkan pandangannya ia melihat asap mengepul dari belakang gubuk itu ia berjalan mengendap-endap kesana.
Saat sampai disana ia bisa melihat Xiao Lan dengan tiga orang yang selalu menemaninya itu sedang makan daging bakar. Daging itu sepertinya sangat enak terlihat dari aroma dan beberapa potongan daging yang dalamnya masih agak berwarna pink.
"Putri Xiao Lan, mohon untuk anda membagi makanan anda dengan kaisar karena beliau juga sedang lapar" ucap kasim tadi,
Xiao Lan menghentikan aktivitasnya sejenak,
"Lalu apa masalahku, hukumanku disini masih sebulan aku juga tidak memintanya datang kesini dia juga bukan tamuku jadi aku tidak ada kewajiban melayaninya" ucapnya lalu meneruskan aktivitas makannya,
"Putri hamba mohon, kasihanilah kaisar Xiao dari kemarin beliau belum makan"
"Apa alasan aku harus mengasihaninya? Bukankah dia kaisar yang memiliki segalanya?" tanyanya sarkas,
"Putri kedua, hamba mohon"
"Kau berisik sekali! Aku ingin makan dengan tenang bersama keluargaku apa kau tidak punya sopan santun hah?" bentak Xiao Lan karena ia memang tidak suka dengan pemaksa seperti kasim An,
Ia lalu melangkahkan kakinya dengan kasar menuju halaman depan gubuknya,
"Kaisar Xiao" ucapnya dengan geram,
__ADS_1
Orang yang dipanggil menengok ke arah suara yang memanggilnya,
"Apa kau benar-benar tidak punya malu meminta makanan kepada anak yang sudah kau buang hah?" tanyanya menekan,
"Apa maksudmu?"
"Aku mencari makan sendiri dan kau seenak hati ingin memintanya? Bahkan di istana aku tidak pernah kau beri makan dengan layak kaisar Xiao"
Hati kaisar Xiao merasa perih atas ucapan Xiao Lan yang mengatakan bahwa dirinya tidak pernah memberikan makanan yang layak untuk Xiao Lan tapi memang itu faktanya.
"Kau membicarakan apa?" tanyanya lagi dengan heran,
"Tanyalah pada kasim mu itu" ujarnya malas,
Kaisar Xiao menatap kasim An meminta penjelasan,
"Aku tidak pernah menyuruhmu melakukan itu kasim" ucap kaisar Xiao, rahangnya mulai mengeras ia lalu menatap Xiao Lan,
"Aku tidak menyuruh kasim An untuk berbuat seperti itu, Lan'er" ucapnya lagi,
"Jangan memanggilku Lan'er kita tidak pernah dekat, jangan mencoba mencari simpatiku!" ucap Xiao Lan lalu kembali masuk ke dalam tanpa menghiraukan berbagai tatapan yang ditujukan kepadanya,
Kaisar Xiao menatap punggung Xiao Lan dengan sendu, ia tak menyangka anak yang dulu begitu penakut dan lembut bisa berubah menjadi seperti ini.
Sudah dua jam semenjak kembalinya Xiao Lan ke dalam gubuk tapi tidak ada tanda-tanda ia akan keluar kasim dan yang lainnya mulai cemas mereka takut kalau Xiao Lan tidak mau kembali sedangkan kaisar masih menunggu dengan sabar.
"Kaisar, bagaimana kalau hamba memanggil putri kedua keluar?" tanya kasim An,
"Tunggu saja dia sampai keluar, jangan mengganggunya lagi"
__ADS_1
Setelah setengah jam mereka menunggu lagi Xiao Lan keluar dari gubuknya. Ia memakai hanfu dengan kualitas yang paling baik serta tak lupa dengan cadarnya paman dan bibinya juga memakai pakaian dengan kualitas yang paling baik.
"Wah kalian masih disini ternyata, bagaimana mungkin kau meninggalkan tamu penting untuk menjemput anak tidak berguna sepertiku, kaisar Xiao?"
Kaisar Xiao masih tidak bergeming ataupun menjawab pertanyaan Xiao Lan. Ia masih memperhatikan pakaian yang dikenakan oleh empat orang itu,
"Dimana kau mendapatkan pakaian itu Lan'er?" tanya kaisar Xiao,
"Aku sudah bilang jangan pernah memanggilku Lan'er! Kau merusak suasana hatiku saja" kaisar Xiao yang mendengar itu hatinya tercubit, ia dulu sering mengatakan itu kepada Xiao Lan apakah rasanya sesakit ini,
"Maaf" ucap kaisar Xiao, semua orang disana langsung memandang kaisar Xiao dengan tatapan aneh tidak biasanya seorang kaisar Xiao akan meminta maaf kecuali pada kaisar yang lain,
Sedangkan Xiao Lan hanya diam dan melipat dua tangannya di depan dadanya,
"Aku mendapat baju ini dari jerih payahku sendiri. Aku bersama paman dan bibiku menjual apa saja yang kami dapatkan di hutan iblis ini" Xiao Lan berkata apa adanya karena ia memang membelinya dengan jerih payahnya sendiri sedangkan pemberian dari kekaisaran Li hanya ia gunakan saat berada disana.
"Oh ya baju-baju bekas yang kau berikan dulu sudah kubuang karena itu sangat tidak pantas untuk dipakai seseorang tapi aku menyimpan beberapa untuk mengenang jerih payahku dari memakai baju lusuh seperti pengemis sampai memakai baju yang bagus seperti bangsawan seperti ini" ucapnya tersenyum sinis,
Hati kaisar Xiao kembali tercubit, ia hanya bisa menatap Xiao Lan dengan pandangan sendu,
"Ayo kita pulang" ucap kaisar Xiao,
•••
JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE
TERIMAKASIH
chiccacaaa
__ADS_1