PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
SERATUS EMPAT


__ADS_3

"Kita lanjutkan latihannya besok lagi" ucap kakek Shi tanpa memandang pangeran Zhan sedikitpun.


"Baiklah kek" ucap pangeran Zhan pasrah.


•••


Xuan Lan masih belum menemukan petunjuk apapun tentang cara membuka segel yang berada di dantian miliknya. Dari kemarin ia menunggu arahan tetapi ia tidak pernah mendengar suara apapun terakhir kali adalah saat ada yang memanggil namanya tetapi ia malah tidur dan menghiraukannya.


Xuan Lan memandang malas di tempat ia berdiri. Ia memilih berkeliling seluruh tempat ini, mungkin ia bisa menemukan sesuatu yang bisa ia jadikan petunjuk. Xuan Lan menghentikan langkah kakinya saat ia berada di depan sebuah batu besar. Ia lalu duduk di atas batu itu dengan posisi lotusnya, ia ingin berkultivasi.


Saat berkultivasi ia mendengar suara-suara aneh namun ia masih tidak menghiraukannya. Ia memilih fokus pada kultivasinya.


"Xuan Lan" terdengar sebuah bisikan namun Xuan Lan masih berada dalam mode kultivasinya.


"Xuan Lan" bisiknya lagi. Bisikan itu terdengar sebanyak sepuluh sampai lima belas kali. Xuan Lan yang sudah malas mendengar suara itu akhirnya membuka matanya.


Ia melihat ada seorang perempuan sedang membalikkan tubuhnya. Xuan Lan tetap diam, ia tidak ingin menyapa gadis itu tetapi tiba-tiba gadis itu berbalik badan dan menghadap Xuan Lan. Xuan Lan tidak bisa mendeskripsikan bagaimana wanita di hadapannya ini. Ini terlihat sangat misterius.


"Kau Xuan Lan?" tanya perempuan tadi.


"Ya" jawab Xuan Lan datar.


"Apa tujuanmu hingga kau mau masuk ke dalam tempat ini?" tanya perempuan itu lagi.


"Aku ingin menembus energi Swazi tetapi aku tidak bisa karena masih ada segel bintang yang menyegel dantian milikku" ucap Xuan Lan lugas.


Wanita tadi menyunggingkan senyumnya.


"Aku bisa membantumu tetapi aku memiliki syarat" ucap wanita tadi.


"Apa?" tanya Xuan Lan singkat.


"Kau akan melakukan semua hal yang aku ucapkan tanpa membantah sedikitpun" ucap wanita tadi.


Kini giliran Xuan Lan yang menyunggingkan senyum sinisnya. Ia tidak menjawab ucapan wanita itu. Ia memilih melanjutkan kultivasi sambil memejamkan matanya.


"Hei, kenapa kau tidak menjawab?" tanya wanita itu.


Xuan Lan masih memejamkan matanya. Ia ingin melihat reaksi dari wanita di hadapannya ini.


"Cihh, sombong sekali kau. Asalkan kau tau aku bisa membunuhmu sekarang juga" ucap wanita tadi sedikit berteriak.

__ADS_1


"Diamlah, aku sedang tidak ingin bertarung. Aku tidak menerima tawaranmu" ucap Xuan Lan masih memejamkan matanya.


"Kau" perempuan itu terlihat tidak terima. Ia menunjuk wajah Xuan Lan dengan jari telunjuknya.


"Bisakah kau pergi?" tanya Xuan Lan.


"Kau mengusirku?" tanya perempuan itu sedikit membentak.


"Aku tidak mengusirmu, aku hanya memintamu untuk pergi karena aku ingin fokus berkultivasi" ucap Xuan Lan. Jika boleh jujur mulutnya sangat lelah untuk berdebat dan tubuhnya enggan untuk diajak bertarung.


Wanita tadi memandang Xuan Lan terlebih dulu. Ia akhirnya pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada Xuan Lan tetapi Xuan Lan tidak peduli yang penting adalah pengganggu tadi sudah pergi.


"Dia pikir aku mau apa menjadi budaknya" gumam Xuan Lan di sela-sela kultivasinya.


Xuan Lan terus berkultivasi hingga ia mendengar suara bisikan lagi.


"Xuan Lan"


"Xuan Lan"


Dengan malas Xuan Lan membuka matanya. Ia terkejut saat melihat orang yang mirip sekali dengan dirinya. Apakah orang ini adalah Xiao Lan?


"Xiao Lan?" tanya Xuan Lan.


"Akulah Xuan Lan" ucap Xuan Lan kepada wanita di hadapannya.


Perempuan tadi kemudian berubah menjadi seorang pria yang sangat dikenali dan dirindukan Xuan Lan.


"Z-zhao?" tanya Xuan Lan terbata.


"Ya, aku adalah Zhao" ucapnya dengan senyum khasnya.


Xuan Lan memejamkan matanya. Ia tau ini hanya ilusi, orang di hadapannya bukanlah Zhao yang ia rindukan.


"Kau bukan Zhao!" ucap Xuan Lan sambil membuka matanya.


"Aku Zhao, apakah kau tidak merindukanku?" tanyanya dengan wajah sedihnya.


Xuan Lan kembali melihat wajah itu. Jika bisa ia akan berlari dan memeluk orang di hadapannya sekarang juga tetapi ia tidak mau kalah untuk sekarang.


"Diam! Kau bukanlah Zhao kau hanya ilusi!" pekik Xuan Lan.

__ADS_1


"Aku adalah Zhao selama ini aku berada disini. Aku selalu menunggumu untuk datang" ucap orang itu tadi.


Xuan Lan mendongakkan kepalanya. Ia menatap mata pria yang berada di hadapannya. Ia kemudian berjalan mendekatinya. Orang yang menyebut dirinya Zhao tadi merentangkan tangannya. Lama kelamaan Xuan Lan semakin mendekat. Tinggal beberapa sentimeter lagi Xuan Lan akan sampai ke dekapan pria ini.


"Kemarilah, Xuan Lan" ucapnya lagi.


Xuan Lan tersenyum. Ia semakin mendekatkan dirinya dan.


clash


Xuan Lan menusuk pria di hadapannya dengan pisau kesayangannya. Entah sejak kapan ia mengambilnya.


"Xuan Lan kau" ucapnya sambil menyentuh bagian perutnya yang terkena tancapan pisau Xuan Lan.


"Kau hanya ilusi dan kau bukanlah Zhao ku" ucap Xuan Lan lalu ia berbalik lagi menuju batu tempat kultivasinya tadi. Perlahan orang yang ia tusuk tadi menghilang menjadi debu dan terbang di atas awan.


"Apa itu tadi kenapa mereka tau jika aku sangat merindukan Zhao" gumam Xuan Lan.


"Aneh sekali mahluk-mahluk disini. Kemarin kurcaci atau mungkin goblin tadi ada wanita ah aku tidak bisa menjelaskannya juga orang yang mengaku sebagai diriku dan Zhao" ucap Xuan Lan bermonolog pada dirinya sendiri.


"Zhao, aku harap kita bisa bertemu lagi" ucap Xuan Lan sambil memejamkan matanya untuk kembali berkultivasi.


Xuan Lan sudah membuka matanya lagi setelah sekian lama ia memulai kultivasi keduanya di tempat ini. Ia lalu melihat sekeliling. Pandangannya tertuju kepada buah-buahan yang bertengger manis di dahan pohon yang berada di sekitarnya. Ia lalu mengambil buah-buahan itu.


"Sudah lama aku tidak memakan apel" ucap Xuan Lan kemudian ia memakan apel itu.


"Enak sekali" ucap Xuan Lan.


Setelah makan, ia lalu beralih pada sungai yang mengalir di samping kanannya. Ia memasukkan tangannya kesana mencoba menampung air sebanyak yang ia bisa. Ia kemudian meminum air itu. Rasa airnya dingin dan sedikit manis.


"Kalau begini aku bisa betah jika disuruh tinggal disini selamanya tetapi Zhan gege akan gila jika aku tidak segera kembali" ucap Xuan Lan sambil terkekeh.


Ia lalu membuka hanfunya dan turun ke sungai tadi untuk berendam sekalian membersihkan tubuhnya.


"Aku tidak pernah merasakan berendam air sampai sesegar ini" gumam Xuan Lan.


"Sabar Xuan Lan. Mungkin banyak hal yang akan menantimu di depan sana jadi jangan lengah dan jangan lelah. Aku harus segera menemukan petunjuk agar bisa segera keluar dari sini dan bertemu lagi dengan Zhan gege juga keluargaku yang berada jauh disana" ucap Xuan Lan lagi.


•••


**jangan lupa vote komen rate dan like

__ADS_1


maaf baru update**


__ADS_2