
Sementara ada enam mata yang mengamati kejadian itu dari kejauhan.
"Aku memiliki ide" ucap Jiang Yuan sambil tersenyum.
•••
Setelah kasim mengumumkan acara dihentikan dan akan diganti dengan mencari para putri yang hilang suasana kemudian menjadi heboh.
Para wanita diminta untuk kembali ke istana kekaisaran Xiao sedangkan para pria ikut mencari putri yang hilang.
Kaisar Wang, Kaisar Li dan jenderal Jiang mencari ketiga putri mereka bersama-sama. Sebenarnya kaisar Wang ingin berpencar tetapi jenderal Jiang tidak ingin mengambil resiko.
Sedangkan kaisar Xiao ditemani para putranya dan para prajurit. Pangeran Zhang memilih mencari adiknya sendirian.
Langit mulai menampakkan warna jingganya. Sebentar lagi matahari di ujung sana akan menghilang dan berubah menjadi bulan. Xiao Lan dan kedua temannya masih belum ditemukan.
Para pria kemudian kembali ke perkemahan. Mereka saling berharap sudah ada yang menemukan para putri yang hilang.
Kaisar Wang kembali dengan tangan kosongnya. Ia kemudian menghampiri para pria yang sedang mengelilingi api unggun itu.
"Apa kalian sudah menemukan mereka?" tanyanya.
Jawaban mereka hanyalah gelengan. Mereka tidak berani mengeluarkan suaranya.
"Aku akan mencari mereka lagi" ucapnya.
"Kaisar tunggu. Banyak bahaya yang mengintai jika anda keluar malam-malam seperti ini" ucap seseorang.
"Bagaimana dengan anak-anakku? Apa mereka juga tidak dalam bahaya jika sudah malam seperti ini? Ayah macam apa yang tega meninggalkan anaknya yang sedang terluka parah dan lebih mementingkan orang yang selamat?" tanyanya parau sekaligus menyindir kaisar Xiao.
Kaisar Xiao menunduk. Ia tau jika ini semua salahnya. Seharusnya ia meminta salah satu prajuritnya untuk mengecek Xiao Xi dan ia akan menolong Xiao Lan terlebih dulu.
"Yang mulia, mereka benar. Anda harus istirahat dulu karena sejak pagi tadi anda belum memakan makanan sama sekali. Anda pasti percaya jika mereka bertiga gadis yang kuat kan?" ucap jenderal Jiang.
Kaisar Wang mendesah pasrah. Ia sudah lemas saat ini karena memang ia merupakan jadwal makannya demi mencari putri tercintanya. Ia akhirnya beristirahat di tendanya.
Keesokan paginya semua orang kembali mencari ketiga putri yang hilang itu tetapi masih belum menemukan hasil. Mereka kembali berkumpul saat matahari sudah di atas kepala.
"Bagaimana ini mereka belum juga ditemukan" ucap kaisar Li frustasi.
"Sebaiknya kita kembali dulu ke istana. Istana hanya diisi para wanita saat ini. Zhen takut mereka menjadi incaran para penjahat" ucap kaisar Tang.
__ADS_1
Mereka kemudian kembali ke istana dengan wajah yang lesu. Saat akan memasuki gerbang istana betapa terkejutnya mereka sudah ada tiga orang gadis dengan cadarnya yang menghadang jalan mereka.
"Lan'er"
"Yu'er"
"Yuan'er"
Ucap kaisar Li, Kaisar Wang dan jenderal Jiang bersamaan. Mereka lalu memeluk tiga orang itu dengan erat dan sesekali mengecup pucak kepala putri yang mereka cintai.
Kaisar Xiao sangat ingin memeluk Xiao Lan tetapi ia tidak berani menuju kesana.
"B-bagaimana kalian bisa?" tanya kaisar Xiao.
"Apakah aku ada tempat bernaung lain selain paman dan bibi?" tanya Xiao Lan sambil mengangkat salah satu alisnya.
"Sudahlah itu tidak penting. Yang terpenting kalian semua selamat" ucap kaisar Li yang disetujui semua orang.
"Lan'er katanya kau dicakar harimau. Mana yang dicakar hm?" tanya kaisar Li lembut.
"Di pundak kiriku, ayah. Tapi ini sudah lebih baik" ucapnya sambil tersenyum manis.
Xiao Lan menggeleng. Ia tidak mau ayah angkatnya menjadi cemas. Mereka semua kemudian masuk ke dalam istana untuk beristirahat.
Kaisar Xiao menemui Xiao Lan di kediamannya. Ia ingin meminta maaf kepada putri bungsunya itu.
"Lan'er" ucapnya saat melihat Xiao Lan sedang berada di gazebo miliknya.
Xiao Lan tidak menggubris sama sekali. Ia hanya menatap lurus ke depan.
"Maafkan Zhen" ucap kaisar Xiao lirih.
Xiao Lan masih tidak menggubris. Ia masih menatap lurus ke depan, ia merasa enggan untuk menatap pria yang berada disampingnya ini.
"Xiao Lan" ucap kaisar Xiao sekali lagi.
"Cukup!" ucap Xiao Lan. Kaisar Xiao sedikit tersentak sebenarnya tapi ia tetap berada di samping Xiao Lan.
"Aku bukan Xiao Lan. Apa kau tau Xiao Lan itu sudah mati semenjak ia ada di hutan iblis. Aku adalah Xuan Lan" ucapnya berteriak.
"Tidak" sanggah kaisar Xiao.
__ADS_1
"Kau tidak perlu mengada-ada seperti itu Xiao Lan" ucap kaisar Xiao lagi.
Xiao Lan hanya tersenyum samar. Ia sudah tau jika respon kaisar Xiao akan seperti ini.
"Memang itu terdengar tidak mungkin. Tapi itulah yang terjadi. Dan aku sudah menutup pintu maafku untukmu sejak hari itu" ucapnya mengingatkan kejadian beberapa waktu lalu.
Kaisar Xiao mulai menegang. Ia tak menyangka jika hari itu adalah hari permintaan maaf terakhir yang bisa diucapkannya.
"Apa aku benar-benar tidak bisa mendapat maafmu?" tanya kaisar Xiao lirih.
"Bunuhlah permaisuri Juan dan anaknya" ucap Xiao Lan dingin.
Kaisar Xiao terbelalak. Ia tak menyangka jika Xiao Lan akan meminta hal itu darinya.
"Kenapa kau berbeda?" tanya kaisar Xiao lagi.
"Aku sudah mengatakan jika aku adalah Xuan Lan dan aku berasal dari masa depan. Apa kau ingin tau sedikit tentang reinkarnasimu di masa depan?" tanya Xiao Lan sambil tersenyum sinis.
"Kau tetap saja menjadi pria brengsek kaisar Xiao. Apa kau tau jika di masa itu kau sudah menikah enam tahun dengan ibuku namun kalian masih belum diberi keturunan. Ibuku pernah hamil dua kali tetapi selalu keguguran. Dan tak lama kemudian aku lahir. Kami menjalani hari-hari dengan bahagia hingga" Xiao Lan memutus perkataannya sejenak. Ia harus mempersiapkan hatinya untuk mengatakan hal ini.
"Orang yang bernama Xiu Juan datang membawa anaknya yang ia beri nama Xuan Xi katanya itu adalah anak ayahku. Dan kau tau? Lagi-lagi kau dan Xiu Juan membunuh ibuku untuk yang kedua kalinya" ucapnya sambil menangis.
Kaisar Xiao terdiam mendengarkan ucapan Xiao Lan. Ia masih tidak percaya jika Xiao Lan sudah mati karena orang yang di depannya ini adalah Xiao Lan.
"Jangan mengada-ada" ucap kaisar Xiao.
Xiao Lan menghapus air matanya. Ia kemudian berlalu begitu saja meninggalkan kaisar Xiao yang masih mematung di tempatnya. Toh tidak ada gunanya ia menjelaskan panjang lebar jika orang yang ia ajak bicara masih tidak percaaya dengan perkataannya.
Setelah para putri kembali keadaan menjadi lebih kondusif daripada sebelumnya.
Keesokan harinya semua orang sudah berkumpul di aula utama. Disana kaisar Xiao meminta maaf atas kejadian yang telah terjadi kemarin.
Tiba-tiba pintu ditendang dengan kasar oleh seseorang dan orang itu adalah Xiao Lan. Ia lalu melemparkan tubuh harimau yang sudah dibunuhnya kemarin di hadapan kaisar Xiao.
Semua orang terkejut karena ukuran harimau itu yang lebih besar dari kuda, kakinya saja seukuran kepala manusia. Mereka tidak menyangka Xiao Lan bisa membunuh harimau itu.
"Mana hadiahku" ucap Xiao Lan datar.
•••
have a nice day everyone!
__ADS_1