PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
TUJUH PULUH DUA


__ADS_3

"Kau melamarku?" tanya Xuan Lan.


"Ya, kurang lebih seperti itu" ucap pangeran Hao sambil tersenyum.


•••


Para wanita ingin berteriak saat melihat senyum manis pangeran Hao. Siapa wanita yang tidak mau padanya? Kekaisaran Tang sudah sangat terkenal akan kekayaannya karena emas yang terkandung di dalam tanahnya juga pangeran Hao yang memiliki paras yang manis.


"Pria ini ingin melamar tapi terkesan memaksa sekali" batin Xuan Lan sambil menatap pangeran Hao.


"Aku sangat merasa terhormat karena putra mahkota kekaisaran Tang mau menjadikanku sebagai ratu disana" ucap Xuan Lan.


Pangeran Hao tersenyum, ia mengira Xuan Lan akan menerima lamarannya. Xuan Lan kemudian melanjutkan perkataannya.


"Tapi maaf, aku tidak bisa menerima lamaranmu" ucap Xuan Lan sopan.


Orang yang berada di dalam aula terkejut mendengar penolakan Xuan Lan. Mereka kira Xuan Lan akan langsung menerima lamaran putra mahkota Tang Hao karena pikiran mereka yang menganggap semua wanita akan tunduk kepada kekayaan yang dimiliki kekaisaran Tang tetapi ternyata asumsi mereka salah.


Pangeran Hao masih tenang.


"Kalau boleh tau apa alasan yang mendasari kau menolak lamaranku?" tanyanya.


"Kau ini, terserah dia mau menerima atau menolakmu yang jelas ia tidak mau kau lamar" ucap pangeran Li Xian ketus, ia masih belum rela jika adiknya harus segera menikah.


"Benar, jika dia tidak mau kau tidak bisa memaksanya untuk menjelaskan alasan yang ia miliki" ucap pangeran Zhan tak kalah ketusnya, ia sama seperti pangeran Xian, belum bisa menerima jika adik kecilnya harus menikah dalam waktu dekat.


Pangeran Hao menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia sepertinya akan terkena masalah yang lumayan besar.


"Memang salah jika aku ingin mengetahui alasannya" tanyanya sendiri di dalam hati.


"Gege, tidak perlu berlebihan seperti itu. Aku akan menjelaskan alasanku" ucap Xuan Lan sambil tersenyum meneduhkan.


"Sekali lagi aku meminta maaf kepada putra mahkota Tang Hao. Bukan maksudku ingin merendahkan anda, aku menolak lamaranmu karena aku sudah memiliki orang yang aku cintai" ucap Xuan Lan sambil tersenyum.


"Bukankah cinta bisa datang karena terbiasa, putri Xuan Lan?" tanya pangeran Hao lagi, ia masih belum menyerah rupanya.


Pangeran Xian dan pangeran Zhan sudah ingin maju dan menghajar pangeran Tang Hao yang menurut mereka tidak sopan itu tetapi mereka masih ditahan oleh Xuan Lan.


Xuan Lan menggelengkan kepalanya menghadap pangeran Hao.


"Tidak semua yang kita inginkan akan berjalan dengan mulus. Tidak semua orang yang menikah tanpa cinta bisa menjadi mencintai pasangannya, ada dua kemungkinan disana yaitu ia malah membenci pasangannya atau mencintai pasangannya. Hati orang tidak ada yang tau" ucap Xuan Lan.


"Sekarang aku tanya padamu, bagaimana perasaanmu jika kau sudah memiliki istri yang selalu berada di sampingmu sedangkan hatinya masih menjadi milik orang lain?" tanya Xuan Lan kepada pangeran Hao.


Pangeran Hao sedikit tergagap. Ia bingung harus menjawab apa karena ia tidak ingin pasangannya di masa mencintai pria lain bukan dirinya.

__ADS_1


Pangeran Hao membalas tatapan Xuan Lan.


"Aku tidak bisa jika harus seperti itu" ucapnya.


Xuan Lan tersenyum, ia lalu kembali berkata.


"Aku yakin kau akan menemukan pasangan yang sangat mencintaimu nantinya"


"Terimakasih. Kalau boleh tau siapa pria itu?" tanya pangeran Hao lagi.


"Kau sangat tidak sopan!" sentak pangeran Zhan sambil berdiri.


"Gege, sudahlah" ucap Xuan Lan lembut.


Pangeran Zhan kembali duduk sambil menatap tajam pada pangeran Hao.


"Dia hanyalah orang biasa, aku tidak tau dia itu seorang pangeran atau rakyat jelata tetapi sepertinya ia hanya orang biasa" ucap Xuan Lan.


"Apa yang membuatmu mencintainya?" tanya pangeran Hao lagi.


"Karena ketulusannya" ucap Xuan Lan sambil tersenyum membayangkan betapa tulusnya pria yang selalu menolongnya.


"Bukankah sudah rahasia umum jika aku pernah tinggal di hutan iblis?" tanya Xuan Lan yang diangguki oleh semua orang di dalam sana.


"Ya, aku sama seperti kalian bahkan aku sendiri tidak percaya. Orang-orang bilang hutan iblis adalah tempat yang paling menyeramkan, jika kau berani menginjakkan kakimu disana maka kau akan diganggu berbagai hewan buas yang berada disana atau paling tidak ada seseorang yang mati sebagai tumbal jika kalian kesana beramai-ramai, bukankah begitu kasim An dan kaisar Xiao?" tanya Xuan Lan kepada kasim An dan kaisar Xiao. Mereka lalu menganggukkan kepalanya.


Saat berada disana memang ada beberapa prajurit yang menghilang entah karena apa. Hal itu masih seperti misteri, begitu pula dengan kaisar Li. Ia juga kehilangan beberapa prajuritnya ditambah ia bertemu dengan kawanan perampok yang akan menghabisi pasukannya.


"Tapi aku tidak mengalaminya sama sekali. Aku bahkan ragu dengan ucapan orang-orang yang menganggap hutan iblis sangat menyeramkan bahkan aku bisa hidup disana selama dua tahun tanpa luka sedikitpun yang berada di tubuhku begitu pula paman dan bibi yang menemaniku. Pamanku bahkan mencari buruan setiap harinya tetapi ia tidak pernah terluka, bukankah itu aneh?"


"Ternyata selama aku disana sudah ada seorang pria yang melindungiku sejak aku masuk ke dalam sana. Aku bahkan tidak tau kenapa dia melindungiku dan kalian tau apa jawabannya?" ucapan Xuan Lan lagi-lagi membuat orang-orang menggelengkan kepalanya.


"Ia mengatakan jika ia mencintaiku" ucap Xuan Lan.


"Aku sempat berpikir, kenapa dia mau mencintaiku yang saat itu masih buruk rupa dan tidak bisa melakukan apapun. Dia hanya mengatakan dia mencintaiku karena ia melihatku memiliki hati yang baik. Pertanyaanku adalah bagaimana bisa ia berpikir jika aku memiliki hati yang baik? Bagaimana jika aku adalah orang yang jahat? Tapi ia sangat mempercayai jika aku adalah orang baik"


"Dia sangat tulus kepadaku sehingga tidak ada alasan kenapa aku tidak mencintainya. Jika tidak ada dia, mungkin aku sudah tidak ada di hadapan kalian saat ini" ucap Xuan Lan sendu, ia teringat kepada Zhao yang sudah lama tidak ia temui. Ia sangat merindukan pria itu.


Ucapan Xuan Lan seakan menampar orang yang berada disana. Mereka pikir mencintai seseorang itu hanya karena pangkat, harta dan parasnya saja. Mereka tidak tau kalau ketulusan bisa mengalahkan segalanya.


"Untung saja Tian gege tidak mencoba melamar Xuan Lan" ucap Wang Yu Yan kepada kakak tertuanya yang dibalas jitakan kecil oleh pangeran Tian.


"Siapa yang ingin melamar putri Xuan Lan?" bisik pangeran Tian.


"Kau, memang siapa lagi? Aku tau kau menyukai Lala, sudahlah gege mengaku saja tidak perlu malu-malu aku akan menyimpan rahasia ini" ucap Yu Yan menggoda pangeran Tian yang wajahnya sudah memerah itu.

__ADS_1


Wang Yu Yan tertawa terbahak-bahak saat melihat reaksi malu yang ditunjukkan oleh gegenya. Ia tak menyangka jika gegenya bisa bersikap seperti ini juga.


"Diamlah!" ucap pangeran Tian kesal.


"Baik-baik aku akan diam" ucap Yu Yan sambil menahan tawanya.


Di sisi lain Xiao Xi seperti memiliki kesempatan untuk mempermalukan Xuan Lan. Ia sudah tertawa licik di seberang sana.


"Wah, putri Xuan Lan ternyata memiliki kekasih saat berada di hutan iblis" ucap Xiao Xi memulai aksinya.


Xuan Lan menatap malas pada orang itu.


"Dia bukan kekasihku. Aku akui kami memang saling mencintai tapi aku belum mau terikat apapun dengannya" ucap Xuan Lan.


"Ya, itu terserah yang terpenting kalian saling mencintai apalagi kalian berada di hutan iblis hanya bersama dengan pelayan dan penjagamu" ucap Xiao Xi lagi.


Xuan Lan masih menahan ucapan Xiao Xi yang menyebut paman dan bibinya sebagai penjaga dan pelayannya namun sebenarnya ia tidak terima dengan itu semua.


"Xiao Xi memang bodoh! Aku sudah mengatakan berulang kali jika mereka itu paman dan bibiku bukan pelayanku"


"Kalian bisa melakukan apa saja yang kalian inginkan disana termasuk upss" ucap Xiao Xi sambil menutup bibirnya menggunakan tangannya.


"Kalian pasti tau maksudku kan?" tanya Xiao Xi mencoba memprovokasi keadaan disana.


Xuan Lan mulai mengetahui arah pembicaraan Xiao Xi. Rupanya ia ingin menjelekkan nama Xuan Lan di hadapan orang banyak.


"Benar juga ya, apalagi para pelayannya akan menurut pada majikannya"


"Iya, aku tidak menyangka"


"Bisa saja hal itu terjadi, tidak ada yang bisa menjamin"


Bisik-bisik orang di sekitar sana. Xuan Lan mulai jengah dengan keadaan seperti ini. Ia bahkan tidak pernah berciuman dengan Zhao. Mereka hanya dekat tetapi jarang sekali melakukan kontak fisik. Mereka hanya satu kali berpelukan dan Zhao yang mencium tangan Xuan Lan pada saat itu.


"Apa maksudmu?" bentak pangeran Xian yang membuat seluruh orang terlonjak dari tempatnya.


"A-aku hanya menduga-duga saja pangeran Xian" ucap Xiao Xi terbata, ia ingat saat ia ditampar oleh pangeran Xian dulu membuatnya bergidik ngeri.


"Menduga apa hah? Kau ingin menuduh adikku melakukan yang tidak-tidak hah?" bentak pangeran Zhan sambil menggebrak mejanya yang lagi-lagi membuat orang terkejut.


"Maksudmu ber***ta?" tanya Xuan Lan datar.


•••


yok yok yang minta crazy up merapat

__ADS_1


__ADS_2