PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
DELAPAN PULUH EMPAT


__ADS_3

Saat mereka sedang serius berdiskusi tiba-tiba ada orang yang berteriak dari luar aula.


"Kaisar, tolong putriku diculik" teriak orang tadi sambil menangis.


•••


Xuan Lan kemudian memerintahkan seseorang untuk membuka pintunya. Seorang wanita dan seorang pria nampak langsung berlari masuk ke dalam dengan air mata yang meleleh di pipi mereka.


"Kaisar, tolong putriku" tangis mereka berdua.


"Dia putriku satu-satunya huhuu"


"Diamlah sebentar" ucap Xuan Lan dingin.


Pasangan suami istri tadi malah semakin menangis dengan kencang yang membuat konsentrasi Xuan Lan semakin buyar.


"Kalian ingin anak kalian selamat tidak hah?" ucap Xuan Lan lagi dengan nada yang masih dingin.


Kedua orang itu lalu berhenti menangis dan menganggukkan kepalanya.


"Apa kalian tadi melihat orang yang menculik putri kalian?" tanya Xuan Lan tapi mereka menggeleng.


"Apa kalian ingat ia memakai pakaian apa?" tanya Xuan Lan lagi.


Mereka kemudian mengangguk dan berbicara.


"Mereka tadi menggunakan jubah panjang serba merah yang menutupi seluruh tubuh mereka saat menculik putriku" ucap suami si wanita.


"Kau tau kemana arah mereka pergi?" tanya Xuan Lan lagi.


"Jika dari rumah kami, mereka semua berlari ke arah barat" ucap sang suami.


"Lalu rumah kalian dimana?"


___


Xuan Lan, pangeran Zhan dan para Tigers sudah sampai di rumah pasangan suami istri tadi. Hanya Gold Tiger yang kesana karena Xuan Lan takut keselamatan kaisar Zhong akan terancam walaupun kaisar Zhong tetap bersikukuh untuk ikut karena ia tidak mau dicap lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai kaisar tapi dengan ancaman Xuan Lan, kaisar Zhong akhirnya menuruti perkataan Xuan Lan.


Xuan Lan memang sengaja tidak mengajak kaisar Zhong dan para prajuritnya karena ia tak mau menjelaskan apapun dua kali, belum lagi jika para prajurit yang dibawa kaisar Zhong akan berlaku seenaknya dan malah akan mengacaukan rencana Xuan Lan.


"Ke arah barat ya?" gumam Xuan Lan.


"Ayo" ucapnya lagi kepada para Tigers.

__ADS_1


"Kalian berdua tunggu disini jangan mengikuti kami" perintah Xuan Lan kepada pasangan suami istri yang ingin mengikuti langkah mereka itu.


"Tapi kami ingin melihat kondisi putri kami" ucap sang istri.


"Jika kalian melangkahkan kaki satu langkah ke depan maka kami tidak akan mencari anakmu dan kalian cari saja anak kalian sendiri" ancam Xuan Lan.


Pasangan suami istri tadi kemudian diam di tempatnya. Mereka tidak mungkin bisa mencari putri mereka sendirian. Xuan Lan, pangeran Zhan dan Tigers kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke arah barat, ke arah hutan Muta.


Mereka terus menyusuri hutan Muta sampai sebuah suara menghentikan langkah pangeran Zhan.


"emmm emmm"


"Ada apa gege?" tanya Xuan Lan karena pangeran Zhan berhenti secara tiba-tiba.


"Sst, apa kalian mendengar itu?" tanya pangeran Zhan karena pendengarannya memang sangat tajam.


"Aku tidak mendengar apa-apa gege" bisik Xuan Lan.


"Kami juga tidak mendengarnya" ucap para Tigers.


"Ikuti aku" ucap pangeran Zhan pelan.


Mereka lalu mengikuti pangeran Zhan yang sedang mengendap-endap mencari sumber suara tadi.


"emm emm" suara itu lagi kembali terdengar.


Salah seorang dari orang berjubah merah tiba-tiba membalikkan tubuhnya. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh pohon yang berada disana.


"Tidak ada apa-apa, mungkin hanya perasaanku" gumamnya di dalam hati.


"Hampir saja" desah pangeran Zhan lega.


Orang-orang yang mengenakan jubah merah tadi lanjut berjalan sampai mereka tiba ke sebuah gubuk. Pangeran Zhan, Xuan Lan dan para Tigers yakin jika gubuk itu adalah markas mereka yang sesungguhnya. Penjagaan disana terlihat sangat ketat dan terlihat sangat sulit untuk menembus orang-orang berjubah merah itu.


Orang berjubah yang berada diluar gubuk mengamati keadaan sekitar. Mereka juga sempat berkeliling untuk memastikan tidak ada orang yang melihat gubuk mereka. Setelah itu mereka kemudian masuk ke dalam.


"Hei kalian" ucap seseorang dari belakang mereka.


Pangeran Zhan, Xuan Lan dan para Tigers menahan nafasnya sambil berbalik badan.


"Kalian sudah aku cari kemana-mana ternyata kalian ada disini" ucap orang itu lagi.


"Ayo masuk, kita sudah ditunggu untuk ritual, oh ya topeng kalian mana?" tanya orang itu lagi.

__ADS_1


"Topeng kami hilang tertiup angin saat berjalan kemari dan kami tidak mungkin mengejar topeng itu karena ritual akan segera dimulai jadi kami hanya mengenakan cadar hitam ini" ucap salah seorang Tiger dengan lugas.


Orang tadi tersenyum di balik topengnya, ia kemudian memberikan mereka semua masing-masing topeng yang sama dengan miliknya. Xuan Lan baru menyadari jika orang ini mengenakan jubah hitam sama seperti mereka jadi mungkin orang ini kira Xuan Lan dan anggotanya adalah bagian dari kelompoknya.


Mereka kemudian memasuki gubuk yang dianggap markas atau tempat pemujaan oleh Xuan Lan dan anggotanya.


Xuan Lan dan yang lainnya sangat terkejut ketika mereka masuk ke dalam gubuk itu. Mereka tidak menyangka jika bagian dalam gubuk itu benar-benar luar biasa. Mereka sudah menggunakan semen seperti Gold Tiger dan bagian dalamnya terlihat semi modern tetapi tetap saja gantungan dan beberapa ornamen yang dipasang di dinding membuat suasana terasa mencekam. Mungkin gubuk di luar itu hanya untuk menutupi bagian asli dari tempat ini agar keberadaan mereka tidak terendus oleh pemerintah.


Gadis yang tadi dilihat oleh pangeran Zhan dan yang lainnya sudah berada di hadapan mereka. Ia masih meronta-ronta dengan mulut yang disumpal oleh kain, kedua tangan dan kakinya diikat disebuat tiang. Bajunya sudah berganti menjadi baju seperti daster yang berwarna putih bersih.


Orang yang tadi menghampiri Xuan Lan dan anggotanya kemudian maju ke depan. Ia sedikit berbisik ke orang yang berada di sekitar gadis itu.


Orang itu kemudian berbalik menghadap semua orang berjubah merah dan tentu saja ia juga menghadap ke arah Xuan Lan dan anggotanya.


"Dua bulan lagi adalah bulan purnama merah, kita harus menyiapkan gadis yang benar-benar suci dan tentu saja karena bulan itu adalah bulan yang istimewa maka gadis tadi juga harus cantik" ucap orang itu.


"Apakah kalian siap untuk mencari gadis seperti itu?" tanyanya.


"Siap" ucap orang berjubah merah serempak.


"Jika bisa, kalian carilah seorang putri selain cantik dan kebanyakan dari mereka masih suci darah bangsawan akan terasa sangat manis jika dicicipi" ucap orang tadi sambil mengelap air liurnya.


"Kita akan segera memulai ritualnya" ucapnya yang membuat semua orang langsung berdiri tegap.


"Dengan darah gadis ini kita akan hidup abadi!" ucap pria tadi sedikit berteriak.


"Hidup abadi!" ucap orang-orang berjubah merah.


"Jika dengan darah seorang gadis kalian bisa hidup abadi lalu kenapa kalian harus selalu menculik gadis di setiap bulannya dasar aneh" batin Xuan Lan.


Mulut pria tadi komat-kamit membaca mantra lalu tangannya ditaruh di kening gadis yang sudah mereka culik tadi. Gadis tadi merasa panas di seluruh tubuhnya, ia semakin meronta dan menjerit. Lalu orang tadi melepaskan tangannya dan berbalik badan.


Ia mengambil pisau yang tajam lalu ia mulai menancapkan pisaunya di kening gadis tadi. Ia mulai menggerakkan pisaunya seperti gerakan menguliti. Gadis tadi semakin meronta karena menahan sakit.


"emm emmm"


Ada darah yang mengalir di jari orang tadi. Ia menghentikan aksinya yang sudah mengiris bagian kening gadis itu yang sudah sobek kurang lebih satu senti. Ia menjilat darah yang berada di tangannya dengan senyum yang mengembang dan mata yang terpejam seperti sedang menikmati sesuatu yang sangat lezat.


BRAKK


"Maaf kami terlambat ketua"


•••

__ADS_1


**tugasnya bnyk bgt gatau bisa up kpn lagi


yg jelas jgn lupa vote komen like dan rate**.


__ADS_2