PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
LIMA PULUH


__ADS_3

"Ada gunanya juga kau membuntuti kami" ucap pangeran Zhan menatap putra mahkota Xiao Gui,


•••


Pangeran Gui memilih berpisah saat mereka sampai di depan aula istana. Ia memilih kembali ke kediamannya sedangkan pangeran Zhan memilih mengantarkan Xiao Lan sampai ke kediamannya.


"Terimakasih ya gege untuk hari ini" ucap Xiao Lan tersenyum manis,


"Harusnya aku yang berterimakasih padamu karena sudah mau keluar bersamaku hari ini" ucap pangeran Zhan menepuk kepala Xiao Lan lembut,


"Yasudah aku mau istirahat dulu" ucap Xiao Lan,


"Baik, istirahat yang baik ya" ucap pangeran Zhan kemudian pergi meninggalkan Xiao Lan,


Xiao Lan kemudian masuk ke kediamannya. Ia berkata pada bibi dan pamannya jika ia dicari orang-orang maka mereka harus mengatakan Xiao Lan sedang tidak bisa diganggu kalau mereka masih nekat maka Xiao Lan meminta mereka menotok orang itu. Paman dan bibinya mengiyakannya sekarang ia bisa pergi dengan tenang.


Setelah sepuluh menit bepergian menggunakan qingqongnya akhirnya ia sampai di markas besar Gold Tiger. Ia kemudian masuk ke dalam, semua orang yang berpapasan dengannya menunduk hormat kecuali seorang wanita yang dengan angkuhnya mengolok-olok Xiao Lan.


"Kau siapa? Kenapa kau bisa sampai disini?" tanyanya dengan angkuh,


Xiao Lan hanya melihat orang bertopeng harimau berwarna setengah emas setengah biru itu kemudian berjalan lagi tanpa menggubrisnya.


Wanita yang diabaikan tadi merasa geram, ia lalu menggenggam tangan Xiao Lan dengan kuat. Para anggota yang melihatnya ingin melerai tapi mereka diberi kode Xiao Lan agar tidak ikut campur.


"Jawab aku siapa kau! Harusnya seorang tamu tidak sampai pergi ke markas besar ini" ucapnya masih dengan angkuh,


"Apa kau bangga menjadi anggota Gold Tiger?" tanya Xiao Lan datar,


"Tentu saja, bukan sembarang orang yang bisa masuk kesini dan kau tau apalagi aku anak seorang bangsawan" ucapnya berbisik saat mengatakan ia anak seorang bangsawan,


"Oh" hanya itu yang Xiao Lan katakan sebenarnya ia sangat marah karena anak seorang bangsawan bisa sampai kemari.


Ia lalu melepaskan tangannya dengan kasar kemudian berjalan lagi. Wanita tadi masih terus mengganggu Xiao Lan sampai di depan ruang reine. Ia masih belum menyadari jika orang yang dihadapannya ini adalah reine dari Gold Tiger.


"Kau mau menyusup kesini ha? Hei Tigers seret wanita ini karena ia mau menyusup ke ruang reine" ucapnya memerintah,


Tapi para Tigers yang berjaga di depan ruang kerja Xiao Lan hanya diam saja dan tak bergeming sedikitpun.


"Apa yang kalian lakukan? Cepat seret dia!" ucapnya dengan nada membentak,


Xiao Lan memberikan tangannya pada dua orang penjaga pintu tadi, matanya mengisyaratkan agar mereka menangkapnya. Kedua penjaga tadi segera menggandeng tangan Xiao Lan dan menariknya dengan lembut. Wanita bertopeng harimau berwarna setengah emas setengah biru tadi sangat puas ia lalu bergumam,


"Sebentar lagi posisi reine akan menjadi milikku" pendengaran Xiao Lan sangat tajam ia bisa mendengar apa yang dikatakan wanita tadi tapi ia hanya menyeringai,


Ia kemudian berbisik pada dua orang tadi agar seluruh anggota dikumpulkan dalam sepuluh menit baik itu yang berada di dalam maupun di luar markas.


Dua penjaga tadi segera mematuhi Xiao Lan. Mereka segera memberi tahu kepada semua orang agar segera berkumpul di aula utama karena reine akan menyampaikan sesuatu.


Setelah semuanya beres dan para anggota sudah berkumpul Xiao Lan memasuki aula utama tanpa mengenakan topengnya. Semua orang langsung memberi hormat pada sang reine tak terkecuali wanita tadi. Ia tak melihat begitu jelas perawakan sang reine saat memasuki aula tadi.


Setelah memberi hormat ia melihat seorang wanita yang sedang berdiri dengan anggun, ia ingat wanita ini adalah wanita yang ia tuduh tadi.

__ADS_1


"Selamat datang reine" ucap semua orang serempak, Xiao Lan hanya membalasnya dengan anggukan,


Wanita tadi mulai mengeluarkan keringat dingin. Ia telah salah menyinggung orang dan berlagak dengan angkuhnya di depan orang tadi.


Xiao Lan mulai mengeluarkan aura mengintimidasinya,


"Apakah kerja kalian sudah benar akhir-akhir ini?" tanyanya datar,


Hening,


Tidak ada yang menjawab,


"Aku tanya sekali lagi apakah kerja kalian sudah benar akhir-akhir ini?" tanyanya mulai membentak,


"M-menjawab reine s-sudah" ucap orang-orang serempak,


"Benarkah?" ia mulai menaikkan salah satu alisnya,


"Aku tadi melihat seorang pemuda sedang disiksa karena ia tidak melakukan kesalahan apapun dan para Tigers tidak ada yang bertindak sebelum aku muncul" ucapnya,


"Bukankah kalian sudah tau kebenarnnya? Kenapa kalian tidak segera menolongnya hah?" tanyanya dengan nada tinggi,


Orang-orang yang berada di depannya gemetar, jika reine nya sudah berbicara dengan nada yang tinggi maka mereka sudah melakukan suatu kesalahan fatal bahkan bernapas pun mereka rasanya tidak berani.


"Satu lagi, ini adalah kesalahan kalian yang paling fatal. Bukankah aku sudah pernah mengatakan jika kalian harus benar-benar mencari tau identitas seseorang sebelum ia bisa masuk ke markas ini?" tanyanya lagi dengan datar,


"Benar reine" ucap beberapa dari mereka,


"Menjawab, kami t-tau reine" ucap sisanya,


"Lalu kenapa kalian bisa kecolongan?" tanyanya dingin,


Semua orang menahan nafasnya mereka bahkan tidak berani menatap Xiao Lan,


"Marche (kelompok bagian perekonomian) apakah kalian tau ada anggota kalian yang seharusnya tidak ada disini" tanyanya,


Ketua marche kemudian menjawab,


"Maaf reine, kami tidak tau" ucapnya,


"Seret orang yang berlaku tidak sopan kepadaku tadi" ucap Xiao Lan dingin,


Dua Tigers yang membawa Xiao Lan tadi segera menyeret wanita yang bertindak tidak sopan kepada Xiao Lan.


"Buka topengnya" ucap Xiao Lan dingin,


Dua Tigers langsung membuka dengan kasar topeng yang dikenakan orang tadi,


"Putri dari menteri pajak di kekaisaran Xiao" ucap Xiao Lan,


Wanita tadi menegang, ia tak menyangka reine Gold Tiger mengetahui dirinya,

__ADS_1


"Bagaimana bisa kalian kecolongan seperti ini hah?" bentak Xiao Lan,


"Sebenarnya aku tidak ingin mengotori tanganku karena lambang harimau di lenganmu itu akan membunuhmu secara perlahan dan sangat menyakitkan" ucapnya tajam,


"Tapi karena ambisimu ingin menjadi reine disini maka aku akan melayaninya" ia kemudian mengeluarkan pisau kecil yang selalu dibawanya, mengukir berbagai bentuk yang ia sukai di wajah itu.


Rintihan, ringisan bahkan teriakan memilukan terdengar di aula. Anggota Gold Tiger juga tidak ada yang mual, mereka malah senang jika ada penghianat yang langsung disiksa di depan mereka.


"K-kau akan menyesal akhh" ucap putri dari menteri pajak tadi,


"Oh ya? Kita lihat siapa yang akan menyesal" ucapnya tersenyum misterius,


"Combat!" panggilnya,


Ada banyak anggota yang sudah membawa beberapa orang yang sudah babak belur termasuk menteri pajak sendiri. Putri menteri pajak semakin berlinang air matanya apalagi saat air matanya mengenai lukanya ia semakin meringis dan menangis karena rasa perih yang menyerangnya.


Sebelumnya, setelah Xiao Lan memerintahkan dua penjaga untuk memberitahukan jika dia akan mengumpulkan seluruh anggota dia sudah bertemu dengan Jun dan memerintahkannya untuk menyebar pasukannya di sekitar area markas dan jika mereka menemukan sekelompok orang yang mencurigakan mereka harus membawanya ke depan aula utama.


"Mata kalian lapar sekali sepertinya, sisanya aku serahkan kepada kalian" ucap Xiao Lan kemudian berlalu meninggalkan mereka semua.


Hari itu adalah hari dimanaa seluruh keluarga menteri pajak di kekaisaran Xiao hilang secara misterius bagi sebagian orang.


Setelah beberapa saat, aula utama sudah kembali bersih dan tidak ada bercak darah sedikitpun di sekitar sana.


"Aku harap kejadian ini tidak berulang lagi ke depannya" ucap Xiao Lan datar,


"Baik reine" jawab mereka serempak,


"Ho ikut aku" ucap Xiao Lan kemudian berjalan menuju ruangannya, Ho hanya mengikutinya dari belakang tanpa menjawabnya,


Setelah sampai di ruangannya, Xiao Lan segera mendudukkan tubuhnya kemudian menatap Ho,


"Kau pasti tau apa yang sebentar lagi akan terjadi dan kau pasti tau apa yang akan ku perintahkan kepadamu" ucap Xiao Lan,


"Tentu reine" ucap Ho sambil menunduk,


"Baiklah aku pergi, evaluasi lagi Gold Tiger agar mereka tidak melakukan kesalahan yang sama" imbuhnya,


"Baik, apa anda mau saya antar?" tanya Ho,


"Hmm, tidak perlu" ucap Xiao Lan lalu pergi begitu saja,


"Selalu saja begitu tidak pernah berubah" gerutu Ho di dalam hatinya,


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE


TERIMAKASIH


chiccacaaa

__ADS_1


__ADS_2