PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
DELAPAN PULUH TIGA


__ADS_3

Tabib Bao menjadi terkejut saat melihat orang yang dipukulnya ternyata adalah pangeran Zhan. Ia kemudian lari terbirit-birit keluar dari kamar Xuan Lan kemudian ia dikejar oleh pangeran Zhan. Xuan Lan tertawa terbahak-bahak saat mereka berdua berteriak-teriak di markas Gold Tiger.


•••


Sudah lima hari Xuan Lan dan pangeran Zhan berada di markas Gold Tiger. Kedatangan pangeran Zhan menambah warna yang ada di markas Gold Tiger biasanya Xuan Lan yang akan bertengkar dengan bibi Fu namun sekarang pangeran Zhan yang akan selalu bertengkar dengan vice-reine.


Setiap jam pangeran Zhan pasti selalu bertengkar dengan tabib Bao karena masalah tidak penting yang membuat seluruh orang disana tertawa. Bagaimana mereka tidak tertawa jika pangeran Zhan sering sekali mengambil pakaian dalam milik tabib Bao dan menyembunyikannya kalau tidak tabib Bao yang akan mengerjai pangeran Zhan dengan mencoret-coret wajah pangeran Zhan dengan lipstik saat pangeran Zhan sedang tidur terkadang mereka juga akan memperebutkan Xuan Lan.


"Kau kan sudah punya adik, kau bersama adikmu saja!" ucap pangeran Zhan ketus saat ia sedang berebut Xuan Lan dengan tabib Bao.


"Adikku sedang tidur, maka dari itu aku menghampiri Lan'er" ucap tabib Bao tak kalah ketusnya.


Mereka lalu saling menatap penuh permusuhan yang membuat Xuan Lan memiliki kesempatan untuk kabur dari mereka berdua. Pangeran Zhan dan tabib Bao yang menyadari Xuan Lan sudah hilang segera berteriak.


"Lan'er" ucap mereka bersamaan.


"Ini gara-gara kau, adikku jadi pergi!" ucap pangeran Zhan.


"Kau lah" jawab tabib Bao.


"Kau"


"Kau"


"Pokoknya kau!" ucap mereka bersamaan.


"Jangan mengikutiku!" ucap mereka lagi secara bersamaan.


Setelah itu mereka biasanya akan melakukan baku hantam.


Sekarang pangeran Zhan sedang bermalas-malasan dikamarnya sedangkan Xuan Lan sedang memantau keadaan di luar seperti yang ia katakan sebelumnya, ia akan menjadi reine yang bertanggung jawab. Tapi ia kemudian melihat ada seekor burung yang hinggap di pagar markasnya. Ia lalu menghampirinya.


Burung itu kemudian menggerak-gerakkan kakinya. Xuan Lan kemudian melihat kaki burung itu ternyata ada sebuah surat dengan pita merah yang berada disana. Xuan Lan mengambilnya dan tak lupa memberi burung itu beberapa makanan untuknya.


Xuan Lan kemudian masuk ke dalam. Ia memilih memasuki ruang kerjanya. Xuan Lan membuka surat tadi, air mukanya tiba-tiba berubah saat membaca seluruh bagian dari surat itu. Ia kemudian keluar dari ruangannya dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


"combat!" teriaknya saat memasuki ruangan combat.


"reine" ucap para Tigers sambil menunduk hormat.


"Kita punya misi yang besar, kalian tau dimana Ho?" tanya Xuan Lan dan dijawab gelengan oleh mereka semua.


"Dimana ketua kalian?" tanyanya lagi.


"Menjawab reine, ketua Jun sedang ada misi keluar hari ini" ucap seseorang dari mereka.


"Baiklah, aku yang akan memimpin kalian secara langsung untuk misi ini" ucap Xuan Lan sambil menghembuskan nafasnya kasar.


"Dan aku ingin kalian membekali mental kalian dan jangan pernah lengah sekalipun saat misi ini. Aku menunjuk lima orang untuk maju bersamaku" ucap Xuan Lan kemudian ia memberitahukan rencananya kepada para Tigers.


Mereka mengangguk paham atas segala penjelasan Xuan Lan terkadang mereka juga bertanya jika mereka masih belum mengetahui apa yang dimaksud Xuan Lan. Jujur saja Xuan Lan lebih senang jika mereka cepat paham dan tidak banyak bertanya tapi ia juga senang jika ada yang tidak malu bertanya padanya jika ia benar-benar tidak mengetahuinya. Malu bertanya sesat di jalan bukan?


Setelah memastikan semua beres, Xuan Lan segera keluar dari tempat itu. Ia menuju kamarnya untuk mempersiapkan segalanya. Saat ia berada di kamar betapa terkejutnya ia teryata pangeran Zhan sedang molor di kasurnya. Xuan Lan tidak menghiraukannya, ia terus mencari benda yang diperlukannya untuk misi kali ini.


"Lan'er apa yang kau lakukan?" tanya pangeran Zhan dengan suara seraknya.


"Untuk apa keluar?" tanya pangeran Zhan lagi.


"Mencari pengalaman" ucap Xuan Lan.


"Kau mau kemana?" tanya pangeran Zhan karena kurang puas dengan jawaban Xuan Lan.


"Aku ingin menjalankan misi yang sangat penting" jawab Xuan Lan.


"Aku ikut" ucap pangeran Zhan sambil bangun dari posisinya.


"Terserah" ucap Xuan Lan malas.


Xuan Lan kemudian keluar tak lupa dengan pangeran Zhan yang berada disisinya. Ia kemudian memakai topeng emasnya. Xuan Lan melihat pangeran Zhan, ia bahkan belum memiliki topeng sama sekali. Xuan Lan kemudian memberinya topeng yang sama persis dengan miliki tabib Bao. Ia tak mau mengambil resiko jika pangeran Zhan akan terus mengomel di sepanjang jalan karena topengnya masih berada di bawah tabib Bao yang akan membuat rencana Xuan Lan gagal.


Jika boleh jujur, Xuan Lan merasa sedikit tegang untuk melakukan misi ini karena sudah lama sekali ia tidak turun tangan secara langsung seperti ini. Setelah urusan dengan pangeran Zhan selesai, mereka berdua lalu menghampiri combat yang sudah bersiap di tempat mereka tak lupa mereka memberi jubah berwarna hitam untuk Xuan Lan dan pangeran Zhan.

__ADS_1


Mereka kemudian keluar dari markas dan berjalan menuju ke arah utara.


"Kita akan kemana Lan'er?" tanya pangeran Zhan.


"Kekaisaran Zhong" ucap Xuan Lan singkat.


"Memang ada masalah apa disana sampai kau sendiri yang mengatasinya?" tanya pangeran Zhan lagi.


"Tadi pagi aku mendapatkan surat dari kaisar Zhong. Ia mengatakan setelah kembali dari acara ulang tahun kaisar Xiao ia baru mengetahui jika ada organisasi terlarang yang ada disana" ucap Xuan Lan.


"Organisasi terlarang?" ucap pangeran Zhan.


"Ya, mereka adalah organisasi pemuja iblis. Setiap bulan mereka selalu menculik para gadis perawan untuk dijadikan tumbalnya. Kaisar Zhong tidak sengaja mendapat berita ini saat ada pengembara yang mengatakannya. Sebenarnya kaisar Zhong sendiri juga tidak tau kenapa para gadis di kekaisarannya menghilang secara tiba-tiba dan ternyata itu adalah alasannya" jelas Xuan Lan.


"Berarti para gadis itu dibunuh oleh organisasi itu?" gumam pangeran Zhan yang masih terdengar oleh Xuan Lan.


"Bisa iya bisa tidak karena kita juga belum mengetahui kebenarannya" ucap Xuan Lan kepada pangeran Zhan.


Mereka lalu melanjutkan perjalanan lagi tanpa ada suara disana. Beberapa jam kemudian mereka telah tiba di kekaisaran Zhong. Mereka kemudian menaruh topengnya di balik pakaian mereka, melepas jubah dan khusus untuk Xuan Lan dan pangeran Zhan mereka memakai cadarnya.


Mereka kemudian masuk ke dalam wilayah kekaisaran dengan menyerahkan token yang telah diberi oleh kaisar Zhong saat mengirimkan surat tadi. Para penjaga kemudian mengantarkan mereka ke istana kekaisaran Zhong.


Mereka kemudian diminta untuk menemui kaisar Zhong yang sedang berada di aula istana. Para Tigers menundukkan kepala mereka sebagai rasa hormat kepada kaisar Zhong sedangkan Xuan Lan dan pangeran Zhan hanya menundukkan kepalanya sebentar.


"Apa kau sudah mengetahui markas mereka?" tanya Xuan Lan secara langsung.


"Kami belum pernah mengecek kesana secara langsung tetapi pengembara itu mengatakan jika ia menemukan markas mereka di tengah hutan Muta" ucap kaisar Zhong.


Saat mereka sedang serius berdiskusi tiba-tiba ada orang yang berteriak dari luar aula.


"Kaisar, tolong putriku diculik" teriak orang tadi sambil menangis.


•••


jangan lupa vote komen like dan subscribe

__ADS_1


__ADS_2