PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
TUJUH PULUH DELAPAN


__ADS_3

"Aku melihat wajahnya samar-samar tetapi saat ia membunuhku aku melihat wajahnya dengan jelas dan yang membuatku terkejut adalah wajahnya sangat mirip dengan wajah permaisuri Xiu Juan" ucap Wang Yu Yan.


"Apa?!" pekik Xiao Lan terkejut.


FLASHBACK OFF


•••


"Keadilan bagaimana yang putri maksud?" tanya kaisar Xiao.


"Bagaimana jika aku sudah mengingat orang yang meracuniku saat aku masih kecil? Meskipun ingatanku hanya samar-samar tetapi tubuhku masih sangat ingat bagaimana rupa dan perawakan orang itu" ucap Wang Yu Yan lagi.


"Yu'er apa maksudmu?" tanya kaisar Wang.


"Aku sudah ingat siapa yang meracuniku dulu. Orang yang meracuniku dan ibu ia juga membuat adik meninggal!" teriak Wang Yu Yan.


"Siapa orang itu?" tanya kaisar Wang dingin.


"Permaisuri Xiu Juan" ucap Wang Yu Yan datar disertai senyum iblisnya.


"A-apa?" tanya semua orang disana, kaisar Wang sendiri bahkan masih menyebutkan kata itu. Kaisar Xiao kembali membulatkan matanya, kejadian besar beberapa tahun silam itu ternyata ulah istrinya sendiri.


"Jangan mengada-ada!" bentak permaisuri Xiu Juan dengan gugup.


"Aku tidak pernah mengada-ada. Memang setelah aku sembuh aku tidak mengingatmu sama sekali tetapi saat berada di acara ulang tahun kaisar Li aku melihatmu dan kepalaku terasa sangat sakit. Kepingan ingatan yang muncul adalah kau memberikan sesuatu padaku dan adikku. Kau juga memberikan satu bungkus bubuk di cangkir teh milik ibundaku!" ucap Wang Yu Yan dingin.


"T-tidak k-kau bohong!" Elak permaisuri Juan dengan wajah yang terus menerus memucat.


"Jika Yu Yan bohong, kau tidak perlu cemas berlebihan seperti itu Xiu Juan" ucap Xuan Lan datar.


Kaisar Wang sudah berjalan menuju arah permaisuri Juan. Ia lalu mencekik leher permaisuri Juan. Semua orang yang melihatnya terkejut. Xuan Lan, Wang Yu Yan dan Xiao Xi segera melepaskan tangan kaisar Wang dari leher permaisuri Xiu Juan.


"Paman tunggulah sebentar. Jangan membunuhnya terlebih dulu!" ucap Xuan Lan.


"Kenapa? Dia berusaha membunuh kedua anak gadisku dan ia juga meracuni permaisuriku" teriak kaisar Wang, ia sudah melangkahkan kakiknya lagi menuju permaisuri Juan.


Xuan Lan terpaksa harus menotok titik vital kaisar Wang. Karena energi yang dimiliki Xuan Lan lebih besar maka kaisar Wang langsung tumbang.

__ADS_1


Permaisuri Juan masih terengah-engah sambil memegang lehernya dan kepalanya dibopong oleh Xiao Xi.


"Aku beritaukan kepada kalian semua. Dia yang bernama Xiu Juan telah melakukan pembunuhan terhadap permaisuri sebelumnya, permaisuri Fang Yin" ucap Xuan Lan dingin.


"Ia membunuh permaisuri Fang Yin secara perlahan menggunakan racun yang diberikan ke setiap makanan dan minuman yang akan dikonsumsi oleh permaisuri Fang Yin dan saat Xiao Lan baru lahir ke dunia, permaisuri sebenarnya masih ada namun Xiu Junsu semakin menambah racun dengan takaran yang lebih tinggi dari sebelumnya"


"Mungkin karena tubuh permaisuri Fang Yin masih lemah setelah melahirkan Xiao Lan ditambah racun yang sudah menjalar di seluruh tubuhnya permaisuri Fang Yin kemudian meninggal dunia dan Xiao Lan yang disalahkan atas semua kejadian ini" ucapnya masih dingin sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya.


Xuan Lan lalu mengambil beberapa gulungan dari pangkuan kaisar Xiao dan melemparkannya ke sembarang arah.


Pangeran Zhan, putra mahkota dan ibu suri sangat terkejut begitu pula dengan orang di sekitar mereka. Orang-orang yang tidak sengaja menerima lemparan gulungan tadi segera membukanya. Betapa terkejutnya mereka saat isi dari gulungan itu adalah perintah langsung dari permaisuri Juan yang saat itu masih menjadi selir untuk mengirimkan racun ke setiap makanan permaisuri Fang Yin.


Pangeran Zhan dan putra mahkota lalu maju ke depan menghampiri permaisuri Juan. Pangeran Zhan melesatkan tangannya ke pipi permaisuri Juan.


"Brengsek" ia lalu menendang permaisuri Juan sampai terjatuh dari pangkuan Xiao Xi.


"Maumu apa hah? Kau menyalahkan adikku dalam semua ini padahal dalang dari semuanya adalah kau!" bentak pangeran Zhan sambil menendang permaisuri Juan lagi.


BUGH


"Gege jangan, ibu tidak bersalah. Xuan Lan hanya mengada-ada" teriak Xiao Xi histeris karena ibunya dihajar di hadapannya.


"Kenapa? Dia sudah membunuh ibu kita!" teriak pangeran Zhan.


"Pangeran Gui, bawalah pangeran Zhan mundur. Aku belum selesai berbicara Zhan gege, diamlah sebentar" ucap Xuan Lan lagi.


Putra mahkota Xiao Gui kemudian menarik pangeran Zhan untuk menjauh dari permaisuri Juan. Setelah itu Xuan Lan kembali berbicara.


"Ia juga mencoba membunuhku dimanapun dan kapanpun bahkan saat tubuhku diasingkan di hutan iblis, ia mengirim seorang tabib untuk membunuh Xiao Lan dan kalian tau? Xiao Lan yang sesungguhnya sudah mati, sekarang yang berada di hadapan kalian ini adalah Xuan Lan" ucap Xuan Lan lagi.


"Aku berada disini untuk membalaskan dendam yang dimiliki Xiao Lan di dunia ini" imbuhnya.


"Kau tidak memiliki bukti tentang itu" ucap permaisuri Juan tersenyum sinis meskipun nyawanya sudah berada di ujung tanduk.


"Benarkah?" tanya Xuan Lan menyeringai.


"Ho!" panggil Xuan Lan kepada Ho.

__ADS_1


Ho kemudian mendekat lalu salah satu kakinya ia pijakkan di tanah sedangkan kakinya yang lain ia gunakan untuk menopang tangannya. Ia lalu melepaskan topengnya.


Betapa terkejutnya permaisuri Juan saat melihat wajah Ho. Ia bahkan sampai memundurkan dirinya karena saking terkejutnya.


"T-tidak mungkin!" pekik permaisuri Juan.


"Tabib Bao kau sudah mati!" teriak permaisuri Juan.


"Buktinya aku masih disini" ucap Ho datar.


FLASHBACK ON


*yang lupa bisa cek ke eps empat belas.


"Apa yang kalian lakukan pada gegeku brengsek!" air matanya jatuh tanpa ia minta dengan membabi buta ia menyerang semua orang di hadapannya, tinggalah ketua perampok itu yang tersisa.


Sebenarnya Xuan Lan hanya berakting saat itu. Ia dan tabib Bao sudah merencanakan kematian pura-pura yang akan dialami oleh tabib Bao agar tabib Bao tidak selalu dikejar untuk membunuh Xiao Lan oleh permaisuri.


Saat Xuan Lan mengalihkan perhatian seluruh perampok, tabib Bao kemudian menculik salah satu perampok yang memiliki proporsi tubuh yang hampir sama dengannya dan ia menghajarnya sampai pingsan. Ia lalu bertukar pakaian dengan perampok tadi.


"Huekk, astaga bau sekali cadar dan pakaian ini bisa pingsan jika lama-lama aku memakai ini" gumam tabib Bao kesal sendiri.


Ia menahan rasa ingin muntahnya kemudian membawa perampok yang sudah pingsan tadi ke arah tempat pertarungan. Beruntung sekali para perampok hanya tinggal setengah dari yang sebelumnya. Ia lalu kembali menghajar perampok tadi dan membenturkan wajah perampok tadi ke batu yang sangat besar agar wajahnya bisa hancur.


Jika wajah perampok tadi tidak hancur maka mata-mata dari permaisuri Juan akan mudah mengetahui jika ini hanya siasat mereka saja. Tabib Bao sebenarnya tidak tega, tetapi karena orang ini jahat dan ia juga membutuhkan tubuh orang ini untuk keperluan banyak orang maka ia harus melakukan hal itu. Sejak saat itu tabib Bao sudah menjadi lebih berani dan lebih dingin dari sebelumnya.


Setelah Xuan Lan memberi kode bahwa para perampok sudah seluruhnya mati tabib Bao kemudian pergi dari sana untuk menemui kawanan perampok yang lainnya. Di tengah jalan ia membuka cadarnya kemudian mengeluarkan segala isi yang berada di dalam perutnya.


"Orang ini tidak pernah mencuci pakaiannya huekk" ucap tabib Bao.


Setelah tabib Bao menemukan markas perampok tadi, ia segera memulai acara dramatisnya seperti yang sudah diajarkan Xuan Lan padanya dengan sangat rapi sampai-sampai para perampok percaya dengan ucapan tabib Bao.


Tabib Bao akhirnya bertemu lagi dengan Xuan Lan saat Xuan Lan dan paman Tao berjalan menuju kekaisaran Li. Dan sejak hari itu munculah nama Gold Tiger ke permukaan daratan.


FLASHBACK OFF


•••

__ADS_1


ayo ayoo jangan lupa vote komen rate dan like kasih tip juga bisa hehehe


astagfirullah kalian ini berdosa bgt nantangin othor buat crazy up trs dikasih waktu smpe besok pagi mana iming-imingnya pake vote banyak bgt lagi kan jadi mupeng😭😭


__ADS_2