
“Aku rindu lane*ige ku” gumam Xiao Lan sedih,
Untungnya saat masih di dunia modern ia sangat menyukai skincare sehingga untuk masalah jerawat ia bisa mengatasinya karena ia mengetahui bahan\-bahan yang ampuh digunakan untuk memulihkan jerawat bernanah seperti yang Xiao Lan miliki. Sedangkan untuk luka yang seperti luka bakar itu ia memilih mengobatinya nanti setelah masalah jerawatnya itu selesai. Ia takut jika menggunakan berbagai bahan bersamaan akan membuat wajahnya malah semakin rusak sehingga ia memilih jalan aman. Ia meminta pelayan Fu dan penjaga Tae untuk mencarikan bahan\-bahan herbal yang akan ia gunakan untuk menyembuhkan wajahnya ia juga meminta agar mereka menanam lidah buaya di sekitar pekarangan gubuk mereka. Pelayan Fu dan penjaga Tae bingung karena setahu mereka nonanya itu tidak pernah belajar apapun tentang herbal tetapi mereka hanya menurutinya karena mereka melihat Xiao Lan yang sangat bersemangat saat menyuruh mereka mencarikan herbal itu. Akhirnya pelayan Fu dan penjaga Tae pergi untuk mencari tanaman herbal yang diinginkan nonanya, mereka juga tidak meminta tolong pada tabib Bao karena sebenarnya mereka tidak terlalu percaya dengan tabib Bao yang pernah membuat kondisi nonanya semakin kritis bahkan sampai mati tetapi mereka tidak ada yang tahu kalau nonanya yang sebenarnya itu sudah mati. Entahlah mungkin mereka akan serangan jantung secara mendadak jika mengetahui hal itu.
Setelah pelayan Fu dan penjaga Tae menemukan herbal yang diminta oleh Xiao Lab mereka akhirnya pulang dan memberikannya pada nona mereka. Xiao Lan yang sudah menunggu mereka dari tadi sangat senang hingga ia refleks memeluk mereka berdua, ia ingat penjaga Tao yang berada di belakannya lalu tangannya yang kecil itu menarik penjaga Tao untuk bergabung ke dalam pelukan mereka bertiga. Pelayan Fu serta penjaga Tae dan Tao sangat terharu atas tindakan Xiao Lan mereka merasa sangat beruntung karena memiliki atasan seperti dirinya yang menganggap mereka seperti keluarganya sendiri.
__ADS_1
"*persis seperti ibunya*" batin mereka dalam hati. Sedangkan tabib Bao yang dari tadi melihat interaksi mereka berempat hanya memandang dengan tatapan meremehkan.
Setelah selesai berpelukan, Xiao Lan bergegas mengambil bahan itu dan langsung mengeksekusinya menjadi masker. Saat masker itu sudah jadi ia segera memanggil pelayan Fu, penjaga Tao dan penjaga Tae untuk bergabung dengannya menggunakan masker. Awalnya penjaga Tao dan Tae tidak mau menggunakan masker karena menurut mereka hal itu hanya dilakukan oleh perempuan. Xiao Lan yang mendengar penolakan mereka berdua sangat kesal hingga ia berpura\-pura menangis agar dua orang itu mau menggunakan masker bersamanya. Satu jitakan jatuh ke dahi masing\-masing penjaga Tae dan Tao, mereka meringis menatap pelayan Fu yang menjitak mereka tanpa perasaan. Paham akan tatapan pelayan Fu mereka bergegas meminta Xiao Lan untuk mengajari mereka cara menggunakan masker itu, tapi tangan Xiao Lan dengan cepat mengoleskan masker itu ke wajah dua orang itu. Suara gelak tawa menggema di ruangan kecil itu mereka membantu satu sama lain menggunakan masker. Saat mereka menunggu masker yang telah dipakai itu untuk kering tiba\-tiba tabib Bao masuk ke dalam, ia melihat berbagai herbal yang berada di depannya,
"Apa yang kalian gunakan itu?" tanya tabib Bao heran,
"Bukankah kau melihatnya sendiri dengan matamu, tabib Bao?" balas Xiao Lan sambil menekan kata 'tabib Bao'
__ADS_1
Pelayan Fu, penjaga Tae dan penjaga Tao bergidik ngeri atas apa yang dikatakan tabib Bao tapi mereka tetap diam karena ini adalah perintah nonanya. Mereka yakin nonanya tidak akan merusak wajah mereka tetapi tetap saja ada yang sedikit mengganjal di hati mereka karena sebelumnya Xiao Lan tidak mengetahui apapun tentang tanaman herbal.
Tanpa disadari semua orang Xiao Lan sudah menggenggam pisau kecil, ia melemparkan pisau itu pada wajah tabib Bao. Semua orang terkejut atas tindakan Xiao Lan terlebih lagi bagian yang tertancap pisau itu adalah bagian yang sangat dekat dengan mata. Jika meleset sedikit saja sudah dipastikan tabib Bao akan buta. Ia lalu berjalan mendekat ke arah tabib Bao yang sedang terduduk kesakitan memegang bagian di sebelah mata kirinya.
"Apa kau pikir aku bodoh hah? Kau mengatakan itu karena kau tau herbal yang aku gunakan ini fungsinya tidak lain adalah untuk mengobati wajahku dari jerawat sialan ini dan juga kau ingin aku menggunakan herbalmu itu agar kau bisa memenuhi tugas dari permaisurimu itu agar kau bisa membunuhku kan? Herbal yang kau miliki itu sebenarnya adalah racun kau pikir aku tidak tau? Kau pikir aku tidak tau bahwa selama ini kau menaruh racun pada makanan kami itulah sebabnya kau tidak pernah mau makan bersama kami dan kau selalu dikirim berbagai makanan yang enak itu dari permaisuri brengsek itu iya kan?" teriak Xiao Lan tepat di wajah tabib Bao dan sedikit mengeluarkan aura menekan yang hanya ditujukan untuk tabib Bao. Tabib Bao merasa sangat sesak dan tertekan atas ucapan Xiao Lan,
"K\-kau..."
__ADS_1
HAI KEMBALI LAGI JANGAN BOSAN YA DENGAN SAPAAN AUTHOR TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR DENGAN LIKE KOMEN VOTE DAN RATE YA, SEPERTI BIASA MAAF JIKA ADA TYPO DAN CARA PENULISAN AUTHOR YANG KURANG TEPAT, TERIMAKASIH ~chiccacaaa