PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
SEMBILAN PULUH DELAPAN


__ADS_3

"Goarr" tiba-tiba sekelompok singa datang mengepung mereka bertiga beserta kudanya. Ukuran mereka sedikit lebih besar daripada singa normal lainnya.


•••


"Apa lagi ini" gerutu pangeran Zhan kemudian ia lebih mendekatkan dirinya ke arah Xuan Lan.


"Kek, kau berada di atas kuda saja. Nanti kau bisa berlari saat sekumpulan singa ini mulai menyerang kudamu" ucap Xuan Lan kepada kakek tadi.


Xuan Lan mengatakan hal itu karena kondisi kakek yang hampir sekarat emarin. Pangeran Zhan dan Xuan Lan kemudian mengalihkan perhatian singa-singa tadi dengan cara menatap mata mereka dengan dalam kemudian secara perlahan mereka berdua berpindah posisi menjauhi kakek dan kudanya.


"Grrr" singa tadi menggerang sambil mendekati mereka berdua. Xuan Lan dan pangeran Zhan masih terdiam, mereka tidak akan menyerang singa-singa itu sebelum singa-singa itu sendiri yang menyerang mereka berdua.


Salah satu singa muda kemudian melompat ke arah Xuan Lan. Xuan Lan langsung menghindari terkaman singa tadi. Ia kemudian melihat ke arah pangeran Zhan yang sudah dikerumuni oleh semua singa yang berada disana.


Singa itu mulai menunjukkan gigi bertaringnya. Di dekatilah pangeran Zhan dengan langkah yang pasti, tatapannya sangat mengintimidasi pertanda mereka bertiga berada di wilayah yang salah. Si raja hutan kemudian melompat dan mencakar pakaian milik pangeran Zhan.


Dengan robekan yang ada dalam pakaiannya, pangeran Zhan sudah menyadari jika singa-singa ini berniat menjadikannya makanan. Ia kemudian menatap Xuan Lan yang juga sedang menatapnya. Pangeran Zhan kemudian mengangguk dan berteriak.


"Sekarang!"


Xuan Lan dan pangeran Zhan dengan langkah kilatnya mulai menyerang singa-singa yang kelaparan itu. Singa-singa itu menjadi lebih brutal dalam menyerang mereka berdua. Yang tadinya hanya mengintimidasi sekarang menjadi melukai. Sepuluh lawan dua, tidak adil memang tetapi Xuan Lan dan pangeran Zhan masih mencoba melawan singa-singa ganas ini.


"Grr" singa-singa itu mulai mengelilingi mereka berdua membentuk sebuah lingkaran. Xuan Lan dan pangeran Zhan berdiri di tengah-tengah mereka dengan posisi saling membelakangi dan memasang kuda-kuda pertanda mereka siap untuk menyerang kapan saja.

__ADS_1


"Grr" semua singa mulai mempersempit lingkaran yang sudah mereka buat. Pangeran Zhan dan Xuan Lan kemudian melompat untuk menjauhi terkaman sepuluh singa sekaligus. Mereka kemudian menyerang singa-singa itu dari belakang.


"Goarr" erangan singa tadi ketika mendapat serangan mendadak dari belakangnya. Mereka kemudian membalik tubuhnya menghadap dua orang yang sudah menyerang mereka. Tatapan mereka tetap sama yaitu tatapan memburu mangsanya.


Xuan Lan kemudian mengeluarkan pisau kecil kesayangannya dan pangeran Zhan mulai mengeluarkan belati miliknya. Mereka kemudian menyerang singa-singa itu menggunakan senjata mereka masing-masing yang sudah dialiri oleh energi mereka. Xuan Lan langsung mengerahkan energi 3 tingkat 8 agar singa itu tidak perlu kesakitan dan segera mati dan sepertinya hal itu berhasil.


Pangeran Zhan juga melakukan hal yang sama karena tingakatannya sudah berada di energi 3 tingkat 10. Mereka kemudian menghabisi singa-singa itu sampai mereka semua mati. Anehnya, setelah seluruh singa itu mati tubuh mereka kemudian hilang begitu saja bahkan setitik darahpun tidak ada disana.


"Ba-bagaimana ini bisa terjadi?" tanya pangeran Zhan bingung. Ia kemudian melihat bagian pakaiannya yang sudah dicakar singa tadi tetapi pakaiannya masih utuh dan tidak koyak sedikitpun.


Mereka lalu mendekati si kakek yang masih setia menunggu di atas kuda yang ditumpanginya.


"Apakah kakek tau kenapa ini semua bisa terjadi?" tanya Xuan Lan kepada si kakek.


Kakek itu menggeleng pertanda ia tidak tau apapun.


"Gege, kadang apa yang kita alami belum tentu dialami orang lain. Benarkan kek?" ucap Xuan Lan sambil memandang kakek itu. Kakek itu mengangguk. Mereka beristirahat sejenak sebelum kemudian melanjutkan perjalanannya.


Kondisi di dalam hutan sudah gelap, mungkin ditambah dengan matahari yang mulai menuju ke arah barat menjadikan hutan semakin gelap. Xuan Lan menyarankan agar mereka bermalam di sekitar tempat yang mereka lewati sekarang ini.


Pangeran Zhan membantu kakek tadi turun dari atas kudanya. Ia lalu meletakkan lengan kakek itu di atas bahunya untuk membantunya berjalan. Pangeran Zhan kemudian mendudukkan kakek itu di dekat Xuan Lan.


Xuan Lan sudah meracik herbal untuk diberikan kepada kakek tadi. Sembari pangeran Zhan menyalakan api, Xuan Lan membantu kakek tadi meminum ramuan yang telah ia buat.

__ADS_1


"Kita akan makan apa?" tanya pangeran Zhan memecah keheningan karena daritadi ia tidak melihat hewan ataupun pohon yang memiliki banyak buah di dahannya saat mereka mulai melewati hutan yang gelap ini.


Xuan Lan kemudian mengeluarkan camilan kering yang sudah diberikan wanita kemarin. Ia dan pangeran Zhan hanya memakan makanan yang bertekstur basah kemarin. Jadi untuk makanan kering bisa dipastikan stoknya masih aman.


Xuan Lan lalu memberikan makanan kering itu kepada pangeran Zhan dan si kakek. Ia juga mengambil secukupnya makanan itu untuk dimakannya.


Xuan Lan kemudian mengambil selimut yang sudah ia letakkan di bagian samping kuda. Ia sudah menyimpannya disana saat menunggu kakek itu sadar kemarin. Bagaimanapun, Xuan Lan belum mengetahui siapa kakek itu maka dari itu ia harus waspada.


Xuan Lan lalu memberikan masing-masing orang satu selimut karena kondisi disini memang sangat dingin ditambah angin yang terkadang berhembus membuat bulu kuduk mereka berdiri menahan dinginnya angin itu.


"Kalian berdua tidurlah, aku akan berjaga" ucap pangeran Zhan dan dua orang itu hanya menurut kemudian masuk ke alam mimpinya.


Pangeran Zhan sudah mulai menguap namun ia masih berusaha menjaga kesadarannya. Xuan Lan yang sudah tidur beberapa jam kemudian terbangun, ia sudah menebak jika pangeran Zhan pasti sangat kelelahan jadi ia ingin pangeran Zhan tidur sejenak. Setelah memastikan pangeran Zhan sudah tertidur, ia lalu membuka matanya dengan lebar untuk berjaga.


Suasana sangat gelap, hanya terlihat cahaya dari ranting yang sudah mereka bakar bahkan bulan dan bintang sama sekali tidak nampak karena tertutup oleh pohon-pohon yang menjulang tinggi.


Udara sangat dingin, Xuan Lan memilih mendekatkan dirinya ke tempat pangeran Zhan dan memeluknya untuk mendapat kehangatan dari pria yang sekarang menjadi kakaknya ini. Meskipun hal ini termasuk kurang etis jika dilihat tetapi tidak ada pilihan lain karena Xuan Lan juga tidak mungkin memeluk si kakek dengan posisi tertidur.


Xuan Lan tetap menjaga matanya agar tidak terpejam. Ia merasa semuanya aman dan tidak ada yang perlu dihiraukan. Xuan Lan bisa berjaga sampai pagi meskipun ia berjaga dengan posisi yang tertidur. Saat ia merasa pangeran Zhan mulai terbangun, Xuan Lan buru-buru memejamkan matanya agar ia terlihat seperti masih tertidur.


"Anak ini seperti bayi" ucap pangeran Zhan sambil mengelus pipi Xuan Lan saat ia melihat Xuan Lan yang tertidur di pelukannya.


•••

__ADS_1


**jangan lupa vote komen like dan rate


thankyouu**


__ADS_2