PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
EMPAT PULUH SEMBILAN


__ADS_3

"Kau!" pekik pangeran Zhan sambil menunjuk orang itu.


•••


"Kenapa kau duduk disini, pergi sana" ucap pangeran Zhan ketus,


"Tempat yang lainnya sudah penuh maka dari itu aku memilih duduk disini" ucap putra mahkota,


Pangeran Zhan hanya bisa menggerutu kesal karena kelakuan seenaknya pangeran Xiao Gui itu.


Xiao Lan yang melihat itu hanya menampakkan wajah datarnya. Ia tidak mau ikut campur tentang urusan seperti ini.


Setelah menunggu dua orang pelayan mengantarkan pesanan pangeran Zhan,


"Terimakasih" ucap Xiao Lan,


Pangeran Zhan yang sudah biasa mendengar kata terimakasih dari mulut Xiao Lan hanya bersikap biasa saja karena bagi Xiao Lan kita harus selalu berterimakasih pada orang yang sudah melayani kita termasuk kepada para pedagang dan pelayan seperti mereka.


"Ini sudah tugas kami nona" ucap pelayan tadi,


"Kembalilah bekerja" ucap Xiao Lan, dua orang tadi kemudian undur diri dari hadapan mereka


"Kenapa kau mengatakan terimakasih Xiao Lan?" tanya putra mahkota Gui,


"Tanyalah Zhan gege aku malas menjelaskan" ucapnya kemudian mencomot makanan yang ada di depannya,


"Pangeran Xiao Zhan kenapa Xiao Lan kau perbolehkan mengucapkan kata terimakasih kepada orang seperti mereka?" tanya putra mahkota Gui kepada orang yang berada di sampingnya,


"Karena itu keinginannya dan aku tidak akan membatasi keinginannya selama itu adalah hal yang baik" ucap pangeran Zhan kemudian memakan makanannya,


"Xiao Lan cobalah yang ini" ucap pangeran Zhan menyodorkan makanan kepada Xiao Lan dan Xiao Lan menerimanya dengan senang hati,


"Benar gege yang itu enak" ucap Xiao Lan sambil mengunyah makanannya,


Putra mahkota Xiao Gui masih terdiam setelah mendengarkan penuturan pangeran Zhan ia juga hanya bisa melihat pemandangan kakak beradik yang saling menyayangi itu.


"Kau mau makan tidak, kalau mau ambilah kalau tidak yasudah" ucap pangeran Zhan tanpa memandang putra mahkota,


"Bolehkah?" tanya putra mahkota memastikan,


"Aku malas mengulangi perkataanku" ucap pangeran Zhan ketus,


Pangeran Gui hanya menghela nafasnya ia kemudian mengambil makanan yang berada di depannya dan memasukkannya ke mulutnya.


"Masakan disini enak sekali pantas kau tidak pernah mau makan di istana" ucap pangeran Gui,


"Hmm" pangeran Zhan tidak menjawab ucapan pangeran Gui,


Andaikan mereka tau jika orang di depannya inilah yang memiliki kedai ini bagaimana reaksi mereka? Kedai makan ini adalah salah satu cabang milik Gold Tiger yang terletak di kekaisaran Xiao. Mereka mendirikan kedai dan berbagai macam toko lainnya di setiap kekaisaran.


Kedai disini memang berbeda dengan kedai lainnya. Disini semua pelayan diajarkan untuk sopan kepada tamu dan juga mereka harus menjaga harga dirinya karena pada zaman ini banyak sekali pelayan wanita yang menggoda tamu-tamu pria yang terlihat tampan dan kaya juga ada para tamu pria yang senang menggoda para pelayan wanita.

__ADS_1


Xiao Lan tidak mau jika ada yang seperti itu di dalam tempat yang didirikannya, ia memiliki aturan sendiri dalam membuat segala hal. Sudah banyak pula yang tau jika kedai dan toko apapun yang dimiliki Gold Tiger selalu mengutamakan kesopanan dan tidak ada prostitusi terselubung di dalamnya sehingga semakin banyak orang yang nyaman saat berada disana.


"Kau sudah selesai Lan'er?" tanya pangeran Zhan,


"Sudah" jawabnya singkat,


"Ayo kita pergi" ucap pangeran Zhan lalu meninggalkan putra mahkota sendirian di tempat yang mereka duduki tadi,


Setelah membayar makanannya mereka kemudian kembali berjalan. Xiao Lan melihat keramaian yang berada tak jauh dari tempat yang diinjaknya.


"Gege disana ada apa? Kenapa terlihat ramai sekali?" tanya Xiao Lan kepada pangeran Zhan,


"Entah, aku juga tidak tau lebih baik kita kesana saja sekarang" ucap pangeran Zhan menggandeng tangan Xiao Lan,


Xiao Lan hanya menurut atas segala perlakuan pangeran Zhan.


"Dasar gelandangan kau mau mencuri makanan disini hah?" bentak seseorang dengan keras,


"Tidak tuan saya sudah membayar makanan ini" ucap seorang pria dengan pakaian kumal dan lusuh,


"Tidak mungkin kau mampu membelinya!"


*PLAKK


BUGH


BUGH*


"Apa yang kau lakukan?" pekik Xiao Lan saat melihat orang tadi mulai menyiksa pemuda tadi,


"Diam kau gadis kecil, kau tidak tau apa-apa. Dia telah mencuri makanan di kedaiku" ucap pria bertubuh tambun tadi,


"Kau bisa menyelesaikannya tanpa harus menyiksanya bodoh!" umpat Xiao Lan dengan kesal,


"Tinggal mengambil makanan yang katanya dicurinya sudah selesai tanpa harus membuat tontonan seperti ini!" ucapnya tajam,


"Tapi nona, sungguh aku membelinya" ucap pemuda tadi memelas,


"Apa kau ingat pelayan yang melayanimu?" tanya Xiao Lan,


"I-ingat nona tapi" ucapan pemuda tadi terpotong tatkala pria bertubuh tambun tadi kembali berteriak,


"Tidak ada yang pernah melayaninya, sudah jelas dia mencuri makanan disini"


"Benarkah?" tanya Xiao Lan lagi,


"Tentu" ucap pria gempal tadi,


"Apakah ada para Tigers yang mengawasi di sekitar sini? Pasti mereka sudah tau bagaimana kebenarannya" ucap Xiao Lan menyeringai dan benar saja pria bertubuh tambun tadi memelototkan matanya,


Tiger/Tigers adalah panggilan untuk seluruh anggota Gold Tiger yang sedang berlalu lalang dan mengintai di seluruh kekaisaran. Sedangkan untuk nama setiap kelompok hanya anggota mereka yang mengetahuinya.

__ADS_1


Kemudian munculah seseorang dengan topeng harimau berwarna separuh emas dan separuh merah. Dia tau jika sedang berhadapan dengan reine nya dan ia harus berpura-pura tidak mengenal Xiao Lan.


"Aku tadi melihat jika dia sudah membeli makanan yang dipegangnya dan ia dilayani oleh pelayan di sudut itu" ucapnya menunjuk salah satu pelayan yang sedang berkumpul,


Pelayan tadi langsung roboh karena memang ia yang melayani pemuda tadi,


"Apakah itu benar pelayan?" tanya Xiao Lan mengintimidasi,


"Semua itu tidak benar!" sangkal pemilik kedai tadi,


"Dia hanya mengada-ada apa kalian percaya padanya?" tanyanya kepada seluruh orang di hadapannya,


"Maaf nona, saya tadi juga melihat kalau ia sudah membayar makanan yang ia beli tadi" ucap seorang pedagang aksesoris yang dulu dagangannya pernah dibeli oleh Xiao Lan.


"Bagaimana? Dagangannya berada tepat di depan kedaimu, apakah kau masih mau menyangkal lagi tuan Hong?" tanya Xiao Lan, ia baru membaca kalau kedai itu bernama kedai Hong berarti pemiliknya memiliki nama itu.


"Oh ya, kau belum menjawab pertanyaanku" ucap Xiao Lan kepada pelayan yang sedang terduduk lemas itu,


"Ampun nona, memang hamba yang melayani pemuda tadi hiks hiks. Hamba disuruh berbohong oleh tuan Hong karena keluarga saya menjadi ancamannya hiks" ucapnya sambil terisak,


"Wah, wah sepertinya kau harus dihukum tuan Hong" ucap Xiao Lan bernada kasian,


"Memang siapa kau bisa menghukumku? Bahkan putra mahkota dan kaisar di kekaisaran ini tidak bisa menghukumku" ucapnya angkuh,


"Kenapa?" tanya Xiao Lan datar,


"Karena aku masih berkerabat dengan mereka" ucapnya mengada-ada,


"Oh begitu ya, putra mahkota Xiao Gui keluarlah. Lihatlah salah satu orang yang mengaku sebagai kerabatmu ini" ucapnya menyeringai tajam ke arah tuan Hong,


Kemudian putra mahkota Gui keluar dari kerumunan ia menatap tajam tuan Hong.


Glekk


Tuan Hong menelan ludahnya kasar, ia tak menyangka jika putra mahkota berada di dalam kerumunan tadi.


"Prajurit seret dia dan kurung di penjara bawah tanah, besok kau akan diadili" ucap putra mahkota tanpa basa basi,


"Pangeran jangan hukum hamba, hamba mohon maaf. Hamba tidak akan mengulangi kesalahan hamba lagi" ucap tuan Hong hampir menangis,


"Prajurit cepat!" bentak pangeran Gui agar orang itu tidak terus menempel di kakinya.


"Kalian semua kembalilah" ucap pangeran Zhan kepada orang yang masih berkerumun itu,


"Ada gunanya juga kau membuntuti kami" ucap pangeran Zhan menatap putra mahkota Xiao Gui,


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE


TERIMAKASIH

__ADS_1


chiccacaaa


__ADS_2