PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
TUJUH PULUH TUJUH


__ADS_3

"Bolehkah aku meminta hadiah keadilanku sekarang?" tanya Wang Yu Yan lagi.


"Keadilan apa yang putri Yu Yan inginkan?" tanya kaisar Xiao lagi.


"Keadilan untukku dan adikku yang sudah tiada" ucap Wang Yu Yan tegas.


•••


Anggota keluarga kekaisaran Wang sangat terkejut dengan permintaan Wang Yu Yan begitu pula dengan seluruh orang disana dan kaisar Xiao.


Xuan Lan sudah mulai tersenyum sinis sambil melirik permaisuri Juan yang semakin pucat. Wang Yu Yan sudah mengatakan semuanya pada Xuan Lan saat Wang Yu Yan pertama kali menginap di kediaman Xuan Lan.


*FLASHBACK O**N*


Xiao Lan langsung merebahkan dirinya di kasur dan Wang Yu Yan hanya memandang orang itu.


"Xuan Lan" panggilnya.


Xiao Lan menolehkan kepalanya menatap Wang Yu Yan.


"Tumben kau memanggilku dengan nama itu" ucap Xiao Lan.


"Karena memang kau adalah Xuan Lan" ucap Wang Yu Yan lagi.


"Ya, aku adalah Xuan Lan sejak aku berada di hutan iblis" ucapnya.


"Xuan Lan dari masa depan" ucap Wang Yu Yan menatap Xiao Lan.


Xuan Lan langsung bangun dari kasurnya. Ia menatap Wang Yu Yan tajam.


"A-apa maksudmu?" tanya Xiao Lan pura-pura tidak tau.


"Tidak perlu gugup seperti itu karena aku juga sama denganmu" ucap Wang Yu Yan sambil tersenyum.


"M-maksudmu?" tanya Xiao Lan lagi.


"Aku juga berasal dari masa depan" ucap Wang Yu Yan.

__ADS_1


"Apaa?" tanya Xiao Lan tidak percaya.


Wang Yu Yan lalu melemparkan bantal dengan kesal ke muka Xiao Lan. Xiao Lan yang tidak siap akan serangan mendadak itu tidak bisa menghindar lagi, bantal tadi mengenai wajah cantiknya.


"Kau ini kenapa?!" tanya Xiao Lan yang kesal.


"Apa kau lupa padaku hah?" bentak Wang Yu Yan.


"Memangnya kau siapa?" tanya Xiao Lan sambil mengamati setiap inci wajah Wang Yu Yan.


"Jangan bilang jika kau adalah Ren Zu!" ucap Xiao Lan terkejut.


Wang Yu Yan hanya tersenyum. Ia belum mengatakan ya ataupun tidak.


"Jawab aku!" sentak Xiao Lan kepada Wang Yu Yan.


"Ya, kau benar" ucap Wang Yu Yan sambil menatap Xiao Lan.


Xiao Lan lalu bergegas memeluk Wang Yu Yan atau Ren Zu, sahabat yang dirindukannya dari masa depan.


Wang Yu Yan membalas pelukan Xiao Lan dan menepuk-nepuk punggung Xiao Lan dengan lembut. Biarlah Xiao Lan melepaskan rindunya pikir Wang Yu Yan.


"Kau jahat sekali hiks" ucap Xiao Lan lagi.


Wang Yu Yan tau mengapa Xiao Lan sampai seperti ini. Sebenarnya ia juga ingin menangis sekarang tapi ia menahannya. Mereka adalah sahabat dari kecil. Saat itu Xuan Lan kecil menyelamatkan Ren Zu dari kejaran anjing dan dari situlah mereka memulai persahabatan mereka. Walaupun Ren Zu adalah anak panti tetapi Xuan Lan tidak mempermasalahkannya karena yang terpenting Ren Zu tulus berteman dengannya.


Saat Ren Zu dinyatakan menghilang, Xuan Lan seperti kehilangan separuh hidupnya padahal saat itu adalah saat dimana Xiu Juan dan Xuan Xi datang ke rumahnya. Ia sangat membutuhkan kehadiran Ren Zu disisinya tetapi ia sudah dinyatakan hilang. Tak lama kemudian ibunya meninggal. Xuan Lan kemudian menjadi orang yang dingin dan tak tersentuh lagi.


"Sudah menangisnya?" tanya Wang Yu Yan lembut.


Xiao Lan lalu melepaskan pelukannya. Ia terus menatap Wang Yu Yan.


"Aku akan menceritakannya" ucap Wang Yu Yan sambil menghembuskan nafasnya.


"Malam itu aku baru saja keluar dari toilet dan aku melihat ada maling yang masuk ke dalam panti. Hanya aku yang ada disana karena aku terkejut otomatis aku berteriak jika ada maling di asrama b. Maling yang terkejut tadi melihatku dan membawaku pergi karena wajahnya sama sekali tidak tertutup apapun"


"Mungkin ia mengira aku akan selalu mengingat wajahnya dan ia akan menjadi buron polisi. Ia lalu menculikku dan membawaku ke sebuah gudang. Disana aku disiksa dan tidak diberi makan sampai suatu hari ada seorang wanita yang datang kesana, ia memakiku dan menamparku berkali-kali. Orang-orang berkata jika ia adalah ketua para maling tadi"

__ADS_1


"Aku sudah tidak kuat pada saat itu tetapi malaikat maut belum juga menjemputku. Aku hanya berharap aku segera mati atau kalau bisa ada seseorang yang menolongku dan membawaku pergi dari gudang itu" ucap Wang Yu Yan sambil menghapus air mata yang keluar membasahi pipinya.


Xiao Lan ikut menangis mendengar ucapan Wang Yu Yan. Ia merasa gagal menjadi sahabat sekaligus saudara yang dimiliki oleh Ren Zu.


"Dan kau tau, dua hari kemudian tiba-tiba wanita itu datang lagi dan kemudian ia menyetrumku. Meskipun dayanya tidak terlalu kuat tetapi dalam dua kali setruman aku kemudian mati mungkin karena kondisi tubuhku yang sangat lemah sehingga aku tidak bisa menahannya lagi"


"Lalu aku bertemu dengan seorang dewa. Dia mengirimku ke tubuh Wang Yu Yan yang sedang sekarat atau mungkin ia sudah mati. Usianya masih dua tahun pada waktu itu dan dewa tadi juga memberiku sebuah pil katanya aku harus memasukkan pil tadi ke mulut adikku yang masih bayi, dengan tubuh yang lemah dan tangan yang gemetar aku memasukkan pil itu ke mulut adik Wang Yu Yan"


"Dewa tadi bilang jika pil itu adalah penawar racun dan aku juga memakannya. Entahlah yang jelas Wang Yu Yan dan adiknya yang masih bayi itu diracuni. Tubuhku mulai mengeluarkan keringat dengan sangat deras lalu aku mengalami demam tinggi selama dua hari dan saat hari ketiga aku sudah sembuh dari racun yang diberikan di tubuhku meskipun tubuhku masih lemah. Tetapi adik Wang Yu Yan, ia tidak selamat" Wang Yu Yan lalu menarik nafasnya dalam.


"Permaisuri Feng dan Kaisar Wang sangat sedih terlebih lagi tabib mengatakan jika permaisuri Feng sudah tidak bisa mengandung lagi. Makannya aku selalu dimanja oleh mereka dan aku bisa melakukan apapun yang aku sukai"


"Apakah kau ingat wajah orang yang meracuni kalian berdua?" tanya Xiao Lan.


Wang Yu Yan menghembuskan nafasnya kasar sebelum menjawabnya. Ia memijat pelipisnya sejenak.


"Saat itu aku tidak mengetahui apapun dari ingatan Wang Yu Yan. Sampai akhirnya aku berumur tujuh tahun aku menghadiri acara ulang tahun kaisar Li. Disana aku bertemu dengan seluruh bangsawan yang ada di daratan ini dan saat aku melihat permaisuri Juan kepalaku terasa sangat pusing"


"Dan munculah kepingan ingatan tentang permaisuri Juan yang sedang berkunjung ke kekaisaran Wang. Ia memberi sesuatu kepadaku dan adikku lalu ia pergi begitu saja. Ia juga memberi bubuk di teh milik permaisuri Feng"


"Dan setelah itu, aku, adikku dan permaisuri Feng mulai merasakan efek keracunan dan seperti yang aku ceritakan tadi" ucap Wang Yu Yan.


"Jadi yang memberi kalian racun itu Xiu Juan?" tanya Xiao Lan.


"Ya, aku yakin dengan hal itu" ucap Wang Yu Yan.


"Lalu apakah kau ingat wanita yang menyiksamu saat kau disekap?" tanya Xiao Lan lagi.


"Aku melihat wajahnya samar-samar tetapi saat ia membunuhku aku melihat wajahnya dengan jelas dan yang membuatku terkejut adalah wajahnya sangat mirip dengan wajah permaisuri Xiu Juan" ucap Wang Yu Yan.


"Apa?!" pekik Xiao Lan terkejut.


FLASHBACK OFF


•••


jgn lupa vote komen like dan rate ya, ok

__ADS_1


__ADS_2