
Lin Hua yang sedari tadi menahan nafas akhirnya bisa bernafas dengan lega. Ia melihat siluet dua orang berbeda kelamin itu keluar dari restoran ternama ini.
"Kenapa dia tidak menjawab pertanyaan dariku? Jika ia menjawabnya maka aku akan tau langkah yang akan kulakukan selanjutnya" gumam Lin Hua yang masih menatap ke arah pintu keluar restoran.
•••
"Kau sebenarnya sudah berapa lama berada disini?" tanya Xuan Lan saat mereka memasuki mobilnya.
"Kenapa?" Zhao malah balik bertanya.
"Kau sudah kenal dengan banyak orang ditambah kau bisa mengendarai kendaraan seperti ini" ucap Xuan Lan tanpa menatap Zhao.
"Kau cemburu?" tanya Zhao menggoda Xuan Lan.
"Aku hanya bertanya berapa lama kau berada di dunia ini. Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan" ucap Xuan Lan jengah.
"Mungkin lima tahun" ucap Zhao sambil sedikit menerawang.
"Li-lima tahun? Bagaimana bisa sedangkan aku baru saja-"
"Sst, bukankah kau sudah tau jika ada beberapa kejadian yang tidak bisa diterima oleh akal sehat dan sebaiknya kita mengetahui batasan kita" ucap Zhao menghentikan ucapan Xuan Lan.
Xuan Lan terdiam. Ia kemudian menatap Zhao yang sedang fokus menyetir itu.
"Lalu kenapa aku belum pernah bertemu denganmu?" tanya Xuan Lan heran.
"Tubuh ini tinggal di luar negeri saat itu. Aku merasa heran karena orang-orang disana memiliki perawakan berbeda denganku tetapi akhirnya ada seseorang yang mengatakan jika ia adalah asistenku dan aku memintanya menjelaskan semuanya padaku. Untung saja saat itu orang yang berada di dalam tubuh ini mengalami kecelakaan dan terjadi sedikit benturan di kepalanya dokter kemudian mengatakan bahwa aku mengalami lupa ingatan" ucap Zhao.
"Aku pindah kesini sekitar tiga tahun yang lalu. Aku mencoba mencarimu namun tidak ada hasil yang memuaskan hingga akhirnya aku tak sengaja berada di dalam rumah sakit saat aku akan menjenguk anak buahku yang terluka saat bekerja dan saat itu aku tidak sengaja melewati ruanganmu"
"Kau tau sendirikan jika ruanganmu memiliki kaca tembus pandang sehingga semua orang bisa melihat dengan jelas aktivitas pasien di dalam sana. Awalnya aku hanya merasa pernah melihat orang itu sebelumnya namun aku tidak menghiraukannya dan aku tetap berjalan untuk menjenguk anak buahku itu"
"Tetapi saat aku melewati ruanganmu lagi aku mengamati dengan seksama dan aku baru menyadari jika yang terbaring lemah disana adalah kau, Xuan Lan. Dengan kekuasaanku aku bisa dengan mudah mengetahui data pasien yang ada di dalam rumah sakit itu dan sejak hari itu aku selalu menunggumu agar kau segera membuka matamu" ucap Zhao masih fokus dengan setirnya.
Xuan Lan masih menatap Zhao. Ia kemudian membalik tubuhnya menghadap ke arah depan lalu ia agak memijat pelipisnya sejenak.
__ADS_1
"Kenapa hidupku seperti berada di dalam dunia novel. Awalnya aku mengalami perjalanan waktu dan sekarang aku berurusan dengan orang yang memiliki kekuasaan besar seperti Zhao. Jangan bilang jika dia adalah ceo dari perusahaan terbesar di seluruh negri. Tuhan, kenapa jalan hidupku menjadi seperti ini" batin Xuan Lan meratapi nasibnya dan sesekali melirik Zhao.
"Sudah sampai tuan putri" ucap Zhao setelah memarkirkan mobilnya di halaman rumah milik Xuan Lan.
"Aku akan turun sendiri" ucap Xuan Lan mencegah Zhao yang akan membukakan pintu untuknya. Ia merasa perhatian Zhao terlalu berlebihan dan Xuan Lan tidak terlalu menyukai hal itu.
"Apapun yang tuan putri inginkan" ucap Zhao sambil tersenyum manis.
Zhao kemudian mengikuti Xuan Lan masuk ke dalam rumahnya. Xuan Lan tidak mencegah karena menurutnya percuma karena Zhao hanya akan mendengarkan dirinya sendiri dan tidak akan mendengarkan ucapan Xuan Lan.
Sesampainya di ruang tamu ternyata ayah Xuan Lan sudah menunggu putri bungsunya untuk pulang karena hari sudah hampir gelap. Ia bernafas lega saat melihat Xuan Lan kembali dengan diiringi Zhao di belakangnya. Xuan Lan tidak menyapa ayahnya, ia memilih langsung memasuki kamarnya.
Sedangkan Zhao langsung duduk di depan ayah Xuan Lan. Entah apa yang mereka bicarakan sampai raut wajah mereka berubah menjadi sedikit lebih serius.
"Bagaimana tuan apa anda setuju dengan rencana saya?" tanya Zhao dengan tatapannya yang tajam.
"Perusahaan kita akan sama-sama mendapat untung dengan perjanjian ini jadi saya pasti menyetujuinya, Tuan Zi Zhao" ucap ayah Xuan Lan dengan wajahnya yang tak kalah serius. Ia memang harus berhati-hati dengan pria muda di hadapannya yang terkenal memiliki tangan dingin dalam berbisnis. Terkadang jika melakukan kesalahan sedikit saja maka tubuh yang akan menjadi taruhannya alias Zhao akan menyiksa orang itu tetapi ia tidak akan membunuhnya bagaimanapun Zhao sadar jika ia sudah memiliki banyak dosa.
"Zhao kau belum kembali?" tanya Xuan Lan yang turun dengan menggunakan baju tidurnya. Ia ingin mengambil minum di dapur karena tenggorokannya terasa kering.
"Apakah anda serius tuan?" tanya ayah Xuan Lan menatap Zhao dengan serius.
"Jangan memanggil saya tuan, bagaimanapun usia saya lebih muda dari usia anda dan kita sudah tidak membahas tentang pekerjaan jadi anda bisa memanggil saya dengan nama saja" ucap Zhao.
"Apakah anda pernah melihat saya sedang bercanda?" tanya Zhao dengan tatapan mengintimidasinya.
Ayah Xuan Lan menelan salivanya kasar saat mendapat tatapan yang ditujukan Zhao untuknya. Ia kemudian kembali mengeluarkan suaranya.
"Tidak tu-Zhao" ucap ayah Xuan Lan.
"Bagus kalau begitu saya pamit undur diri" ucap Zhao kemudian pergi begitu saja bahkan ia tidak berpamitan dengan Xuan Lan. Ia memahami jika gadisnya itu pasti masih malu dengan ucapannya tadi sehingga ia lebih memilih langsung pulang.
"Baik Zhao, kapan-kapan saya akan ke kantor anda untuk membahas kerjasama ini lebih lanjut" ucap ayah Xuan Lan saat Zhao sudah berada di depan pintu rumahnya. Ia juga tidak mengetahui Zhao mendengarnya atau tidak karena Zhao sudah pasti akan mengatur segalanya.
Tak lama setelah itu, Xuan Xi sudah datang di rumah. Ia melihat ayahnya yang masih duduk di kursi yang berada di ruang tamu.
__ADS_1
"Itu tadi mobil siapa yah? Aku merasa tidak asing dengan mobilnya" ucap Xuan Xi.
"Itu tadi mobil milik Zhao" ucap ayah Xuan Lan.
"Zhao? Benarkah? Untuk apa dia kemari?" tanya Xuan Xi dengan antusias.
Ayah Xuan Lan melihat ada yang tidak beres dengan tingkah putri sulungnya tetapi ia kemudian menepis pikirannya itu.
"Ia mengantar Xuan Lan pulang dan membicarakan bisnis dengan ayah" ucap ayah Xuan Lan.
"Bisnis?" gumam Xuan Xi, ia kemudian tersenyum seperti merencanakan sesuatu kejahatan.
"Apakah ayah akan menjalankan bisnis dengannya?" tanya Xuan Xi antusias.
"Ya" ucap ayah Xuan Lan.
"Kalau begitu aku ingin ayah memberinya syarat jika ia harus menikahi putri tertua ayah untuk melancarkan bisnis kalian" ucap Xuan Xi.
"Tapi Xuan Xi ia-" belum selesai ayah Xuan Lan berucap, Xuan Lan sudah datang dan langsung menuang air dari gelasnya ke wajah Xuan Xi.
byurr
"Apa yang kau lakukan bodoh?" bentak Xuan Xi kepada Xuan Lan.
"Kau tidak akan pernah bisa bermain-main dengan Zhao ingat itu" desis Xuan Lan.
"Apa maksudmu?" tanya Xuan Xi kemudian ia melayangkan tangannya ingin menampar pipi Xuan Lan namun Xuan Lan sudah menahan tangannya terlebih dulu. Xuan Lan kemudian menggunakan tangannya yang satunya untuk menjambak rambut milik Xuan Xi.
"Aku sudah memperingatimu bahkan Zhao sendiri juga sudah memperingatimu jika kau tetap nekat kau harus bersiap menerima konsekuensinya" ucap Xuan Lan dengan nada yang menekan.
Xuan Lan lalu melepas jambakannya dengan kasar sebelum ayahnya melerainya. Xuan Xi bahkan hampir terjatuh jika ia tidak memegang sandaran yang ada pada kursi di ruang tamu itu.
"Sialan!" geram Xuan Xi sambil menatap Xuan Lan dengan nyalang.
•••
__ADS_1
jangan lupa vote komen rate dan like