PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
SERATUS SEPULUH


__ADS_3

Alasan kakek Shi melarang Ran agar tidak dikeluarkan adalah untuk keselamatan Ran sendiri. Kakek Shi tau jika mereka semua sedang berhadapan dengan orang licik. Bisa saja orang itu akan menyerang Ran dan ia akan menyerang titik vital Ran, bagaimanapun orang itu juga memiliki seekor naga dan setelah ia menyerang titik vital Ran maka naganya akan dengan mudah untuk membunuh Ran.


"Butuh berapa lama lagi agar kita bisa sampai di medan perang" erang Xuan Lan frustasi.


•••


Suasana di medan perang sudah memanas ditambah lagi para goblin yang dengan mudahnya bisa mengalahkan pasukan yang dimiliki oleh seluruh kekaisaran.


"Tetap fokus! Ingat keluarga kalian yang ingin melihat kalian semua pulang dengan selamat!" teriak pangeran Xian untuk kesekian kalinya.


Para goblin menyerang secara berkelompok. Mereka akan menaiki kepala prajurit dan menyerangnya dari atas. Terkadang mereka juga menggigit kaki para prajurit yang membuat mereka merintih kesakitan. Sedangkan Moon Zhao Yang, ia memilih hanya melihat perang ini tanpa ingin sedikitpun ikut membantu mereka semua. Menurutnya jika semua orang lemah itu ingin membunuhnya maka mereka harus melewati pasukannya terlebih dahulu.


Para pasukan mulai kewalahan saat para goblin menyerang tanpa henti ditambah lagi ukuran tubuh mereka yang lama kelamaan membesar dan menjadi seukuran manusia normal membuat para prajurut semakin kewalahan. Jika kepala goblin itu mereka tebas, goblin akan tetap hidup dan tetap menyerang walaupun tanpa kepalanya. Itu semua membuat semua orang bingung dibuatnya.


Sedangkan kaisar Wang, ia bertarung dengan tangan kanan Zhao dengan sengit. Kekuatan mereka hampir setara membuat kaisar Wang membayangkan jika Zhao memiliki kekuatan yang lebih besar daripada orang di hadapannya ini namun ia buru-buru menepis pikirannya itu yang terpenting sekarang adalah mengalahkan orang di hadapannya baru kemudian ia bisa menyerang Zhao yang masih duduk santai di atas kudanya itu.


Zhao sangat menikmati pemandangan di depannya. Ia tersenyum penuh kemenangan karena pasukan gabungan milik lima kekaisaran itu sudah mulai berkurang berbeda dengan pasukan miliknya yang terlihat masih utuh meskipun banyak dari mereka yang sudah tidak memiliki kepala.


Sesosok goblin dengan tubuh yang sudah sebesar pria dewasa menyerang pangeran Xian. Ia menggunakan pedangnya untuk menyerang pangeran Xian. Pangeran Xian dengan sigap menghindar dan berbalik menyerang goblin tadi namun goblin itu sama seperti dirinya yang menghindar dari serangan pangeran Xian. Pangeran Xian kemudian menebas kepala goblin itu dan menghancurkan kepalanya. Ajaibnya lama kelamaan goblin itu ikut terkulai lemah kemudian jatuh di tanah.


Pangeran Xian tersenyum riang. Ia kemudian berteriak untuk memberitahukan kepada semua orang kelemahan para goblin ini.


"Semuanya setelah kalian memenggal kepalanya langsung saja hancurkan kepalanya agar mereka bisa mati!" teriaknya menggema.


Semua orang menatap pada pangeran Xian. Mereka kemudian mengikuti arahan pangeran Xian untuk menghancurkan kepala-kepala goblin dengan berbagai macam cara. Ada yang menggunakan pedangnya ada juga yang menghancurkannya menggunakan kaki kuda yang ditumpanginya dan benar saja lama kelamaan goblin-goblin itu mulai terkulai lemas dan jatuh ke tanah membuat mereka semua bersorak gembira.


Zhan yang melihat bahwa pasukannya mulai berkurang tersenyum sinis. Sudah saatnya ia mengeluarkan senjata utamanya, naga api.


"Keluarlah dan hancurkan mereka semua" perintahnya dingin kepada naga api miliknya.


"Baik, Lord" ucap naga itu kemudian keluar dari tempat persembunyiannya.

__ADS_1


Naga tadi terbang ke atas awan melintasi seluruh orang yang sedang berperang. Semua orang dibuat terkejut dengan kehadiran naga di atas kepala mereka apalagi saat naga itu mulai mengeluarkan nafas apinya kepada pasukan lima kekaisaran yang berada di bawahnya.


"Lari semuanya! Lindungi diri kalian!" teriak pangeran Gui kepada seluruh pasukan. Semua pasukan kemudian lari kesana kemari untuk menyelamatkan diri tetapi tetap saja banyak dari mereka yang terkena semburan api, ada yang langsung mati di tempat ada juga yang masih bisa berlari meskipun tertatih-tatih.


Gold Tiger mulai beraksi. Tim medica mulai mengambil orang-orang yang terluka kemudian memberikan mereka perawatan sejenak setelah itu mereka bisa kembali ke medan perang dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya meskipun tidak sebaik kondisi sebelum mereka berperang. Tim combat juga membantu dengan menumbuk beberapa herbal dan juga mereka melindungi tempat yang digunakan oleh tim medica untuk mengobati para prajurit perang. Mereka juga membantu menolong orang-orang agar mereka bisa segera diobati oleh tim medica.


Setelah mengeluarkan naganya, Zhao kemudian melihat seseorang yang ia pikir adalah orang paling bodoh sedunia. Ia lalu menghampiri orang itu.


"Senang berjumpa denganmu, kaisar Xiao" ucap Zhao.


"Kau mau bertarung denganku?" tanya kaisar Xiao dengan nafasnya yang terengah-engah.


"Benar sekali tetapi aku lebih senang jika langsung membunuhmu karena kau selalu menyakiti gadisku" ucapnya sambil tersenyum sinis.


"Siapa gadismu? Aku tidak pernah menyakiti siapapun" ucap kaisar Xiao lantang.


"Apa kau lupa jika kau sudah menyakiti putrimu sendiri, Xiao Lan selama bertahun-tahun hah? Ia bahkan sudah mati dan rohnya sudah digantikan oleh orang lain bernama Xuan Lan" ucap Zhao.


"Tapi aku tetap berterimakasih padamu. Jika kau tidak menyiksa Xiao Lan maka aku tidak akan pernah menemukan cintaku yang berada di dalam diri Xuan Lan tetapi kau tetap saja bodoh! Saat Xuan Lan sudah membukakan pintu maafnya untukmu kau malah menyia-nyiakannya dan malah menyakitinya" ucap Zhao.


"Ia bahkan sampai menangis karenamu dan aku tidak akan pernah mengampunimu yang pernah membuat gadisku menangis!" imbuhnya kemudian mengangkat pedangnya sebagai tanda bahwa ia akan memulai untuk menyerang kaisar Xiao.


Kaisar Xiao melihat pedang itu. Ia kemudian juga mengangkat pedangnya pertanda ia siap menerima ajakan Zhao untuk bertarung dengannya. Saat Zhao mulai mengayunkan pedangnya menuju ke arah kaisar Xiao langkahnya dihentikan dengan suara dentingan pedang yang lainnya.


Zhao kemudian melihat pedang yang menghalangi langkahnya ternyata itu adalah pedang milik pangeran Gui yang berlari ke arah kaisar Xiao.


"Kau!" geram Zhao tetapi ia kemudian menyeringai tipis.


"Bukankah kau juga orang yang selalu menyakiti gadisku? Dengan senang hati aku akan membunuh kalian berdua!" ucap Zhao lalu mengangkat pedangnya lagi.


Mereka kemudian bertarung dengan perbandingan dua lawan satu tetapi Zhao sama sekali tidak masalah dengan hal itu. Sudah ia tegaskan dari awal jika mereka semua adalah orang picik yang hanya berani jika menyerang bersamaan.

__ADS_1


Suara pedang terus beradu di antara mereka bertiga sampai akhirnya Zhao bisa melemparkan dua pedang milik kaisar Xiao dan pangeran Gui jatuh ke tanah.


"Akan ku kirim kalian ke neraka" ucapnya sambil menyeringai.


Zhao kemudian mengangkat pedangnya ke udara untuk menebas kepala ayah dan anak ini.


"Tunggu, kau tidak bisa melakukan itu!" teriak seseorang yang berlari ke arah mereka.


"Xuan Lan" ucap mereka bertiga bersamaan.


Sebelum itu...


Xuan Lan dan pangeran Zhan masih menggunakan qingqongnya tetapi mereka masih belum sampai di medan perang yang akan mereka tuju. Tetapi tiba-tiba Ran mengatakan bahwa sudah waktunya ia keluar karena orang yang memiliki naga api itu sudah mengeluarkan naganya. Ran bisa merasakan kehadiran naga lain dengan jarak sepuluh ribu langkah.


"Baiklah, keluarlah Ran" ucap Xuan Lan.


Setelah Ran keluar ia meminta Xuan Lan dan pangeran Zhan untuk naik ke punggungnya agar perjalanan mereka lebih cepat dan benar saja saat mereka melayang di udara mereka merasa bahwa Ran mampu terbang lebih cepat karena tidak ada penghalang seperti pohon atau batu saat mereka menggunakan qingqongnya. Lama kelamaan mereka mulai melihat gerombolan bintik-bintik hitam yang sedang bertarung di bawah juga seekor naga yang menyemburkan nafas apinya ke arah para pasukan.


Xuan Lan dan pangeran Zhan kemudian turun dari punggung Ran. Mereka kemudian berlari untuk membantu peperangan ini sedangkan Ran, ia lebih memilih untuk melawan naga api milik Zhao di atas awan.


Mata Xuan Lan menangkap dengan jeli ada tiga orang yang sedang bertarung. Ia membulatkan matanya saat melihat dua orang yang sedang diserang ternyata adalah pangeran Gui dan kaisar Xiao ia tambah terkejut tatkala mengetahui orang yang menyerang mereka berdua mirip seperti Zhao, pria yang sangat dirindukannya. Ia lalu berlari untuk mendekat ke arah mereka.


"Tunggu, kau tidak bisa melakukan itu!" teriak Xuan Lan sambil berlari ke arah mereka.


"Xuan Lan" ucap mereka bertiga bersamaan.


Secara tak sadar, Zhao menjauhkan pedangnya dari leher pangeran Gui. Ia kemudian menatap gadis di hadapannya lekat-lekat, gadis yang dicintainya sedang memandangnya dengan sendu juga tatapan kecewa yang ditujukan untuknya.


•••


jangan lupa vote komen rate dan like

__ADS_1


__ADS_2