
"Kalian berpelukan tidak mengajakku" gerutu pangeran Zhan kesal yang hanya dibalas kekehan oleh semua orang disana.
•••
Xuan Lan saat ini sedang bersama dengan tabib Bao sesuai janjinya kemarin bahwa ia akan mengosongkan waktunya hari ini untuk bersantai dan bermain dengan tabib Bao. Sebenarnya tabib Bao juga ingin pangeran Zhan ada diantara mereka tapi ia terlalu gengsi untuk mengatakannya.
Tabib Bao memilih bersantai dengan meminum teh dan memakan beberapa camilam terlebih dulu bersama Xuan Lan. Kepalanya berkeliling untuk mencari keberadaan pangeran Zhan tapi ia tidak menemukannya.
"Kau mencari siapa Bao gege?" tanya Xuan Lan.
"Tidak, aku tidak mencari siapapun" ucap tabib Bao.
"Oh" jawaban singkat yang diberikan Xuan Lan.
Tak lama kemudian muncul seorang pria tampan yang berjalan entah darimana dan langsung duduk di kursi kosong yang berada di dekat Xuan Lan dan tabib Bao. Ia langsung meminum teh tabib Bao tanpa permisi.
"Apa yang kau lakukan?" tanya tabib Bao geram.
"Minum teh, aku sangat haus" ucap pangeran Zhan enteng.
"Kau! Teh itu milikku bukan milikmu" ucap tabib Bao ketus.
"Kau ini pelit sekali! Bahkan jika kau meminta apapun dariku aku akan selalu memberikannya" ucap pangeran Zhan tak kalah ketusnya. Tabib Bao sedang mencerna ucapan pangeran Zhan, kapan ia pernah meminta barang-barang dari pangeran Zhan?
"Kau penipu! Aku bahkan tidak pernah meminta apapun darimu" ucap tabib Bao kesal yang membuat pangeran Zhan tertawa terbahak-bahak.
"Salahmu sendiri tidak pernah meminta apapun dariku" ucap pangeran Zhan.
"Kau ini" geram tabib Bao.
"Pergilah! Hari ini adalah waktu khusus untukku dan Xuan Lan jadi kau jangan mengganggu" ucap tabib Bao yang tentu saja lain dari apa yang diinginkan hatinya.
"Memang kenapa Xuan Lan harus bersamamu seharian ini?" tanya pangeran Zhan heran.
"Karena aku dan kau akan segera pergi dari sini jadi Bao gege ingin aku menemaninya seharian penuh" ucap Xuan Lan.
"Ohh" jawab pangeran Zhan singkat sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Baiklah aku tidak akan mengganggu" ucap pangeran Zhan dan berlalu begitu saja.
"Tunggu bodoh!" ucap tabib Bao.
__ADS_1
Pangeran Zhan memutar kepalanya.
"Kenapa?" tanya pangeran Zhan.
"Kau kemarilah, tidak masalah kau ingin menggangguku dan Xuan Lan" ucap tabib Bao sambil mengalihkan pandangannya.
"Jadi kau takut rindu denganku ya?" tanya pangeran Zhan dengan senyum yang mengembang.
"Tentu saja t-tidak" ucap tabib Bao.
Pangeran Zhan langsung merangkul bahu tabib Bao dan sedikit menepuknya.
"Tidak apa-apa, aku tau kau malu mengatakannya" ucapnya.
"Kau ini" ucap tabib Bao sambil melepaskan rangkulan di bahunya dengan kasar.
"Tunggu kami kembali ya, aku tidak ingin kau berubah sedikitpun" ucap pangeran Zhan.
"Paling nanti kau yang berubah menjadi lebih sombong" ucap tabib Bao sinis.
Pangeran Zhan lalu memeluk pangeran Zhan ala lelaki dewasa dan pelukan itu dibalas oleh tabib Bao.
"Jika aku berubah kau bisa menjitak kepalaku sepuas hatimu" ucap pangeran Zhan sambil terkekeh. Tabib Bao lalu menjitak kepala pangeran Zhan.
"Ini namanya peringatan agar kau tidak sombong nantinya" ucap tabib Bao.
Xuan Lan yang mendekat kedekatan kedua gegenya hanya tersenyum. Meskipun ia yang diajak kemari namun ia juga yang dilupakan namun ia tidak mempermasalahkannya toh mereka baru saja dipertemukan dan sudah menjadi seperti saudara kandung dan harus dipisahkan lagi.
___
Setelah menemani tabib Bao dan pangeran Zhan yang seharian ini terus saja bertengkar, Xuan Lan akhirnya bisa merebahkan dirinya di kasur empuk yang berada di kamarnya. Esok hari adalah jadwal Wang Yu Yan dan Wang Yuan untuk datang ke markas Gold Tiger. Ia ingin berpamitan pada mereka besok. Untuk keluarga kekaisaran Li, Xuan Lan memilih datang kesana lusa sekalian berangkat menuju gunung harapan. Rasanya memang berat, tapi ia harus melakukannya.
Cahaya bulan perlahan berganti dengan cahaya matahari yang mulai menyinari dunia. Tidak ada alasan untuk Xuan Lan tidak bangun dari tidurnya. Ia kemudian membersihkan diri dan memakai pakaiannya. Ia lalu keluar dari kamarnya, betapa terkejutnya ia sudah banyak Tigers yang berkumpul di depan kamarnya juga keluarganya ditambah Wang Yu Yan dan Wang Yuan yang sudah ada disana sambil membawa sebuah kue dan menancapkan lilin di atasnya.
"Selamat ulang tahun reine!" ucap mereka serempak.
Wang Yu Yan dan Wang Yuan kemudian maju ke depan untuk memberikan kuenya kepada Xuan Lan.
"Tiup lilinnya!" ucap semua orang disana.
Xuan Lan baru saja mengerucutkan bibirnya untuk meniup lilin itu tapi suara dari Wang Yu Yan menghentikan aktivitasnya.
__ADS_1
"Make a wish terlebih dulu, Xuan Lan" ucap Wang Yu Yan sambil tersenyum.
Xuan Lan kemudian memejamkan matanya lalu dua tangannya yang mengepal ia taruh di depan dadanya, mulutnya mulai berucap sesuatu yang hanya dapat ia ketahui dengan yang ada di atas. Setelah itu ia meniup lilin yang berada di atas kue dengan mata yang terbuka.
"Terimakasih, semuanya" ucap Xuan Lan sambil meneteskan air matanya.
"Jangan menangis reine" ucap para Tigers.
"Aku menangis karena terharu, aku senang akan kejutan kalian bahkan aku lupa jika hari ini usiaku bertambah" ucap Xuan Lan.
Wang Yu Yan dan Wang Yuan lalu memeluk Xuan Lan dengan erat dan mereka mengucapkan selamat tak lupa dengan doa-doa yang selalu mereka panjatkan untuk Xuan Lan. Keluarganya juga maju ke depan untuk mengucapinya selamat atas pertambahan usianya dan diikuti oleh seluruh Tigers.
Tabib Bao dan pangeran Zhan sudah menyiapkan pesta untuk Xuan Lan. Pesta ini hanya dihadiri oleh Gold Tiger serta Wang Yu Yan dan Wang Yuan. Setelah pesta usai, Xuan Lan lalu mengajak Wang Yu Yan dan Wang Yuan untuk menuju ke kamarnya.
"Ahh, lelah sekali" ucap Wang Yu Yan sambil merebahkan badannya di kasur milik Xuan Lan yang diikuti oleh Wang Yuan.
"Kalian ini belum mencuci tangan dan kaki tapi sudah berada di kasurku" ucap Xuan Lan kesal.
Yu Yan dan Yuan melirik sedikit ke arah Xuan Lan kemudian mereka memejamkan matanya.
"Memang kau selalu cuci kaki dan cuci tangan sebelum naik ke kasurmu?" tanya Wang Yuan.
"Tidak" jawab Xuan Lan.
"Lalu kenapa kau menyuruh kami cuci kaki dan cuci tangan terlebih dahulu bodoh" ucap Yu Yan sambil melemparkan bantal ke arah Xuan Lan.
"Kan kasur itu milikku, jadi terserah padaku aku membuat peraturan seperti apa" kesal Xuan Lan.
"Milikmu berarti milik kami juga putri Xuan Lan" ucap Wang Yu Yan malas.
"Sudahlah, aku tidak ingin berdebat" ucap Xuan Lan jengah.
"Aku akan pergi bersama Zhan gege besok" ucap Xuan Lan.
"Kemana dan berapa lama?" tanya Wang Yuan.
"Ke suatu tempat dan mungkin selama tiga sampai lima tahun" jawab Xuan Lan.
"Apaaa?" teriak Wang Yu Yan dan Wang Yuan sambil terbangun dari posisi tidurnya.
•••
__ADS_1
**diupdate pukul 12:20
jgn lupa vote komen rate dan like. biasa tugas banyak**