
"Baik, mulai sekarang kami akan memanggilmu dengan sebutan Lan'er" ucap bibi Fu mewaliki mereka bertiga,
Xiao Lan tersenyum puas lalu melanjutkan makannya dengan semangat. Orang-orang yang menatapnya lagi-lagi hanya bisa dibuat gemas dengan tindakan Xiao Lan yang tidak terbaca itu.
•••
note: sekarang kita panggil penjaga Tao dan penjaga Tae dengan sebutan paman sedangkan untuk pelayan Fu kita panggil dengan bibi.
•••
Setelah sarapan bersama tabib Bao keluar ditemani paman Tao untuk mencari herbal yang akan digunakan untuk menetralisir racun-racun yang berada di tubuh Xiao Lan, paman Tae, paman Tao dan bibi Fu. Sedangkan Xiao Lan, paman Tae dan bibi Fu sedang menanam lidah buaya di sekitar pekarangan mereka. Sebenarnya bibi Fu dan paman Tae bingung mengapa Xiao Lan ingin sekali menanam lidah buaya padahal lidah buaya itu tidak ada fungsinya sama sekali menurut mereka karena bagian dalam lidah buaya yang berlendir dan baunya yang kurang sedap jadi jarang sekali bahkan tidak ada orang yang menggunakan lidah buaya pada zaman ini.
__ADS_1
Xiao Lan menyeka keringatnya menggunakan hanfu. Ia menatap puas pada pekarangan gubuk yang sekarang sudah ditanami lidah buaya dengan rapi itu, jika ia membutuhkannya ia tinggal mengambilnya tanpa harus mencarinya. Sebenarnya ia juga ingin menanam bunga tetapi ia urungkan karena ia takut jika gubuk ini akan terlalu mencolok dan mengundang perhatian karena lokasinya yang berada di tengah-tengah hutan iblis.
Tak lama kemudian tabib Bao serta paman Tao datang membawa berbagai herbal. Tabib Bao meminta semua orang untuk duduk di dalam karena ia takut jika ada mata-mata permaisuri yang mengintai mereka. Ia memeriksa satu per satu orang yang ada disana agar ia bisa menentukan kandungan herbal yang tepat untuk mereka semua. Ia lalu menumbuk beberapa herbal untuk paman Tao, paman Tae dan bibi Fu. Sedangkan untuk Xiao Lan ia menambahkan beberapa herbal lagi karena tubuh Xiao Lan sudah dipenuhi oleh racun. Ia meminta mereka meminum herbalnya itu satu per satu. Xiao Lan menjadi orang pertama yang minum ramuan herbal itu,
"Aku orang yang paling lemah disini, jika aku semakin lemah kalian bisa membunuhnya langsung" kata Xiao Lan sebelum akhirnya meminum herbal itu dalam sekali tegukan,
Hati tabib Bao sakit mendengar ucapan Xiao Lan juga paman dan bibi yang masih belum mempercayainya, tapi ia memaklumi itu semua. Ia lalu menusukkan beberapa jarum di titik vital tubuh Xiao Lan. Ia menggunakan akupuntur untuk membantu mempercepat penetralisiran racun yang berada di tubuh Xiao Lan.
"Huekk huekk" Xiao Lan memuntahkan darah berwarna kehitaman yang berbau sangat tidak sedap, ia menahan tubuhnya agar tetap sadar dan tidak terjatuh tapi itu sia-sia. Ia merasa tubuhnya sangat lemah, tabib Bao kembali meracik herbal untuk Xiao Lan. Ia membantu memasukkan herbal itu ke mulut Xiao Lan dan melepas jarum yang sudah ia tusukkan tadi. Selang beberapa menit Xiao Lan kembali sadar ia merasa tubuhnya lebih ringan dan lebih segar dari sebelumnya. Xiao Lan menatap paman dan bibinya, ia menganggukkan kepalanya.
"Wah tubuhku terasa lebih segar" kata paman Tao,
__ADS_1
"Ya, aku sudah mengeluarkan sebagian racun di tubuh kalian. Masih ada sisa racun di tubuh kalian itu tetapi aku akan mengobatinya dua hari lagi karena jika aku mengobati kalian besok itu tidak akan baik untuk tubuh kalian ke depannya, jika terlalu memaksa mengeluarkan racun dari tubuh itu akan merusak beberapa organ kalian" jelas tabib Bao,
"Baiklah kami mengerti" ucap Xiao Lan,
"Kalian juga tidak boleh melakukan pekerjaan berat untuk dua hari ke depan, jika hanya memasak dan membersihkan rumah itu tidak masalah yang penting kalian jangan terlalu lelah agar pengobatannya bisa lebih cepat"
Orang yang ia ajak bicara hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Bao gege, aku ingin belajar herbal bersamamu"
••••
__ADS_1
DORR! KEMBALI LAGI BERSAMA AUTHOR JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA LIKE KOMEN VOTE DAN RATE KARYA AUTHOR YA. TERIMAKASIH!
chiccacaaa