
"Kasian sekali suamiku nanti dapat bekas darimu!" ucap Xuan Lan ketus.
"Kalau begitu menikahlah denganku agar suamimu tidak mendapatkan bekasku" ucap Zhao sambil menatap mata Xuan Lan dalam.
•••
"Kau melamarku?" tanya Xuan Lan dengan pipinya yang memerah.
"Ya, bisa dibilang seperti itu" ucap Zhao.
"Jangan bercanda Zhao" ucap Xuan Lan.
"Aku serius" ucap Zhao datar.
"Kau sangat tidak romantis!" ucap Xuan Lan yang sudah mengubah ekspresinya.
"Lalu kau ingin dilamar yang seperti apa hm?" tanya Zhao sambil mengelingkan matanya menggoda Xuan Lan.
"Pikir saja sendiri" ucap Xuan Lan kembali ketus.
"Oh, ya aku masih marah denganmu jadi kau tidak bisa bertindak seenaknya kepadaku" ucap Xuan Lan sambil menatap Zhao tajam.
Zhao kembali menarik nafasnya dalam dan membuangnya. Ia kemudian menatap Xuan Lan.
"Itu diriku di masa lalu. Aku sudah berjanji akan berubah dan aku sudah berubah Xuan Lan" ucap Zhao.
"Aku belum melihatnya" ucap Xuan Lan.
"Bagaimana caraku membuktikannya jika kau saja tidur sangat lama sekali lagipula siapa musuhku saat berada di dunia ini hm?" tanya Zhao.
"Aku tidak peduli dan aku tidak mau tau" ucap Xuan Lan sambil menutup dua telinganya. Ia kemudian mencoba membuka pintu mobil namun naasnya pintu itu sudah dikunci oleh Zhao.
"Sial, buka pintunya" ucap Xuan Lan.
"Tidak, kau nanti pasti akan kembali keluyuran" ucap Zhao.
"Itu bukan urusanmu" ucap Xuan Lan ketus.
"Baiklah mulai sekarang apapun yang menjadi urusanmu akan menjadi urusanku" ucap Zhao tegas.
"Zhao turunkan aku, aku mau pulang" ucap Xuan Lan merengek.
"Baiklah akan aku antarkan" ucap Zhao lalu menyalakan mesin mobilnya.
"Zhao berhenti" ucap Xuan Lan yang membuat dahi Zhao berkerut.
"Kenapa?" tanya Zhao heran.
"Katanya tadi ingin pulang" ucap Zhao dengan mencibir.
"Aku belum ingin mati untuk kedua kalinya" cicit Xuan Lan sambil meremas kedua jemarinya.
__ADS_1
Zhao tergelak mendengar ucapan Xuan Lan.
"Kau pikir aku tidak bisa mengendarai mobil seperti ini?" ucap Zhao sambil menahan tawanya yang dibalas anggukan oleh Xuan Lan.
"Hei, lihat aku" ucap Zhao sambil menolehkan kepala Xuan Lan ke arahnya.
"Aku sudah lama tinggal disini. Aku sudah bisa mengendarai mobil ini dengan baik" ucap Zhao menenangkan Xuan Lan.
"Aku jalankan mobilnya ya" ucap Zhao lembut sambil menggenggam tangan Xuan Lan.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit Zhao akhirnya memberhentikan mobilnya.
"Ayo kita keluar" ucap Zhao sambil membukakan pintu untuk Xuan Lan.
"Darimana kau belajar seperti ini?" tanya Xuan Lan lebih pada mencibir.
"Kita bertukar cerita saat malam pertama saja" bisik Zhao di telinga Xuan Lan yang membuat wajah Xuan Lan merona seketika.
"Zhao kau ini kenapa berubah jadi mesum sekali" ucap Xuan Lan kemudian meninggalkan Zhao sendiri.
Sedangkan Zhao hanya terkekeh geli saat Xuan Lan pergi dengan malu. Ia kemudian menyusul Xuan Lan yang sudah berjalan menuju arah danau.
"Tempat ini bagus sekali. Ini seperti-"
"Seperti saat aku mengajakmu dulu" saut Zhao dari belakang Xuan Lan.
"Zhao kau"
"Aku yang membuat tempat ini dan ini khusus aku buatkan untukmu dan untuk mengenang cinta kita" ucap Zhao sambil tersenyum manis.
"Kenapa pipimu memerah seperti itu hm? Aku rasa dulu kau tidak pernah seperti ini" goda Zhao kepada Xuan Lan yang membuat pipi Xuan Lan semakin memerah.
"Zhao diamlah, aku malu" ucap Xuan Lan kemudian bersembunyi dibalik punggung Zhao.
Xuan Lan juga tidak tau mengapa dirinya bisa menjadi sangat pemalu seperti ini. Padahal sebelum ini banyak pria yang menyatakan cinta padanya namun wajahnya tetap datar. Ia bahkan sering berbicara mesum tetapi ia juga tidak pernah merasa malu seperti ketika Zhao yang membicarakannya.
"Baik-baik aku akan diam" ucap Zhao lalu menarik Xuan Lan dari balik punggungnya.
Ia kemudian memposisikan Xuan Lan di depannya dengan Xuan Lan yang meghadap ke arah danau. Ia lalu memeluk Xuan Lan dari belakang seperti saat ia berada di zaman kuno dulu.
"Apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku hm?" tanya Zhao saat ia menaruh kepalanya di pundak Xuan Lan.
Sedangkan Xuan Lan tampak berpikir. Ia kemudian menolehkan kepalanya ke arah Zhao.
"Lepaskan dulu, aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Xuan Lan.
"Kau bisa berbicara dengan cara yang seperti ini" ucap Zhao yang tidak mau melepaskan pelukannya.
"Aku ingin berbisik. Ayolah Zhao jangan mempersulit diriku" ucap Xuan Lan.
"Baiklah" ucap Zhao sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Xuan Lan kemudian berbalik, ia berjinjit untuk menyamakan tingginya dengan tinggi Zhao namun hasilnya sia-sia. Tingginya dan tinggi Zhao berbeda jauh.
"Zhao menunduklah kau ini tidak peka sekali menjadi pria" ucap Xuan Lan kesal.
"Cium dulu" ucap Zhao sambil mengetuk-ngetuk pipinya.
"Tidak mau" ucap Xuan Lan.
"Yasudah aku juga tidak mau menunduk" ucap Zhao tak mau mengalah.
Xuan Lan melihat Zhao dengan kesal.
"Yasudah aku akan pulang" ucap Xuan Lan kemudian pergi dari hadapan Zhao.
Zhao gelagapan, ia buru-buru menarik Xuan Lan agar tidak berjalan lebih jauh lagi.
"Baiklah, aku akan menunduk" ucap Zhao lesu karena gagal menjalankan akal bulusnya.
Xuan Lan tersenyum. Ia lalu membisikkan sesuatu ke telinga Zhao.
"Kau pasti bisa kan?" tanya Xuan Lan.
"Aku akan berusaha" ucap Zhao sambil mengelus pucuk kepala Xuan Lan.
"Ayo kita pulang" ucap Xuan Lan.
"Baik, ayo" ucap Zhao kemudian ia menautkan jemarinya di jemari lentik milik Xuan Lan.
Mereka berjalan beriringan seperti pasangan abg yang baru saja jadian. Zhao lalu membukakan pintu untuk Xuan Lan saat mereka sampai di mobil milik Zhao. Zhao menjalankan mobilnya dengan perlahan, ia masih terus menggenggam tangan Xuan Lan sepanjang perjalanan.
Setelah satu jam mereka kemudian sampai di rumah milik Xuan Lan. Zhao ikut turun dan mengikuti Xuan Lan dari belakang.
"Kau mau apa?" tanya Xuan Lan.
"Mau mampir ke rumahmu lah. Kau ini aku sudah mengantarkanmu tetapi kau tidak menawariku untuk mampir" ucap Zhao.
"Tidak perlu kusuruh mampir kau juga akan datang sendiri" ucap Xuan Lan mencibir yang membuat kekehan keluar dari mulut Zhao.
"Mobil siapa itu Xuan Lan?" tanya Zhao yang melihat sebuah mobil di halaman rumah Xuan Lan.
"Entah, paling juga kenalannya Xuan Xi" ucap Xuan Lan malas.
Mereka kemudian masuk ke dalam rumah bergaya minimalis itu.
"Xuan Lan aku sudah lama menunggumu" ucap Jackson yang sedang duduk di ruang tamu.
Xuan Lan menatap Jackson dengan malas ia lalu pergi begitu saja dari hadapan Jackson dan Xuan Xi yang terus menempel di samping Jackson. Zhao mengikuti Xuan Lan, pandangannya tidak sengaja bertemu dengan pandangan Xuan Xi. Xuan Xi yang melihat ketampanan Zhao menyunggingkan senyum termanisnya namun Zhao tidak menggubrisnya dan terus mengikuti Xuan Lan.
"Aku akan pulang jika si brengsek itu sudah pulang" ucap Zhao yang sudah duduk di kursi yang berada di dapur milik Xuan Lan.
"Terserah" ucap Xuan Lan datar.
__ADS_1
•••
jangan lupa vote komen rate dan like