PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
ENAM PULUH DUA


__ADS_3

"Baiklah, Zhen percaya. Kau boleh mengikuti acara ulang tahun Zhen bersama dengan para bangsawan" ucap kaisar Xiao.


Pria itu mengangguk puas. Acara hari ini sudah selesai dan akan dilanjutkan esok hari.


•••


Keesokan harinya semua orang sudah kembali berkumpul di aula utama setelah mereka mengisi perutnya.


"Zhen ucapkan terimakasih atas keikut sertaan kalian semua saar pertandingan memanah dan beladiri kemarin. Zhen juga meminta maaf karena banyak yang terluka saat mengikuti acara itu. Acara selanjutnya adalah kita akan melakukan kemah selama tiga hari dua malam di hutan kako serta kita akan berburu. Barang siapa yang bisa memburu hewan paling banyak maka ia akan mendapat hadiah dari Zhen" ucap kaisar Xiao.


Hutan kako adalah hutan yang berada di sebelah timur kekaisaran Xiao. Hutan kakao adalah salah satu hutan yang sangat aman untuk acara menginap seperti ini terlebih lagi untuk para bangsawan.


"Zhen juga sudah menyembunyikan sesuatu yang sangat berharga disana. Jika ada yang bisa menemukannya maka ia bisa meminta hadiah apapun pada Zhen tetapi tidak untuk tahta dan secuil wilayah di kekaisaran ini" ucapnya yang membuat orang lain terkekeh.


"Maaf kaisar, jika boleh tau apa yang anda sembunyikan di hutan itu?" tanya pangeran Tang Yi.


"Kalian ingat aku pernah mendapat jaminan dari Z berupa kalung dimensi anggrek? Itulah yang aku sembunyikan. Dan kau Z, kau tidak boleh ikut mencarinya jika hanya berburu kau bisa melakukannya" ucap kaisar Xiao menunjuk Z.


Z hanya mengangguk. Ia tau pasti kaisar memikirkan jika Z ikut mencari kalung dimensi itu pasti ia akan dengan mudah menemukannya karena ia sudah hafal aura yang ada di dalam kalung itu. Tapi kenyataannya tidak ada yang tau kan?


Seluruh rombongan keluar menuju halaman istana. Para pangeran langsung menaiki kuda yang telah dipersiapkan sedangkan para putri menggunakan kereta kuda.


Xiao Xi melangkahkan kakinya menuju kereta kuda yang terlihat paling mewah dan berbeda dengan yang lainnya. Ia menduga jika kereta itu sudah dipersiapkan khusus untuknya oleh ayahnya karena memang semua kereta kuda dan kuda disini kaisar Xiao yang menyediakannya. Ia lalu memasuki kereta itu.


Tak lama kemudian Xiao Lan juga memasuki kereta kuda karena ia dipaksa oleh Wang Yu Yan agar ia mau naik kereta kuda bersama dirinya. Yu Yan berkata jika ia hanya perlu masuk ke dalam kereta kuda yang terlihat berbeda dari yang lainnya sedangkan Yu Yan sekarang masih berbicara dengan gegenya.


Ia lalu masuk ke dalam kereta kuda yang menurutnya memiliki hiasan yang berbeda dengan yang lainnya itu. Ia kemudian membuka tirai dan betapa terkejutnya ia saat melihat Xiao Xi yang berada di dalam sana. Ia kembali keluar dan menatap seluruh kereta kuda yang berada di halaman istana ini.


"Hanya kereta ini yang memiliki ornamen berbeda dengan yang lainnya" gumamnya.


Xiao Xi mengeluarkan kepalanya dan tersenyum mengejek.


"Kau tidak bisa naik kereta kuda ini karena kereta ini sudah dipersiapkan khusus oleh ayah untukku" ucapnya sedikit berteriak sehingga memancing perhatian sebagian bangsawan.


"Ohh, aku pikir ini adalah kereta kudanya Yu Yan" ucap Xiao Lan malas.


Wang Yu Yan kemudian datang menemui Xiao Lan yang masih belum masuk ke kereta yang berada di hadapannya.


"Kenapa kau belum masuk ke dalam?" tanyanya heran.

__ADS_1


"Putri Xiao Xi bilang ini adalah kereta kuda yang dipersiapkan khusus untuknya. Katanya itu dipersiapkan oleh ayahnya" ucap Xiao Lan acuh dengan sedikit berteriak.


"Putri Xiao Xi tapi itu adalah kereta kuda milikku. Itu kereta kuda dari kekaisaran Wang dan kaisar Xiao sudah mengizinkan jika aku membawa keretaku sendiri" ucap Yu Yan kepada Xiao Xi.


"Jangan mengada-ada. Bilang saja kalian berdua mau menaiki kereta ini dan aku sudah mengatakan jika kereta ini sudah dipersiapkan khusus untukku" ucapnya masih kekeh ingin menaiki kereta ini.


Wang Yu Yan menepuk kepalanya. Ia bingung harus dengan cara apa lagi ia memberitahu Xiao Xi kalau kereta kuda ini adalah miliknya. Tiba-tiba kaisar Xiao datang bersama kaisar Wang.


"Ayah" ucap Xiao Xi manja dan hanya dibalas anggukan oleh kaisar Xiao.


"Yu'er kenapa kau tidak segera menaiki keretamu? Sebentar lagi kita akan berangkat" ucap kaisar Wang lembut sedangkan Yu Yan hanya menatap malas ke dalam kereta.


Kaisar Wang juga melihat ke arah kereta mengikuti tatapan Wang Yu Yan ternyata sudah ada Xiao Xi di dalam sana.


"Kau akan bersama putri Xiao Xi?" tanya kaisar Wang.


"Tidak. Aku hanya ingin bersama Xiao Lan" ucapnya sambil menggelengkan kepala.


"Putri Xiao Xi bisakah anda keluar dari dalam kereta karena putriku tidak berkenan kau ada di dalam sana" ucap kaisar Wang to the point karena ia tak suka jika anaknya terlihat tidak nyaman.


"Maaf, tapi ini adalah kereta kuda yang dipersiapkan khusus untukku jadi lebih baik putri Yu Yan mencari kereta yang berada di belakang sana" ujarnya dengan nada sopan.


"Kau mengataiku bodoh?!" pekik Xiao Xi.


"Tanyakan saja pada ayahmu" ucapnya malas.


Terlihat jika mata kaisar Xiao mulai membesar. Ada kilatan rasa marah disana.


"Xiao Xi turun sekarang juga!" ucapnya membentak.


"Tapi ayah"


"Turun sekarang!" bentaknya lagi.


Xiao Xi kemudian turun dari kereta itu. Kaisar Xiao meminta maaf kepada kaisar Wang dan juga kepada Yu Yan karena tingkah Xiao Xi yang sembarangan itu.


Bisik-bisik kemudian terjadi. Para putri dan beberapa pangeran membicarakan tingkah laku Xiao Xi yang seenaknya dan tidak tau malu itu.


"Lain kali jangan terlalu memanjakan anakmu karena ia pikir semua yang ia mau bisa ia dapatkan dengan mengandalkan namamu. Hei Xiao Xi kau harus mencontohku yang bisa menggapai semua yang aku inginkan dengan tanganku sendiri bukan dengan embel-embel nama ayahmu" ucap Xiao Lan sebelum masuk ke dalam kereta tak lupa dengan senyum mengejeknya.

__ADS_1


Lagi-lagi hati kaisar Xiao tersentil. Ia ingin mengucapkan kata maaf tapi egonya berkata ia tidak bisa mengatakan itu sekarang di hadapan para bangsawan yang lainnya.


Sedangkan Xiao Xi sudah ingin membalas perkataan Xiao Lan tapi tangannya langsung ditarik oleh ayahnya.


Seluruh orang kemudian berjalan menuju hutan kako dan melewati pusat kota. Iring-iringan para bangsawan yang menuju hutan kako sudah seperti parade saja, sangat ramai ditambah dengan ucapan-ucapan doa dari rakyat untuk kaisar Xiao dan para bangsawan yang lainnya.


"Pantatku sakit sekali, jika begini aku lebih memilih berjalan kaki" dengus Xiao Lan.


Wang Yu Yan yang berada di sebelahnya hanya terkekeh.


"Ini baru awal, nanti setelah kita sampai disana kaki dan panggulmu akan terasa sangat lemas dan sakit sehingga kau akan berjalan dengan pelan. Lagipula ini bukan dunia modern yang memiliki kursi lapis busa" ucapnya.


Xiao Lan masih menggerutu karena perjalanan terasa sangat lama apalagi saat melihat Wang Yu Yan yang selalu menertawakan dirinya yang belum terbiasa dengan kereta kuda seperti di zaman ini.


Kereta kemudian berhenti menandakan perjalanan mereka telah usai. Saat keluar dari kereta Xiao Lan bisa melihat jika sudah ada tenda-tenda yang didirikan di hadapannya.


"Di bagian kiri adalah tenda untuk para pangeran sedangkan tenda di sebelah kanan adalah tenda untuk para putri" ucap seorang kasim memberi pengertian.


Para putri dan pangeran segera memisahkan diri. Mereka memasuki tenda yang telah dipersiapkan oleh kekaisaran Xiao.


Xiao Lan dan Wang Yu Yan memilih tenda yanh terletak di bagian paling ujung. Saat berada disana mereka sudah kalah cepat dari seorang perempuan yang sepertinya berusia di bawah mereka yang terlihat sedang mengasah pedangnya.


"Bolehkah kami tidur disini?" tanya Yu Yan sopan karena ia tau jika Xiao Lan tidak akan mengucapkan sepatah kata pun untuk hal yang seperti ini.


"Ya, aku kira tidak akan ada putri yang mau tidur disini" ucap orang tadi.


"Apa kami mengganggumu?" tanya Yu Yan lagi.


"Tidak" ucapnya singkat.


"Oh, ya perkenalkan namaku Wang Yu Yan kau bisa memanggilku Yu Yan dan ini adalah sahabatku Xiao Lan" ujar Yu Yan memperkenalkan diri.


"Tentu saja aku sudah mengetahui kalian. Namaku Jiang Yuan putri dari jenderal Jiang Cheng" ucapnya sambil mendongakkan kepalanya.


"Wajahmu mirip seperti Yu Yan" ucap Xiao Lan spontan.


•••


baru balik nih. ptsnya masih sampe rabu yaa xixi jadi nggak janji bisa up kapan.

__ADS_1


__ADS_2