PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
LIMA PULUH ENAM


__ADS_3

"Mohon maaf untuk semua orang yang berada disini tapi gadis yang sedang duduk di antara permaisuri Kaili dan selir Dyn itu adalah putri pertama kekaisaran Li, putri Li Xuan" ucap kaisar Li menengahi,


•••


Semua orang membulatkan matanya tidak percaya saat mendengar ucapan itu keluar dari mulut kaisar Li.


"Bagaimana bisa? Bukankah putri Xiao Lan sedang sakit lalu bagaimana kau bisa mengangkatnya sebagai seorang putri kekaisaran Li sedangkan dia masih berstatus putri dari kekaisaran Xiao?" tanya kaisar Wang yang merupakan sahabat dekat dari kaisar Li secara beruntun,


"Aku mengangkatnya menjadi putri kekaisaran Li karena aku tidak sengaja bertemu dengannya saat di hutan iblis. Dia mau menolong dan menampungku saat aku dan putraku sedang terluka parah saat itu"


"Ia bahkan memberikan lotus hitam yang langka kepadaku dengan cuma-cuma saat permaisuri Kaili sangat membutuhkan lotus itu untuk melanjutkan hidupnya. Jika tidak ada Xiao Lan mungkin permaisuri Kaili sudah tidak ada lagi disini" ucapnya sambil menatap Xiao Lan yang sedang memakan makanan permaisuri Kaili dan selir Dyn dengan penuh kasih sayang,


"Aku juga tidak tau jika dia adalah putri dari kekaisaran Xiao. Dia mengatakan kalau namanya adalah Xuan Lan, mungkin itu untuk perlindungan dirinya agar tidak mudah dibunuh di hutan yang menyeramkan itu" ucap kaisar Li sambil menatap kaisar Xiao tajam,


"Apakah putri Xiao Lan diasingkan?"


"Apa benar ia sakit pada waktu itu, tapi ia terlihat sangat sehat"


Bisik-bisik mulai terdengar setelah kaisar Li menjelaskan siapa Xiao Lan yang sebenarnya.


"Tapi sekarang dia berada di kekaisaran Xiao, maka ia akan menjadi putri Xiao Lan" ucap kaisar Xiao tegas,


"Itu semua terserah dan aku tidak akan menghalanginya karena ia memang berasal dari kekaisaran ini tapi itu semua bergantung padanya, kaisar Xiao" ucap kaisar Li,


Di dalam hatinya kaisar Li sangat kesal dengan ucapan kaisar Xiao. Ia ingin Xiao Lan dikenal sebagai putri Li Xuan bukan sebagai putri Xiao Lan. Ia berharap Xiao Lan akan memilih menggunakan nama putri Li Xuan.


"Lan'er, untuk sekarang kau mau menjadi putri dari kekaisaran mana?" tanya kaisar Xiao lembut tapi Xiao Lan sama sekali tidak menggubrisnya ia masih sibuk dengan makanannya, lebih tepatnya ia tidak suka saat kaisar Xiao memanggilnya dengan sebutan Lan'er.


"Ayah duduklah disini. Apa kau tidak lelah terus berdiri seperti itu?" ucap Xiao Lan kepada kaisar Li,

__ADS_1


Kaisar Li tersenyum puas. Ia segera duduk di samping Xiao Lan. Sekarang Xiao Lan sudah diapit oleh kaisar Li dan putra mahkota Li Xuan. Ia berpindah karena makanan yang berada di tempat permaisuri Kaili dan selir Dyn sudah habis dimakan olehnya, ia melihat target baru yaitu makanan putra mahkota dan makanan kaisar Li yang belum disentuh sama sekali. Memang Xiao Lan tidak memiliki akhlak jika sudah menyangkut dengan makanan.


"Ayah dan kaisar Xiao aku akan memutuskan menjadi Xuan Lan, kalian tidak perlu berdebat lagi. Tapi aku akan tetap duduk disini" ucap Xiao Lan kemudian,


Kaisar Li sangat puas akan keputusan Xiao Lan, ia juga tidak masalah jika Xiao Lan ingin menggunakan nama apapun yang terpenting ia masih mau duduk bersama dengannya.


Semua orang masih memikirkan ucapan Xiao Lan yang terdengar janggal. Ia memanggil kaisar Li dengan sebutan ayah tetapi ia memanggil kaisar Xiao masih dengan sebutan kaisar Xiao padahal kaisar Xiao adalah ayah kandungnya.


Kaisar Xiao merasa perih di hatinya, bahkan Xiao Lan tidak mau memanggilnya ayah. Ia lebih memilih memanggilnya dengan sebutan kaisar Xiao. Ia menatap Xiao Lan dengan sendu,


"Baiklah jika itu maumu" ucapnya lemah,


Di ujung sana sudah ada yang menggeram marah. Bagaimana bisa seorang seperti Xiao Lan bisa mendapatkan gelar putri pertama dari kekaisaran Li, kekaisaran terkuat kedua di daratan ini.


"Sial berarti saat itu dia yang mempermalukanku. Lihat saja akan kupermalukan dirimu kembali"


"Tidak masalah jika adik keempat ingin menjadi putri di kekaisaran Xiao maupun menjadi putri di kekaisaran Li karena adik keempat pasti diterima dengan baik di kedua kekaisaran" ucapnya tersenyum,


"Tapi sangat tidak sopan jika adik keempat masih menggunakan cadar seperti itu, lebih baik kau buka cadarmu itu agar semua orang bisa mengetahui wajahmu yang menjadi seorang putri dari dua kekaisaran sekaligus" ucapnya sambil tersenyum mengejek,


"Iya aku sangat penasaran"


"Bagaimana wajahnya?"


"Apakah ia cantik atau buruk rupa seperti yang sering dibicarakan orang-orang?"


"Tapi ia terlihat cantik"


Bisik-bisik selalu terdengar jika sudah menyangkut tentang hal panas seperti ini.

__ADS_1


"Rasakan pembalasanku, kau akan menanggung malumu seumur hidup dengan begitu aku akan mudah untuk membunuhmu" batin putri Xiao Xi sambil tersenyum menyeringai menatap Xiao Lan.


Xiao Lan mengarahkan tangannya ke ujung cadarnya. Pangeran Zhan sudah menduga pasti Xiao Lan akan dipermalukan seperti ini oleh Xiao Xi. Xiao Lan kemudian membuka cadarnya dengan anggun.


Putri Xiao Xi sudah menduga-duga kemungkinan yang akan terjadi, dia sudah tersenyum jahat di ujung sana.


"Astaga apakah benar dia putri Xiao Lan?"


"Aku sampai mengeluarkan darah dari hidungku!"


"Wajahnya tidak terduga" Brugg


Putri Xiao Xi masih belum menatap Xiao Lan, ia tersenyum puas karena ada seseorang pingsan karena melihat wajah penuh jerawat milik Xiao Lan. Ia lalu menatap Xiao Lan menyeringai. Alangkah terkejutnya ia saat melihat Xiao Lan yang terlihat sangat cantik bahkan jerawat seperti yang ia idamkan tertanam di wajah itu juga tidak ada.


Semua orang bergantian memuji kecantikan Xiao Lan. Ia terlihat sangat cantik dengan kulit seputih salju dan bersinar seperti giok, bibir semerah cherry, mata yang indah serta hidung yang sangat menawan di wajahnya. Bahkan ada beberapa orang yang mimisan sampai pingsan saat melihat kecantikan tak terkalahkan sepanjang abad itu.


Sekarang gantian Xiao Lan yang menatap putri Xiao Xi dengan tatapan menyedihkan. Mulutnya seperti mengucapkan sesuatu tapi tidak ada suara yang keluar dari mulut yang indah itu.


"Kau kalah dariku" begitulah yang bisa ditangkap putri Xiao Xi saat menatap bibir Xiao Lan yang bergerak-gerak lalu bibir itu beralih tersenyum mengejek dengan tatapan menyedihkan.


"Bagaimana bisa wajahnya menjadi seperti itu. Aku melihatnya sendiri jika wajahnya sudah hancur" gumamnya sambil mengepalkan jemarinya,


Permaisuri Juan menatap putri Xiao Xi yang sedang terdiam itu. Matanya seolah berkata 'bagaimana bisa dia menjadi seperti itu dalam waktu sekejap' dan putrinya hanya menggelengkan kepala pertanda ia tidak tahu.


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE


TERIMAKASIH

__ADS_1


chiccacaaa


__ADS_2