
"Kau, mau apa kau kesini hah?" bentak Xiao Xi,
"Aku..."
•••
"Aku ingin bertemu pangeran Xian" ucapnya lembut sengaja memanas-manasi Xiao Xi,
Pangeran Xian tertegun ia sudah lama tidak mendengar suara ini ia lalu menoleh ke arah orang itu. Matanya berbinar ia sangat hafal dengan adik kecilnya itu walaupun ia sedang memakai cadar.
Tanpa basa-basi ia langsung memeluk Xiao Lan saat itu juga,
"Lanlan sayang aku rindu padamu" orang yang berada disana membulatkan matanya mereka mengira bahwa yang dipanggil pangeran Xian 'sayang' itu adalah kekasihnya,
"Aku juga" ucap Xiao Lan sambil membalas pelukan pangeran Xian,
"Bagus sekali kau memanggilku sayang hihihi" batinnya di dalam hati sambil melirik Xiao Xi,
Xiao Xi sangat marah kepada perempuan tadi jika ia digambar dalam komik maka di atas kepalanya akan ada asap yang mengepul. Dengan kasar ia melepas pelukan pangeran Xian dan Xiao Lan,
"Aww, sakit" rintih Xiao Lan yang terjatuh di lantai,
"Apa maksudmu hah?" tanya pangeran Xian tidak terima nadanya mulai naik satu oktaf,
Pangeran Xian kemudian menolong Xiao Lan yang terjatuh ke lantai,
__ADS_1
"Apa kau tidak apa-apa?" tanyanya berubah lembut,
"Tidak apa-apa" ucapnya lalu mencoba berdiri,
"Aww" Xiao Lan hampir terjatuh kalau saja ia tidak berpegangan pada pangeran Xian,
"Apakah kakimu sakit?" ia lalu mengecek pergelangan kaki Xiao Lan dan sedikit menyentuhnya. Xiao Lan meringis dibuatnya,
"Jangan sentuh" ucapnya, pangeran Xian lalu mendudukkan tubuh Xiao Lan di kursi yang dekat dengan mereka,
Pangeran Xian lalu menghadap putri pertama dan putra mahkota kekaisaran Xiao dengan tatapan marahnya,
"Apa ini yang diajarkan kekaisaran Xiao kepada putrinya Hah? Beraninya kau dengan sembarangan dan kasar melepaskan pelukan orang sampai ia terluka, memangnya siapa kau?" nadanya benar-benar tinggi sampai orang yang mendengarnya merasa takut,
Dengan segala keberanian yang ia kumpulkan Xiao Xi kembali bicara,
Pangeran Xian sudah tidak bisa menahan emosinya lagi,
PLAKK
Ia menampar wajah Xiao Xi dengan keras sampai empunya jatuh dan disudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah, orang-orang yang ada disana nampak terkejut mereka tidak menyangka bahwa pangeran Xian akan membela seorang wanita sampai sebegitunya,
"Bagaimana? Sakit? Padahal itu tamparan terpelan yang pernah kuberikan" ia lalu mengelapkan tangannya seperti ia telah menyentuh benda kotor,
Semua orang lagi-lagi melongo dibuatnya bagaimana bisa tamparan terpelan bisa membuat orang sampai terjatuh ke lantai,
__ADS_1
Bahkan putra mahkota kekaisaran Xiao hanya bisa diam ia tak bisa menolong adiknya.
"Asal kau tau orang yang kau sebut wanita j****g tadi adalah adikku. Aku ulangi lagi adikku putri Li Xuan" ucapnya menekan kata adikku,
Degg
Mata Xiao Xi membulat sempurna, bukan hal yang jarang didengar lagi kalau kekaisaran Li sudah memiliki seorang putri, ia menatap tak percaya pada mereka semua.
"Rasa sakitmu itu tak sebanding dengan apa yang dirasakan adikku, untung hanya ada aku disini. Bayangkanlah jika ada ayahku mungkin perang sudah terjadi, putri Xiao Xi" ucapnya tersenyum remeh lalu menghampiri Xiao Lan dan menggendongnya,
Saat ia menuju tangga badannya berbalik ke arah para bangsawan tadi,
"Oh, ya ucapkan ke ayahmu bahwa perwakilan dari kekaisaran Li pulang terlebih dulu. Jika ia menanyakan alasannya jawablah sekenamu kalau bisa sejujurmu tapi jangan kau menjelekkan nama kekaisaran Li, kau tau konsekuensinya bukan?" ia lalu berjalan menuruni tangga,
"Gege" ucap Xiao Xi memelas pada putra mahkota,
"Ayo kita pergi" ucap putra mahkota kekaisaran Xiao kepada para pangeran yang datang bersamanya tadi,
"Sial hanya anak pungut saja kau mempermalukanku Li Xian" ucapnya marah dalam hati,
•••
JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE
huhuhuu maaf ya kali ini upnya sedikit, udah ada spoiler tugas sekolah banyak bgt hari ini tapi aku usahain up lagi kok. doain tugasnya cepet selesai ya hehe.
__ADS_1
TERIMAKASIH
chiccacaaa