PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
DELAPAN PULUH ENAM


__ADS_3

Gold Tiger lalu kembali ke markasnya dengan melewati jalur yang sama dengan jalur yang mereka lewati tadi.


•••


Xuan Lan dan pangeran Zhan sangat menikmati hidupnya saat mereka berada di Gold Tiger. Tidak ada banyak aturan khusus seperti saat mereka berada di istana. Mereka berdua juga sering turun langsung untuk mengerjakan tugas-tugas yang bagi para Tigers sangat sulit dan memiliki banyak teka-teki. Tidak terasa tiga bulan sudah mereka tinggal disana dan tidak pernah kembali ke kekaisaran Xiao.


Tetapi Xuan Lan setiap bulan selalu datang ke kekaisaran Li meskipun waktunya tidak teratur dan itu membuat pangeran Xian selalu mengomel padanya karena kedatangan Xuan Lan yang tiba-tiba saat ia sedang memiliki tugas yang sangat banyak sehingga dia tidak bisa berlama-lama dengan Xuan Lan. Dua minggu sekali, Jiang Yuan dan Wang Yu Yan juga selalu berkunjung ke markas Gold Tiger untuk menemui Xuan Lan. Urusan antara keluarga mereka juga sudah selesai. Jiang Yuan atau sekarang namanya adalah Wang Yuan sudah dinobatkan menjadi putri kedua kekaisaran Wang tetapi ia memilih tinggal bersama jenderal Jiang. Bagaimanapun, jenderal Jiang adalah orang yang menemaninya sejak kecil, ia tak bisa melupakannya begitu saja.


Saat Xuan Lan, pangeran Zhan, tabib Bao, paman Tae, paman Tao dan bibi Fu sedang bersantai sambil minum teh ada seorang Tiger yang melapor kepada mereka jika ada putra mahkota dari kekaisaran Xiao ingin bertemu dengan reine.


"Lakukan prosedur yang sesuai untuknya, jika sudah suruh dia kemari" ucap Xuan Lan.


"Baik, reine" jawab Tiger itu.


"Kau memperbolehkan dia kemari?" tanya pangeran Zhan.


"Ya, bagaimanapun dia adalah orang penting dari salah satu kekaisaran" ucap Xuan Lan cuek.


Mood pangeran Zhan berubah. Dia menjadi sedikit tidak bersemangat saat Xuan Lan memperbolehkan pangeran Gui untuk berkunjung kemari. Ia sebenarnya sudah tidak mau berhubungan lagi dengan apapun yang berasal dari kekaisaran Xiao.


"Tidak apa-apa, gege. Mungkin ada masalah serius yang sedang dihadapi mereka sehingga putra mahkota Xiao datang secara langsung kesini" ucap Xuan Lan.


"Tapi jika ia meminta berbicara berdua denganmu ajaklah aku, aku tidak mau tiba-tiba kau diculik" ucap pangeran Zhan. Xuan Lan terkekeh menanggapi ucapan pangeran Zhan mana mungkin seorang Xuan Lan bisa diculik dengan mudah oleh pangeran Gui tetapi ia mengiyakan ucapan pangeran Zhan.


Tak lama kemudian pangeran Gui sudah datang ke tempat mereka bersantai.


"Apakah ada hal penting sampai putra mahkota Xiao Gui sampai datang sendiri ke markas Gold Tiger?" tanya Xuan Lan dengan formal.


"Bolehkah aku berbicara berdua denganmu?" tanya pangeran Zhan.


"Tidak. Saya harus mengajak salah satu tangan kanan saya jika ingin berbicara dengan seorang tamu" ucap Xuan Lan sopan.


"Jika anda merasa tidak nyaman, anda boleh kembali" imbuhnya.


"Baik-baik, aku ingin kita segera berbicara" ucap pangeran Gui.


Xuan Lan tidak mengucapkan apapun. Ia langsung berdiri dan diikuti oleh pangeran Zhan. Pangeran Gui yang sedang bingung segera melihat ke arah bibi Fu. Bibi Fu yang paham lalu berbicara.

__ADS_1


"Ikutilah mereka" ucapnya lembut.


Pangeran Gui menganggukkan kepalanya. Ia segera berlari untuk menyusul Xuan Lan dan pangeran Zhan. Ia mengikuti Xuan Lan dan pangeran Zhan sampai ke depan sebuah ruangan dan ternyata itu adalah ruangan reine. Xuan Lan dan pangeran Zhan segera masuk ke dalam sana diikuti oleh pangeran Gui di belakangnya.


"Silakan duduk, putra mahkota Xiao Gui" ucap Xuan Lan sebagai seorang reine yang sedang menerima tamunya.


Pangeran Gui segera duduk di hadapan Xuan Lan.


"Silakan menjelaskan apa tujuan anda kemari" ucap Xuan Lan lagi. Sebenarnya yang harus mengucapkan ini adalah pangeran Zhan tetapi pangeran Zhan tidak mau mengeluarkan sepatah kata pun untuk pangeran Gui.


"Bisakah kita berbicara secara santai san seperti biasanya?" ucap pangeran Gui.


"Saya sudah berbicara seperti biasanya seperti jika ada tamu yang datang kemari" ucap Xuan Lan lagi.


"Maksudku tidak perlu berbicara saya dan anda. Kau bisa menggunakan aku dan kau untuk berbicara denganku" ucap pangeran Gui lagi.


"Reine sudah mengatakan jika ia sudah terbiasa berbicara seperti ini kepada para tamunya. Jadi, anda tidak bisa meminta reine untuk menuruti permintaan anda" ucap pangeran Zhan pada akhirnya.


"Baiklah" ucap pangeran Gui.


"Aku ingin minta maaf kepada kalian berdua" ucapnya lagi.


"Untuk perbuatanku di masa lalu, sungguh aku sangat menyesal, Xiao Lan" ucap pangeran Gui.


"Maaf, namaku adalah Xuan Lan. Mungkin anda meminta maaf kepada orang yang salah" ucap Xuan Lan datar.


"Tapi kau" ucap pangeran Gui yang terpotong oleh ucapan pangeran Zhan.


"Apakah anda lupa jika kaisar Xiao sendiri yang mengganti nama Xiao Lan menjadi Xuan Lan?" tanya pangeran Zhan.


Pangeran Gui terdiam. Memang kaisar Xiao sendiri yang mengganti nama Xiao Lan menjadi Xuan Lan dan orang yang ada di hadapannya ini benar-benar tidak mau jika dirinya disebut oleh Xuan Lan.


"Maaf" cicit pangeran Gui.


"Ayah sakit" ucapnya lagi.


Xuan Lan dan pangeran Zhan hanya menatap datar kepada pangeran Gui. Pangeran Gui yang tidak mendapatkan respon kembali menatap mereka berdua.

__ADS_1


"Maksudku kaisar Xiao sedang sakit" hati pangeran Gui merasa tidak nyaman jika harus mengucapkan gelar ayahnya di depan adik-adiknya sendiri.


"Sakit apa yang dideritanya?" tanya Xuan Lan.


"Aku tidak tau, dia tidak ingin makan dan tubuhnya mulai mengurus" ucap pangeran Gui sendu.


"Tenang saja, aku akan mengirimkan tim medica kesana segera" ucap Xuan Lan yang buru-buru ingin keluar dan menemui tim medica.


"Tunggu" ucap pangeran Gui sambil menarik tangan Xuan Lan.


"Bisakah kau yang datang langsung kesana untuk mengobati ayah maksudku kaisar Xiao?" tanya pangeran Gui.


Xuan Lan melepaskan tangannya dari genggaman pangeran Gui.


"Maaf, tapi aku bukanlah seorang tabib. Lagipula jika kau mengundangku secara langsung kesana maka bayarannya akan bertambah dua kali lipat" ucap Xuan Lan.


"Aku rela membayar dua kali lipat jika kau mau datang kesana" ucap pangeran Gui.


"Kau harus membayar tiga kali lipat karena Xuan Lan akan mengajak tangan kanannya untuk kesana" ucap pangeran Zhan yang berada di belakang mereka.


"Baik, aku akan membayar tiga kali lipat" ucap pangeran Gui sambil tersenyum.


Xuan Lan segera keluar darisana. Ia menuju ke ruang medica untuk mengambil beberapa herbal yang berguna untuk menambah nafsu makan kaisar Xiao. Setelah selesai ia kembali ke dalam ruangannya. Ia bisa melihat pangeran Zhan yang hanya diam sambil memandang keluar jendela dan pangeran Gui yang terus saja memandang pangeran Zhan dengan tatapan sendunya.


"Ehm" deheman Xuan Lan sedikit mengagetkan pangeran Gui. Pangeran Zhan segera membalikkan tubuhnya.


"Kau sudah selesai?" tanyanya dan dibalas anggukan oleh Xuan Lan.


"Ayo kita segera kesana" ucap Xuan Lan sambil tersenyum kepada pangeran Zhan.


Pangeran Zhan membalas senyuman Xuan Lan. Ia lalu mengambil topeng milik Xuan Lan dan topeng miliknya. Ia juga memakaikan topeng harimau emas kepada Xuan Lan.


"Ayo, putra mahkota" ucap pangeran Zhan lalu merangkul pinggang Xuan Lan dengan posesif. Mereka lalu berjalan keluar menuju kekaisaran Xiao.


•••


**di update pukul 08.48

__ADS_1


jangan lupa vote komen rate dan like**


__ADS_2