Putri Buta

Putri Buta
Eps 98


__ADS_3

Luka sayatan pedang dan memar akibat terkena pukulan sudah memenuhi sekujur tubuh kedua pria tampan itu. Tapi meski begitu ketampanannya tak hilang, meski banyak luka di wajah keduanya.


Putra mahkota Feng Xian mendapatkan luka memar di pipinya akibat terkena bogeman dari Chang Yi. Membuat sudut bibir putra mahkota Feng Xian robek dan mengeluarkan darah meski tak banyak. Tak lupa luka sayatan pedang pun ia dapatkan di lengan kirinya, tidak terlalu dalam, tapi meski luka saya tanya tidak dalam darah segar tak henti-hentinya mengalir .


Putra mahkota Feng Xian, tidak pernah menyangka. bahwa Chang Yi benar-benar berkembang pesat dalam mengembangkan ilmu bela dirinya. Dirinya sempat kewalahan melawan pria berambut putih itu.


Begitu pula dengan Chang Yi luka yang ia dapat lebih parah dari putra mahkota Feng Xian. Lengan kanannya patah karena tadi dia sedikit lengah saat melawan putra mahkota Feng Xian. Membuat putra mahkota Feng Xian memiliki peluang besar untuk mengalahkan Chang Yi. Wajah tampannya pun sudah dipenuhi luka, mata kirinya bengkak karena terkena pukulan putra mahkota Feng Xian.


"Menyerahkan atau mati di tanganku" Ucap putra mahkota Feng Xian penuh peringatan.


Senyum sinis tercetak dibibir Chang Yi. "Tidak akan, kau yang akan mati di tanganku".Teriaknya emosi.


"Ck... Sudah ayo kita akhiri semua ini. Aku sudah lelah".Ucap putra mahkota Feng Xian dengan santai. Seolah luka yang ia rasakan bukan apa-apa.


Meski putra mahkota Feng Xian sudah mulai lelah menghadapi mantan sahabatnya ini, tapi dirinya kembali mengingat saat ayah dari sang kekasih meninggal. Membuat dirinya kembali mengingat janjinya pada sang kekasih bahwa dirinya akan membunuh siapapun yang telah menghabisi sang calon ayah mertua.


Chang Yi kembali berdiri tegak setelah tadi dirinya berjongkok memberi jeda pertarungannya.


Mengambil ancang-ancang dengan pedang ditangan kirinya yang ia genggam erat erat.


Sebagai seorang kesatria Chang Yi melatih kedua tangannya untuk bisa menggunakan senjata mau itu pedang atau pun senjata yang lain. Jadi meski tangan kanannya cedera Chang Yi tidak terlalu memasalahkan hal ini.


Saat putra mahkota Feng Xian ingin maju menyerang Chang Yi, tiba-tiba sebuah anak panah melesat cepat dari arah belakang tubuhnya. Putra mahkota Feng Xian yang sedang tidak dalam mode siaga tentu saja tidak menyadari kedatangan anak panah itu.


Jlebb


Panah itu menancap sempurna di punggungnya. Sangking tajamnya ujung anak panah itu sampai menembus sampai ke dada.


Uhukk


Putra mahkota Feng Xian memuntahkan seteguk darah. Membuat darah yang keluar dari mulutnya mengalir mengotori leher dan pakaiannya.


Rintihan kesakitan terdengar dari mulutnya, putra mahkota Feng Xian merasakan sakit yang teramat dari luka tusukan anak panah itu.matanya menatap anak panah yang sudah menembus dada sebelah kanannya.Darah mulai merembes menembus hanfunya menciptakan noda merah pekat di hantu putihnya.


"Sialan ternyata kau membawa sekutu mu untuk menyerang ku. Dasar pengecut" Maki putra mahkota Feng Xian ketika dirinya baru menyadari bahwa ada orang lain selain mereka berdua di hutan ini.


"Sialan ternyata aku masih ceroboh...Uhukk..Uhukk" Maki putra mahkota Feng Xian pada dirinya sendiri. Merutuki kebodohannya dalam membuat perlindungan diri dari musuh yang tiba-tiba datang.


"Hahaha... Lihatlah, kau akan segera mati disini. Oh aku sudah tidak sabar melihat calon istrimu menangisi mayat mu nanti"


Brekk


Putra mahkota Feng Xian ambruk jatuh ke tanah. Dengan kedua kakinya tertekuk membentuk posisi setengah bersujud.


"Apa aku akan mati hari ini?" Ucap putra mahkota Feng Xian, matanya terpejam menahan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya. "Tidak.. tidak aku tidak boleh mati disini. Xue Mei pasti sedang mengkhawatirkanku" Ucapnya lagi.

__ADS_1


Tangan kiri putra mahkota Feng Xian bergerak meraba punggung nya mencoba menarik anak panah itu.


Srett


Berhasil anak panah itu berhasil iya cabut, tapi parahnya rasa sakit semakin menggerogoti tubuhnya. Darah pun semakin deras membasahi hanfunya.


"Sial kalau seperti ini aku akan mati kehabisan darah" Kedua tangan putra mahkota Feng Xian diletakan diluka panahnya, lalu ditekan dengan kuat mencoba menghentikan pendarahannya.


Chang Yi mendekati tubuh putra mahkota Feng Xian yang sudah tidak berdaya itu. "Sakit kan" Ucapnya sambil terkekeh pelan. Menertawakan penderitaan mantan sahabatnya itu.


Putra mahkota Feng Xian hanya mendelik tajam pada Chang Yi. "Dimana komplotan mu itu suruh dia keluar dasar pengecut" Ucap putra mahkota Feng Xian geram. "Kelaur kau pengecut!" Teriak putra mahkota Feng Xian dengan sekuat tenaga.


Tangannya sudah berlumuran darah karena sejak tadi mencoba menghentikan pendarahan di dada bagian kanannya.


Krekk


Suara ranting terinjak mengalihkan perhatian kedua manusia yang sudah penuh luka itu.


Putra mahkota Feng Xian langsung membalikan badannya saat merasakan suara langkah kaki itu berasal dari belakangnya.


Terlihatlah pria bertopeng dengan busur ditangannya menghampiri keduanya. "Sayang sekali, anak panah yang aku tembakan tidak menembus jantungmu" Ucap pria asing itu, Pura-pura kesal karena bidikannya tidak tepat sasaran.


Putra mahkota Feng Xian menyipitkan matanya saat melihat pria bertopeng yang berdiri dihadapannya. Dirinya merasa tidak asing saat mendengar suara pria bertopeng didepannya ini.


"Kenapa diam apa kau mengenali suaraku ini. Yang mulia putra mahkota Feng Xian"


"Ternyata kau sangat cerdas, bisa mengenaliku hanya dengan mendengar suaraku saja".


Ya dia kaisar Han Jing Yun. Dirinya berhasil membujuk Chang Yi untuk bersekongkol menghabisi putra mahkota Feng Xian, tadi pagi.


Tapi malam ini dirinya mengurungkan untuk tidak membunuh putra mahkota Feng Xian. Pikirnya terlalu beresiko jika dirinya membunuh putra mahkota dari Kerajaan besar seperti kerajaan Feng.


"Oh iya aku belum menjawab pertanyaan mu kan?" Ucapnya. Lalu senyum miring terbit di bibirnya, kaisar Han Jing Yun berjongkok didepan putra mahkota Feng Xian.


"Aku menginginkan Xue Mei, jadi tidak ada laki-laki lain yang bisa memilikinya kecuali diriku seorang. Tenang saja aku tidak akan membunuhmu, hanya saja memori mu dengan Xue Mei akan aku hapus dari otak pintar mu itu selama-lamanya"


"Aku tidak akan menyerahkan Xue Mei, kepada laki-laki seperti dirimu. Sia*an" Bentak putra mahkota Feng Xian, tapi setelah berteriak putra mahkota Feng Xian kembali memuntahkan darah.


Tak menghiraukan teriakkan putra mahkota Feng Xian kaisar Han malah


mengeluarkan botol kecil dari saku hanfunya. Membuka tutupnya, lalu memaksa putra mahkota Feng Xian untuk meminumnya.


Uhuk uhukk


"Apa yang kau berikan padaku hah" Murka putra mahkota Feng Xian pada kuasar Han Jing Yun.

__ADS_1


Dengan sisa tenaganya putra mahkota Feng Xian menarik kerah hanfu yang dipakai kaisar Han.


"Tenang saja itu bukan racun, hanya obat penghilang ingatan saja" Ucap kaisar Han santai. Tangannya balik mencengkram lengan putra mahkota Feng Xian.


"Bedebah sial*n, obat apapun yang kau berikan padaku tidak akan mempan" Ujar putra mahkota Feng Xian. Meremehkan kemanjuran obat yang diberikan Kaisar Han.


"Kita lihat saja nanti. Kau beraninya meremehkan obat racikan kaisar ini sendiri. Ck" Kaisar Han berdecak sebal.


Ya obat itu dirinya sendiri yang meracik nya. Tadi sebelum melancarkan aksinya kaisar Han menyempatkan diri untuk membuat obat penghilang ingatan itu.


Chang Yi yang sejak tadi menonton pertunjukan didepannya, langsung protes saat melihat kaisar Han Jing Yun sejak tadi hanya berbicara saja tanpa membunuh putra mahkota Feng Xian. "Kenapa kau tidak membunuhnya" Ucap Chang Yi geram dengan semua yang dilakukan kaisar Han.


Perhatian kaisar Han teralih kearah Chang Yi. "Terlalu beresiko jika kita membunuhnya, bisa-bisa kerjaan ku menjadi taruhannya"


"Kalau begitu biar aku saja yang membunuhnya" Pedang sudah siap melayang kearah leher putra mahkota Feng Xian.


Tapi kaisar Han langsung mencegah Chang Yi melakukannya. "Ada yang datang ayo kita pergi".


" Tapi aku ingin membunuhnya " Chang Yi tidak akan sebodoh itu membiarkan musuhnya yang sudah tidak berdaya tetap hidup, sia-sia saja rasanya jika dirinya melawan musuhnya sampai babak belur tapi tidak mati.


"Tapi seperti jarak orang itu sudah sangat dekat dengan kita. Tidak akan sempat ayo pergi" Kaisar Han menyeret paksa Chang Yi dari hadapan putra mahkota Feng Xian yang sudah tak berdaya.


Kaisar Han menghilang, lalu diikuti dengan Chang Yi yang masih berdecak kesal karena gagal membunuh musuh terbesarnya.


Putra mahkota Feng Xian yang melihat kedua orang musuhnya pergi, hanya tersenyum getir. Dirinya tahu meski selamat dari maut tapi ingatannya akan semua yang dia lakukan bersama dengan Xue Mei akan hilang dari benaknya dan yang lebih parah dirinya tidak akan mengingat sedikitpun tentang siapa sosok Xue Mei nanti.


Dirinya tahu seberapa hebat seorang kaisar Han itu dalam meracik obat atau pun racun, semua yang kaisar Han racik tidak pernah gagal. Semua orang tahu itu.


"Apa aku akan melupakan sosok perempuan yang sangat aku cintai?" Gumam putra mahkota Feng Xian lirih.


"Sialan kaisar baj*ngan itu, aku akan membunuhnya"


Uhuk uhukk


Lagi dan lagi putra mahkota Feng Xian memuntahkan darah kental. Hanfunya sudah basah oleh darah yang bercampur dengan keringat.


Pengelihatan putra mahkota Feng Xian mulai berkabut. Kepalanya pusing mungkin akibat kehilangan terlalu banyak darah.


"Sial*n" Tangannya memukul tanah sekuat tenaga, memaki ketidak berdayaannya kini.


"Maafkan aku jika nanti aku tidak bisa mengingat siapa dirimu dalam hidupku. Tapi aku berjanji meskipun aku tidak mengingat dirimu nanti, tidak akan ada wanita lain yang akan menggantikan posisimu di hatiku ini"


"Semoga kau tidak bersedih melihat kondisiku nanti"


Gumam putra mahkota Feng Xian sebelum dirinya menutup mata.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2