
Brukk
Disinilah sekarang putra mahkota Feng Xian sedang mendobrak pintu masuk tempat persembunyian Chang Yi, setelah tadi putra mahkota Feng Xian mengalahkan semua anak buah Chang Yi yang sedang menjaga pitu masuk.
"Keluar kau Bajing*n! Dasar pengecut apa kau bukan laki-laki, beraninya mengusik kehidupan wanitaku. Seharusnya jika kau memiliki dendam padaku langsung lampiaskan saja padaku dasar bajing*n, breng*ek. Keluar kau" Dengan amarah yang sudah mencapai puncak putra mahkota Feng Xian berteriak memanggil Chang Yi didalam rumah persembunyiannya ini.
Tempat persembunyian ini tidak mudah ditemukan, karena tempatnya yang sangat terpencil membuat tempat persembunyian ini tidak ada yang mengetahui keberadaannya.
Putra mahkota Feng Xian sangat marah saat ini. ingin sekali dia. membunuh banjin*an yang sudah berani membuat kesayangannya menagis dan bersedih.
Dengan kesabaran yang sudah habis putra mahkota Feng Xian mulai mengobrak-abrik tempat persembunyian Chang Yi. Si empunya yang punya tempat entah kemana, sejak tadi di panggil putra mahkota Feng Xian tidak menampakan batang hidungnya sekalipun.
"Sabar kawan, mungkin dia sudah mengetahui bahwa kita akan datang kesini. Jadi. mungkin mereka. sudha pergi. meninggalkan tempat ini." Guan mencoba menangkan sahabat sekaligus atasannya ini.
Wajah putra mahkota Feng Xian memerah menahan amarah yang tidak sampai tersalurkan. "Ck.Bajin*an pengecut itu hanya berani menyerang dari belakang saja dasar. Sial jika aku menemukannya, akanku cabik-cabik dia tanpa ampun." Ucapnya dingin. Putra mahkota Feng Xian terus mengumpat, saking kesalnya dia sampai mmengepalka telapak lengannya kuat sehingga ruas-ruas jarinya memutih.
Guan hanya bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi nantinya pada Chang Yi.
"Sudahlah, aku akan kembali melacak keberadaanya lagi. Sebaiknya kita kembali untuk istirahat." Gunung mencoba untuk menenangkan tuannya kembali.
Mungkin jika diperkirakan sudah pukul dua dini hari saat ini. Udara pun semakin dingin, Membuat bulu kuduk Guan meremang sangking dinginnya.
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita kembali"
Dengan perasaan dongkol putra mahkota Feng Xian kembali ke kerajaan Li, untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah karena seharian ini dia terus berjalan menghitung kemanapun Xue Mei pergi.
****
Di waktu yang sama tapi ditempat yang cukup jauh dari Kerajaan Li. Terdapat sosok pria tampan yang author baru satu kali munculin di chapter 51 & 52, sungguh aku tuh kejem banget ya. Heheh
Udah lanjut aja lah....
Dia adalah kaisar termuda kaisar Han Jing Yun, salah satu pria tampan yang terpikat oleh pesona Xue Mei. Selama ini Kaisar Yang Jing Yun sangat ingin pergi ke kerajaan Qin untuk berjumpa dengan Xue Mei, tapi belum pernah terwujud karena tanggung jawabnya di Kerajaan Han sangat besar, tidak bisa dianggurkan begitu saja tugasnya.
Ikat rambut Xue Mei masih tersimpan baik ditangan kaisar Han Jing Yun, malam ini kaisar muda ini sangat ingin menemi sang pujaan hatinya. Meski sang wanita tidak mengetahuinya bahwa masih ada satu lagi laki-laki yang terpikat akan pesonanya.
Di kamar yang luas ini kaisar Han Jing Yun sedang berdiri dekat jendela menatap langit malam yang gelap gulita hanya diterangi beberapa bintang yang berkelap-kelip diatas sana.
mengukir senyum maut yang bisa meluluhkan banyak hati kaum hawa, kaisar Han sedang memikirkan kejadian beberapa bulan silam, dimana pertama kalinya dirinya bertemu dengan sesosok wanita tangguh dan garang.
"Kau akan menjadi miliku sayang, aku akan mencari cara agar kau berada di sisiku" Ucapnya penuh kesungguhan.
__ADS_1
Tiba-tiba seekor elang Harpy, elang berwarna hitam putih itu hinggap dipundak kaisar Han Jing Yun, dengan sepucuk surat yang terikat dikaki kirinya.
Kaisar Han Jing Yun pun mengambil sepucuk surat er sebut dari kaki burung elang kesayangan nya. "Berita apa yang kau bawa hari ini, jangan sampai kau mengecewakanku Hei He Bai" Ujar kaisar Han.
Hei He Bai utu nama burung elang itu yang artinya hitam putih
Dengan semangat kaisar Han Jing Yun membaca surat tersebut. Ekspresi wajah kaisar Han berubah ubah seiring bait yang dibacanya. Pada saat kaisar Han membaca paragraf terakhir ekspresi wajahnya langsung murka, suarat yang ada ditangan langsung diremas dan dilemparkan saking kesalahan. "Sialan. Siapa yang berani melangkah lebih jauh dari kaisar ini aku akan menghabisinya." Ujarnya. "Dua orang putra mahkota dari dua kerajaan yang satu putra Kaisar Feng Yi San dan satu lain putra Kaisar Qin Luo. Hmm berani-beraninya mereka ingin bersaing denganku, aku akan mendapatkan apapun yang aku inginkan." Ucap kaisar Han Jing Yun penuh penekanan.
Selama ini kaisar Han Jing Yun mengirimkan beberapa mata-mata handal untuk mengawasi setiap aktifitas yang Xue Mei lakukan. Jadi Kaisar Han Jing Yun tahu hampir semua yang berkaitan tentang Xue Mei.
Tapi satu yang belum dia ketahui yaitu tentang hubungan putra mahkota Feng Xian dan Xue Mei yang sudah memasuki jenjang yang semakin serius.
Bersambung.......
Mau nanya nih!
Menurut kalian bagai mana sih cerita ini? nyambung gak?
Kalian bosen gak nungguin update novel ini?
Jawab aja jika kalian mau.... jika kalian gak mau juga gak papa....
__ADS_1
Maaf aku baru ada waktu hari ini buat update nya.
Jangan lupa like, coment & votenya semua