Putri Buta

Putri Buta
Eps 31


__ADS_3

"Bagai mana?" Tanya seseorang kepada bawahannya.


"Menjawab yang mulia, putra mahkota Feng Xian sekarang sedang dekat dengan seorang nona muda pertama mansion Zang Xue Mei . Kemungkinan putra mahkota Feng Xian menyukai nona Zang Xue Mei"


Tukas sang bawahan kepada tuannya yang sedang duduk menghadap dirinya.


Di sebuah ruangan yang gelap hanya samar-samar cahaya matahari yang menerobos masuk ruangan itu. Ada seorang laki-laki bersurai putih keperakan sedang mendengarkan laporan dari pengawal yang dia percayakan untuk memata-matai putra mahkota Feng Xian.


"Zang Xue Mei?"


"Benar yang mulia dia adalah anak pertama dari jenderal Zang Yuan, jenderal terkuat dari Kerajaan Qin" pengawal itu menjelaskan identitas Xue Mei kepada peria misterius itu.


Dengan menggunakan jubah berwarna hitam dan menutupi kepalanya sehingga menutupi wajahnya menimbulkan Kemisteriusannya.



Segera pria misterius itu bangkit dari posisinya dan menyeringai licik. Dia sudah menunggu lama untuk balas dendam kepada putra mahkota Feng Xian. Tapi segala cara dia lakukan untuk mengetahui kelemahan putra mahkota Feng Xian, tapi sayang selama bertahun-tahun dia memata-matai putra mahkota Feng Xian tidak ada hasilnya dan sekarang dia tahu kalau putra mahkota Feng Xian telah memiliki kelemahan yaitu Zang Xue Mei.


"Hehe... aku akan segera membalaskan dendammu kepada orang yang telah membunuhmu" gumam peria misterius itu dengan seringai penuh kekejaman.


__________


Di sisi lain Xue Mei sedah menyelesaikan latihan berpedang nya bersama pangeran Qin Chen. Sekarang mereka berdua sedang bersantan merekatkan diri mereka yang kelelahan mengayunkan pedang.


Mereka sedang menikmati makan siang bersama dengan Zang Jingqin.


"Xue Xue apa kau tahu berita tentang kau telah kembali sembuh telah menyebar ke seluruh penjuru kerajaan Qin" tiba-tiba pangeran Qin Chen berbicara di sela-sela makan siang mereka.

__ADS_1


Xue Mei yang sedang melahap makannya langsung berhenti menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


"Aku tak peduli" ucap Xue Mei cuek sambil mengunyah makan pipinya membulat karena penuh oleh lauk pauk yang Xue Mei makan kedalam mulutnya.


"Hey habiskan dulu makanan yang ada dalam mulutmu Mei'er" tegur Zang Jingqin yang sejak tadi memperhatikan adiknya.


Segera Xue Mei menelan makannya.


"Hehe" Xue Mei hanya menyengir.


" usiamu sudah cock untuk menikah,Mungkin akan ada banyak tuan muda atau pangeran yang datang ke mansion Zang untuk melamarmu" Lanjut pangeran Qin Chen.


"Benar kata pangeran Qin Chen kau sudah memasuki usia menikah kau tinggal pilih mau laki-laki seperti apa" Zang Jingqin menimpali ucapan pangeran Qin Chen..


"Memang aku tinggal memilih ingin laki-laki seperti apa karena aku cantik pasti banyak yang mau dengan ku. Tapi aku belum memikirkan untuk menikah, apa lagi aku masih muda" Dengan pedenya Xue Mei menyombongkan dirinya.


Memang benar umur Zang Jingqin dan pangeran Qin Chen hanya beda dua tahu.


Zang Jingqin berusia 25 tahun dan pangeran Qin Chen berusia 23 tahun.


"Kenapakaka belum menikah itu karena belum ada wanita yang sesuai dengan kriteriaku" Ucap Zang Jingqin beralasan.


Padahal nyatanya dia malas untuk menjalin hubungan dengan wanita, bukan berarti Zang Jingqin adalah gay. Meski banyak nona muda dan tuan putri yang menginginkan Zang Jingqin menjadi suami mereka.


"Aku juga sama seperti kakak mu belum ada satupun wanita yang bisa menggetarkan hatiku"


" asal kau tahu kau sebenarnya adalah wanita idamanku. aku mencintaimu sejak kecil, tapi aku takut kau tak mencintaiku" Ujar pangeran Qin Chen dalam hati.

__ADS_1


"Sudahlah aku sudah kenyang, aku akan kembali ke kamarku untuk istirahat" kemudian Xue Mei berdiri setelah menyelesaikan makanan di piringnya.


"Baiklah kak, Chen Chen aku pergi dulu. Ayo Wei"


"Baik nona"


Kemudian Wei menunduk memberi hormat kepada Zang Jingqin dan pangeran Qin Chen. Setelah itu Wei mengikuti Xue Mei.


" Aku tahu kau mencintai adikku" ucap Zang Jingqin pada pangeran Qin Chen setelah melihat Xue Mei pergi.


Pangeran Qin Chen pun terkejut karena selama ini tidak ada yang mengetahui kalau dirinya mencintai teman masa kecilnya itu.


Seperti tahu apa isi pikiran Pangeran Qin Chen Zang Jingqin menjawab.


"Aku tahu saat kau melihat adikku, dari sorot matamu kau selalu memandang adikku berbeda dengan saat kau memandang orang lain"


"Ya aku mencintainya, tapi aku tahu kalau Xue Mei tak mengetahuinya"


Akhirnya pangeran Qin Chen memilih mengatakan yang sebenarnya kepada Zang Jingqin.


"Kau harus bekerja keras untuk mendapatkannya dan juga kau harus bersaing dengan putra mahkota Feng Xian dia juga mencintai adikku. Aku tidak akan melarang seseorang mendekati adikku tapi jika orang itu hanya ingin menyakitinya tau membuatnya menangis aku tidak akan segan-segan menghabisi orang itu"


Ya jenderal Yuan mengatakan kepada Zang Jingqin bahwa putra mahkota Feng Xian melamar Xue Mei secara langsung padanya.


Pangeran Qin Chen pun terkejut bawa orang yang bersaing dengannya adalah seorang putra mahkota yang sangat terkenal akan prestasinya di medan perang.


"Benar aku harus bekerja keras demi memiliki Xue Mei" Pangeran Qin Chen tak akan menyerah untuk mendapatkan cinta Xue Mei meski dia harus bersaing dengan putra mahkota dari Kerajaan Feng.

__ADS_1


Bersambung______


__ADS_2