
Tanpa Xue Mei dan pangeran Qin Chen sadari ternyata sejak mereka berdua ada yang mengawasi gerak-gerik mereka berdua.
"Beraninya kau permaisuriku baruku tinggal satu hari saja kau sudah berani dekat dengan peria lain hah!"
Ya dia adalah putra mahkota Feng Xian dia kembali lagi ke. kerajaan Qin tadi malam, untuk menjalankan rencananya membuat Xue Mei jatuh cinta padanya. Tapi apa yang dia lihat sekarang membuat hatinya panas terbakar api cemburu.
Guan yang selalu siap siaga di sampai tuannya merasa bergidik takut merasakan aura dingin menguar dari dalam diri putra mahkota Feng Xian.
"Tenanglah Xian dia adalah pangeran kedua, pangeran Qin Chen sahabat satu-satunya Zang Xue Mei" Guan menjelaskan kepada temannya yang sedang menahan cemburuan, wajah putra mahkota Feng Xian jelek dia kesal melihat suasana yang ada diantara Xue Mei dan Pangeran Qin Chen.
Bayangkan saja jika orang yang kau cintai sedang berpelukan dengan orang lain, sakit bukan?.
"Diamlah Guan kau lihat sendiri pangeran tengik itu melihat Xue Mei dengan penuh cinta aku tidak suka melihat wajahnya yang menyebalkan itu" Putra mahkota Feng Xian meluapkan kekesalannya dengan membentak Guan.
" Tabahkan hatimu Guan ingat putra mahkota Feng Xian sedang cemburu, memang merepotkan saja orang yang sedang jatuh cinta satu ini" Guan mengelus dadanya dia mencoba bersabar mengahadapi tuannya yang sedang cemburu ini.
__ADS_1
"Hei Xian apa kau tidak sadar sikapmu ini terlalu kekanak-kanakan, bagaimana jika Zang Xue Mei tidak menyukai sikapmu yang kekanakan ini" Guan mencibir tuannya.
"Settt.. Diamlah kau Guan, Kau membuatku tambah emosi saja. cih"
Guan kembali mengelus dadanya, untuk menabahkan dirinya.
Sedangkan Xue Mei baru menyelesaikan nyanyiannya.
Xue Mei melepaskan cengkraman tangannya dari leher Pangeran Qin Chen.
Pangeran Qin Chen segera menormalkan ekspresinya, setelah tadi dia mencoba menyembunyikan degup jantung yang kencang saat Xu Mei tak kunjung melepaskan lehernya.
"I itu sangat bagus, hari sudah menjelang sore aku akan kembali ke istana" Pangeran Qin Chen gugup dia mengalihkan pembicaraannya dan memalingkan wajahnya agar Xue Mei x tidak melihat wajahnya yang memerah karena malu bercampur senang.
"Baiklah kalau begitu hati-hati di jalan" Xue Mei tidak merasakan ada yang aneh dengan tingkah pangeran Qin Chen dan dia juga setuju dengan keinginan pangeran Qin chen karena harus memang sudah berubah warna menjadi jingga.
__ADS_1
"Baiklah aku pamit Xue Xue aku akan sering main ke mansion Zang,dahh" ucap pangeran Qin chen. kemudian melangkah menjauhi Xue Mei dengan melambaikan tangannya tanda sampai jumpa.
"Baiklah dah" Xue Mei pun membalas melambaikan tangannya.
Dia tidak peka dengan apa yang tersirat Xi wajah pangeran Qin chen, Xue Mei belum pernah mengenal yang namanya cinta jadi. jika ada orang disekitarnya yang menyukainya dia tidak akan peka. Munkin istilahnya Xue Mei bodoh dalam urusan percintaan.
Sebelah melihat pangeran Qin chen pergi. menjauh dari pandangannya, Xue Mei pun kembali ke paviliun mawar untuk istirahat karena seharian dia menyambut tamu dan tersenyum diamana yang membuat dia merasa pegal di pipinya.
"Lihatlah Guan bahkan mereka memiliki. nama panggilan yang manis, aku. muak. mendengarnya" putra mahkota Feng Xian semakin menampakan wajah gelapnya doa. semakin cemburu saat keduanya memanggil dengan pangilan yang menurutnya romantis itu.
"huufff" Guan hanya menghela nafas panjang dia malas. melihat sikap tuannya ini.
Wussss
Kemudian Putra mahkota Feng Xian dan Guan menghilang dari atas pohon bagaikan tak pernah hadir di sana.
__ADS_1
Bersambung________💐💐