
Pria yang sejak tadi mengawasi pergerakan Xue Mei pun langsung mendekati Xue Mei karena dirinya telah tercyduk sedang memata-matai Xue Mei.
Pria itu terseyum dengan ekspresi wajah tak terbaca.
"Siapa kau kenapa kau memata-mataiku?" Tanya Xue Mei, dia terus bersikap tenang meski selalu siaga jika tiba-tiba ada serangan dadakan.
"Maaf nona, karena saya tak sengaja mendengar senandungan anda tadi, jadi saya mencari sumber suara tersebut dan ternyata itu anda" jawab pria itu jujur.
"Alasan, aku tak percaya" Xue Mei segera membalikan badannya menghadap pria tak dikenal itu dan kemudian Xue Mei menyerang pria itu menggunakan pedang yang sejak tadi di bawanya.
Hiyatttt
Xue Mei berlari dan mengayunkan pedangnya mencoba menyerang pria asing itu.
Tapi setiap serangan yang Xue Mei layangkan kepada pria asing itu selalu saja bisa dihindari oleh pria itu atau pria itu akan menangkis pedang Xue Mei dengan tangan kosong.
angsa-angsa yang tadi sedang berenang tiba-tiba bubar dan berlari menjauh dari sekitar Xue Mei, mereka tentu saja kaget saat melihat Xue Mei tiba-tiba berlari dan menyerang.
Pria itu sempat terkejut saat melihat wajah Xue Mei membalikan tubuhnya dan menghadap kearahnya. dirinya terpesona dengan kecantikan yang dimiliki Xue Mei.
Tak lama kemudian pria asing itu pun sadar dari keterkejutannya.
"Heyy nona aku berkata jujur, kenapa kau menyerangku aku pria baik-baik loh" Pria asing itu terus mundur menghindari dan menangkis setiap serangan yang Xue Mei layangkan.
"Aku tak percaya, apa tujuanmu berada dihutan ini" Xue Mei terus mengayunkan pedangnya sambil menginterogasi pria tampan yang entah siapa itu.
"Hey hey tenanglah aku haya sedang berburu disini" pria itu sudah bosan terus menghindar dari serangan Xue Mei, karena tak ingin membuang tenaga dengan percuma pria itu pun menangkap pergelangan tangan kanan Xue Mei yang memegang pedang kemudian mencengkram nya.
"Pantas saja hewan-hewan yang ada dihutan ini tak ada satu pun yang muncul dekatku ternyata mereka ketakutan karena ada pemburu" Batin Xue Mei.
Tinggg,,,, Suara pedang milik Xue Mei terjatuh ke tanah karena lengan Xue Mei telah di pelintir kebelakang tubuhnya oleh pria asong itu.
__ADS_1
"Lepaskan aku heyy" Xue Mei memberontak mencoba melepaskan cengkraman tangan kanannya.
karena tak habis akal Xue Mei pun menggunakan tangan kirinya untuk meninju wajah pria asing itu tapi gerakannya terbaca oleh pria itu dan tangan kirinya pun ikut di pelintir kebelakang punggungnya.
"Lepaskan" sekarang pergerakan Xue Mei terkunci oleh pria asing itu.
"Akan aku lepaskan asal nona tak lagi menyarangku" pria asing itu mendekatkan wajahnya di telinga Xue Mei dan berbisik membuat bulu kuduk Xue Mei meremang.
"Baiklah baiklah, cepat lepaskan aku" Xue Mei pun menyerah dia kembali menggoyangkan kedua tangannya yang di pelintir dibelakang punggungnya mencoba melepaskan diri.
Pria itu secara tak sadar malah mengendus-endus rambut Xue Mei yang wangi bunga mawar.
Kemudian pria itu melepaskan ikat rambut Xue Mei membuat rambut panjang milik Xue Mei tergerai bebas melewati pinggang.
Tentu saja Xue Mei kaget melihat tingkah laku pria asing itu.
"Dasar pria cabul lepaskan tanganku" maki xue Mei, kemudian Xue Mei menengok ke arah pria asing yang berada di belakang tubuhnya..
"ada apa dengan ku ini" gumam pria asing itu dalam hati, dirinya pun takengerti dengan prilakunya tadi. seumur-umur baru kali ini dirinya mau berdekatan dengan wanita, ada apa sebenarnya ini, pikir pria asing itu.
Setelah merasakan lengannya telah dilepaskan Xue Mei pun segera menjauh dari pria asing itu dan memungut pedangnya yang terjatuh tadi, wajah Xue Mei memerah karena marah.
"Pria tak tahu malu, ba*ji*gan" Xue Mei berkata dengan kasarnya pada pria dihadapannya langsung tanpa rasa takut.
Pria asing di hadapan Xue Mei hanya mengangkat sebelah alisnya, baru kali ini dirinya di maki seseorang.
"Huuh" Xue Mei sudah sangat lelah tadi bertarung sebentar tadi dengan pria asing tadi.
Tanpa ingin banyak omong lagi Xue Mei langsung berbalik arah dan berjalan pergi untuk pulang karena hari sudah gelap.
"Hey tunggu setidaknya beri tahu aku siapa namamu nona" pria asing itu berteriak memanggil Xue Mei.
__ADS_1
"Tak akan pernah kuberi tahu siapa namaku pada orang cabul sepertimu" Xue Mei pun ikut berteriak karena jaraknya semakin menjauh dari pria asing tersebut.
Pria itu pun menyeringai kejam setelah melihat Xue Mei pergi dan hilang tak terlihat lagi oleh pandangan matanya lagi.
"Selidiki siapa dia, aku ingin besok informasi tentang wanita itu sudah ada dieka kerjaku" titah pria asing itu pada pengawal bayangnya yang ternyata pengawal bayangan itu pun ada sejak tadi melihat perdebatan antara Xue Mei dengan majikannya.
"Baik yang mulai" dengan segera pengawal bayangan itu melesat pergi meninggalkan tuannya sendirian.
"Tunggu saja pasti kita akan bertemu lagi nona " gumam pelan pria misterius itu. Kemudian dia tersenyum evil.
Kalian mau tahu siapa dia?
Dia adalah Han Jing Yun kaisar dari Kerajaan Han. Han Jing Yun adalah Kaisar termuda dari keempat kerajaan lainya.
Selain muda Han Jing Yun juga memiliki paras yang tampan, tapi sampai saat ini di usianya yang ke dua puluh lima belum memiliki seorang permaisuri atau pun selir.
Entahlah kenapa dia tak memiliki satupun wanita yang bisa membuat Han Jing Yun jatuh hati padanya.
Hari ini Kaisar Han Jing Yun pergi kehutan kayangan untuk berburu menghilangkan semua beban pikirannya.
Tapi siapa sangka kepergiannya kehutan ini bisa membuatnya bertemu dengan seorang wanita yang memiliki kecantikan di atas rata-rata dan sialnya itu membuat kaisar Han Jing Yun penasaran pada sosok Xue Mei.
Kaiaar Han Jing Yun
***Bersambung......
Maaf jika typo bertebaran 🙏🙏
Ayo dong like dan vote agar author semangat up nya lagi,,,,,,
__ADS_1
baiklah see you all***____