
Rombongan kaisar Li di sambut dengan ramah oleh kaisar Qin Luo. Tapi Zang Jingqin tidak di ijinkan ikut ke istana Qin meski Zang Jingqin memaksa ingin ikut.
Sedangkan putra mahkota Feng Xian tidak ikut karena dia mendapatkan panggilan mendadak dari kaisar Feng untuk segera kembali ke kerajaan.
Rombongan kaisar Li di jamu dengan sangat baik, sekarang mereka sedang berada di aula yang di khususkan untuk tamu-tamu istimewa.
"Maaf jika kedatangan kami mendadak tanpa memberikan kabar terlebih dahulu. Maaf juga jika kami mengganggu waktu anda kaisar Qin" Ujar kaisar Li dengan sopan.
Kaisar Qin dan permaisuri Bai Xia terseyum ramah kepada rombongan kaisar. "Tidak perlu sungkan kaisar Li saya begitu menghormati anda sebagai senior" Kaisar Qin berkata dengan hhorma.
Hormat bukan hanya karena usia kaisar Li lebih tua darinya tapi dari dulu kaisar Qin begitu mengagumi cara kerja Kaisar Li mengatur Kerajaannya.
Xue Mei hanya diam mendengarkan percakapan kedua orang yang begitu dihormati itu, duduk dengan tenang disisi Li Yu Mei. Sebenarnya sejak Xue Mei masuk ke aula ini Xue Mei merasa risih karena terus ditatap dengan penuh
obsesi oleh putra mahkota Qin Li, tapi Xue Mei mencoba tenang dengan memakan kudapan yang ada di depannya.
" Si brengsek itu kenapa terus menatapku dengan tatapannya yang menjijikan itu". Dibalik cangkir yang sedang diminum isinya Xue Mei menatap balik putra mahkota Qin Li dengan sinis.
"Sepertinya dia ingin kembali memilikimu" Celetuk Li Yu Mei.
Sejak tadi Li Yu Mei mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru mengamati tempat dimana dirinya sekarang. Tapi saat memperhatikan orang-orang istana Qin tatapannya jatuh pada putra mahkota Qin Li yang menatap kearah dirinya. Saat Li Yu Mei memperhatikan lebih seksama ternyata putra mahkota Qin Li bukan sedang melihatnya tetapi keponakannya yang berada disisinya.
Xue Mei langsung menoleh kearah Li Yu Mei. "Apaan! siap yang mau dengan barang bekas seperti dia" Ucapan Xue Mei pedas.
Benar juga sih siapa yang mau dengan pria yang sudah tidak perjaka lagi.
"Hahah... Benar juga sih. apalagi dia sudah menolakmu mentah-mentah dulu" Dengan tertawa pelan Li Yu Mei mengungkit kejadian dulu, saat di mana pertunangan Xue Mei di batalkan oleh putra mahkota Qin Li.
Xue Mei hanya menatap sinis bibinya tanpa mau menimpali ucapannya. Dirinya sudah tak peduli lagi dengan putra mahkota Feng Xian yang sejak terus menatap Xue Mei dengan lekat tanpa berkedip.
Tak jauh dari posisi bibi dan keponakan itu ada seorang pria tampan tapi memiliki sifat buruk. Sedang menatap wanita cantik yang bisa disebut sebagai mantan tunangan itu dengan penuh minat dan di matanya terdapat jejak ingin memiliki kembali sang mantan.
"Seelah lama ajubtidka melihatnya ternyata dia semakin cantik. Aku harus cepat-cepat bergerak" Ucap putra mahkota Feng Xian dalam hati.
"Kami janji akan mencari siapa yang sudah berani membunuh jenderal Zang" Dengan tegas kaisar Qin berujar, dirinya juga membenci siapa dalang dari pembunuhan itu.
"Kami juga akan ikut turun tangan untuk mencari tahu siapa yang berani membunuh menantuku" Tiba-tiba keadaan menjadi sedikit mencekam.
Xue Mei yang mendengarkan itu menjadi sedih kembali. "Sudah jangan menangis lagi" Li Yu Mei menepuk pelan pundak Xue Mei.
"hemm" Xue mei hanya bergumam tak jelas dibarengi dengan anggukan.
"Baiklah mari kita sama-sama mencari dalangnya"
__ADS_1
Kaisar Li pun menganggukan kepalanya menyetujui. " Oh ya kedatangan kami kesini bukan hanya ingin berkunjung, tapi kamu juga ingin meminta ijin untuk membawa cucu-cucuku kekerajaan Li" Akhirnya kaisar Li mengucapkan niat utamanya datang ke istana Qin.
"Oh benarkah, sayang sekali sebenarnya kami sudah memanggil tabib hebat untuk melakukan perawatan pada Jingqin" Permaisuri Bai Xia yang sejak tadundiam langsung angkat bicara.
"Anda tidak perlu repot-repot Permaisuri Bai, kasian mereka tidak ada lagi yang memperhatikan jika terus tinggal di sini. Mungkin kami juga akan segera mengadakan acara pernikahan" Dengan seyum simpul permaisuri Xue Jia menatap Xue mei. Permaisuri Xue Jia menggantung kata-katanya membuatmu orang-orang penasaran.
"Pernikahan? apakah putri Pi Yu Mei akan segera menikah? Wah selamat ya" Permaisuri Bai Xia ikut bahagia mendengar kabar itu.
"Hahah.. bukan Yu'er. Tapi Cucuku Zang Xue Mei, dia sekarang sedang dekat dengan seseorang" Dengan senyum lebar yang mengakibatkan kerutan di wajah permaisuri Xue Jia bertabah.
"Kenapa nenek malah membicarakanku, aku kan tidak ingin mengumbarkan kedekatan ku dengannya" Batin Xue Mei, sekarang pipinya sudha memerah malu mendengar kelakuan neneknya.
Putra mahkota Qin Li menajamkan pendengarnya saat mendengar perkataan permaisuri Xue Jia dia menjadi kesal, lengannya terkepal erat menahan amarah.
"Siapa? siapa dia, aku akan menghabisi orang yang sudah lancang ingin mengambil
milikku" Di mata putra mahkota Qin Li terlihat kobaran amarah bercampur dengan hawa membunuh.
"Aku akan menanyakan ini pada Zang Jingqin" Gumamnya pelan.
"Wah selamat ya,siapa orang yang beruntung bisa dekat dengan nona Zang" Ujar putra mahkota Qin Li dengan tersenyum bahagia, berakting seolah-olah ikut bahagia, padahal dalam hatinya mencoba menahan amarah.
Permaisuri Xue Jia akan menjawab pertanyaan dari putra mahkota Qin Li, tapi saat dia melihat kearah Xue Mei dan melihat Xue Mei menggelengkan ditambah muka memelas. Permaisuri Xue Jia langsung mengerti. "Maaf sekali putra mahkota Qin, cucuku belum ingin menceritakan tentang kisah asmaranya kepada siapapun, kami juga baru tahu tadi pagi"
"Wah sayang sekali, tapi tidak papa biar nanti bisa menjadi kejutan" Ujar Permaisuri Bai Xia meski sedikit kecewa.
Mereka terus berbincang-bincang sampai waktu tak terasa sudha sore, langit pun sudha berubah warna.
"Wah tak terasa yah ternyata sudah sore, kami harus segera undur diri karena setelah ini kami akan berkunjung ke makam mendiang menantuku terlebih dahulu sebelum berangkat ke kerajaan Li esok hari" Dengan panjang lebar kaisar Li berpamitan kepada kaisar Qin Luo.
"Baiklah mari saya antar sampai gerbang"
Xue Mei bernafas lega karena bisa keluar dari aula perjamuan ini, dirinya sudah tidak nyaman jika harus lebih lama lagi diam. Sejak tadi putra mahkota Qin Li tidak pernah memalingkan wajahnya kearah lain, tapi terus melihat kearahnya.
"Hati-hati di perjalanannya kaisar Li" Kaisar Qin melambaikan tangannya dibarengi dengan melayunya kereta kuda yang di tumpangi rombongan kaisar.
Tidak perlu menempuh perjalanan terlalu lama menuju ke pemakaman mereka pun telah sampai di dekat pusara jenderal Zang.
Sebenarnya jenderal Zang dimakamkan disebelah pusara sang istri tercinta.
Kenapa ibunda Xue Mei bisa dimakan disana itu karena kaisar Li yang memintanya kepada kaisar Qin Luo dan kaisar Qin pun tidak keberatan sama sekali.
"Ijinkan ayah membawa anak-anak kalian untuk tinggal di istana Li, jangan mengkhawatirkan mereka, mereka akan aman bersama kami. Kami akan sering-sering menengok kalian disini" Ujar kaisar Li dengan sendu.
__ADS_1
Permaisuri Xue Jia menagis dirinya kembali teringat kejadian 5 tahun yang lalu ketika sang putri tercinta tiada.
"putriku, menantu kalian yang tenang yah disana. kami akan menjaga dan merawat anak anak kalian dengan penuh kasih sayang" Permaisuri Xue Jia jongkok dengan tangan terus mengelus batu nisan kedua pusara tersebut ditambah dengan deria air mata.
Mereka pun berdoa dan tak lupa menaburkan bunga mawar merah diatas kedua pusara pasangan suami istri itu.
Rombongan kaisar Li bersiap untuk kembali tapi Xue Mei teringat kepada Pangeran Qin Chen. "Tunggu dulu"
"Ya sayang ada apa" tanya Permaisuri Xue Jia.
"Bolekah kalain menunggu sebentar aku ingin menjenguk temanku dulu disini, Jika kakek nenek ingin duluan silakan aku bisa pulang sendiri" Jawab Xue Mei.
"Pergilah kami akan menunggumu di kereta"
Xue Mei pun segera berlari ke pemakaman pangeran Qin Chen, karena lokasinya tidak terlalu jauh Xue Mei tidak sampai berkeringat setelah berlari.
Setelah sampai dipusara pangeran Qin Chen Xue Mei pun berjongkok. melihat pusara pangeran Qin Chen yang penuh dengan bunga Xue eki pun terseyum meski tatapannya terlihat sedikit sedih. "Hay Chen Chen, apa kamu merindukanku?. maaf aku sudha lama tidak menjenguknya kesini" Xue Mei berbicara dengan sedikit lesu. Memori kejadian meninggalnya pangeran Qin Chen kembali terngiang dikepalanya membuat Xue Mei kembali terisak.
"Aku kesini ingin berpamitan, aku akan ikut bersama kakek ke kerajaan Li. Mungkin kita akan berjauhan .Aku tidak akan melupakanmu karena kamu ada akan selalu ada di dalam hatiku dan kusimpan namamu disana" Dengan suara sedikit serak Xue Mei berujar.
Langit yang mulai gelap membuat suasana sedikit mencekam.
"Apa boleh aku mencintai pria lain? sekarang ada seorang laki-laki yang selalu mendekatiku, apa aku boleh menerimanya? Dia sangat baik padaku. Kau pasti tahu siapa dia?" Xue Mei mengelap air mata yang mengalir di pipinya lalu berdiri.
"Aku harus pamit pasti mereka menungguku, sampai jumpa lagi cinta pertamaku" Xue Mei pun berbalik dan berjalan menuju pintu keluar dari pemakaman dimana disana kaisar Li dan Permaisuri Xue Jia menunggu Xue Mei.
"Maaf kakek, nenek jika aku membuat kalian menunggu lama disini" Ujar Xue Mei.
"Tidak papa ayo cepat masuk, hari sudah semakin larut" Dengan senyuman penuh cinta Permaisuri menyuruh Xue Mei masuk kedalaman kereta kudanya.
"Baiklah"
Ada tiga orang mungkin mereka sudah bukan lagi manusia karena mereka bertiga tidak lagi bisa dilihat dengan mata telanjang. Disini ketiganya sedang menatap kereta kuda rombongan kaisar Li Yang semakin menjauh meninggalkan pemakanan. Satu dari ketiganya berjenis kelamin perempuan,
Ketiganya memakai baju berwarna putih bersih tanpa ada sedikitpun noda di pakaiannya. Wajah mereka pun sangat bersih, berseri dan bercahaya meski wajah mereka sedikit pucat sedang terseyum lembut kearah kereta kuda yang sudah menjauh.
Setelah kereta kudah itu menghilang dari pandangan ketiganya, mereka bertiga pun ikut menghilang tanpa jejak, hanya meninggalkan kesunyian di pemakaman ini.
Mereka bertiga adalah arwah jenderal Zang, putra mahkota Qin Chen, dan istri jenderal Zang Li Mei. Mereka di beri kesempatan untuk melihat keluarganya dan orang yang dicintainya meski hanya sebentar.
Bersambung......
Maaf Jika nama-nama tokoh diatas memiliki kesamaan
__ADS_1