
ya karena waktu itu putra mahkota Feng Xian masih belum kembali ke kerajaan Qin, saat jenderal Zang menceritakan niat putra mahkota Feng Xian yang mau melamar Xue Mei. Jadi Xue Mei tapi perlu pusing memikirkan lamaran itu.
"Ayo cepat jawab" dengan tidka sabar putra mahkota Feng Xian kembali berkata.
"Aku.... " sebelum Xue Mei selesai berbicara putra mahkota Feng Xian langsung menyelanya.
"Sudah lah aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya sekarang, aku akan memberimu waktu. tapi disaat nanti kau memberikan jawabannya aku tidak ingin mendengar penolakan yang keluar dari mulutmu itu permaisuri" Ucap putra mahkota Feng Xian dengan menyeringai kemudian dia menyentuh bibir Xue Mei.
Xue Mei pun menyipitkan katanya mendengar perkataan putra mahkota Feng Xian lalu melepaskan pelukan putra
mahkota Feng Xian kemudian Xue Mei menepis tangan pura mahkota Feng Xian yang menempel dibibir nya
"Jadi aku harus menjawab iya"
"Waaahh.benarkah kau menerima
lamaranku aku senang sekali" Putra mahkota
Feng Xian langsung terseyum lebar.
"Apa!? tidak aku.."
"Hey jangan menyangkalnya kau tadi mengatakan 'iya' berarti kau
menerima lamaranku"
"Ti tidak aku tadi hanya menimpali perkataan mu saja" ucap Xue Mei kelabakan dan menggeleng kan kepalanya.
"Sial aku terjebak oleh ucapannya" batin Xue Mei kemudian dia melihat putra mahkota Feng Xian dengan tatapa tajam.
"hahah....Jangan berbohong aku tahu jawaban itu tulus dari lubuk hatimu"
putra mahkota Feng Xian masih terus menggoda Xue Mei.
"Diamlah aku bilang tidak ya tidak dasar menyebalkan" Xue Mei menjad sewot sekaligus jengkel.
Hujan diluar sana sudah reda dan tinggal menyisakan hawa dingin yang menyeruak membuat kulit meremang
merasakannya.
Putra mahkota Feng Xian masik terkekeh melihat wajah Xue Mei yang kesal.
"Aku sangat bahagia sekarang kau calon istriku" putra mahkota Feng Xian pun ingin kembali memeluk Xue Mei.
"Jangan memelukku aku sedang kesal sekarang dan jangan asal berbicara, huuh" bentak Xue Mei kepada putra mahkota Feng Xia kemudian Xue Mei
mendorong dada putra mahkota
Feng Xia agar tidak mendekat.
__ADS_1
"Berarti jika kau tidak sedang kesal aku boleh memelukmu kan?" tanpa bosan putra mahkota Feng Xia kembali menggoda Xue Mei.
Wajah Xue Mei yang tadi fokus menatap keluar jendela sekarang menatap putra mahkota Feng Xian dengan sorot mata penuh kekesalan.
" aku tidak akan membiarkanmu memelukku lagi sampai kapan pun"
"Sudah.. sudah aku datang kesini hanya ingin mengajakmu menemui seseoran. ayo" Ujar putra mahkota Feng Xian dengan memegang tangan kanan Xue Mei.
"Bertemu dengan siapa, aku tidak ingin pergi kemana-mana" ucap Xue Mei dengan wajah murung nya.
"Rahasia,,, ayo lah kau pasti akan senang bertemu dengannya"
"Aku tidak mau" Xue Mei menolak ajakan putra mahkota Feng Xian karena dirinya sudah sangat lelah.
Tanpa aba-aba putra mahkota Feng Xian menggendong Xue Mei apa bridal style (maaf ya kalo tulisannya salah).
"Turunkan aku, aku tidak ingin ikut heyy" Xue Mei memberontak dalam gendong putra mahkota Feng Xian.
Seakan tuli putar mahkota Feng Xian tak mendengarkan teriakan Xue Mei, kemudian dirinya menggunakan teleport
agar cepat sampai tujuan.
Wussssss
Tak perlu menghabiskan waktu lama sekarang keduanya telah sampai di pinggir danau yang sangat luas, airnya pun jernih.
"Turunkan aku" triak Xue Mei dengan memukul-mukul dada putra mahkota Feng Xian dengan keras.
Xue Mei menatap sekitar danau dengan tatapan bingung. "Dimana ini, aku ingin pulang" Xue Mei kembali memukul putra mahkota Feng Xian.
"Aduh....Kau menyakitiku sayang"
"Aku tidak peduli pokonya aku ingin kembali ke paviliunku"
putra mahkota Feng Xian tak peduli dia kemudian mendekati danau dan berjongkok kemudian menepuk tiga kali permukaan air danau.
"Apa yang kau lakukan" tanya Xue Mei, dirinya memeluk tubuhnya dengan erat suhu udara makan ini sangat lah dingin
Xue Mei hanya mengenakan hanfu
saja tanpa memakai mantel.
"tunggulah sebentar" putra mahkota Feng Xian pun kembali berdiri dan berjalan mendekati Xue Mei.
"Kau kedinginan?"
"Apa kau tak merasakan kedinginan, tentu saja aku kedinginan" Xue Mei kembali sewot.
Tanpa berbicara putra mahkota Feng Xian kemudian membuka jubah yang ia kenakan kemudian memakaikannya di tubuh
__ADS_1
Xue Mei. Xue Mei pun menatap
putra mahkota Feng Xian.
"Agar kau tak kedinginan" ujar putra mahkota Feng Xian matanya saling bertatapan dengan mata milik Xue Mei.
putra mahkota Feng Xian terus menatap Xue Mei penuh kelembutan dan cinta tiba-tiba ada suara seseorang terbatuk.
"Ehem,,, ehem" Suara seseorang dari arah danau.
Xue Mei pun kembali tersadar dari lamunannya, dirinya terpesona saat melihat wajah putra mahkota Feng Xian yang mendekati kata sempurna.
Kemudian Xue Mei pun menoleh kearah sumber suara yang berasal dari danau dan seketika ekspresi wajahnya langsung berubah. Dirinya sangat
terkejut saat melihat sosok manusia
setenga ular atau naga karena manusia
itu memiliki ekor yang sangat panjang
dan atasnya memiliki bulu. Siluman itu juga membawa Guzheng ditangannya.
"Apa aku sedang tidak bermimpi? apa benar itu siluman. astaga kenapa siluman itu tak sama seperti di film-film yang ku tonton, kenapa dia begitu tampan" ucap Xue Mei dalam hati.
Meskipun Xue Mei merasa takut tapi dia juga merasa kagum melihat siluman didepannya, bagaimana tidak siluman itu memiliki rambut berwarna putih dan panjang,
wajahnya pun sangat putih dan mulus.
Tidak seperti siluman yang ada di dalam film yang Xue Mei tonton yang memiliki wajah jelek dan mengerikan
"Pu putra mahkota i itu si siluman" Xue Mei menujukkan tanganya pada sosok manusia setengah ular itu. Xue Mei merasa tercengang karena seumur-umur dirinya baru kali ini melihat siluman.
Putra mahkota Feng Xian hanya terseyum kearah siluman itu. "Tenanglah dia temanku"
Putra mahkota Feng Xian menarik Xue Mei untuk mendekati siluman itu.
"Jangan takut dia baik kok" ucap putra mahkota Feng Xian seperti tahu kalau Xue Mei ketakutan.
(Anggap aja ada putra mahkota Feng Xian disana ya)
Kemudain keduanya pun mendekati sosok siluman itu.
"Apa kabar Shen" putra mahkota Feng Xian menyapa siluman itu yang ternyata bernama Shen.
"Aku baik, siapa yang kau bawa itu Xian dia sangat cantik " Shen bertanya dengan nada suara yang sangat halus tak lupa senyum.
***Bersambung.......
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Votenyaππππ***