Putri Buta

Putri Buta
Eps 91


__ADS_3

Malam hari yang di tunggu-tunggu pun telah tiba, para tamu undangan berbondong-bondong mendatangi taman istana yang telah


didekorasi sedemikian rupa oleh Xue Mei dan putri Li Yu Mei. Para tamu undangan yang hadir memakai pakaian terbaik mereka,


sangat terlihat glamor dan mewah.


Dekorasi taman pun tak luput dari pujian mereka, menurut mereka tema pesta


di taman ini sangat unik.


Tapi berbeda disisi timur istana Li, dimana dua orang putri kesayangan kaisar masih bersantai meminum teh dan memakan kue yang di hidangkan. Keduanya sedang bersantai di gazebo di paviliun milik putri Li Yu Mei.


Meski keduanya telah rapi dengan hanfu yang senada berwarna merah muda dipadukan dengan warna putih terlihat mewah dan anggun dipakai Xue Mei dan putri Li Yu Mei.


Tapi keduanya belum berniat untuk pergi ke taman istana.


"Bibi apa kau merasa gugup?" Tanya Xue Mei pada sang bibi yang terlihat santai meminum tehnya.


Li Yu Mei hanya tersenyum sinis pada Xue meu. "Gugup? apa kau lupa aku sudah lama berkecimpung di dunia hiburan, tidak ada kata gugup atau pun grogi dalam hidupku" Ujar Li Yu Mei mantap.

__ADS_1


"Oh ya? tapi kita tampil bukan di dunia moderen, tapi di dunia entah berantah. Aku sangat gugup takut jika mereka tak menyukai lagu yang kita bawakan. Apa lagi orang-orang yang hadir bukan orang biasa" Ucap Xue Mei. Sejujurnya sejak tadi dirinya terus meremas hanfu yang ia kenakan mencoba menghilangkan kegugupannya dan sesekali juga Xue Mei menghela nafas panjang. Dirinya juga bertambah grogi karena tamu undangannya juga bukan orang biasa."Meski aku sudah pernah tampil beberapa kali di istana Qin, tapi aku tetap gugup. Oh ya apa sebelumnya bibi pernah bernyanyi didepan banyak orang, selama di dunia ini?" Tanyanya lagi.


"Tidak" Jawaban singkat Li Yu Mei membuat Xue Mei tak bisa berekspresi apapun, tidak pernah katanya tapi kenapa dia begitu percaya diri kalau penampilan mereka nanti akan sukses.


Ah sudah lah lebih baik dirinya diam dan mengontrol emosinya agar stabil, agar nanti dirinya bisa menjiwai lagu yang akan dirinya nyanyikan.


"Putri kalian sudah ditunggu untuk hadir di pesta, oleh Yang mulai kaisar terdahulu" Tiba-tiba terdengar suara Wei berbicara dari luar.


"Ayo bibi kakek sudah menunggu kita!"


"Ayo"


Keduanya pun berdiri dari posisi nyamannya, kemudian keduanya berjalan dengan anggun menuju ke taman istana. Kedua tuan putri kesayangan kaisar itu menampilkan senyum manis yang sangat mempesona, menambahkan kadar kecantikan keduanya.


Dengan senyum tipisnya dia menyambut kedatangan Xue Mei, dan langsung menggenggam lengan mungil Xue Mei dengan posesif. "Kau cantik sekali kekasihku" Ujar putra mahkota Feng Xian dengan berbisik pada Xue Mei. Tak lupa pula putra mahkota Feng Xian mengecup lengan kanan Xue Mei dengan lembut.


Xue Mei tak bisa berbuat apa-apa dia hanya tersipu malu melihat tingkah putra mahkota Feng Xian. "Terimakasih, kau juga sangat tampan dengan hanfu putih itu" Ucap Xue Mei memuji pakaian yang dikenakan putra mahkota Feng Xian.


"Ck.. sudah lah ayo masuk, jangan membuat kakek menunggu kita" Celetuk Li Yu Mei sinis. Entah kenapa dirinya begitu tidak suka melihat kemesraan yang dilakukan pasangan didepannya ini.

__ADS_1


Xue Mei langsung melihat kearah Li Yu Mei, lalu tersenyum miring pada sang bibi. "Bilang saja kalau bibi iri, makanya sanah cari pasanganmu. Lihatlah disini banyak tuan muda yang datang kau tinggal pilih salah satu dari mereka"


"Tidak ada yang menarik di mataku" Ujar Li Yu Mei datar, lalu dengan kepala diangkat keatas dia pergi meninggalkan Xue Mei yang sedang cekikikan menertawakan tingkah bibinya.


"Hei... ayo"


"Ah... ya baiklah ayo" Ujar Xue Mei kemudian dia mendekati sang kakek dengan saling bergandengan tangan dengan putra mahkota Feng Xian.


"Salam kakek kaisar, nenek permaisuri, kakak dan juga adik keciku" ucap Xue Mei, memberi salam kepada kakek, nenek, Zang Zingqin dan Zang Yuki. Zang Zingqin dan Zang Yuki terlihat tampan dengan mengenakan hanfu berwarna Hijau muda milik zang Yuki dan hijau gelap milik Zang Zingqin.


"Oh cucuku kau sangat cantik sekali malam ini" Puji permaisuri Xue Jia pada Xue Mei. Senyuman permaisuri yang sangat lembut membuat Xue Mei tertular dan ikut tersenyum.


"Terimakasih nenek kau jika sangat cantik dan awet muda meski telah berumur"


"Baiklah ayo duduk disini Mei'er di samping kakak, mati kita lihat paman melakukan tugas pertamanya malam ini" Ujar Zang Zingqin pada Xue Mei untuk duduk disampingnya. Karena meja yang mereka gunakan bundar jadi mereka duduk melingkari meja ini, tak lupa dengan kudapan yang disajikan di atas meja terlihat sangat enak untuk di santap.


"Maaf kakak aku dan bibi harus bersiap-siap untuk tampil nanti" Ujar Xue Mei menolak permintaan Zang Zingqin.


"Oh,,, memang kalian berdua ingin mempersembahkan apa untuk memeriahkan malam ini" Tanya putra mahkota Feng Xian pada Xue Mei yang berdiri disampingnya.

__ADS_1


Xue Mei hanya tersenyum lebar pada putra mahkota Feng Xian. "Rahasia,,, nanti kau juga akan tahu. Lebih baik kau duduk saja disini dan saksikan aku tampil dipanggung itu" Tangan Xue Mei menuntun putra mahkota Feng Xian untuk duduk di samping kakaknya dan menunjukkan kearah panggung kecil yang ada di tengah-tengah lapang.


...Bersambung...


__ADS_2