
"Apa kau tidak mau membuka matamu hmm? Ini sudah satu minggu semenjak kamu tidak sadarkan diri. Aku sangat merindukanmu Feng Xian"
Ucap Xue Mei pelan, sorot matanya menyiratkan kesedihan saat melihat sang kekasih terbaring lemah tak sadarkan dari.
putra mahkota Feng Xian sudah tujuh hari tidak sadarkan diri, semenjak dirinya ditemukan tak sadarkan diri dan bersimbah darah pada malam bulan purnama minggu lalu oleh Guan.
Tentu saat Guan membawa putra mahkota Feng Xian yang tak sadarkan diri, dan memiliki beberapa luka sayatan pedang dan juga anak panah. Melihat keadaan putra kesayangan nya yang terluka parah permaisuri Rong Lin sampai histeris melihat keadaan putra nya yang bersimbah darah.
Xue Mei yang waktu itu masih mencari keberadaan putra mahkota Feng Xian, langsung kembali ke kerajaan Li karena mengikuti Guan yang terlihat menggendong seseorang. Melihat hal itu membuat perasaan Xue Mei semakin tak karuan, pikirannya semakin kalut saja waktu mengikuti kepergian Guan kembali ke istana.
Dan perasaannya pun benar sang kekasih terlihat tidak dalam keadaan baik-baik saja saat ditemukan. Sungguh sangat menyakitkan melihat orang yang kita sayang terluka parah, saat itu juga Xue Mei tak tahan untuk tidak meneteskan air matanya.
Saat ini keadaan putra mahkota Feng Xian sudah terhindar dari maut setelah diobati oleh tabib istana Li, tapi luka panahnya masih basah. Tapi yang membuat semua orang cemas yaitu putra mahkota Feng Xian tak kunjung membuka matanya membuat orang-orang terdekat putra mahkota Feng Xian takut.
Kabar terlukanya putra mahkota Feng Xian hanya diketahui penghuni istana Li saja tanpa membeberkan ke masyarakat, mereka takut jika kabar itu sampai ke telinga musuh kerajaan Feng akan memperumit keadaan.
Guan pun masih belum mengetahui siapa gerangan yang dengan beraninya melukai sang majikannya, tapi saat Guan kembali ke lokasi hutan tempat terlukanya putra mahkota Feng Xian. Guan menemukan sebuah token tanda pengenal milik putra mahkota Qin Li. Semua ini membuat semua orang istana Li menduga bahwa yang mencoba menghabisi putra mahkota Feng Xian adalah penerus kerajaan Qin.
Acara pertunangan pun ditunda entah sampai kapan waktunya.
Kaisar Feng Yi San sudah kembali ke kerajaan Feng karena kewajibannya bukan hanya memprioritaskan keluarga saja tapi ada rakyat yang harus dirinya urus. Membuat kaisar Feng dengan berat hati meninggalkan sang anak di kerajaan Li bersama dengan permaisuri Rong Lin. Sedangkan saudara-saudara putra mahkota Feng Xian yang laut mereka juga ikut pulang.
"Ayo buka matamu, jangan tinggalkan aku seperti ayah dan Chen meninggalkanku. Aku mohon!"
Rasanya Xue Mei ingin kembali menangis sekuat tenaga demi menyalurkan rasa sedihnya.
__ADS_1
Tapi saat melihat tak ada respon dari orang yang diajaknya bicara membuat Xue Mei kembali menitik kan air matanya. Bahunya bergetar kuat. "Hiks hiks aku mohon buka matamu, apa kau tidak kasihan pada ayah dan ibumu mereka sangat khawatir padamu tahu. Hiks Hiks"
Keadaan kamar yang hanya diisi oleh Xue Mei dan putra mahkota Feng Xian yang tadinya hening seketika menjadi berisik oleh suara tangis Xue Mei.
Karena hari sudah larut malam, Xue Mei ikut membaringkan tubuhnya di samping putra mahkota Feng Xian. Memeluknya dengan hati-hati, lalu berusaha memejamkan mata.
"Semoga hari esok akan lebih baik dari hari-hari sebelumnya" Doa Xue Mei dalam hati, sebelum dirinya tenggelam dalam mimpi indahnya.
Tubuh Xue Mei sedikit kurus karena selama satu minggu ini dirinya kurang istirahat dan pola makannya pun tidak teratur, sangking mengkhawatirkan putra mahkota Feng Xian Xue Mei sampai mengabaikan kesehatan tubuhnya sendiri. Membuat pelayan kecilnya Wei sangat khawatir pada keadaan nonanya.
...π₯π₯π₯π₯π₯...
Ditempat lain, disebuah pemanduan air panas yang luas seorang pria tampan tengah menyeringai penuh kepuasan atas apa yang telah dirinya lakukan satu minggu yang lalu.
Rencananya kaisar Han akan kembali ke kerajaan Li satu bulan lagi untuk melamar wanita yang dirinya Ingin kan.
Takut ditolak?
Tentu saja tidak dirinya memiliki berbagai macam cara untuk bisa mendapatkan Xue Mei. Dengan cara apapun, cara bersih atau pun kotor dirinya akan lakukan itu semua.
Kaisar Han juga tidak terlalu menghawatirkan akan diketahui sebagai pelaku penyerangan pada putra mahkota Feng Xian karena dirinya sudah menjadikan putra mahkota Feng Xian sebagai kambing hitamnya.
Bagai mana dengan Chang Yi?
__ADS_1
Tentu saja dia sangat marah dan kesal dengan rekannya ini, luka parah yang dia dapatkan saat duel nya dengan putra mahkota Feng Xian tidak mendapatkan hadiah yang setimpal gara-gara kelakuan kaisar Han. Padahal hanya tinggal satu langkah saja dirinya bisa membalaskan dendam sang kekasih.
Senyum setannya berubah menjadi senyum manis dan tulus. "Tunggu aku, aku akan memastikan kalau kau hanya milikku seorang" Ucap kaisar Han menggebu-gebu.
Tangannya terkepal erat tanda dirinya tidak akan pantang menyerah untuk mendapatkan apa pun yang dirinya inginkan.
...Bersambung...
Maaf ya baru bisa update lagi....
Kemarin itu sibuk banget nyiapin bukber sama temen-temen sekelas, itung-itung sebelum perpisahan nanti.
Terus habis pulang dari acara bukber dirumah temen, rasanya badan aku mau remuk capek banget rasanya tuh.
Jadi maaf ya baru update.. dan juga 3 hari lagi lebaran.. bener gak sih 3 hari lagi?
Kau boleh minta THR gk?
Gak usah yang susah-susah, tinggal kasih aku votenya kasih bunga atau satu cangkir kopi dan like aja ya......
Mungkin aku gak bisa update lagi besok sampai lebaran... Karena sibuk bantu mamah bikin makanan buat nanti lebaran
Selamat hari raya idul fitri semuanya. Semoga tahun tahun depan kita masih bisa bertemu sama bulan yang penuh berkah ini...*Aminnnnn
__ADS_1
βͺγ½(*Β΄β`)οΎ*